
Saat ini, Isa dan Luke tengah duduk berhadapan dengan kedua orangtua Isa. Bak orang yang sedang disidang suatu perkara, Isa merasa bahwa dirinya saat ini sangat takut dan gugup disaat yang bersamaan.
Awalnya, Isa sudah mantap untuk memberitahukan kedua orangtuanya bahwa dia ingin menikahi Luke, pria yang dicintainya. Namun saat melihat wajah tak bersahabat milik ayahnya, nyali Isa langsung menciut
“Jadi, selama ini kau berada di Paris namun kau tidak pernah kembali ke rumah ini, jangankan untuk kembali, untuk memberikan kabar saja kau tidak pernah” ucap ayah Isa dengan nada yang dingin sambil menatap putrinya yang tengah menunduk takut
“Maaf…” cicit Isa
Ayah Isa menghela napasnya dengan kasar
“Apa kau tidak tau kalau kami sangat mengkhawatirkanmu dan merindukanmu?” tanya Ibu Isa dengan raut wajah kecewa
“Maaf…” cicit Isa lagi tanpa mau mengangkat kepalanya, dia takut, jika dia menggangkat kepalanya, dia tidak bisa menahan tangisannya
“Kami tidak memerlukan permintaan maafmu, kami butuh jawaban yang jelas bukan hanya sekedar kata ‘maaf’. Kau sudah dewasa, Isa!” sentak ayah Isa
Mendengar sentakan ayahnya tersebut, Isa langsung meremas celananya dengan kuat. Rasanya, ia sangat ingin menangis saat ini.
Melihat kondisi Isa yang bisa dibilang tidak baik, Luke langsung meraih tangan Isa dan menggenggamnya. Luke tidak ingin Isa kembali drop karena mengalami tekanan emosional,hal itu tidak baik untuk bayi mereka
“Luke…?” panggil Isa dengan suara yang pelan sambil mendongakkan kepalanya ke arah
“Everything will be okay” ucap Luke sambil tersenyum kecil dan meremas pelan tangan Isa.
Luke menghela napasnya dengan kasar. Jika dia hanya diam, mungkin Isa akan terus menjadi sasaran kemarahan ayahnya sendiri, padahal, Isa tak bersalah apa – apa disini. Semua masalah yang terjadi disini bersumber dari Luke. Andaikan Luke tidak mengekang kebebasan Isa, mungkin hal ini tidak terjadi.
“Sebelumnya, saya ingin meminta maaf karena yang membuat Isa seperti ini adalah saya. Jika bukan karena saya, kurasa Isa tidak akan meninggalkan rumah. Ini semua salah saya, tolong berhenti menekan Isa” ucap Luke dengan mantap
“Dasar pasangan muda” ucap ayah Isa yang diakhiri dengan sebuah dengusan kesal
Ucapan ayah Isa itu langsung diberikan tatapan protes oleh ibu Isa.
“Seperti kau tidak pernah muda, saja!” ucap ibu Isa dengan kesal sambil menyenggol kuat lengan suaminya itu
“Lalu, kenapa kalian baru datang hari ini?” tanya ibu Isa sambil tersenyum ramah kepada Isa dan Luke bergantian
Luke menarik napasnya dalam – dalam. Luke mengumpulkan segala keberanian yang dia punya saat ini.
“Saya ingin meminta izin untuk menikahi Isa” ucap Luke dengan mantap
Kedua orangtua Isa langsung tergelak saat mendengar ucapan Luke
“Kalau memang memungkinkan, saya ingin menikahi Isa minggu depan” lanjut Luke dengan mantap
Mendengar ucapan Luke tersebut, kedua orangtua Isa semakin terkejut. Aneh bagi mereka saat memikirkan Isa akan menikah secepat ini karena mereka tau bahwa Isa tidak pernah berpacaran dengan siapapun semenjak dia kembali dari Roma.
__ADS_1
Disaat melihat wajah terkejut kedua orangtuanya, Isa langsung meremas kuat tangan Luke yang berada di genggamannya. Saat Isa meremas tangan itu, ia menyadari bahwa saat ini tangannya sangat dingin dibandingkan tangan Luke.
“Kenapa buru – buru sekali? Apa telah terjadi sesuatu?” tanya Ibu Isa sambil memicingkan matanya saat menatap Isa
Jantung Isa langsung berdegub kencang saat mendengar pertanyaan ibunya itu. Isa ingin menjawab pertanyaan ibunya itu dengan jujur, namun rasa takut yang terlalu besar membuat Isa hanya diam membisu
Melihat anak sulungnya itu hanya diam dan membisu, ibu Isa langsung menarik jawabannya sendiri untuk pertanyaannya
“Apa kau hamil?” tanya ibu Isa dengan tatapan yang sulit diartikan
Lidah Isa mendadak kelu, dia hanya mengganggukan kepalanya untuk menjawab pertanyaan ibunya itu
Melihat respon Isa, ayahnya langsung menghembuskan nafas dengan kasar. Isa tau bahwa saat ini ayahnya pasti telah kecewa kepadanya
“Isa… bagaimana bisa ini terjadi, huh? Bukankah ibu sudah memintamu untuk menjaga dirimu. Meskipun kau sudah memiliki pria yang siap menikahimu, tapi… tetap saja, ibu sudah melarangmu untuk melakukan hal ini” ucap Ibu Isa dengan lembut namun terselip nada kecewa di dalam perkataannya
“Maafkan saya, saya akan bertanggung jawab sepenuhnya atas keadaan ini. Saya akan menikahi Isa secepatnya” ucap Luke
Ayah Isa langsung mendengus kecil saat mendengar ucapan Luke
“Jika putriku tidak hamil, kurasa kau tetap akan bermain – main dengannya dan tak akan pernah menikahinya. Pria sepertimu ini tidak cocok untuk menjadi suami putriku” ucap ayah Isa dengan tatapan datarnya
Glek.
