
“Pelan – pelan” ucap Luke khawatir sambil menggenggam erat tangan mungil Isa
“Iya iya” ucap Isa sambil tersenyum dan berjalan dengan hati – hati disamping tubuh Luke
Kini, Isa menyesali keputusannya untuk memakai sebuah high heels. Meski dia hanya memakai high heels setinggi 2 cm, namun high heels itu hampir saja membuatnya terjatuh. Jika tidak ada Luke disampingnya, mungkin Isa sudah terjatuh.
Isa tidak bisa membayangkan jika ia benar – benar terjatuh, pasti hal itu akan berpengaruh kepada bayinya, bukan? Mungkin saja bayinya akan menjadi bayi yang cacat… atau yang lebih menyeramkan lagi, dia kehilangan bayinya. Isa tidak sanggup membayangkan hal itu.
“Kenapa kau menggeleng – gelengkan kepalamu? Apakah kepalamu pusing? Bagaimana perasaanmu? Apakah kita kembali ke rumah saja?” tanya Luke yang semakin khawatir saat melihat Isa menggeleng – gelengkan kepalanya
“Lihatlah Daddy mu, dia terlalu khawatir” bisik Isa sambil mengelus pelan perutnya yang masih datar
“Pardon, me?” tanya Luke sambil mengerutkan dahinya
“Ah tidak apa – apa. Ayo, cepat kesana! Aku ingin cepat – cepat duduk” ucap Isa sambil tertawa kecil dan menarik tangan Luke untuk berjalan lebih cepat
Luke hanya menghela napasnya dan mengikuti Isa
“Luke!”
Isa menyipitkan matanya saat melihat seorang pria paruh baya yang memanggil nama Luke dan berjalan dengan tergesa – gesa ke arah Luke
“Apa kabar?” tanya pria paruh baya itu sambil tersenyum
“Saya baik – baik saja, bagaimana dengan anda, tuan Smith?” tanya Luke sambil tersenyum ramah
Mendengar nama Smith, Isa langsung berspekulasi bahwa pria paruh baya yang berada dihadapannya ini adalah pelaku dibalik bangkrutnya perusahaan Bank Milleis di Los Angeles.
Tapi… jika pria paruh baya itu adalah pelakunya, tidak mungkin mereka saling menyapa dengan ramah, kan?
“Astaga! Sudah berapa kali kukatakan, panggil aku uncle Levrand” ucap Levrand Smith sambil menepuk pelan bahu Luke
“Ini adalah pesta formal, tidak baik jika saya bertindak tidak formal kepada anda, tuan Smith”
“Kalau begitu… apakah saya harus memanggil anda dengan sebutan tuan Seranno?” tanya Levrand sambil tersenyum lebar
“Ya, tentu saja” ucap Luke dengan nada bicara yang dingin
Isa terperangah dengan jawaban yang baru saja dilontarkan oleh Luke dari mulutnya. Apakah pria yang berada di sampingnya itu tidak tau bagaimana caranya untuk menanggapi sebuah candaan?
Tiba – tiba, suasana menjadi kikuk. Levrand nampak salah tingkah, Luke nampak biasa – biasa saja dan Isa yang nampak tidak nyaman dengan situasi ini.
“Luke… aku ingin memakan kudapan” ucap Isa dengan suara yang pelan
“Tunggu disini, biar ku ambilkan” ucap Luke
__ADS_1
Saat Luke sudah mulai melangkahkan kakinya, Isa langsung menahan tangannya dan langsung memberikan Luke sebuah tatapan protes
“Ada apa?” tanya Luke yang binggung karena diberikan sebuah tatapan protes
“Kau disini saja, biar aku yang mengambilnya” ucap Isa sambil tersenyum kecil
“Tap---
Sebelum Luke berhasil mengucapkan kalimatnya, Isa langsung menggode Luke melalui matanya.
Dari kodean mata Isa, Luke tau kalau Isa ingin memberikan waktu kepada Luke dan Levrand untuk berbicara secara leluasa. Luke menghela napasnya dengan kasar. Andaikan Isa tau bahwa idenya itu bukanlah ide yang bagus untuk Luke.
“Baiklah… Hati – hati, perhatikan langkahmu, jangan sampai terjatuh” ucap Luke terpaksa
“Aye aye captain” ucap Isa sambil tersenyum lebar
Tak ingin berlama – lama, Isa langsung berjalan meninggalkan Luke dan Levrand. Sungguh, Isa tidak nyaman berlama – lama berada di dalam situasi yang kikuk bersama dengan 2 orang pria. Daripada seperti itu, lebih baik Isa menghabiskan waktunya untuk memakan makanan kudapan yang telah tersedia di pesta ini.
