
“Luke… untuk apa semua ini?” tanya Isa binggung saat menatap banyak paper bag yang sudah menghiasi lantai kamarnya. Paper bag – paper bag itu berlambangkan merk merk fashion terkenal.
“Ah, iya… Nanti malam aku ingin mengajakmu untuk menghadiri acara peresmian salah satu perusahaan milik mantan keluargaku” ucap Luke sambil mengancingi seluruh kemeja biru dongker yang sedang dipakainya saat ini
“Mantan keluarga?” tanya Isa binggung sambil mengerutkan alisnya
“Seharusnya kau sudah bisa menebaknya. Bukankah kau juga sudah membaca map itu?” tanya Luke sambil menatap Isa melalui pantulan cermin yang berada di hadapannya
Isa mengernyitkan dahinya.
Map?
Ah, gotcha! Map itu!
“Keluarga Smith?” tanya Isa
“Ternyata kau pintar juga” ucap Luke yang diakhiri dengan sebuah kekehan
Isa hanya mendengus. Baginya, ucapan Luke dan kekehan Luke itu sama saja seperti dengan sebuah ejekan kepadanya, namun dengan cara halus dan tidak oral.
“Tapi… apa kau baik – baik saja?” tanya Luke khawatir sambil berjalan mendekat ke arah Isa
“Ya. Aku baik baik saja” jawab Isa binggung
Nampak tak memperdulikan jawaban Isa, Luke mengulurkan tangannya untuk menyentuh dahi dan pipi gembung milik Isa.
Saat tangan besar nan kekar Luke menyentuh wajahnya, jantung Isa langsung berdegub dengan kencang. Ini adalah skinship pertama yang dilakukan Luke semenjak mereka melakukan perang dingin 1 minggu lalu. Ya, ini adalah skinship pertama yang dirasakan Isa dengan seluruh kesadaran penuhnya.
Mengenai skinship yang mereka lakukan tadi malam, itu tidak lebih karena Isa merasa ketakutan. Jadi, Isa membutuhkan sebuah pelampiasan untuk melampiaskan ketakutannya. Itu bukan skinship yang murni.
“Tidak panas, tidak dingin” gumam Luke sambil menatap wajah Isa dengan teliti
Mendengar gumaman Luke, Isa langsung memalingkan wajahnya yang sudah memerah dan menarik wajahnya dari tangan kekar Luke.
“Apa – apaan!” ucap Isa kesal namun terdengar sangat imut dan lucu di telinga Luke
Senyum Luke langsung terbit
“Aku hanya khawatir. Kau terlihat pucat” ucap Luke sambl menjauhkan wajahnya dari wajah Isa
Saat wajah mereka sudah berjauhan, Isa menghela napasnya dengan pelan.
“Apa kau memang baik – baik saja? Apa kita perlu ke dokter?” tanya Luke khawatir
“Aku baik – baik saja! Kenapa kau sangat ingin aku sakit?” gerutu Isa sambil mengerucutkan bibirnya
“Omongan bodoh macam apa itu. Aku tidak ingin kau sakit” ucap Luke yang tidak suka dengan perkataan yang baru saja dilontarkan oleh bibir manis Isa
“Lebih baik kau pergi ke kantormu. Kau akan terlambat!” ucap Isa untuk mengahlihkan topik pembicaraan mereka
Tiba – tiba, senyum smirk Luke muncul. Isa langsung berdebar saat melihat senyum itu muncul. Isa berpikir, ide buruk nan memabukkan apa yang sedang direncanakan oleh Luke saat ini?
__ADS_1
“Aku akan pergi jika kau memberikanku sebuah morning kiss” ucap Luke dengan nada bicara yang dalam
Isa langsung menegak ludahnya dengan kasar. Tidak tau kah Luke bahwa dirinya sangat sexy dan dominan jika berbicara dengan nada yang seperti itu? Rasa – rasanya, Isa tidak rela membagikan suara sexy milik Luke itu kepada telinga wanita – wanita lain. Isa yakin, pasti akan banyak wanita yang menggila hanya dengan mendengar suara sexy itu
“Apakah kau sedang memikirkan hal yang kotor?” tanya Luke sambil menampilkan smirknya
Isa langsung merasakan suhu panas menjalar di pipi dan punggungnya. Dia merasa sangat malu saat ini.
