Heartbreak Hotel

Heartbreak Hotel
Episode 38


__ADS_3

Acara makan malam di kediaman Smith saat ini berjalan dengan lancar, walaupun, aura kaku sangat menyelimuti acara makan malam itu.


Levrand selalu berusaha untuk mencari topic pembicaraan, sedangkan Luke hanya menghabiskan waktunya untuk fokus pada makanannya dan sesekali menimpali percakapan dengan kalimat – kalimatnya yang singkat.


“Oh iya, Luke… bagaimana rasa soupnya?” tanya Ryan sambil menatap Luke


Mendengar ucapan Ryan yang menyebutkan namanya, Luke mendongakkan wajahnya dan menatap Ryan.


“Soupnya lumayan enak, pembantu disini sudah bekerja keras untuk menyiapkannya. Walaupun masih terasa sedikit asin, namun aku mentoleransinya. Kau tau… jika aku adalah majikan pembantu yang membuat soup ini, aku akan langsung memecatnya. Bagaimana mungkin dia tidak pandai membuat soup sesimple ini? Pembantu sekarang memang tidak tau bekerja dan manja” ucap Luke dengan panjang lebar


Di dalam hati, Luke tersenyum menyeringai.


“Eumh… Luke… sebenarnya, itu adalah buatanku” ucap Aurora dengan rasa keberanian yang entah datang darimana. Sungguh, mendengar ucapan hinaan Luke tadi, hati Aurora langsung mencelos.


Luke tersenyum miring.


Gotcha!


“Yes, I know it” ucap Luke sambil tersenyum misterius


Suasana kembali kaku.


Aurora mencoba menahan dirinya untuk tidak menangis, setidaknya, dia tidak perlu untuk menjadi wanita cengeng dihadapan Luke. Jika dia menangis saat ini, pasti Luke akan semakin membencinya.


“Oh iya Luke… apakah kau tidak ingin berjalan – jalan sebentar ke belakang? Aku akan memberitahukanmu sebuah rahasia” ucap Levrand untuk mencairkan suasana.


“Jika uncle memaksa, aku bisa apa” jawab Luke sambil tersenyum sesopan mungkin


“Aurora, ajak Luke ke belakang dan beritahu dia tentang rahasia kita” ucap Levrand sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah putri tunggalnya.


“Yes, of course, Dad” ucap Aurora sambil bangkit dari duduknya


“Ayo” ajak Aurora pada Luke


Luke hanya menggangguk samar, kemudian dia berjalan mengikuti Aurora.


Luke menghela napasnya dengan kasar, sepertinya, rumah ini tidak berubah banyak selama beberapa tahun belakangan ini.


Tiba – tiba Aurora menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Luke


“Ah, iya Luke! Close your eyes!” pinta Aurora secara tiba – tiba


Luke yang mendengar pinta Aurora hanya diam dan mengangkat sebelah alisnya.


“Aku mohon… aku ingin memberikan kejutan kepadamu. Aku yakin, kau pasti akan menyukai kejutan ini” ucap Aurora sambil tersenyum


“Kau tidak berhak untuk memerintahku! Cepatlah dan beritahu aku, kejutan apa itu. Sungguh, kau telah membuang – buang waktu berhargaku!” ucap Luke kesal sambil membalikan badannya, ia berniat untuk meninggalkan Aurora


“Eh, eh… jangan pergi” ucap Aurora sambil menahan lengan Luke sehingga Luke berhenti di depannya


Luke langsung menghempaskan tangannya dengan kuat, tanpa memperdulikan apakah tangan Aurora akan terkilir karena perbuatannya itu.

__ADS_1


Setelah berhasil menghempaskan tangan Aurora, Luke langsung melipat kedua tangannya di dadanya dan menatap Aurora dengan tajam.


“Baiklah, baiklah… aku tidak akan memintamu untuk menutup mata, asalkan kau mengikutiku saja… aku akan merasa sangat berterimakasih” ucap Aurora sambil tersenyum kecil


“Ok” ucap Luke pendek


Dengan langkah semangat, Aurora memimpin jalan, sedangkan Luke hanya mengikutinya dengan ogah – ogahan.


“Tadaa….!!!” Ucap Aurora heboh sambil membuka pintu sebuah kandang yang berada di taman belakang rumahnya.


Luke tidak amnesia. Luke tau bahwa itu adalah kandang Argo, anjing Siberian Husky miliknya dan Aurora.


Seketika, senyum Luke merekah lebar saat melihat Argo berlari kencang ke arahnya


“Argo! My little boy turn into a mature man, huh!” ucap Luke gemas sambil mengusap – usap bulu lembut nan tebal milik anjing Siberian Husky berwarna agouti tersebut.


Perlu kalian ketahui, Siberian Husky termasuk dalam jenis anjing ras berukuran sedang dan berbulu tebal (double coat). Anjing ras ini tidak ganas, bahkan terlalu baik kepada orang asing yang bukan pemiliknya. Ras ini sekilas mirip serigala, mungkin juga diperkirakan terjadi karena hasil persilangan alam.


Siberian Husky memiliki sifat yang cukup menyenangkan bagi manusia. Selain itu, Siberian Husky termasuk dalam golongan anjing yang cerdas. Kemampuan serba bisanya membuat anjing jenis ini menjadi teman yang sangat menyenangkan bagi manusia.


