Heartbreak Hotel

Heartbreak Hotel
Episode 42


__ADS_3

“Hai, Emily!” ucap Isa dengan ramah saat ia sudah berada di hadapan Emily.


Saat ini, Isa sudah sampai di café tempat dirinya dan Emily berjanji untuk bertemu, Verlet Café.


Verlet café adalah salah satu café penyedia minuman coffee terbaik di Paris. Selain itu, interior café ini adalah salah satu aspek paling menarik dari cafe ini. Mewah namun memiliki suasana yang nyaman dan tenang. Tempat yang indah, dan berbagai macam biji kopi adalah poin utama dari tempat ini.


“Hai… duduklah” jawab Emily sambil tersenyum kecil


Isa menggagukkan kepalanya dan menarik kursi di hadapan Emily.


“Sebelum kita mengobrol, ada baiknya kita memesan minuman kopi disni. Pasti kau sudah tau kan, kalau minuman kopi disini sangatlah populer” jelas Emily sambil menyodorkan sebuah papan menu kepada Isa


“Iya, aku sering mendengar hal itu. Sayangnya, aku tidak pernah kesini. Pekerjaanku terlalu menguras perhatianku” ucap Isa sambil terkekeh dan menerima papan menu


“Ah… aku tau, menjadi seorang model memanglah sesuatu yang tidak mengenakkan. Kau harus dihadapi dengan jadwal yang padat, kau diharuskan untuk memiliki wajah yang cantik dan tubuh yang menarik, dan belum lagi jika kau dihadapkan dengan para fans fanatic maupun haters.” Cerocos Emily tanpa henti


“Siapa yang kau maksud dengan model?” tanya Isa binggung sambil mengernyitkan dahinya


“Tentu saja kau. Emangnya, dengan siapa lagi aku berbicara?”


Mendengar ucapan Emily tersebut. Isa langsung tertawa ringan


“Mengapa kau tertawa?” tanya Emily binggung


“Tidak, tidak… Apakah aku memang sangat cantik dan memiliki tubuh yang menarik, sehingga kau mengira bahwa aku adalah seorang model?” tanya Isa


“Eh? Bukankah kau memang seorang model?” tanya Emily binggung


“Aku tau kalau aku memang cantik, tapi aku bukanlah seorang model” canda Isa


“Siapa juga yang mengatakan kau cantik? Kau terlalu percaya diri” ucap Emily dengan bosan


“Jika kau bukan model, kenapa kau pernah mengikuti catwalk?” lanjut Emily dengan penasaran


“Catwalk?” tanya Isa


“Ya. Aku pernah melihatmu… Eumh… Di peragaan busana summer season Lythe!” ucap Emily dengan heboh


Mendengar ucapan Emily, Isa langsng tersenyum kecil


“Aku bukanlah seorang model. Saat itu, aku hanya menggantikan salah satu model yang tidak hadir. Perlu kau ketahui, aku ini adalah seorang desainer” jawab Isa sambil tersenyum

__ADS_1


“Owh..”


“Oh iya, jika kau sudah pernah melihatku, lalu kenapa kau bertingkah aneh di pertemuan pertama kita?” tanya Isa penasaran


“Awalnya aku tidak terlalu mengingatmu, namun wajahmu sangat familiar. Setelah kau berdandan cantik seperti ini, akhirnya aku ingat bahwa kau adalah salah satu model yang pernah kulihat di pergaan busana summer season Lythe. Oh iya, kau jadi memesan apa?” tanya Emily saat melihat Isa sudah meletakan menu yang dipegangnya ke atas meja.


“Caffe latte saja”


“Pelayan!” panggil Emily kepada seorang pelayan yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka


“Ya, nona?” tanya pelayan itu dengan sopan


“Tolong berikan kepada kami 2 caffe latte” jawab Emily dengan wajah dinginnya


“Baik nona” jawab pelayan itu sambil berlalu dari hadapan Emily dan Isa


“Kenapa kau bertindak begitu dingin kepada pelayan itu?” tanya Isa binggung sambil menatap pelayan tadi yang nampaknya merasa sedikit ketakutan.


“I don’t know. Aku bersikap dingin kepada semua orang, pada pertemuan pertama” ucap Emily sambil mengendikkan bahunya


“Oh… I see” ucap Isa sambil mengulum senyumannya


Selama menunggu pesanan mereka, Isa dan Emily memutuskan untuk mengobrol ringan. Obrolan mereka masih seputar pekerjaan Isa sebagai desainer. Selain itu, ucapan blak – blakan dari mulut Emily sering membuat Isa tersenyum.


“Terimakasih” ucap Isa sambil menarik salah satu caffe latte ke hadapannya


Perlu kalian ketahui, jika kalian memesan caffe latte di café ini, maka café ini akan menyajikan espresso dan susu secara terpisah, sehingga kalian memiliki kendali penuh atas berapa banyak takaran susu yang kalian inginkan dalam kopi kalian.


“Eumh… Sudah lama aku tidak meminum caffe latte ini” ucap Emily sambil memejamkan matanya saat mulutnya bersentuhan dengan caffe latte yang rasanya sangat menggagumkan itu.


“Oh iya… aku sampai lupa dengan tujuan ku datang kesini” lanjut Emily sambil menepuk jidatnya.