Luke menelan ludahnya dengan kasar, dia tidak pernah merasa segugup ini saat berbicara dengan orang lain. Bahkan Luke berhasil menahan rasa gugupnya dan berhasil tampil meyakinkan saat melakukan negoisasi dengan putra presiden Prancis. Namun kali ini, entah kemana perginya keahliannya itu
“Bagaimana aku bisa meyakini ucapanmu itu?” tantang ayah Isa
“Sebelumnya, saya sudah melamar putri anda. Saya bahkan sudah meminta izin dari anda, jika anda lupa” ucap Luke dengan mantap
Raut wajah ayah Isa langsung mengeras
“Luke…” panggil Isa dengan pelan saat melihat wajah tak bersahabat milik ayahnya
Saat ini, Isa sangat khawatir dengan Luke. Ia takut jika Luke tidak akan mendapatkan restu ayahnya saat Isa melihat wajah ayahnya yang terlihat sangat marah.
“Jika kau benar – benar ingin menikahi putriku, seharusnya kau tidak merusaknya, seharusnya kau dapat menahan diri sampai pernikahan kalian benar – benar terwujud” geram ayah Isa
Luke hanya diam saat mendengar ucapan ayah Isa dan dia mengeratkan genggamannya di tangan Isa
“Untuk hal ini, aku belum bisa memberikan restu” tandas ayah Isa
Mendengar ucapan ayah Isa, Isa langsung mendongakkan wajahnya dan menatap ayahnya dengan raut terkejut
“Ayah…” cicit Isa
__ADS_1
“Jangan menguji kesabaranku, Isa” ucap ayah Isa sambil menatap tajam putrinya itu
Melihat tatapan tajam ayahnya, nyali Isa langsung menciut. Dia terlalu takut untuk menentang ayahnya dan semua hal ini membuat dirinya hendak menangis.
“Tapi saya benar – benar ingin menikahi Isa dalam waktu dekat ini”
“Kalau saya tidak memberikan restu, apa yang hendak kau lakukan?”
“Saya akan melakukan apapun untuk mendapatkan restu”
“Kalau begitu, jauhi Isa”
Isa langsung mengernyitkan dahinya saat mendengar ucapan tak masuk akal dari ayahnya itu
“Ayah! Ayah tidak bisa seenak ini kepadaku!” ucap Isa dengan keberanian yang masih tersisa didalam dirinya
“Isa, jangan membantah ayahmu” ucap ayah Isa saat melihat putrinya yang tidak pernah membantahnya kini sudah mulai berani untuk membantahnya
“Ayah, bagaimana aku tidak membantahmu jika kau tidak memberikan restu kepada ayah dari calon cucumu sendiri! Apa kau ingin cucumu lahir tanpa seorang ayah!” ucap Isa berapi – api
“YA!” bentak ayah Isa dengan suara yang nyaring
Ucapan ayah Isa itu langsung menusuk jantung Isa, rasanya ia tidak pernah merasakan sesak yang luar biasa seperti ini.
“Maafkan aku ayah, tapi kali ini, aku tidak akan menuruti perkataanmu. Aku akan tetap menikahi Luke, dia adalah ayah dari calon anakku ini” ucap Isa dengan nada yang bergetar
“Ayo, Luke” ucap Isa sambil bangkit dari posisi duduknya
Karena perasaan marahnya yang sudah sangat besar, Isa membalikkan badannya dan berniat untuk meninggalkan kedua orangtuanya tanpa memberikan ucapan selamat tinggal.
“Jika kau melangkah keluar dari rumah ini, kau tidak perlu repot – repot untuk memanggilku sebagai ayahmu!” ucap ayah Isa saat melihat putrinya itu hendak berjalan untuk keluar dari rumah mereka
Isa memberhentikan langkahnya saat mendengar ucapan ultimatum yang keluar dari mulut ayahnya itu. Isa tidak takut sama sekali dengan ucapan ayahnya itu, tekadnya sudah bulat.
Isa semakin mengeratkan genggamannya pada tangan Luke dan Luke juga melakukan hal yang sama. Melihat hal itu, senyum Isa merekah. Semoga, keputusannya hari ini tidak salah!
“Kalau begitu… selamat tinggal ayah” tandas Isa tanpa mau membalikkan badannya untuk menatap ayahnya
.
.
.
.
__ADS_1
.
Meskipun part 60 kemarin gak sampai 250 like, tapi waktu liat keantusiasan readers, author jadi pengen double up... Makasih atas seluruh like dan komentar kalian...