Heartbreak Hotel

Heartbreak Hotel
New Story : IN YOUR EYES


__ADS_3

PEMBERITAHUAN.


Jadi, part ini merupakan salah satu cuplikan part dari cerita baru aku, judulnya IN YOUR EYES. Kalian bisa cek kalau kalian berminat. Terimakasih.


 


 


Jari jemari lentik Lauren memegang lingerie seksi yang terasa sangat lembut ditangannya. Lauren menimang – nimang apakah dia harus memakai lingerie seksi itu atau tidak? Sejujurnya, Lauren sangat ingin memakai lingerie seksi tersebut karena dia tidak pernah memakai sebuah lingerie. Namun, untuk apa Lauren memakai lingerie seksi seperti ini? Agar suaminya tergoda? Mimpi apa Lauren semalam!


Setelah berpikir beberapa menit, akhirnya Lauren memutuskan untuk memakai lingerie seksi itu.


“Lauren Rodriquez – Garcia, kau sangat sexy” ucap Lauren kagum saat melihat pantulan tubuh sexynya di sebuah cermin di kamarnya


Saat ini, tubuh sexy Lauren tengah dibalut dengan lingerie sexy nan mahal dari rumah mode Victoria’s Secret, Unlined Floral Lace Teddy. Menurut Lauren, selain lingerie ini menambah kesan seksi dalam dirinya, lingerie ini juga menunjukkan suatu kemewahan, hal itu bisa dilihat dari sulaman bunga bertali emas yang menghiasi lingerie sexy ini. Sepertinya, Lauren harus benar – benar mengucapkan ucapan terimakasih kepada Clara.


“Ah… aku jadi merasa bersemangat, aku butuh segelas wine” gumam Lauren dengan senyum yang merekah di wajahnya


Dengan langkah ringan, Lauren keluar dari kamarnya dan menuju ke sebuah mini bar yang terletak di dekat dapur. Dengan senyum yang masih menghiasi wajah cantiknya, Lauren mengambil sebuah gelas Kristal kecil dan menuangkan wine ke dalam gelas itu

__ADS_1


“Bersulang untuk tubuh sexyku yang belum terjamah” gumam Lauren keci sebelum dia meneguk wine tersebut


“Apa yang kau lakukan disini?”


Baru saja Lauren menikmati momen – momen terbahagia dalam hidupnya, namun suara serak Edward membuat Lauren gagal menikmati momen itu.


“Tentu saja aku sedang minum. Apakah kau tidak bisa memakai kedua matamu dengan benar?” ucap Lauren sewot


Mendengar ucapan Lauren, Edward hanya mendengus kesal dan berjalan ke arah kulkas yang berada di dapur. Dari kejauhan, Lauren memandang Edward dengan tatapan penasaran dan rasa penasarannya itu terpuaskan saat dirinya melihat Edward tengah memakan salah satu roti yang berada di dalam kulkas.


“Apa kau belum makan malam?” tebak Lauren karena seingat Lauren, Edward tidak memakan apa – apa saat berada di pesta tadi dan hari ini, para pelayan yang berada di rumah mereka tidak menyiapkan makanan apapun


“Ck! Apa kau lupa kalau kau pernah hampir mati konyol karena maagmu kambuh?” ucap Lauren kesal


“Apa pedulimu! Bukankah akan lebih baik jika aku mati, aku tidak perlu menghabiskan seluruh waktu berhargaku dengan seseorang sepertimu” ucap Edward dengan nada yang dingin


Mendengar ucapan dingin Edward, mood Lauren langsung terjun bebas. Tanpa memperdulikan apapun, Lauren langsung bangkit dari posisi duduknya dan berjalan meninggalkan mini bar tersebut dengan gelasnya yang masih tersisa wine


Melihat kepergian Lauren, Edward langsung mengedarkan pandangannya ke arah Lauren.

__ADS_1


Sial!


Edward mengeram marah saat melihat tubuh sexy Lauren yang bergoyang – goyang dengan indahnya seolah – olah hendak menggoda Edward. Darimana wanita itu mempelajari teknik menggoda seperti itu? Ini gila! Sudah cukup Edward merasa pening karena urusan pekerjaannya, namun kini, wanita itu dengan seenaknya berpakaian kurang bahan dan membuat Edward harus menahan rasa pening yang timbul akibat ledakan gairahnya yang tak tersalurkan.


“Lauren!” panggil Edward


Lauren yang merasa namanya dipanggil langsung berhenti di tempatnya tanpa berniat untuk membalikkan tubuhnya dan menatap Edward


“Perhatikan pakaian apa yang sedang kau pakai itu. Jika kau berniat menggodaku dengan pakaian itu, maka kau salah. Jangan pernah memakai pakaian seperti itu lagi dihadapanku!” dusta Edward


Senyum miring Lauren langsung timbul saat mendengar perkataan Edward, perkataan Edward itu sudah diprediksinya sejak dia memutuskan untuk memakai lingerie sexy ini


“Aku tidak memakai lingerie ini untukmu. It’s wasted my time. Aku memakai lingerie ini karena aku bangga dengan bentuk tubuh seksiku yang masih murni ini. Tuan Edward C. Dominguez – Sanz yang terhormat, kurasa, lain kali, akan bagus jika kau tidak memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi seperti itu” ucap Lauren sambil menatap Edward dengan tatapan remehnya


Edward mengeram kesal saat mendengar ucapan Lauren


“Good night, hope you can sleep well” sindir Lauren sambil kembali melanjutkan langkahnya menuju kamarnya


 

__ADS_1


 


__ADS_2