
Isa dan Luke menghabiskan waktu sarapan mereka dalam keheningan. Isa fokus dengan makanan yang ada di hadapannya, sedangkan Luke sedari tadi selalu mencuri – curi pandang ke arah wajah istrinya itu
“Apa lihat – lihat!” sentak Isa dengan kasar saat kedua mata tajamnya akhirnya bertubrukan dengan kedua mata Luke yang sedari tadi mencuri – curi pandang ke arahnya
Luke yang menerima sentakan itu langsung terkejut dan menatap Isa dengan tatapan horornya. Luke terlihat sama dengan seorang pencuri yang tertangkap basah sedang melancarkan aksinya.
“Kau cantik sekali pagi ini…” puji Luke sambil tersenyum senormal mungkin dan memberanikan dirinya untuk menatap Isa secara terang – terangan
Tak bisa dipungkiri, semenjak mereka menikah, Luke merasa jika kecantikan Isa semakin terpancar hari demi hari. Entah Luke yang salah atau hatinya yang salah karena terlalu cinta buta kepada istrinya itu sehingga dirinya menggangap bahwa Isa adalah wanita tercantik di dunia.
“Maksudmu… kemarin – kemarin, aku tidak cantik? Iya, begitu? Ohh… pantas saja kau menghabiskan malam panasmu dengan Aramu itu!” ucap Isa tajam sembari menekanan kata ‘Aramu’
Luke menghela napasnya dengan kasar.
“Isa… dengarkan dulu penjelasanku, kejadian malam itu sungguh diluar kendaliku. Saat itu aku sedang duduk di bar bersama dengan wanita lain, tiba – tiba aku terbangun dan mendapati Aurora sudah tidur di sampingku. Sungguh! Aku tidak memiliki niat untuk meniduri Aurora!” jelas Luke frustasi
Isa yang mendengar hal itu langsung menggangkat salah satu alisnya dan menggangguk – anggukkan kepalanya pelan.
“Jadi… kau memang tidak memiliki niat untuk meniduri Aurora, tapi kau memiliki niat untuk meniduri wanita lain yang menemanimu minum di bar itu? Oh, great!” ucap Isa tak habis pikir sembari menggelengkan pelan kepalanya
Brak!
Tanpa ada rasa takut sedikitpun, Isa memukul meja makan itu dengan kuat.
Melihat hal itu, Luke menegak ludahnya dengan kasar. Kini, ‘ia percaya dengan ucapan jangan pernah bermain – main dengan seorang wanita hamil’
“Isa!” panggil Luke saat dirinya melihat Isa sudah bangkit dari duduknya dan berjalan cepat menuju ke arah tangga yang ada di penthouse itu, sepertinya, wanita itu hendak ke kamar mereka.
Dengan gerakan cepat, Luke bangkit dari duduknya dan menahan Isa dengan cara memegang tangan mungil nan lembut itu
“Isa! Sampai kapan kita seperti ini? Tolong hentikan tindakan kekanak – kanakanmu ini! Bukan hanya kau saja yang merasa binggung dan kecewa dengan keadaan ini, aku juga! Aku juga merasakan itu!” ucap Luke
__ADS_1
Isa tak membalikkan badannya. Badan mungil wanita itu tetap membelakangi Luke. Punggungnya yang naik – turun dengan tempo cepat seolah – olah hendak mengatakan bahwa saat ini si pemilik tubuh itu tengah berada di tingkat emosi yang sangat luar biasa
“Isa… tolong jangan berkeras seperti ini. Setidaknya jangan berkeras demi anak kita, kau tau, rasa stress yang berlebihan tidak baik untuk seorang wanita yang tengah hamil muda” ucap Luke melembut
Mendengar perkataan Luke tersebut, Isa memutar badannya untuk menghadap Luke dengan gerakan lambat
“Lalu kau ingin aku seperti apa, hah?!? Kau ingin aku duduk diam di rumah dan melihat semuanya! Melihat wanita lain dari masa lalu suamiku melahirkan anaknya! Aku tak bisa melakukan itu Lukas! Aku tak bisa!” ucap Isa penuh emosi. Keemosiannya itu terpancar jelas dengan munculnya urat – urat halus berwarna hijau kebiru – biruan di leher wanita itu. Urat – urat itu sangat kontras dengan warna kulit putih milik wanita itu
“Dulu, kukira aku dapat menaklukkan hati seorang pecinta wanita sepertimu! Kukira, kehadiranku dapat membuatmu melupakan dan meninggalkan masa lalumu. Tapi aku salah! Dan bodohnya aku, kenapa aku masih saja mau menikahimu setelah tau perbuatan – perbuatan yang kau lakukan dimasa lalu! Aku selalu optimis bahwa kau telah berubah, tapi nyatanya kau tidak berubah! Hal ini membuat hatiku sakit, sakit!” lanjut Isa sembari memukul – mukul pelan dadanya dengan ekspresi wajahnya yang sangat menyakitkan
“Luke, aku akui bahwa aku adalah wanita yang egois. Aku adalah wanita yang menginginkan seluruh perhatian suamiku tertuju kepadaku! Sekarang, aku menyesal dengan apa yang kuucapkan semalam, mungkin akan lebih baik jika kau menyuruh Aramu itu untuk menggugurkan bayi kalian itu!” ucap Isa berapi – api
Luke yang mendengar itu langsung membulatkan matanya terkejut. Tapi keterkejutannya itu tak berlangsung dengan lama.
