
“Hueekkk!”
Isa memuntahkan seluruh sarapan pagi yang baru saja dilahapnya di dalam kamar mandi. Rasanya, Isa ingin terus muntah walaupun saat ini, yang keluar dari mulut wanita itu hanya sebuah lendir karena seluruh makanan yang sedari tadi berada di perut Isa sudah terkuras habis untuk dimuntahkan.
Semenjak kepergian Luke beberapa jam yang lalu, Isa merasakan perutnya tiba tiba bergejolak. Seolah – olah ada sesuatu yang mendorong seluruh makanan yang berada di perutnya untuk keluar.
“God” ucap Isa sambil menahan air matanya agar tidak keluar.
Kini, Isa merasakan dirinya bahkan tidak sanggup untuk menggerakkan kakinya. Dia merasa jika seluruh tenaganya telah lenyap saat dirinya memuntahkan makanannya.
Saat sedang mengumpulkan tenaganya, Isa tanpa sengaja memerhatikan wajahnya dari pantulan kaca yang berada dihadapannya. Luke benar! Dia terlihat pucat… tidak – tidak, sangat pucat.
“Sepertinya aku kurang istirahat” gumam Isa sambil menepuk pelan pipinya
Setelah Isa merasa dirinya sudah mendapatkan sedikit kekuatan, ia langsung menghela napasnya dengan kasar.
Dengan langkah yang sangat pelan, Isa melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar mandi yang berada di ruang tamu itu. Saat ini, Isa sangat membutuhkan kasur.
“Isa!!!”
Isa langsung mendonggakkan kepalanya saat dirinya mendengarkan namanya dipanggil.
“Luke” ucap Isa dengan suara yang sangat halus, bahkan karena semakin halusnya, suara itu tidak terdengar oleh Luke.
“Apa yang terjadi padamu?” tanya Luke khawatir sambil langsung menopang tubuh Isa yang dilihatnya akan limbung.
“Aku baik – baik saja” ucap Isa lemah sambil memegang tangan kekar Luke yang melingkari perutnya
“Aku tidak percaya itu” ucap Luke yang diakhiri dengan sebuah dengusan
Tanpa meminta persetujuan dari Isa, Luke langsung menggendong Isa dengan cara bridal style. Dengan hati – hati, Luke membopong tubuh Isa ke kamarnya
“Aku sudah mengatakan kepadamu, wajahmu terlihat pucat. Aku bahkan sudah bertanya kepadamu, apakah kau sakit. Tapi, apa? Kau bahkan bertindak seolah – olah kau adalah superwoman, dan sekarang… untuk berjalan saja kau tidak mampu” omel Luke sambil meletakkan tubuh Isa di atas tempat tidurnya dan menyelemuti tubuh Isa dengan selimut
“Kau sangat berisik sekali” ucap Isa kesal sambil berusaha menutup matanya yang terasa sangat berat
“Ck! Aku juga berisik demi kebaikanmu” ucap Luke sambil berkacak pinggang
Dengan cekatan, Luke mengambil kompres serta air hangat.
“Jangan kompres aku! Aku tidak demam” tolak Isa sambil menahan tangan Luke yang hendak meletakkan sebuah kain kompres
“Kau sangat berisik sekali” ucap Luke dengan nada yang mengikuti ucapan Isa sebelumnya
Isa mendengus saat mendengar ucapan Luke yang seolah – olah sedang mengejeknya.
“Oh iya… kenapa kau kembali?” tanya Isa sambil menahan tangan Luke yang sedang mengompres dahinya. Isa merasakan dirinya sedikit tenang saat tangan Luke berada di atas dahinya, mungkin itu karena efek kompres yang sedang dipegang Luke.
