
“Isa, apa kau lelah, eumh?” tanya Luke saat melihat Isa sedang memijit kakinya yang terlihat membengkak.
Rahang Luke langsung mengeras saat melihat kaki Isa yang sudah membengkak, seharusnya Luke melarang para perias itu untuk memberikan high heels kepada Isa yang notabenenya sedang mengandung.
“Ah, tidak terlalu, kok” jawab Isa sambil tersenyum manis kepada Luke
Luke berdecih pelan saat mendengar jawaban bohong Isa tersebut.
Tak ingin berdebat dengan Isa, Luke langsung berdiri dari posisi duduknya dan langsung berlutut di hadapan Isa. Tanpa memperdulikan keadaan disekitarnya, Luke langsung menarik kaki kanan Isa yang terlihat sangat membengkak
“Luke, apa yang kau lakukan?” tanya Isa terkejut saat Luke menarik kakinya secara tiba – tiba
“Tentu saja aku akan memijat kakimu” jawab Luke sambil mulai menyentuh kaki Isa
Refleks, Isa langsung menarik kakinya dari tangan Luke. Entah kenapa, saat Luke menyentuh betisnya, Isa merasakan dirinya tersengat listrik
“Luke… disini banyak orang, apa kau tidak malu?” tanya Isa sambil berusaha menyembunyikan kakinya dari jangkauan tangan Luke
“Untuk apa aku malu, apakah aku baru saja melakukan tindakan tidak terpuji?” tanya Luke sambil menarik kaki Isa ke dalam genggamannya
“Tidak, sih…” jawab Isa
“Tapi, tetap saja… Banyak orang yang melihat kita!” ucap Isa saat menyadari pandangan seluruh tamu sedang tertuju kepada mereka.
“Apa aku harus mengakhiri pesta ini dan menyuruh mereka pulang?” tanya Luke sambil fokus dengan pijatannya di kaki Isa
“Eh..?”
“Issabele”
Suara seorang wanita membuat Isa gegalapan dan langsung menarik kakinya secara paksa dari tangan Luke. Sontak saja tindakan Isa itu langsung diberikan tatapan tajam dari Luke, namun Isa tidak takut dengan tatapan itu, Isa malah tersenyum kecil.
“Aurora… Sean?” panggil Isa tak percaya saat melihat Aurora dan Sean datang bersama ke pesta pernikahannya
Mendengar Isa mengucapkan nama – nama keparat itu, Luke langsung bangkit dari posisi berlututnya dan memutar badannya untuk menatap wajah orang yang tidak diundang itu.
“Kenapa kalian berada disini?” tanya Luke dengan wajah dinginnya
“Apa kami tidak boleh ada disini?” tanya Aurora balik sambil menampilkan senyum termanis yang dimilikinya
Gigi Luke langsung bergemeletuk saat mendengar pertanyaan Aurora. Sialan! Seharusnya dia memberitahukan kepada para security untuk melarang 2 orang dihadapannya ini memasuki pestanya.
“Isa, selamat atas pernikahanmu” ucap Aurora sambil menjabat tangan Isa
Isa hanya tersenyum dan membalas jabatan tangan Aurora tersebut
“Selamat, Isa” ucap Sean sambil ikut menyodorkan tangannya untuk menjabat tangan Isa
Isa hanya menatap tangan Sean dalam diam, dia tidak berniat untuk menyambut jabatan tangan itu.
__ADS_1
“Ya, terimakasih” ucap Isa sambil tersenyum tanpa membalas jabatan tangan itu
Raut wajah kesal dan malu langsung terpatri di wajah Sean. Dengan perasaan kesal, Sean kembali menarik uluran tangannya dan mengepalkan tangannya dengan kuat
“Apa kalian sudah selesai? Sebentar lagi acaranya akan selesai, aku tidak ingin Isa terlalu kelelahan” ucap Luke sambil menarik tubuh Isa ke dalam rangkulannya
Senyum miris Aurora langsung timbul saat melihat rengkulan tangan itu.
Aurora tak dapat menepis fakta bahwa saat ini, Isa terlihat sangat cantik dengan sebuah gaun berwarna putih yang sangat indah dan berkilau.
Saat ini, Isa sedang mengenakan gaun pengantin dengan panjang 2,7 meter yang dirancang oleh Sarah Burton, di bawah naungan label Alexander McQueen. Gaun tersebut sangat kaya akan detail renda dan brokat. Kabarnya, gaun ini dibuat dengan lace-technique dengan nama ‘Carrickmacross’, sebuah teknik yang berasal dari tahun 1800-an.
Detail gaun yang dikenakan Isa sangat memukai. Mulai dari potongan renda Chantilly pada bagian tangan, pengaplikasian renda pada korset, hingga penggunaan motif mawar, thistles, daffodil, dan shamrock yang dirajut pada bagian tubuh Isa. Saat ini, Isa benar – benar seperti seorang putri kerajaan yang sangat elegan
Aurora menggigit bibirnya pelan saat melihat sebuah cincin yang sudah tersemat dengan indah di jari manis Isa. Tak perlu menebak, Aurora yakin bahwa cincin itu adalah cincin pernikahan Isa dan Luke.
