
Luke menyenderkan bahu kokohnya di kursi kebesarannya dengan rasa bahagia yang luar biasa. Sedari tadi, Luke menatap jam digital yang bertengger di atas mejanya dengan manis. Jam digital tersebut menunjukkan pukul 16.50. Berarti, masih ada waktu 10 menit lagi baginya untuk meninggalkan kantornya.
Eits… mungkin kalian memikirkan bahwa Luke adalah boss yang teladan karena menyesuaikan waktu pulangnya dengan waktu seluruh karyawanya, maka pemikiran kalian itu salah. Sangat salah.
Sebenarnya, saat ini Luke sangat ingin bertemu dengan Isa. Sudah beberapa kali dalam beberapa jam belakangan ini, Luke menelpon Isa dan memaksa Isa untuk menghentikan pekerjaannya dan pulang bersama Luke karena Luke ingin membawa Isa kesuatu tempat. Namun, Isa malah memarahi Luke dengan mengatai bahwa Luke tidak professional.
Akhirnya, dengan terpaksa, Luke harus menuruti kemauan Isa. Isa meminta Luke untuk menjemputnya pada pukul 17.00 tepat, karena pada pukul tersebut, Isa sudah pulang dari kantor desainnya.
Merasa semakin tak sabaran. Luke mencari nama Isa di daftar kontak ponselnya dan menghubungi Isa.
“Halo?” jawab Isa dari sebrang telepon.
Rasa senang langsung memenuhi diri Luke saat mendengar suara Isa.
“Apakah aku sudah bisa menjemputmu?” tanya Luke tak sabaran.
“Masih ada waktu 10 menit lagi Luke. Aku masih memiliki banyak pekerjaan disini” ucap Isa dengan nada dongkol, karena sedari tadi Luke selalu menggangunya dengan menelpon dirinya. Alhasil, Isa tidak dapat menyelesaikan 1 rancangan gaun.
“Tapi… aku ingin menjemputmu sekarang” ucap Luke dengan nada yang dibuat semanis mungkin.
“Sabarlah… aku masih harus mendesain”
“Tinggalkanlah pekerjaanmu itu! Kau bisa menyambungnya besok!!”
“Enak saja! Aku harus menyelesaikannya hari ini. Bagaimana jika besok aku tidak memiliki inspirasi? Mungkin aku tidak akan pernah bisa menyelesaikan 1 desain pun dalam satu minggu.Selain itu, kau juga tidak akan bisa membantuku.” Gerutu Isa
“Siapa bilang aku tidak bisa membantumu?” tanya Luke yang tidak terima dengan perkataan Isa.
“Aku yang bilang! Kau itu hanya tau bersikap layaknya boss” gerutu Isa
Luke yang mendengar rentetan gerutuan Isa hanya tersenyum kecil.
“Sudahlah! Aku akan mematikan telepon ini! Jangan menghubungiku sebelum pukul 5 tepat!”
__ADS_1
“Kalau aku mengatakan bahwa aku sudah berada di depan kantormu, apakah kau masih tidak akan meninggalkan pekerjaanmu itu?”
“Tergantung! Sudahlah! Aku akan mematikan telponnya!” ucap Isa dengan sangar
“Ok… byeeee” ucap Luke dengan nada manja yang dibuat – buat
“Eumh… bye” jawab Isa dengan nada yang tidak sesangar sebelumnya.
Setelah sambungan telepon mereka terputus, Luke langsung tersenyum geli. Sungguh, baru kali ini Luke menemui seorang wanita yang berlaku barbar kepadanya. Biasanya, setiap wanita yang berada di dekatnya akan menampilkan attitude perempuan yang elegan dan ramah. Sungguh! Isa adalah wanita yang tidak boleh dihiraukan oleh Luke.
“Kenapa kau begitu unique, heumh…?” tanya Luke sambil menatap wallpapernya yang bergambar Isa sedang tidur.
Perlu kalian tau, gambar Isa tersebut diambil oleh Luke sendiri saat Isa sedang tertidur pulas di mobilnya. Pemandangan wajah terlelap milik Isa sungguh tidak bisa diabaikan oleh Luke. Wajah Isa saat terlelap, sangat polos dan sangat tenang. Berbeda dengan Luke.
