
“Ah,iya… bagaimana keadaan ponselku saat ini?” tanya Isa sambil menatap Luke yang sedari tadi memainkan ponsel yang berada di tangannya sembari menunggu pesanan makanan mereka datang
Luke menatap Isa sebentar.
Ya, sejak Luke telah memprediksi bahwa Aurora akan menelpon Isa untuk memberitahukan kehamilannya itu, Luke langsung menyembunyikan ponsel Isa. Luke berdalih bahwa ia tanpa sengaja menjatuhkan ponsel itu sehingga ponsel itu rusak.
Awalnya, Luke sudah merayu Isa agar istrinya itu membeli ponsel baru, namun Isa menolak dan mengatakan bahwa ponsel miliknya itu harus diperbaiki sampai bagus seperti semula karena Isa banyak menyimpan data – data penting di dalam ponselnya itu
“Aku sudah menanyakannya kepada pemilik service ponsel itu, katanya ponsel itu memang sudah harus diganti dengan yang baru” ucap Luke sambil menyimpan ponselnya ke dalam sakunya
“Maksudnya?” tanya Isa sambil mengernyitkan dahinya
Isa tau betul bahwa ponselnya itu adalah ponsel keluaran lama yang sudah tidak worth it lagi saat ini. Namun, Isa sangat menyayangi ponselnya itu. Ponselnya itu didapatkannya saat ia mendapatkan gaji pertamanya saat menjadi fashion designer di Lythe.
“Ponsel itu sudah terlalu jadul. Aku bisa membelikanmu ponsel baru” tawar Luke untuk sekian kalinya
Isa menatap Luke dengan tatapan datarnya saat Luke menyebutkan bahwa ponselnya itu sudah terlalu jadul. I mean, Isa memang membeli ponsel itu 3 tahun yang lalu, namun ponselnya itu tidak terlalu jadul. Ponselnya itu juga memiliki fitur fitur terkemuka yang tak kalah dengan ponsel – ponsel branded saat ini.
“Ya, ya, ya… Orang kaya memang sangat mudah mengatakan hal itu” ucap Isa sebal
Luke tidak marah dengan ucapan Isa itu, malah, sebuah senyuman kecil terbit di wajah tampan suami Isa itu
“Dan kau adalah istri dari orang kaya itu” goda Luke
Isa memilih untuk diam dan tidak melanjutkan pembicaraan itu.
“Permisi, pesanan anda”
Kedatangan seorang pegawai yang membawa nampan berisi pesanan Isa membuat rasa semangat Isa kembali melambung tinggi
“Selamat menikmati” ucap pegawai itu sambil meletakkan pesanan milik Isa dan Luke ke atas meja mereka
Isa menegak ludahnya dengan kasar saat melihat asap mengepul di atas mangkuk mie kuahnya. Asap itu seolah – olah menggoda Isa.
“Terimakasih” ucap Isa saat pegawai itu hendak meninggalkan meja mereka
Pegawai itu mengganggukan kepalanya sambil tersenyum sebelum dirinya meninggalkan meja Isa.
Setelah pegawai itu pergi, Isa langsung menarik dua mangkuk mie kuah yang berada di meja itu ke hadapannya
__ADS_1
“Eh…?” ucap Luke binggung saat melihat Isa menarik kedua mangkuk itu
“Ada apa?” tanya Isa dengan wajah polosnya
Luke menegak ludahnya dengan kasar saat melihat wajah polos Isa yang terlihat sangat menggemaskan. Secara otomatis, Luke langsung menutupi mulutnya dengan tangannya agar senyumannya dan pipi merahnya tidak dapat dilihat oleh Isa.
“Kenapa kau menarik mangkuk – mangkuk itu ke hadapanmu?” tanya Luke dengan nada suaranya yang terdengar serak
“Ohhh… tentu saja aku ingin memakannya” ucap Isa sambil tersenyum lebar dan memamerkan sederet gigi putihnya
Astaga, Isa sungguh menggemaskan!
Kenapa belakangan hari ini, Luke selalu saja mendoktrin pikirannya bahwa segala tingkah laku Isa selalu terlihat menggemaskan di penglihatannya? Memikirkan itu membuat Luke tak bisa menahan senyumannya
“Dua – duanya?”
“Ya, tentu saja!” jawab Isa riang
Luke mengedipkan matanya beberapa kali saat mendengar jawaban riang milik istrinya itu. Nampaknya, istrinya itu tidak bermain – main dengan ucapannya. Istrinya itu memakan mie kuah itu dengan lahap.