“Oh my goodness” gumam Isa takjub saat ia melihat jejeran berbagai macam jenis makanan di atas meja yang telah dibalut dengan sebuah kain berwarna silver berbahan silk
Dengan semangat, Isa mengambil sebuah piring marmer kecil dan sebuah sendok. Matanya menggelap saat melihat berbagai macam jenis makanan yang terlihat sangat menggiurkan.
“Sepertinya aku akan memakan kue – kue coklat ini” gumam Isa tak sabaran
Isa mengambil 2 potong kue Sachertorte, 3 potong kue Esclair dan 2 buah Crepes. Isa memandang piring kecilnya yang kini sudah penuh dengan kue – kue coklat itu.
Isa menyuapkan kue – kue coklat itu ke dalam mulut kecilnya.
Pertama – tama, Isa menyuapkan sachertorte ke dalam mulutnya. Sachertorte adalah kue cokelat yang mulai hadir sejak tahun 1932 silam. Kue ini diciptakan oleh Franz Sacher dari Austria. Dilapis dengan selai aprikot di atasnya, kue ini penuh dengan lapisan cokelat di bagian samping dan atas.
Kemudian, Isa kembali menyuapkan esclair ke dalam mulutnya. Eclair merupakan choux pastry atau varian lain dari kue sus. Isinya bisa berbagai macam vla dan bentuknya dibuat memanjang. Untuk menikmatinya jajanan satu ini diberi lelehan cokelat nan lezat. Dapat pula diberi icing di atasnya sebagai pemanis.
Isa memejamkan matanya saat merasakan sensasi dari perpaduan coklat dan kue lembut yang mengisi mulutnya.
“Astaga… dimana mereka memesan ini! Ini sungguh luar biasa” decak Isa kagum dengan senyum bahagia yang terukir di wajahnya
Isa tak pernah bawa sebuah makanan dapat membawa kebahagiaan tersendiri bagi yang memakannya.
Isa sangat menikmati waktunya dalam memakan kue – kue coklat itu, hingga sampai ke potongan crepes terakhirnya. Crepes merupakan jajanan asal Paris dengan dua macam varian, asin dan manis. Jajanan sejenis panekuk tipis ini berbahan dasar gandum dan sangat digemari. Sementara di bagian Eropa tengah, penganan ini dikenal dengan palacinka.
“Hei…”
Sebuah suara lembut mengusik Isa dari aktivitasnya
“Who?” tanya Isa binggung saat melihat seorang wanita yang saat ini tengah tersenyum di hadapannya
__ADS_1
Wanita itu mengenakan sebuah gaun ketat bermodel v yang berhasil membentuk lekukan tubuhnya dengan sempurna. Gaun tersebut berwarna gold champagne, adanya permata – permata kecil yang dipayet di gaun tersebut membuat gaun tersebut terkesan elegant dan mahal.
“Apakah kau sudah melupakanku?” tanya wanita tersebut. Wajahnya seolah – olah menunjukkan raut tak percayanya.
“Apakah aku mengenalmu?” tanya Isa balik sambil meneliti wajah wanita tersebut
Setelah meneliti wajah wanita tersebut untuk beberapa saat, Isa merasa bahwa wajah wanita itu terlihat familiar di kepala Isa. Sepertinya Isa pernah bertemu dengan wanita itu sebelumnya… tapi, masalahnya… dimana ia bertemu dengan wanita itu?
“Apakah kita pernah bertemu?” tanya Isa sambil memicingkan kedua matanya
“Ya. Backstage peragaan busana Summer Season Lythe” ucap wanita itu sambil tersenyum bahagia
Backstage peragaan busana Summer Season Lythe?
Isa mengerutkan dahinya dan mencoba menggali memorinya tentang wanita di hadapannya ini. Isa meringis kecil saat dia tidak mengingat apapun tentang wanita ini. Peragaan busana Summer Season Lythe sudah lama sekali diadakan, kira – kira 6 bulan yang lalu, wajar rasanya jika Isa sudah mulai melupakan kejadian yang terjadi saat itu
“Sorry… aku tidak ingat kau siapa” ucap Isa sambil tersenyum kikuk
“Aku adalah wanita yang menyemangatimu saat kau hendak melakukan cat walk” ucap wanita itu menggebu – gebu
“Hah?”
Kernyitan di dahi Isa semakin dalam saat mendengar ucapan wanita itu. Lagi, Isa memaksa otaknya untuk mencari memori tentang wanita itu.
“Aku, Aurora”
.
.
.
.
.
Hai... terimakasih sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca cerita ini.
Lihat spoiler, visual character, trailer dan quotes Heratbreak Hotel di akun ig @Bulanyasinta95.
See you di part selanjutnya....
__ADS_1