“Tak apa, tak perlu terburu – buru” ucap Isa


“Satu hari saja tidak akan cukup untuk menceritakan tentang kehidupan Lukas” ucap Emily sambil mengambil tissue dan membersihkan mulutnya dengan hati – hati


“So… apa yang ingin kau ketahui tentang Lukas?” tanya Emily penasaran


“I don’t know. Ceritakan saja aku semua hal yang kau ketahui tentang Lukas” ucap Isa sambil berusaha tersenyum tegar.


“Baiklah. Sebelum aku menceritakanmu sebuah cerita tentang pria tampan nan *******, biarkan aku menghabiskan caffe latte ku terlebih dahulu” canda Emily

__ADS_1


Kemudian, Emily dan Isa tenggelam dalam pikiran mereka masing masing dan mereka meminum caffe latte mereka dalam keadaan senyap.


“Jadi… Perlu kau ketahui, saat aku memasuki semester pertama di perkuliahan, aku langsung menyukai Lukas. Dulu, tunanganmu itu sangat ramah, belum lagi dia adalah mahasiswa terpintar di kelas. Semua wanita memujanya. Tapi meskipun begitu, ia sudah memiliki seorang gadis pujaannya yang kemudian kami ketahui bahwa gadis itu adalah tunangannya, ralat… sekarang mungkin gadis itu adalah mantan tunangannya, mantan tunangan pertamanya” jelas Emily


Dalam hati, Isa merasa terkejut. Ternyata Luke adalah tipe orang yang tidak tahan dalam sebuah hubungan, dia bahkan memiliki 2 mantan tunangan.


“Nah, nama mantan tunangannya yang pertama ini adalah Aurora Smith. Lukas dan orang orang terdekatnya sering memanggilnya dengan sebutan Ara. Lukas dan Aurora memang belajar di satu universitas yang sama, namun, Lukas mengambil jurusan bisnis sedangkan Aurora mengambil jurusan tata busana. Meskipun berbeda jurusan, mereka selalu menyempatkan diri untuk berbagi keromantisan mereka di universitas. Dulu, mereka adalah couple goals. Lukas yang tampan, pintar dan ramah serta Aurora yang cantik, murah tersenyum dan lembut.” Jelas Emily


“Selain iu, Lukas juga sudah mengatakan bahwa dia telah bertunangan dengan Aurora. Dia mengklaim Aurora lebih serius, karena pada saat itu, Aurora adalah salah satu mahasiswi yang sangat gencar dilirik oleh mahasiswa lain. Hubungan mereka baik – baik saja, sampai akhirnya, pada semester 6, kabar batalnya pertunangan mereka menjadi trending topic di universitas kami” jelas Emily lagi


“Kenapa mereka bisa membatalkan pertunangan mereka? Bukankah mereka nampaknya sangat serasi?” tanya Isa binggung


“Nah… alasan kenapa pertunangan mereka batal, sampai sekarang belum jelas. Ada yang bilang karena Aurora lebih mementingkan dirinya sendiri. Hal itu karena Aurora menerima beasiswa lanjutan di Paris. Tapi, alasan ini tetap saja menggambang, karena nampaknya Lukas juga sangat mendukung impian Aurora itu” jelas Emily


Isa hanya ber oh ria saat mendengar penjelasan Emily


“Setelah ditinggalkan oleh Aurora, Lukas berubah 180 derajat. Lukas menjadi orang yang sangat suka minum minumam keras dan melakukan one night stand, meskipun begitu, Lukas tidak pernah kehilangan kepintaran dan fans – fansnya” ucap Emily sambil tersenyum kecil


“Gila… Hanya karena seorang wanita” ucap Isa sambil menggeleng – gelengkan kepalanya


“Tapi, wanita itu adalah orang yang sangat dicintai oleh Lukas. Pantas saja dia frustasi, jika kau ditinggalkan oleh orang yang kau cintai pasti kau akan merasa frustasi. Apalagi jika kalian sudah bertunangan”


“Ya, kau benar. Lalu, bagaimana?”


“Setelah itu, kabar mengenai Lukas yang seorang bad boy menjadi trending di universitas kami. Semua orang nampaknya sudah melupakan tentang kabar pertunangan Lukas dan Aurora. Setelah lulus, kami mengira bahwa Lukas akan langsung mewarisi tahta Milleis, namun nyatanya tidak. Ayahnya tidak menyukai sikapnya yang kurang ajar itu. Akhirnya, ayahnya mengirimnya ke Roma, Italia.” Jelas Emily


Isa manggut – manggut.


“Meskipun begitu, banyak yang mengatakan bahwa sikap Lukas semakin bejat saat berada di Roma”


Ucapan Emily membuat Isa berpikir kembali tentang pertemuan pertamanya dengan Luke di Roma beberapa tahun yang lalu. Memang, Luke saat itu sangat tidak bertanggung jawab. Seharusnya, Isa sudah mengetahui hal itu sejak lama


.


.


.


.


.

__ADS_1


Karena part sebelumnya sudah nembus 100 like, sesuai janji, hari ini bakal double up...


Ye... Siapa yang gak sabar nih untuk double up?


__ADS_2