“Aku tadi hendak mengambil berkas ku yang ketinggalan, tapi aku malah melihatmu keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang tidak fit dan wajah yang tidak enak dilihat” ucap Luke jujur sambil menatap wajah Isa yang sangat pucat
Mendengar perkataan Luke, Isa langsung membuka kedua matanya dan menjauhkan tangan Luke dari dahinya
“Apa kau pernah melihat wajah orang sakit yang enak dilihat?”tanya Isa sarkas
Luke mengerjapkan matanya dan memiringkan wajahnya. Dia binggung dengan wanita itu, rasanya, wanita itu mengalami perubahaan mood dalam waktu yang cepat
“Ada apa! Kenapa kau menatapku seperti itu?!” tanya Isa sangar sambil menatap tajam kedua mata Luke
“Ah, tidak” ucap Luke sambil menggaruk belakang lehernya dengan kikuk
__ADS_1
“Kembalilah ke kantor, aku tidak bisa tidur jika kau ada disini” ucap Isa sambil mendorong dada Luke dengan jari telunjuknya
“Eumh, excuse me… What?” tanya Luke yang tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya
“Aku menyuruhmu untuk kembali ke kantor. Pasti banyak pekerjaanmu yang sedang menunggumu disana”
“Tidak, aku tidak akan pergi”
“Ayolah Luke! Pergilah! Aku sedang tidak mood berdebat denganmu. Apa kau tidak ingin aku beristirahat dan kemudian penyakitku semakin parah?” tanya Isa dongkol
Luke menghela napasnya dengan kasar. Dia ingin tinggal bersama Isa dan mengurus wanita itu, tapi, pekerjaannya juga sedang menunggunya.
“Fine. Aku akan pergi. Jika terjadi sesuatu, hubungi aku” ucap Luke terpaksa sambil mengusap lembut puncak kepala Isa
Senyum Isa langsung terbit saat mendengar ucapan Luke
“Nah, seperti itu kan lebih baik. Sudah kodratnya jika pria harus mengalah kepada wanita” ucap Isa sambil tersenyum sumringah sampai – sampai kedua matanya ikut tersenyum
Melihat hal itu, senyum Luke lantas terbit secara otomatis
“Sebelum kau pergi, ada yang ingin kubisikkan” pinta Isa sambil menarik tubuh Luke untuk mendekat kepadanya
Luke tersenyum dan mendekatkan dirinya kepada Isa
“Sini… sini…” ucap Isa sambil menarik kepala Luke dengan kuat tanpa memperdulikan jika si pemilik kepala akan merasa kesakitan
Luke menerima semua perlakuan Isa itu dengan lapang dada, karena ia tau Isa sedang sakit dan moodnya sangat cepat berubah. Dia tidak ingin hubungan mereka kembali renggang hanya karena masalah sepele
“Lukas Averanno Seranno…” ucap Isa dengan lamat – lamat di telinga kanan Luke yang berhasil membuat Luke menahan napasnya
Luke menunggu dan mempersiapkan dirinya untuk serangan yang mungkin akan didapatkannya dari Isa. Luke sudah belajar dari pengalamannya tadi pagi, kali ini, Luke tidak akan mudah merona lagi.
Dengan sekuat tenaga, Isa langsung mendorong wajah Luke untuk menjauhi dirinya.
Luke terkejut akan apa yang baru saja didengarnya, kedua matanya membola. Sangat lucu. Bahkan Isa tertawa melihat hal itu.
“Sudah, pergilah bekerja. Sana… hush hush” ucap Isa setengah terkikik sambil melambaikan tangannya untuk mengusir Luke
“Tega” ucap Luke dramatis sambil menggeleng – gelengkan kepalanya dengan pelan
“Aku pergi” ucap Luke dengan bibirnya yang sudah dimajukan beberapa centi. Ugh, dia sangat imut di mata Isa.
“Bye!” ucap Isa semangat
Rasanya, saat ini Isa telah mendapatkan kekuatannya kembali. Setelah memastikan bahwa Luke sudah benar – benar pergi dari kamarnya, dengan langkah hati – hati, Isa berjalan menuruni tempat tidurnya.