Cincin itu.... seharusnya berada di jari manis Aurora
Gaun itu… seharusnya dipakai oleh Aurora
Dan cinta Luke… seharusnya hanya untuk Aurora.
Sial!
“Ah, iya, aku kemari untuk memberikanmu sebuah hadiah” ucap Aurora sambil mencoba untuk tersenyum seramah mungkin
“Aku harap kau tidak terkejut saat melihat isinya” ucap Aurora sambil berusaha tersenyum seperti tidak ada sesuatu yang salah dalam dirinya
Mendengar ucapan Aurora, Isa langsung mengernyitkan dahinya dengan binggung. Apa maksud perkataan wanita dihadapannya ini?
“Terimakasih” ucap Isa sambil menerima kado itu dengan pikiran yang berkecamuk
Senyum Aurora semakin merekah saat melihat Isa mengambil kado yang telah dipersiapkan oleh dirinya. Untung saja mood Luke hari ini tidak seburuk di pesta perusahaan kemarin, Aurora tidak sanggup membayangkan jika Luke menghempaskan kado itu dan isi kado itu terbuka… wah… Aurora tak bisa membayangkan betapa hebohnya pesta pernikahan ini nantinya.
“Kuharap, hubungan pernikahan kalian bisa bertahan lama” ucap Aurora sambil tersenyum
“Kau tak perlu berharap, hal itu sudah pasti!” ucap Luke yang tidak suka dengan keberadaan Aurora
Aurora langsung menegak ludahnya dengan kasar.
“Ah iya Luke, aku belum mengucapkan selamat kepadamu. Selamat ya” ucap Aurora sambil tersenyum dan menyodorkan tangannya
Luke menatap tangan Aurora itu dengan tatapan tak bersahabat.
“Terimakasih” ucap Luke sambil menjabat tangan Aurora dengan kuat sehingga wajah wanita itu memerah karena menahan sakit yang luar biasa
Dengan sekuat tenaganya, Aurora berhasil melepaskan jabatan tangannya dari genggaman tangan Luke dan langsung menatap Luke dengan tatapan terkejut, sedangkan yang ditatap hanya tersenyum simpul
“Pelayan, tolong bawakan aku hand sanitizer, tanganku baru saja memegang sesuatu yang kotor dan berkuman” ucap Luke dengan sekenanya
__ADS_1
Aurora mengepalkan tangannya dengan kuat rasanya dia ingin menangis saat ini, namun dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan musuhnya.
“Ini, tuan” ucap salah satu pelayan dengan sebuah hand sanitizer di tangannya
Dengan senyum sinis yang masih menghiasi wajahnya, Luke menyemprotkan hand sanitizer itu ke tangannya.
“Isa, apa kau tidak ingin memakainya juga? Bukankah kau juga baru saja memegang sesuatu yang berkuman?” tawar Luke
“Kami permisi dulu” ucap Aurora sambil menarik tangan Sean
Luke menatap kedua orang itu dengan tatapan datarnya. Sungguh, jika kedua bedebah itu pergi lebih cepat, mungkin Luke tidak perlu repot – repot berakting seperti tadi.
“Luke, tadi kau kenapa?” tanya Isa binggung
“Ah, tidak apa – apa. Aku hanya ingin mereka berdua cepat – cepat lenyap dari hadapanku. Tidakkah kau merasa kesal waktu melihat wajah mereka berdua?” tanya Luke
“Aku kesal, tapi… bagaimanapun juga, mereka adalah tamu di pesta kita, kita tidak boleh mengusir mereka”
“Mereka adalah tamu tak diundang, jadi sah – sah saja jika kita mengusir mereka”
“Eh??? Bukannya kau yang mengundang mereka?” tanya Isa binggung sambil mengernyitkan dahinya
Jika kalian belum tau, orang – orang yang hadir sebagai tamu di pesta pernikahan mereka ini adalah orang – orang yang telah dipilih secara khusus oleh Luke. Luke tidak ingin mengundang sembarang orang. Selain itu, Isa memintanya untuk mengundang orang – orang yang benar – benar penting saja, namun lihatlah kenyataannya… Luke bahkan mengundang lebih dari 500 orang.
“Untuk apa aku mengundang be***ah i---
“Luke! Jangan berkata kasar seperti itu, apa kau ingin baby kita menjadi orang yang kasar?” potong Isa sambil mengerucutkan bibirnya
“Tentu saja tidak!” ucap Luke
“Aku tidak akan membiarkan baby ku menjadi seorang yang kasar. Aku tidak akan membiarkan baby ku memiliki sifat seperti diriku” lanjut Luke sambil menyentuh pelan perut Isa
“Hei… apakah dia tidak merasa sesak?” tanya Luke saat menyadari bahwa gaun yang dikenakan oleh Isa ternyata sangat ketat
“Tidak… sebelum aku mengenakan gaun ini, aku sudah bertanya terlebih dahulu kepada dokter Zen” ucap Isa jujur
“Baguslah, setidaknya badan baby kita tidak akan mengecil karena merasa sesak”
.
.
.
.
.
Terimakasih sudah mau meluangkan waktunya untuk baca cerita gaje ini... Luv
__ADS_1