Heartbreak Hotel

Heartbreak Hotel
Episode 23


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu untuk beribadat bersama di gereja, akhirnya Luke membawa Isa untuk makan siang di salah satu rumah makan yang berada di pinggir jalan. Sebenarnya, Luke ingin membawa Isa untuk menghabiskan makan siangnya di sebuah restoran mewah dan mahal yang berada tidak jauh dari gereja, namun Isa menolaknya.


Bukannya Luke ingin dikatakan sombong dan pamer, namun menurut Luke… makanan yang dijual di pinggiran jalan, tidak pernah sehigienis makanan yang dijual di restoran ternama. Apalagi, makanan di pinggiran jalan identik dengan sesuat yang berbau tidak bersih. Para pemilik rumah makan di pinggir jalan biasanya sangat jarang sekali memperhatikan kebersihan. Jikapun ada yang memerhatikan kebersihan, itu sangat jarang ditemui.


“Luke… berhenti menatap sekelilingmu dengan tatapan mengerikan itu!” tegur Isa sambil menatap orang- orang yang sedang berada di dekat mereka.


Luke tidak menjalankan apa yang baru saja dikatakan oleh Isa tersebut. Luke malah mengerucutkan bibirnya dan mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya.


Jika dilihat dari penampilan, Luke dan Isa memang tidak cocok berada di rumah makan itu. Disaat semua orang berpakaian sederhana bahkan terkesan biasa – biasa saja, mereka malah tampil dengan begitu mencoloknya. Saat ini, Isa sedang mengenakan sebuah gaun berwarna abu – abu tua yang berbahan lace dan memiliki panjang sampai lutut Isa. Sedangkan Luke memakai sebuah stelan jas dengan warna yang senada juga.


“Permisi, nona, tuan. Apa yang ingin anda pesan?” tanya salah seorang pelayan yang sudah berada di dekat meja milik Luke dan Isa.


Saat mendengar suara pelayan tersebut, Luke mendongakkan kepalanya sebentar untuk menatap rupa pelayan tersebut. Rupa pelayan tersebut persis dengan gambaran pelayan rumah makan jalanan yang sedari tadi terpatri di pikiran Luke. Tanpa pakain seragam, rambut berantakan dan membawa buku notes kecil yang berfungsi untuk mencatat pesanan para pelanggan.


“Eumh… tolong berikan padaku 1 porsi Confit de Canard…. Dan… bagaimana denganmu Luke…?” tanya Isa sambil melemparkan pandangannya pada Luke.


“Aku tidak makan. Aku masih kenyang” ucap Luke dengan nada jutek sambil kembali fokus pada ponselnya.


Isa hanya meringis kecil mendengar jawaban milik Luke.


“Baiklah, kami hanya memesan itu saja” ucap Isa dengan sopan pada pelayan wanita itu sambil tersenyum manis.


“Terimkasih atas pesanannya, harap pesanannya ditunggu, nona” pamit pelayan wanita itu.


Sembari menunggu pesanannya datang, Isa merasa sangat bosan. Awalnya, Isa sangat ingin membuka percakapan dengan Luke, namun wajah serius Luke saat menatap ponselnya membuat Isa mengurungkan niatnya.


Sembari menunggu pesanan itu datang, Isa mulai mengkhayalkan sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Apakah kedua orangtuanya akan memarahinya karena Isa tidak pulang ke rumah dalam beberapa hari belakanagan ini? Apakah Sean akan kembali mengejar Isa? Apakah Isa dapat kembali hidup dalam kedamaian seperti saat sebelum Luke masuk ke kehidupannya?


“Hei! Apa yang kau hayalkan…?” tanya Luke binggung sambil menepuk pelan lengan Isa,


“Uh…? Nothing” jawab Isa sambil tersenyum manis


“Setelah menghabiskan makananmu, kita akan pergi ke suatu tempat. Setelah itu, aku akan mengantarmu pulang. Bagaimana…? Deal?” tanya Luke sambil menjulurkan tangannya.


Isa langsung **** senyumnya.


“Tentu saja, deal!” ucap Isa dengan semangat sambil membalas uluran tangan Luke.


“Permisi, nona… Ini pesanan nona” ucap seorang pelayan yang datang membawa baki yang berisi makanan pesanan milik Isa.


“Ohw… terimakasih” ucap Isa penuh damba saat melihat makanan pesanannya kini telah berada di hadapannya.


“Silahkan dinikmati” pamit pelayan tersebut.


“Eumh… ini sangat wangi, apa kau yakin tidak ingin mencobanya, Luke….?” Tanya Isa sambil menarik semua asap yang mengepul di atas makanan Confit de Canard itu dengan tangannya


Bagi penyuka hidangan bebek, makanan khas Perancis ini sangat direkomendasikan. Bahan utamanya adalah kaki bebek yang dimatangkan selama 36 jam. Untuk memperkaya rasa, diberi campuran bawang putih, garam dan thyme yang dimarinasi selama 24 jam lebih supaya aromanya bisa terserap.


Kemudian, daging bebek bisa digoreng atau dipanggang sebelum dihidangkan bersama kentang dan bawang putih

__ADS_1


“Tentu saja tidak” jawab Luke pendek.


“Kau, makanlah makanan itu sendiri” ucap Luke sambil mengelus pelan puncak rambut Isa.


Mendengar penolakan dari Luke, akhirnya Isa memutuskan untuk menghabiskan makananannya sendiri.


Sesuai dengan ucapan janji Luke sebelumnya, setelah Isa selesai menghabiskan makanannya, Luke mengajak Isa kesuatu tempat.