Kakinya yang jenjang itu terus melangkah ke arah meja riasnya
“Aku harus memastikannya” gumam Isa sambil mencari sebuah benda di laci meja riasnya
Deg… deg… deg…
Jantung Isa berdetak tidak karuan saat dia mendapatkan benda yang sedari tadi dicari – carinya.
Isa menatap test pack itu dengan perasaan khawatir. Isa tidak bodoh. Dia yakin, jika semua gejala yang dialaminya hari ini dan beberapa hari tempo lalu pasti karena dia sedang mengandung, yah.. kurang lebih, begitulah dugaan Isa. Dan dugaannya itu semakin menguat saat Isa mengingat bahwa Luke tidak pernah memakai pengaman saat melakukan itu dan Isa tidak pernah meminum pil kb, dugaan Isa semakin besar.
“Fine! Aku akan mencobanya!” tandas Isa sambil menggengam test pack itu.
Dengan langkah pasti yang terkesan terburu – buru, Isa memasuki kamar mandi.
__ADS_1
“Ah, aku lupa! Bagaimana caranya memakai ini?” tanya Isa binggung sambil menatap test pack yang saat ini tengah berada di genggaman tangannya.
“Sebaiknya aku searching saja, Google pasti tau mengenai hal ini” ucap Isa ambigu
Kemudian, Isa keluar dari kamar mandi dan mengambil ponsel pipihnya yang berada di balik bantal tempat tidurnya.
Dengan lihai, Isa mengetikkan keyword pencarian di laman Google ponsel pintarnya itu.
Cara Memakai Test Pack
Click!
Tak perlu waktu lama, puluhan situs sudah berada di hadapan Isa. Isa sangat bersyukur karena rumah Luke dilengkapi oleh wifi yang sangat menganggumkan kualitasnya. Bahkan, semakin menggangumkannya, Isa bahkan tidak pernah mengalami lag saat sedang menonton drama Korea yang sangat dikaguminya dan selalu membuatnya naik pitam, The World of The Married.
Jari lentik milik Isa langsung mengklik situs teratas dari pencariannya itu.
Cara Memakai Test Pack
1. Siapkan test pack strips dan wadah kecil untuk menampung urin.
2. Setelah urin ditampung\, celupkan test pack strips ke wadah dengan bagian putihnya.
3. Celupkan sampai di bawah garis batas MAX.
4. Tunggu kurang lebih 5 detik\, lalu angkat test pack.
Setelah membaca tata cara menggunakan test pack itu, Isa menggangguk – anggukan kepalanya dan melaksanakan semua yang diperintahkan pada artikel itu.
Setelah selesai, Isa mengangkat test pack itu.
Kernyitan muncul di dahi mulusnya.
“Garis satu berarti tidak hamil, garis dua berarti hamil” gumam Isa sambil menatap test pack itu
“Oh… ini garisnya dua” gumam Isa sambil mengernyit
Tiba – tiba, mata Isa melebar saat ia melihat sepasang garis yang berada di alat test packnya itu untuk yang kedua kalinya.
“Ugh, what? Positif?!?”
.
.
.
.
.
Hai semuaaa... apa kabar???
Oh iya, setelah dipikir - pikir, author akan buat trailer cerita ini dan visual para pemerannya. Entah kenapa, author exicited batt tentang ini, soalnya... ini adalah cerita pertama author yang banyak mendapat respon dari readers. Terimakasih untuk itu...
Oh iya, kalau readers pengen liat visual para pemeran, quotes sama spoiler part selanjutnya, bisa di cek di akun ig author di @Bulanyasinta95, tenang... akun ignya gak dikunci kok, jadi kalau enggak difollow juga gak apa - apa. Dan untuk trailernya, trailernya akan dirilis tanggal 1 Juni mendatang.... So exicited.....
__ADS_1