Heartbreak Hotel

Heartbreak Hotel
Episode 55


__ADS_3

“Isa, kenapa kau lama sekali? Apa terjadi sesuatu padamu?” tanya Luke khawatir sambil menatap Isa dari ujung rambutnya sampai ujung kakinya


Melihat sikap terlalu khawatir dari Luke tersebut, Isa tersenyum dan menggeleng kepalanya


“Tidak ada yang terjadi kepadaku” ucap Isa


Mendengar jawaban Isa, Luke menghela napasnya


“Syukurlah… aku sangat khawatir” ucap Luke sambil menarik tubuh Isa ke dalam rengkuhannya


“Luke… disini banyak orang” cicit Isa saat Luke memeluk tubuhnya dengan sangat posesif.


Hanya dengan sebuah pelukan posesif saja, Luke dan Isa kini sudah menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak? Saat memasuki pesta ini, semua mata menatap Luke dengan tatapan memuja dan kagum. Ada yang menggagumi kepiawaiannya dalam mengembangkan Bank Milleis, namun, tak sedikit juga yang menggagumi perawakannya.


Wajahnya yang tampan, sorot pandangannya yang tajam, tubuhnya yang tinggi semampai dan atletis, urat – urat nadi yang menonjol dengan sempurna di punggung tangannya, rambutnya yang ditata dengan Ivy League Style dan jangan lupakan jas sialan yang membalut tubuh Luke. Astaga! Jika dilihat – lihat, saat ini Luke seperti menyerupai Dewa Zeus dari mitologi Yunani, namun dengan balutan style masyarakat modern.


“Aku tak peduli. Aku hanya ingin menunjukkan bahwa kau adalah milikku” ucap Luke sambil mengecup singkat bibir Isa


Mendapati serangan singkat itu, wajah Isa langsung memerah. Tanpa dikomando, tangannya langsung memukul dada bidang Luke.


“Dasar! Bagaimanapun, ini tempat umum… kita tidak boleh bertindak seperti itu… Lagipula, sedari tadi, tidak ada orang yang menatapku. Tidak kah kau tau, sejak kau datang ke pesta ini, tatapan semua orang hanya tertuju padamu, apalagi para wanita ini” ucap Isa kesal sambil memalingkan wajahnya dari Luke


Senyum evil Luke langsung muncul.


“Apakah kau cemburu?” bisik Luke tepat di belakang daun telinga Isa


“Tidak!” ucap Isa sambil mencoba menahan dirinya untuk tidak kegelian akibat hembusan nafas Luke yang terasa hangat


“Benarkah?” tanya Luke sambil menarik dirinya dari tubuh Isa


“Tentu saja” ucap Isa angkuh tanpa mau menatap Luke


Tanpa meninggalkan senyum evilnya, Luke mulai membuka kancing jas berwarna biru dongker yang sedang dipakainya.


Melihat tingkah laku aneh Luke tersebut, mau tak mau, Isa menatap Luke namun dengan disertai sebuah kernyitan di dahinya


“Apa yang kau lakukan?” tanya Isa binggung namun di dalam pertanyaannya tersebut, masih terdengar nada – nada angkuh


“Disini sangat panas, sepertinya aku tidak membutuhkan ini” ucap Luke sambil tersenyum misterius


Jari – jemari kekar Luke membuka satu per satu kancing jas yang sedang membalut tubuh atletisnya. Bak seorang model papan atas yang hendak melakukan photoshoot, Luke membuka kancing jasnya dengan gerakan slow motion. Sontak, hal itu membuat para wanita yang berada disana menatap Luke secara ganas, seolah – olah Luke adalah oase di gurun pasir.


“What? Are you kidding me?” tanya Isa sambil menatap Luke dengan tatapan terkejutnya


Mendengar pertanyaan Isa, Luke memajukan bibirnya beberapa senti dan mendelikkan kedua bahunya.


Isa merasa, keadaan disekitar mereka sudah tidak kondusif lagi. Para wanita yang sedari tadi menatap Luke nampak kegirangan. Isa tidak suka itu.


“Luke, stop it!” ucap Isa sambil menatap Luke dengan tatapan marahnya


“Why? Disini sangat panas” ucap Luke sambil menyampirkan jasnya di tangannya.


