
Luke menjatuhkan tubuhnya di samping tubuh Isa, saat dirinya baru saja mencapai pelepasnnya. Akhirnya, setelah beberapa mingu menahan nafsu binatangnya, kini Luke sudah dapat menyalurkan nafsu binatangnya itu. Walaupun dia harus melakukannya dengan hati – hati, karena Luke sangat khawatir dengan kondisi janin Isa.
“Apakah tadi aku kasar?” tanya Luke sambil menarik tubuh Isa untuk mendekat ke tubuhnya
“Tidak” jawab Isa jujur
“Baguslah… aku tidak ingin menyakitinya” ucap Luke sambil menyentuh pelan perut Isa yang masih tetap saja datar.
Ugh! Kapan sebenarnya perut itu akan mulai menonjol? Luke sangat tidak sabar untuk menantikan hal itu.
“I love you…” lanjut Luke sembari mencium puncak kepala Isa
“Eumh…” gumam Isa sembari mencari posisi ternyamannya di dekat Luke.
“Luke, kau ingin anak kita nanti laki – laki atau perempuan?” celetuk Isa sambil memainkan jarinya di atas dada bidang Luke yang dihiasi dengan butir – butir keringat sisa kegiatan panas mereka tadi
“Laki – laki atau perempuan, aku tidak akan pernah mempermasalahkan hal itu. Asalkan anak kita nanti terlahir dengan sehat, aku sudah sangat senang” ucap Luke tulus
“Benarkah? Kalau begitu… kau ingin punya berapa anak?” tanya Isa lagi
“Eumh… aku ingin memiliki anak yang banyak… mungkin 12 atau 13” gumam Luke dengan tangannya yang masih setia mengelus lembut pundak telanjang milik Isa
Isa yang mendengarkan hal itu langsung terkejut dan mendongakkan wajahnya untuk menatap Luke
“Apa kau serius?”
“Ya”
“Aku pasti akan mati jika aku harus melahirkan anak sebanyak itu” protes Isa sembari menatap Luke dengan tatapan horornya.
“Kau tidak akan mati… Karena aku akan mendapatkan anak – anak itu darimu dan dari wanita lain” goda Luke sambil memejamkan matanya
Bugh!
Tanpa ada rasa kasihan sedikitpun, Isa melayangkan tinjuannya ke atas dada Luke.
“Awww…” ringis Luke sembari membuka matanya dan mengusap – usap dadanya yang terasa berdenyut – denyut. Ini gila! Mengapa tenaga Isa semakin membesar semenjak dirinya hamil? Bisa – bisa tubuh Luke akan dipenuhi banyak, memar nantinya
“Itu hadiah untukmu karena kau membicarakan wanita lain!” ucap Isa garang
Melihat kegarangan Isa itu, mau tak mau, Luke tak bisa menyembunyikan senyumannya
__ADS_1
“Astaga, istriku ini! Kenapa kau semakin sexy ketika seperti ini, eumh? Kau seperti singa betina yang siap menyerang singa jantan” goda Luke sambil menyentuh gemas dahi Isa yang sedari tadi mengerut
“Ya! Saat aku mendapatkan singa jantan itu, aku akan potong alat *********** menjadi potongan – potongan kecil, merebusnya dengan garam dan jeruk nipis, lalu melemparkannya pada ular! Sudah puas?!?” ucap Isa berapi – api sembari menyingkirkan tangan Luke yang menyentuh dahinya
Luke terkekeh geli saat mendengar ucapan gila Isa yang terdengar seperti ucapan penuh kecemburuan, di telinga Luke.
“Maafkan aku, tadi aku hanya bercanda” ucap Luke
“Candaanmu tidak lucu, tuan Seranno yang terhormat!” ucap Isa sarkas sembari membalikkan badannya dan memilih untuk memunggungi Luke.
Luke tersenyum.
Istrinya itu sepertinya sedang marah kepadanya.
