Heartbreak Hotel

Heartbreak Hotel
Episode 29


__ADS_3

“Isa?” panggil Luke sambil mencolek punggung Isa yang membelakanginya


Kini, Luke dan Isa sedang berada di atas kasur milik Luke.


Setelah menghabiskan makan malamnya, Luke langsung mengajak Isa ke kamarnya agar little girlnya itu bisa tidur lebih cepat. Namun kenyataannya, Luke merasa bahwa Isa tidak dapat tidur.


“Ya” jawab Isa sambil membalikkan badannya agar bisa menatap wajah Luke


“Kenapa kau belum tidur?” tanya Luke lembut sambil menyingkirkan beberapa anak – anak rambut milik Isa yang menutupi wajahnya


“Entahlah, aku hanya tidak bisa tidur” jawab Isa sambil mengerucutkan bibirnya


“Bagaimana denganmu? Kenapa kau juga belum tidur?” tanya Isa sambil menatap Luke


“Bagaimana aku bisa tidur jika kau tidak tidur” jawab Luke


“Eh? Emangnya ada hubungannya?” tanya Isa binggung


“Entah. I don’t know” jawab Luke sambil tersenyum kecil


“Gosh!” ucap Isa sambil tertawa dan memukul pelan dada Luke


Luke yang gemas dengan tingkah Isa langsung menarik Isa ke pelukannya dan memeluk Isa dengan kencang sampai Isa merasa dirinya tidak bisa bernafas dengan normal.


“Luke!!! Lepaskan aku!!!” ucap Isa sambil tertawa


“Aku tidak mau. Kau adalah gulingku malam ini” ucap Luke dengan nada gemas sambil melilitkan kakinya ke tubuh Isa.


Kini, tubuh Isa benar – benar sudah menjadi guling.


Tak ingin kalah dengan Luke, Isa juga memeluk tubuh Luke dengan erat


“Tubuhmu hangat sekali. I like it” ucap Isa saat tubuhnya memeluk erat tubuh Luke


“Ukuran tubuhmu mini sekali Isa, kurasa… aku bisa meremukkan badanmu dalam sekali eratan” canda Luke sambil mengelus – elus lembut punggung Isa


Mendengar candaan Luke itu, Isa secara otomatis langsung menggigit lengan putih milik Luke dan membuat si pemilik lengan meringis kecil.


“Apa kau ingin aku mati sebelum punya anak? Bagaimana bisa kau sejahat itu!” ucap Isa


“Kau ingin anak?” tanya Luke sambil menatap wajah Isa yang berada di dadanya


“Tentu saja!”


“Kalau begitu… let’s make!” ajak Luke dengan nada semangat


Git!!!


Lagi, lengan Luke menjadi sasaran gigitan Isa.


“Aish… kenapa kau menggigitku, Isa?” tanya Luke binggung sambil mengusap – usap lengannya yang sudah mulai terasa berdenyut karena telah digigit 2 kali oleh Isa.


“Itu karena arah pembicaraanmu yang tidak jelas” ucap Isa sambil melepaskan pelukannya dan menatap Luke dengan tajam.


“Apanya yang tidak jelas?” tanya Luke sambil diselingi tawa renyah


“Teruslah mengganguku, teruslah tertawa. Semoga Tuhan mengampunimu” ucap Isa kesal sambil memutar bola matanya dengan gerakan lambat


“Owh, shit!!!”

__ADS_1


Baru saja Luke tertawa renyah, tiba – tiba tawa renyahnya itu berhenti dan berganti dengan sebuah umpatan


“Apa yang terjadi?” tanya Isa binggung sambil menatap Luke yang kini sedang menampilkan wajah kesalnya sambil memegangi mulutnya


“Tanpa sengaja, aku menggigit lidahku. It’s hurt” ucap Luke yang diakhiri dengan sebuah ringisan


Dengan sekuat tenaga, Isa menahan tawanya agar tawanya tidak berderai. Namun, Isa tidak sanggup menahannya.


Kini, Isa tertawa dengan begitu keras sampai – sampai Isa mengeluarkan air matanya


“Kenapa kau tertawa, heumh?” tanya Luke kesal


“Karma is real” jawab Isa sambil mengusap air mata bahagianya yang berada di ujung matanya


“Seharusnya kau menenangkanku dan tidak tertawa seperti itu” ucap Luke kesal sambil membalik badannya untuk memunggungi Isa


“Bukannya kau tadi juga begitu?” ucap Isa sambil tertawa kecil


“Whatever!” ucap Luke sambil menarik selimut sampai menutupi kepalanya


Isa tersenyum kecil saat melihat tingkah Luke yang seperti anak kecil. Sepertinya, saat ini Luke sedang ngambek dan kesal kepadanya.


Sebenarnya, Isa tidak bermaksud untuk mentertawai Luke. Tapi, entah kenapa… saat melihat wajah kesal Luke yang terkesan imut, membuat Isa tidak sanggup menahan tawanya.