Menurut teman teman pria Luke yang sudah menyaksikan Luke tertidur, wajah Luke sama persisnya dengan wajah orang yang memiliki banyak masalah. Teman – teman Luke juga mengatakan bahwa Luke sering tertidur dengan kening yang bekerut. Namun, teman – teman Luke selalu menghibur Luke dengan mengatakan bahwa kerutan – kerutan itu timbul karena mimpi buruk yang dialami oleh Luke, bukan karena masalah yang sedang dihadapi oleh Luke.
17.00
Luke mengerjapkan matanya beberapa kali saat melihat angka yang berada di ponselnya.
Dengan gerakan terburu – buru, Luke mengambil jasnya yang tersampirkan di kursi kebesarannya. Luke kemudian berjalan meninggalkan ruangannya dengan langkah kaki yang besar.
“Selamat sore, sir” sapa beberapa karyawan yang sedang berjalan di sekitar area perkantoran
“Ya, selamat sore. Hati – hati dijalan” jawab Luke dengan ramah sambil menampilkjan senyum termanis yang dimilikinya. Sungguh, saat ini Luke merasa sangat senang.
Semua karyawan yang berada di tempat itu lantas terkejut dan beberapa diantaranya berhasil melongo binggung karena mendapatkan perlakuan yang tidak biasa dari atasan mereka.
“I---iya sir” jawab salah seorang karyawan sambil menggangukan kepalanya secara sekilas.
Setelah Luke dirasa sudah pergi menjauh, para karyawan yang berada di tempat itu langsung berkumpul bersama dan membentuk sebuah lingkaran.
“Apakah ini sebuah anugrah dari Tuhan? Akhirnya Tuhan menjawab doa kita!” ucap salah seorang karyawan sambil melipat tangannya
__ADS_1
“Aish!!! Mungkin saja kepala bos kita itu terbentur oleh tumpukan – tumpukan dokumen yang hendak ditanda tanganinya! Makanya dia bersikap aneh…” seru karyawan lain
“Astaga!!! Sudahlah… apapun penyebabnya, satu hal yang pasti kalian nanti nantikan dari Sir Luke. Hal itu ad---
“Hentikan kerja lembur!!!” seru seluruh karyawan yang ada disana dengan beramai – ramai.
Setelah menjawab beramai – ramai, mereka kemudian tertawa. Semoga saja permintaan mereka ini tersampaikan kepada atasannya yang gila kerja itu.
Lythe Home Design
Isa menghempaskan punggungnya dengan kasar ke salah satu kursi yang berada di ruangannya. Salah satu tangan Isa bergerak untuk memijit tangannya yang lain. Isa merasa bahwa kedua tangannya sedang pegal. Selain itu, Isa juga memegangi lehernya yang terasa kaku.
Akhirnya, setelah melewati banyak rintangan, Isa berhasil mendesain satu gaun hingga selesai.
Isa memejamkan matanya dan menghembuskan napasnya dengan perlahan. Belakangan hari ini, Isa merasakan kepalanya sangat pusing dan berat. Bahkan, beberapa hari belakangan ini… Isa juga merasa bahwa dirinya didera rasa malas yang sangat luar biasa. Isa tidak tau apa penyebab hal itu terjadi, namun… Isa selalu memaksakan dirinya untuk bekerja. Isa perlu bekerja untuk menambah uang kuliah adiknya, Minnie.
Saat Isa memejamkan matanya, tiba – tiba Isa merasa kedua kelopak matanya ditutup oleh sebuah tangan besar yang kekar. Tentu saja Isa langsung panik dan memegang tangan kekar yang sedang menutup matanya.
“Hei!!! Ini siapa!!!” tanya Isa gusar sambil mencoba menarik tangan kekar itu agar tidak menutupi matanya lagi, namun, hasilnya nihil. Tenaga dari tangan itu lebih kuat daripada Isa.
“Tebak ini siapa?” tanya pria yang sedang menutup kedua kelopak mata Isa dengan tangan besarnya yang kekar.
Dalam seketika, Isa langsung menghentikan pergerakan brutalnya dan langsung menegakkan badannya.
.
.
.
*Ada yang bisa tebak itu siapa? Btw... terimakasih atas 200k nya gaes... It's crazy!!! Semoga aku juga updatenya makin rutin. Terimakasih sudah mau mampir untuk membaca cerita abal abal ini. TQ*
__ADS_1