“Argo sangat merindukanmu… kalian sudah sangat lama sekali tidak bertemu, sudah 7 tahun” ucap Aurora saat melihat wajah senang Luke bersama dengan Argo


“Ah… aku juga sangat merindukan Argo! Ku kira kau akan menjualnya atau memberikannya kepada orang lain” ucap Luke asal sambil memberikan air liurnya kepada Argo. Menurut kebiasaan para pemelihara anjing, pemberian air liur dari seorang majikan kepada hewan piaraannya akan membuat hewan tersebut dapat terus mengingat majikannya itu.


“Aku tidak sekejam itu pada Argo. Beberapa tahun belakangan ini, para pemelihara Siberian Husky mendatangiku untuk melakukan perkawinan dengan Argo, yah… karena kau tau… bahwa Argo memiliki warna agouti yang langka… tapi, aku tidak mengizinkan perkawinan itu. Aku takut jika nanti Argo akan sakit dan mati” terang Aurora tanpa diminta oleh Luke


Memang, warna yang dimiliki oleh Argo termasuk warna yang sangat jarang dijumpai pada Siberian Husky, warna agouti. Siberian Husky yang berwarna agouti adalah anjing yang memiliki warna gelap di bagian atasnya, namun memiliki warna putih cerah di bagian dalam tubuhnya.


“Oh… kau sangat memperdulikannya ternyata”


“Ehm… terimakasih telah merawat Argo” ucap Luke tanpa menatap Aurora


Aurora tersenyum kecil.


“No problem… Aku kan ibunya, bukankan seorang ibu akan merawat anaknya? Dan kau adalah ayahnya, ayahnya yang baru pulang dari luar negri setelah beberapa tahun. Bukankah hal ini menggagumkan? Argo masih mengingatmu! Aku sempat bertanya – tanya, jika kita berdua memiliki anak – anak kecil yang lucu apak---


“Aurora, stop!” sentak Luke dengan suaranya yang lumayan kuat.


Ucapan Luke itu membuat Aurora terkejut dan tiba – tiba lidahnya menjadi kelu, otaknya juga seperti berhenti berpikir.


“Aurora… apakah kau tidak lelah berakting seperti ini, hah?” tanya Luke dengan nada yang mencekam namun dengan suara yang halus


Tes.


Air mata yang sedari tadi ditahan oleh Aurora akhirnya jatuh juga.


“Do not cry! Saat ini, tangisanmu tidak berarti apa – apa untukku” ucap Luke dingin sambil mengahlihkan pandangannya dari wajah Aurora yang telah dihiasi oleh air mata


“Luke… kenapa kau sangat kasar kepadaku?” tanya Aurora dengan nada memelasnya sambil menyentuh pelan lengan kekar milik Luke


Untuk seperkian detik, Luke memejamkan matanya.

__ADS_1


“Kau bertanya, kenapa aku sangat kasar, eumh? Untuk menjawan pertanyaanmu itu, kau bisa memikirkannya sendiri” ucap Luke dengan nada yang tajam


“Apakah karena aku meninggalkanmu? Kau marah akan hal itu? Bukankah kau sangat mendukung impianku, heumh? Katakan!” ucap Aurora sambil menggoyang – goyangkan lengan Luke


Luke mengepalkan tangannya, dia mencoba untuk tidak menyalurkan seluruh amarahnya kepada wanita yang berada di hadapannya itu.


“Hentikan ini, Aurora. Aku lelah!” putus Luke sambil bangkit dari posisi jongkoknya.


“Tidak. Aku tidak akan berhenti, katakana padaku alasannya. Katakan!” teriak Aurora sambil menjambak rambutnya sendiri.


“Luke… katakana kepadaku, alasannya!” lanjut Aurora lagi sambil memeluk kedua kaki Luke


“Aurora, hentikan” ucap Luke dengan nada tajamnya


“Tidak. Katakan alasannya, apa karena anak itu, hah?” teriak Aurora.


Sudah.


Seluruh kesabaran Luke sudah hilang, kini matanya telah menggelap


“It’s enough Ara!” teriak Luke sambil melepaskan pelukan tangan Aurora di kakinya dengan sangat kuat. Bahkan karena semakin kuatnya, tubuh Aurora sampai terpental.


“Jadi itu alasannya, huh? Aku melakukan itu untuk kebaikan hubungan kita berdua!” teriak Aurora sambil kembali merangkak di atas tanah taman belakang rumahnya.


“Kebaikan? Apa hati nuranimu sudah bermasalah, hah?!?” teriak Luke kencang sambil memegang kepalanya yang sudah terasa berdenyut – denyut


“Itu untuk kebaikan kita Luke, untuk masa depan kita!” jawab Aurora tak mau kalah.


“Dengan membunuh darah dagingmu sendiri yang bahkan belum lahir? Kebaikan darimana itu, hah?” teriak Luke sambil meremas kuat rahang Aurora sampai si pemilik rahang meringis kecil.


“Kau tak ada bedanya dengan binatang! Ah tidak, bahkan binatang pun akan melindungi anaknya! Aku tidak tau kau jenis makhluk hidup apa! Kau benar – benar tak punya hati nurani dan akal sehat!” ucap Luke sambil melepaskan cengkramannya dengan kasar


“I’ll go” tandas Luke sambil memegang kepalanya


“Luke!!! Luke!!! Lukasss!!!” teriak Aurora sambil menatap nanar tubuh Luke yang sudah bergerak untuk menjauhi dirinya


.


.


.


.


.


.


Hai.... Apa kabar semuaaa???


Ada yang rindu sama Luke?? Atau Isa??? Atau Luke dan Isa???

__ADS_1


.


Jangan lupa untuk memberikan like dan komentar kalian ya... Karena itu adalah penyemangat bagi author... Peluk cium dari jauhh...


__ADS_2