Tadi, sempat Luke berpikir bahwa tujuan Isa memesan 2 mangkuk mie kuah agar Luke juga dapat menikmati 1 mangkuk mie kuah yang sangat terkenal di kantin rumah sakit ini. Namun saat melihat istrinya itu menarik kedua mangkuk mie kuah itu ke hadapannya, seharusnya Luke menyadari bahwa istrinya itu sedang masuk dalam tahap penambahan nutrisi yang sangat luar biasa.
“A---
“Kau bisa memesankannya pada pegawai yang ada disana!” potong Isa sebelum Luke benar – benar mengucapkan sepatah katapun.
Luke tersenyum miris saat mendengar ucapan Isa. Baru saja dirinya menggagumi keimutan istrinya itu, namun kini dirinya harus dihadapi dengan fakta bahwa istrinya itu semakin ketus sejak istrinya itu mengandung anak mereka
“Tidak, aku tidak lapar. Kau makanlah semuanya” ucap Luke sambil tersenyum kecil
Isa membalas ucapan Luke itu dengan anggukan asal. Isa tidak berniat untuk melanjutkan pembicaraan mereka karena Isa memiliki misi yang harus dituntaskannya. Misinya itu adalah memakan 2 mangkuk mie kuah yang berada di hadapannya sampai habis.
Saat melihat Isa memakan mie kuah yang berada di hadapannya dengan beringas, lagi, senyum Luke kembali muncul. Apakah istrinya itu tidak makan selama seminggu belakangan ini? Bagaimana bisa istrinya itu makan dengan beringas seperti itu?
Tiba – tiba, sebuah ide terlintas di benak Luke.
Luke kembali mengambil ponselnya yang sudah disimpannya di dalam sakunya.
Cekrek!
__ADS_1
Suara rana kamera milik Luke membuat Isa mendongakkan wajahnya dan menatap Luke dengan matanya yang sudah menyipit
“Kau memotretku?” tanya Isa saat melihat Luke mengarahkan kamera ponselnya ke hadapannya
“Iya! Lihatlah, bukankah kau terlihat sangat lucu disini” ucap Luke girang sambil menunjukkan hasil jepretannya kepada Isa
Isa menatap foto dirinya yang terpampang di ponsel Luke dengan tatapan anehnya. Apa mata suaminya itu telah bermasalah? Dari sisi mana dia kelihatan lucu? Rambutnya acak – acakan, dahinya berkeringat, mulutnya yang sedang terbuka lebar… Isa benar – benar… tidak lucu sama sekali.
“Aku akan menjadikannya sebagai wallpaper lockscreenku” ucap Luke sambil menarik kembali ponselnya dari hadapan Isa
“Kau serius? Aku jelek, loh, di foto itu! Bisa – bisa, aku membuatmu malu saat kau harus membuka ponselmu di tempat umum” ucap Isa sambil kembali melanjutkan aktivitas makannya dengan pelan – pelan
“Untuk apa aku malu? Kau terlihat sangat lucu disini!” jawab Luke sambil mengotak – atik ponselnya
Isa mengendikkan bahunya. Jika Luke sudah berkata, dia bisa apa? Lagipula, jika Luke memang benar – benar memasang foto itu sebagai wallpaper locksreennya, Isa tidak akan mengalami kerugian apapun. Isa malah senang saat mengetahui fotonya digunakan sebagai wallpaper ponsel Luke, tapi saat mengetahui jika foto itu adalah foto jelek milik Isa, siapa yang merasa tidak senang?
“Aku sudah memperingatkanmu, lho… Jangan salahkan aku nanti jika ada orang yang menertawaimu saat kau membuka ponselmu” ucap Isa sambil kembali memfokuskan pikirannya pada mie kuah yang berada di hadapannya
Luke tidak memperdulikan ucapan Isa itu. Apapun yang dipikirkan orang nantinya, Luke tidak akan ambil pusing tentang hal itu, karena bagi Luke, hanya Isa lah satu – satunya wanita paling cantik dan menggemaskan yang pernah singgah di hidupnya.
“Hei!”
Isa menghentikan aktivitas makannya saat mendengar suara familiar itu. Isa melihat wajah Luke yang tadinya berseri – seri kini sudah tertekuk. Karena penasaran, Isa menengadahkan wajahnya untuk menatap si pemilik suara familiar itu
“Aku tidak menyangka bisa bertemu kalian disini”
.
.
.
.
.
Isa mah cantik, mau digimanain juga tetap cantik **_**
__ADS_1