Isa tak habis pikir dengan kelakuan Luke. Sudah jelas bahwa suasana pada malam ini dingin dan berangin. Apakah kondisi suhu tubuh Luke bermasalah?


“Luke hentikan!” sentak Isa sambil memberikan tatapan mematikannya

__ADS_1


“No…” ucap Luke


Sepertinya, Luke benar – benar tak menghiraukan ucapan Isa. Malah kini, jari – jemari kekar Luke sudah membuka kancing teratas kemejanya. Saat bagian dada kekarnya terekspos sedikit, Isa dapat mendengar suara jeritan tertahan dari para wanita yang berada di dekatnya.


Hal ini tak bisa dibiarkan!


Tanpa memperdulikan apapun, tangan Isa langsung bergerak untuk menutup dada kekar Luke yang terlihat.


“Hentikan!” ucap Isa sambil memberikan tatapan marahnya.


Meskipun diberikan tatapan marah seperti itu, Luke tidak takut sedikit pun. Karena, dimata Luke, Isa terlihat seperti seorang Ibu yang sedang melerai kedua anaknya yang sedang bertengkar.


“Kenapa?” tanya Luke


“Udara saat ini dingin. Apa kau ingin sakit lagi?”


“Tapi aku merasa kepanasan… jas dan kemeja ini sungguh tidak berkualitas”


Mata Isa langsung membola dengan sempurna. Tidak berkualitas katanya? Perlu kalian tau, saat ini Luke sedang mengenakan jas karya sepasang penjahit ternama Italia, Antonio Carola dan Ciro Paone yaitu Kiton K-50. Terbuat dari bahan wol jenis Merino, Kiton K-50 memiliki kualitas kain dan desain yang tiada duanya.


Uniknya lagi, meski perusahaan utamanya memproduksi 330 ribu jas setiap tahun, setelan jas Kiton K-50 hanya dilepas ke publik tidak lebih dari 50 buah saja per tahun. Karena alasan itu pula lah mengapa Kiton K-50 dibanderol dengan harga $60 ribu atau sekitar 840 jutaan Rupiah per setelnya. Dan Luke, dengan seenak jidatnya mengatakan kalau jas itu tidak berkualitas? It’s imposibble!


“Kau gila! Pakai kembali kemeja mu!”


“No”


“Luke!”


“Katakan dulu kalau kau cemburu” ucap Luke sambil tersenyum lebar


“Kurasa kau sudah benar – benar sakit! Cepat pakai jasmu!”


“Tidak… katakan dulu kalau kau cemburu! Kau cemburu! Cemburu! Cem…bu…ru…” goda Luke sambil menaik – turunkan kedua alisnya


Isa mengepalkan kedua tangannya dengan kesal. Kenapa Luke bertingkah childish seperti ini? Bukankah saat ini, Isa yang sedang menggandung? Tapi kenapa Luke yang bertingkah seperti ini… Dia bertingkah seolah – olah dia adalah seorang Ibu muda yang sedang mengandung untuk pertama kalinya, manja dan childish


“Tahan, Isa, tahan” gumam Isa sambil menarik napasnya dengan dalam – dalam dan menghembuskannya dengan pelan – pelan


Luke yang melihat hal itu hanya tersenyum kecil.


“Baiklah, aku cemburu. Apa kau sudah puas!!!” ucap Isa dengan kesal


“Ya, aku puas” jawab Luke sambil tersenyum bangga


“Sekarang, cepat kancingi kembali kemeja mu dan pakai kembali jas mu” ancam Isa


Luke terkekeh kecil. Dengan cepat, Luke kembali mengancingi kemejanya. Sayup – sayup, Luke bisa mendengar hembusan napas kecewa dari para wanita yang sedari tadi melihatnya. Entah kenapa, Luke merasa senang saat mendengar ucapan – ucapan kecewa dari para wanita itu. Dulu, Luke sangat suka sekali menarik perhatian wanita, bahkan, dia sangat suka menggoda wanita yang berbeda – beda setiap waktunya, namun… setelah bertemu dengan Isa, semuanya nampak berbeda. Luke tidak lagi memiliki gairah untuk menggoda wanita – wanita itu.