“Hei… apa kau marah?” tanya Isa sambil berusaha menahan tawanya


“Menurutmu!” ucap Luke dengan nada yang lumayan kuat


“Aish… kau sudah besar, tapi tingkah lakumu seperti anak balita. Eh tidak… bahkan anak balita pun tidak sepertimu” gurau Isa sambil tertawa kecil


Krik… krik… krik…


Melihat Luke yang tidak menanggapinya, Isa langsung memutar otaknya untuk mencari cara agar Luke tidak ngambek lagi kepadanya. Hingga satu ide cemerlang tiba – tiba terlintas di kepala Isa


“Luke… sudahlah, jika kau berhenti mengambek, aku akan memberikan sesuatu kepadamu” ucap Isa sambil berusaha membalikkan punggung kekar milik Luke agar wajah Luke kembali menghadapnya


Mendengar tawaran menggiurkan milik Isa tersebut, Luke langsung membalikkan badannya


“Apa yang akan kau berikan?” tanya Luke dengan wajah datarnya yang menggemaskan


Entahlah, beberapa hari ini… Isa merasa bahwa Luke semakin terlihat menggemaskan dimatanya.


Yutt…


Isa mencubit gemas pipi Luke


“Cuteeee” ucap Isa sambil menggigit bibirnya untuk menyalurkan rasa gemasnya yang sangat luar biasa kepada Luke


“Aishh…” ucap Luke kesal sambil mengusap – usap pelan pipinya yang baru saja dicubit oleh Isa


“Jangan mencubitku… katakan, apa yang akan kau berikan kepadaku?” tanya Luke lagi


“Oh iya… aku hampir lupa. Ini semua karena wajahmu yang imut itu!” ucap Isa sambil menepuk jidatnya sendiri


Luke mengerutkan dahinya dengan binggung. Wajahnya imut? Biasanya, orang – orang akan mengatakan bahwa Luke memiliki wajah yang tampan, dingin, kejam dan bengis. Baru kali ini, Luke mendengar seseorang menyebut bahwa wajahnya itu imut.


“Jika kau tidak mengambek lagi kepadaku, besok aku akan membuat daging barbeque special untukmu!” tawar Isa dengan kedua matanya yang berbinar – binar


“Eh? Kenapa kau memberikanku itu?” tanya Luke dengan nada kecewa. Tadi, Luke sempat berpikir bahwa Isa akan memberikannya olahraga malam sebagai permintaan maafnya kepada Luke. Tapi ternyata tidak.

__ADS_1


“Kenapa? Tentu saja karena tadi kau tidak sengaja menggigit lidahmu”


“Apa ada hubungannya?” tanya Luke binggung


“Tentu saja ada! Ibuku berkata, jika kau tidak sengaja menggigit lidahmu itu pertanda bahwa dirimu sangat ingin memakan daging” jelas Isa dengan senyumnya yang menggembang


“Mitos dari mana itu?” tanya Luke


Bugh!


Sebuah pukulan kecil berhasil mendarat di perut Luke


“Itu benar – benar nyata. Aku mempercayainya!”


“Kau percaya, tapi aku tidak!” ucap Luke sambil tersenyum kecil


“Aish sudahlah!” ucap Isa sambil mendekatkan dirinya dengan dada bidang Luke dan memeluknya


“Kenapa kau memelukku? Aku masih marah padamu!” ucap Luke


“Aku ngantuk sekali… kenapa kau begitu pelit kepadaku? Aku hanya meminjam badanmu sebagai pengganti gulingku, tapi kau sudah melontarkan banyak pertanyaan kepadaku” cerocos Isa kesal sambil melepaskan pelukannya dari tubuh Luke


“Kalau begitu… aku akan mencari pria lain saja! Pria yang memiliki abs lebih bagus! Pria yang memiliki dada lebih bidang! Dan pria yang tidak pernah memarahiku jika aku menjadikan tubuhnya sebagai bantal guling!” ucap Isa sambil bangkit dari tempat tidur milik Luke itu


Mendengar cerocosan Isa membuat Luke merasa berang.


Dengan cepat, Luke menarik tubuh Isa dengan tangannya sehingga tubuh Isa terjatuh ke atas tubuhnya


“Baiklah…kau boleh memelukku sepuasmu! Kau boleh menjadikanku gulingmu, bantalmu atau selimutmu. Terserah! Asalkan kau tidak melirik pria lain” ucap Luke sambil mempererat pelukannya pada tubuh Isa


Isa yang mendengarkan ucapan Luke langsung tersenyum kecil


“Aku tidak akan mencari pria lain. Tadi aku hanya bercanda” ucap Isa dengan jujur


“Jangan bercanda seperti itu, tidak baik” ucap Luke sambil mencium puncak kepala Isa


“Tapi---


“Sudahlah, ayo tidur. Sekarang sudah malam, apa kau tidak mengantuk?” potong Luke


“Mengantuk sih…”


“Ayo tidur!”


.


.


.


.


.


**Untuk sekarang\, konfliknya belum muncul... biarkan Isa dan Luke menghabiskan sweet moment mereka... Terimakasih sudah menyempatkan waktu kalian untuk membaca cerita ini. Good Night readers**


 


 

__ADS_1


__ADS_2