“Maafkan aku” ucap Luke tulus sambil melingkarkan tangan kekarnya di perut Isa
“Tadi aku bercanda, soal wanita lain atau anak. Perlu kau tau, aku hanya mengginginkan anak dari dirimu saja. Aku tidak akan pernah mempermasalahkan jumlahnya, mau 1, 2, 5, 10 atau 20 sekalipun, aku tidak akan pernah mempermasalahkannya. Aku akan memberikan mereka pendidikan terbaik dan kehidupan yang layak, sehingga uangku dapat berkurang sedikit di bank” celetuk Luke yang diakhiri dengan sebuah kekehan
“Ck! Sombong sekali!” ucap Isa yang diawali dengan sebuah decakan lidah
Luke mengabaikan ucapan Isa itu. Kini, mulutnya tengah bergerilya di pundak mulus Isa
“Aku tidak akan pernah menuntut berapa banyak anak yang kau lahirkan. Karena kau lah yang melahirkan. Kau yang merasakan rasa sakit itu, sedangkan aku tidak merasakan apapun. Oleh karena itu, berapapun jumlah anak yang akan kau lahirkan nanti, aku tetap akan bahagia” ucap Luke tulus
Nampaknya, Istrinya itu belum luluh dengan ucapan yang baru saja yang diucapkannya.
“Hehehe, iya… Aku baru menonton acaranya semalam” jawab Luke jujur sembari meletakkan dagunya di ceruk leher Isa
“Ketahuan” ejek Isa
“Ketahuan oleh istri sendiri… aku tidak akan mempermasalahkan hal itu” ucap Luke sambil menutup matanya
“Ah… ini rasanya tidak adil, sedari tadi, aku selalu menjawab pertanyaanmu. Namun, aku tidak pernah memberikanmu sebuah pertanyaan” ucap Luke lagi yang diakhiri dengan sebuah dengusan kasar.
“Luke! Geli!” ucap Isa sambil mencoba menarik lehernya dari jangkauan Luke
Bukannya menghentikan tindakannya itu, Luke malah semakin gencar memberikan dengusan – dengusan kasarnya. Isa berusaha mati – matian untuk menghindari dengusan – dengusan kasar itu, tawa lepasnya tak bisa ditahannya untuk tidak keluar
“Luke, hentikan! Kau seperti anjing!” ucap Isa kesal ditengah – tengah tawanya sembari menahan kepala Luke dengan tangannya
Mendengar ucapan Isa tersebut, Luke langsung menghentikan tindakan bodohnya itu. Luke diam. Namun, diamnya itu membuat rasa bersalah dalam diri Isa bergemuruh. Apakah suaminya itu merasa sakit hati karena Isa baru saja menyamakan dirinya dengan binatang berbulu itu?
__ADS_1
Dengan cepat, Isa membalikkan badannya. Kedua tangannya langsung menangkup wajah Luke yang nampaknya sedikit binggung dengan tindakan Isa itu
“Luke, apa kau marah kepadaku? Kalau kau marah… maaf, aku tidak bermaksud menyamakanmu dengan binatang itu” ucap Isa yang diakhiri dengan sebuah ringisan kecil
“Hah? Aku tidak marah” ucap Luke dengan sebuah kernyitan halus yang menghiasi dahi mulusnya
Mendengar ucapan Luke tersebut, Isa menghela napasnya tenang dan menarik tangannya yang menangkup wajah Luke
“Lalu… kenapa kau diam?” tanya Isa penasaran
“Aku hanya berpikir --”
“Apa? Apa yang kau pikirkan?” potong Isa menggebu – gebu
“Aku berpikir… bagus juga kalau aku menjadi anjingmu… Aku bisa mengendusmu dimana saja dan menjilatimu dimana saja” ucap Luke dengan wajah seriusnya
Mendengar ucapan Luke tersebut, Isa langsung membulatkan matanya. Apakah seorang CEO terkenal memiliki pemikiran bodoh seperti itu?
Slurp!
Belum sempat Isa menghindar, namun kini pipinya telah menjadi korban jilatan berliur dari Luke
“Lukas!” teriak Isa dengan suara menggelegarnya, sedangkan yang diteriaki hanya tertawa lepas.
“Cup…cup…cup…” ejek Luke sambil menarik tubuh Isa ke dalam pelukannya
Isa tidak memberontak, ia membiarkan tubuhnya dipeluk erat oleh Luke. Isa malah ikut memeluk tubuh Luke.
“Isa… aku ingin mengatakan sesuatu padamu” ucap Luke serius sembari mengelus – elus lembut puncak kepala Isa
“Bukannya dari tadi kau sudah mengatakan sesuatu padaku?” canda Isa sambil terkekeh pelan
“Aku serius Isa… aku sedang tidak bercanda” ucap Luke sembari mengernyitkan dahinya
Isa langsung mendongakkan wajahnya saat dirinya mendengar ucapan Luke yang terdengar serius itu
“Ada apa?” tanya Isa serius
“Hah…! Aku tak tau harus darimana aku memulainya”
__ADS_1