“Kenapa kau tidak memakai jas mu?” tanya Isa sambil menatap Luke dengan tatapan protesnya


“Isa, malam ini kau sangat cantik” puji Luke sambil tersenyum


“Ya, aku tau itu. Kau sudah mengatakannya berulang – ulang sejak kita berada di mobil tadi. So, cepat pakai kembali kemeja mu!”


“Karena aku sudah memujimu, kau harus memakaikanku kemeja ini” ucap Luke sambil tersenyum lebar dan menyodorkan kemejanya ke hadapan Isa

__ADS_1


“Apa – apaan” ucap Isa tidak terima


“Aish… begini yang jika seorang yang tidak memiliki pasangan berada didekat pasangan yang sedang dimabuk cinta, rasanya, dunia hanya milik berdua” sindir Debbie


Seakan – akan baru tersadar jika Debbie sejak tadi berada di dekatnya, Isa langsung mendorong tangan Luke yang berada di hadapannya.


“Debbie…” ucap Isa yang diakhiri dengan sebuah ringisan kecil


“Sudah sudah, lebih baik kalian lanjutkan saja. Kalian lumayan menghibur diriku yang sedang kesal ini” ucap Debbie sambil tersenyum kecil


Mendengar ucapan Debbie yang lebih tepat dikatakan sebagai sebuah sindirian, Isa langsung melempar tatapan tajamnya kepada Luke. Sedangkan Luke hanya mendelikkan bahunya, seolah – olah dia tidak tau apa – apa.


“Debbie! Kenapa kau meninggalkanku!!!”


Sebuah suara pria menyentak mereka.


“Austin?” ucap Luke tak percaya saat melihat penampilan Austin yang terlihat acak – acakan, ah, dan jangan lupakan bekas tangan wanita yang berada di pipinya. Sepertinya, pria itu baru saja mendapatkan hadiah yang menarik.


“Luke?” ucap Austin tak percaya


“Hei… darimana saja kau? Kudengar, beberapa minggu yang lalu, kau pergi ke Los Angeles? Apa keadaan disana baik – baik saja?” tanya Austin yang seolah – olah sudah kehilangan tujuan utamanya untuk berbicara dengan Debbie


Debbie mendengus kesal saat melihat raut wajah Austin yang berubah menjadi tenang saat menatap Luke


“Ya, aku pergi ke Los Angeles. Dan kau tau pasti bukan, jika keadaan disana tidak baik – baik saja. Jika keadaan disana baik – baik saja, tidak mungkin kita dapat bertemu di pesta peresmian perusahaan ini” ucap Luke dengan wajahnya yang datar. Sepertinya, kekesalan Luke belum menguap sepenuhnya


“Tadi… aku hanya sekedar basa – basi” ucap Austin sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


“Oh iya, bagaimana dengan keadaan hatimu? Apa baik – baik saja?” canda Austin


Luke yang mendapatkan candaan itu langsung tersentak. Secara refleks, Luke langsung menatap wajah Isa. Luke mendapati raut kecewa di wajah Isa. Ah, pasti Isa sedang berpikir tentang malam sial itu.


“Ya, hatiku baik – baik saja. Isa menjaganya dengan baik dan aku berjanji akan menjaga hatinya dengan baik juga” jawab Luke sambil menggegam tangan Isa dan meremasnya dengan pelan, seolah – olah sedang memberikan kekuatan kepadanya


“Wah… romantis sekali. Aku dengar kalian sudah bertunang---


“Austin, jika kau iri dengan mereka, cepat temui tunanganmu dan bermesraanlah dengannya!” potong Debbie dengan pedas


Saat mendengar suara Debbie, sepertinya Austin telah kembali ke jalan yang benar. Ya, dia kembali mengingat apa tujuan utamanya mengelilingi pesta outdoor ini ditengah angin malam yang dingin.


“Debbie… maafkan aku. Apa yang baru saja kau lihat itu hanya kesalahpahaman, aku bisa menjelaskan” ucap Austin dengan tatapan memelasnya


“Kau bisa menjelaskannya saat kau memasuki neraka dengan jalur perayu ulung!”


.


.


.


.


.


Wah, asyique... ada yang reunian.

__ADS_1


Oh iya, author mau nanya nih, readers sekalian ada nggak yang dah pernah nonton 365 days?


__ADS_2