Saat Isa bertanya, apa sebenarnya tempat yang akan mereka kunjungi, Luke selalu mengatakan bahwa tempat itu merupakan tempat rahasia. Tentu saja, jawaban Luke itu semakin membuat Isa penasaran.


Saat mobil Luke berhenti disebuah tempat yang dekat dengan area Danau Annecy. Dengan rasa penasaran yang tinggi, Isa menatap daerah di sekitarnya dengan rasa antusias yang sangat tinggi.


“Apakah kita akan ke Pont des Amours?” tebak Isa


“Nah, sekarang kau sudah tau” ucap Luke sambil tersenyum


Tanpa menunggu waktu lama, kini Luke sudah berada di luar mobil dan membuka pintu mobil dimana Isa duduk.


“Wow… tempat ini sangat hijau” puji Isa saat melihat banyak pepohonan besar berwarna hijau yang berjejer rapi di dekat ujung danau.


“Itu bukan poin utamanya…”


“Lalu…?”


“Ikut saja denganku, nanti kau akan tau” ucap Luke sambil menggengam erat tangan Isa.


Tak perlu waktu lama, kini Isa dan Luke sudah berada di tengah – tengah jembatan Pont des Amours. Jembatan yang juga dikenal dengan nama Lovers Bridge.


Sesuai dengan namanya, tempat ini sangat sering dikunjungi oleh pasangan – pasangan yang sedang dimabuk rasa cinta. Lokasinya yang romantis dan senyap, membuat tempat ini menjadi pilihan utama setiap pasangan saat ingin mengutarakan perasaannya kepada pasangannya.


Memikirkan semua itu membuat jantung Isa menjadi berdetak tidak beratur. Entah kenapa, Isa merasa sangat gugup.


“Apa yang akan kita lakukan disini?” tanya Isa sambil menatap Luke yang kini sudah berada di hadapannya.


Bukannya menjawab pertanyaan Isa, Luke malah berjongkok di depan Isa.


“Hei! Apa yang kau lakukan…?” tanya Isa panic


“Kau adalah alasanku tersenyum. Kau adalah alasanku menangis. Kau adalah semangatku mencapai kesuksesan. Segala yang kulakukan adalah tentang dirimu” ucap Luke dengan lancar sambil memegang salah satu tangan Isa dengan lembut.


Tentu saja, perlakuan lembut Luke tersebut membuat jantung Isa semakin berdetak lebih cepat daripada biasanya.


“Jangan buat aku hancur dengan menolakku pada saat ini. Jadilah pendamping hidupku, jadilah matahari yang akan menyinari hidupku selamanya” lanjut Luke sambil menyodorkan sebuah kotak cincin berwarna beludru merah ke arah Isa.


“Luke…?”


“Bukalah” ucap Luke sambil tersenyum


Dengan tangan bergetar, Isa meraih kotak belurdru itu dan membuka kotak beludru tersebut. Betapa terkejutnya Isa saat melihat isi kotak tersebut. Kotak tersebut berisi sebuah cincin berwarna rose gold berbentuk minimalis yang dimana seluruh permukaan cincin tersebut diisi oleh berlian – berlian kecil. Isa dapat memastikan bahwa harga cincin itu pasti sangatlah mahal.

__ADS_1


“Kenapa hanya menatapnya saja? Pakailah”


Isa menggigit bibir bawahnya dengan pelan dan menyentuh permukaan cincin tersebut.


“Ini pasti sangat mahal” ucap Isa dengan suara yang halus, namun masih dapat didengar oleh Luke.


“Tapi, cincin ini tidak bisa dibandingkan mahalnya dengan dirimu. Dirimu berjuta – juta kali lipat lebih mahal dari cincin ini. Sini, biarkan aku yang memakaikannya” ucap Luke sambil menarik tangan Isa dan menyelipkan cincin itu di jari manis nan lentik milik Isa.


“Mengapa bisa muat di jariku?” tanya Isa dengan binggung


“Aku mengetahui segalanya tentangmu Issabele Caroline Rose! Jadi jangan macam – macam denganku” ucap Luke dengan wajah serius yang dibuat – buat.


Isa tertawa renyah melihat ekspresi wajah Luke.


“Jadi… bagaimana dengan permintaan ku yang tadi…?” tanya Luke yang berhasil membuat Isa  diam dan membeku.


“Aku setuju” jawab Isa dengan suara yang pelan


“Huh..? Apa?” tanya Luke untuk memastikan apa yang baru saja didengarnya


“Aku setuju menjadi pendamping hidupmu” jawab Isa dengan suara yang lebih kuat.


“Tolong ulangi sekali lagi” pinta Luke dengan sengaja sambil tersenyum senang.


“Luke! Jangan menggodaku!” ucap Isa malu sambil menutup wajahnya yang kini sudah berwarna merah seperti kepiting rebus.


Luke yang melihat respon Isa langsung merasa gembira. Luke langsung bangkit dari posisiny dan berdiri dengan tegak di hadapan Isa.


“Aku sudah lama menanti waktu ini” jawab Luke sambil membelai lembut wajah Isa.


Semakin lama, Luke menipis jarak yang tercipta diantara dirinya dan Isa. Hingga kini, bibir milik Luke berhasil melumat bibir manis milik Isa. Lumatan itu dilandaskan oleh perasaan gembira dan senang. Lumatan itu sangat pelan dan lembut. Untuk pertama kalinya, Isa merasakan lumatan yang tidak penuh nafsu dari Luke.


.


.


.


.


.


Persiapkan diri kalian untuk big drama, :'v


*Jangan lupa untuk like\, komen dan share ke teman - teman kalian ya... Karena hal itu buat aku tambah cemungut*


 


 

__ADS_1


__ADS_2