“Isa, bagaimana kau bisa mengatakan hal setega itu?” tanya Luke tak percaya sembari meremas pelan punggung tangan Isa
Isa diam dan menggigit bibirnya.
“Isa… look at me…” ucap Luke halus sembari menggangkat dagu Isa dengan salah satu tangannya sehingga wajah cantik nan binggung itu dapat dinikmatinya seluruhnya
“Isa… dengarkan aku. Kita akan melalui semua ini bersama – sama dan aku akan memastikan akhirnya berakhir dengan baik” lanjut Luke sembari memindahkan kedua tangannya untuk menangkup wajah mungil itu
“Apapun yang terjadi nanti, kau dan anak kita adalah prioritasku” ucap Luke lagi sembari menatap lekat istrinya itu
“Bagaimana ternyata kalau yang dikandung oleh Aurora itu benar – benar darah dagingmu?” tanya Isa dengan suara paraunya yang terdengar sangat menyakitkan di kedua telinga Luke
“Jika bayi yang dikandung oleh Aurora benar – benar darah dagingku, aku akan memintanya untuk tetap melahirkan bayi itu. Aku akan membiayai hidupnya selama dia hamil sampai dia melahirkan bayi itu. Lal---
“Lalu, bagaimana?” tanya Isa tak sabaran. Tangannya sudah dipersiapkan untuk menampar pipi pria yang sedang berada di hadapannya itu jika pria itu mengatakan bahwa dirinya akan menikahi wanita dari masa lalunya itu
“Lalu akan mengurus seluruh identitas bayi itu dan membawa bayi itu kesini. Aku akan memberikannya nama akhir ‘Seranno’. Kau mau mengurusnya kan? Kau mau memperlakukannya sama seperti bayi kita?” tanya Luke penuh harap
__ADS_1
“Bagaimana dengan Aurora?”
“Wanita itu… wanita itu lebih mengutamakan karir daripada keluarga dan perasaannya. Kurasa dia tidak akan masalah jika kita mengambil hak asuh bayi itu dan membawa bayi itu untuk tinggal disini” ucap Luke lembut
Isa menggigit bibirnya yang sedang bergetar dalam – dalam. Semua ini terlalu cepat dan membingungkan.
“Isa… percayalah padaku, everything will be okay..” ucap Luke lembut sembari mengusap wajah Isa
Tes.
Sekuat apapun Isa menahannya, air mata Isa akhirnya luluh juga.
“Huah…. Hiks…. Hiks…”
Isa langsung menghamburkan dirinya untuk memeluk tubuh kekar suaminya itu. Kepalanya ditenggelamkannya di dada bidang suaminya itu.
“Sssshhh…” ucap Luke sembari mengusap punggung Isa dengan lembut dengan gerakan naik – turun berulang – ulang
Sreeettt…
Suara hidung Isa yang mengeluarkan lendir cairnya ke atas kaus yang sedang dipakai Luke membuat Luke tergelak
“Isa!” panggil Luke terkejut namun masih dengan nada yang lembut
“Maaf…. Hiks….. hiks….” Ucap Isa sembari mengelap hidungnya yang sedari tadi mengeluarkan cairan lendir itu ke atas kaus berwarna abu – abu yang dipakai oleh Luke
Luke hanya tersenyum miris. Kulit perutnya dapat merasakan dinginnya cairan lendir itu
“Sssh… tak apa – apa…” ucap Luke sembari mengelus lembut kepala Isa
__ADS_1