“Pergilah. Aku tidak akan memberikan morning kiss kepadamu! Remember, kita masih belum berteman saat ini!” ucap Isa sambil mendorong dada Luke sekuat tenaganya agar tubuh Luke menjauhinya.
Luke terkekeh. Bukannya menjauh, Luke malah semakin mendekatkan dirinya kepada Isa. Bahkan, kini Luke menahan kedua tangan halus Isa di dadanya
“Apakah bibirmu tidak bergetar mengatakan itu, nona? Tadi malam, bukankah kau yang memintaku untuk bermalam di kamarmu?” tanya Luke sambil menatap lekat kedua bola mata hazel milik Isa
Jleb!
Tuhan, tolong tenggelamkan aku sekarang juga! Aku rela tenggelam di segitiga Bermuda, asalkan aku tidak dipermalukan oleh pria sialan ini!
“Itu, itu, itu hanya karena aku takut! Tadi malam, suara pintu balkon kamar ini sangat mengusikku apalagi tadi malam, hujan sangat deras sekali. Aku takut jika pencuri akan datang ke kamarku dan membunuhku. Makanya aku mengajakmu kesini. Eumh… lagipula, kita tidak tidur di tempat tidur yang sama. Berhentilah membuat diriku seolah – olah yang meminta kasih sayang darimu” ucap Isa dengan wajahnya yang sudah memerah
Luke terkekeh.
“Ah, astaga! Tunanganku ini sangat imut sekali. Aku jadi ingin cepat – cepat menjadikannya istriku, ibu dari anak – anak ku dan nenek dari cucu – cucuku” ucap Luke sambil mengelus lembut pipi Isa
“Lukas!” ucap Isa kesal
Seketika, tawa Luke meledak
“Ap---
Baru saja Isa hendak memprotes, tapi bibir Luke sudah membungkamnya. Luke memberikan ******* yang sangat memabukkan bagi Isa. Bahkan, kini Isa telah mengalungkan tangannya di leher Luke dan jari – jarinya yang lentik meremas rambut Luke dengan nakalnya.
Setelah Luke merasa bahwa Isa sudah mulai kehabisan oksigen, Luke langsung melepaskan lumatannya. Saat Luke melepaskan lumatannya, kepala Isa langsung terjatuh di dadanya.
“Tidak usah malu seperti itu! Bahkan kita sudah sering melakukan hal yang lebih panas daripada itu” goda Luke
“Pervert!” ucap Isa sambil memukul pelan dada bidang Luke
“Ah… aku sangat merindukan ini” ucap Luke sendu sambil menyentuh bibir Isa dengan jari jempolnya.
“Sudahlah, pergilah bekerja” ucap Isa sambil menarik dirinya dari Luke
Saat Isa menarik dirinya, ia mendapati tatapan kecewa dari Luke
“Aku ingin bersamamu saja!” ucap Luke dengan nada manjanya sambil memeluk tubuh Isa dengan erat
Isa mengerjapkan matanya dengan binggung.
Belum ada 15 menit pria yang berada dihadapannya itu menampilkan aura sexy nan menggoda miliknya, namun kini, pria itu malah bertingkah manja seolah – olah dia adalah anak kecil yang sedang merengek agar tidak ditinggalkan oleh Ibunya
“Kenapa kau manja sekali?” tanya Isa binggung sambil mengelus – elus lembut punggung lebar milik Luke
__ADS_1
“Aku hanya manja kepadamu, saja! Apa itu masalah?” tanya Luke
Isa hanya menghela napasnya
“Luke… pergilah bekerja”
“Tidak mau!”
“Lukas!”
“Tidak!”
“Lukas Averanno Seranno” ucap Isa dengan nada yang tajam
Dengan ogah – ogahan, Luke melepaskan pelukannya
“Baiklah – baiklah. Aku akan pergi bekerja” tandas Luke dengan mukanya yang sudah kusut
Isa tersenyum kecil.
“Nah, begitu dong.” Ucap Isa sambil menepuk – nepuk pelan kedua pipi Luke dengan senyum bahagia yang terpatri di wajah cantiknya
Melihat senyum Isa yang begitu bahagia, mood Luke langsung membaik. Bahkan, tanpa ia sadari, kedua bibirnya juga ikut melengkung untuk membentuk senyum yang tidak kalah bahagianya.
“I love you” ucap Isa sambil tersenyum
Mendengar ucapan Isa, jantung Luke langsung berdebar kencang. Sial! Dia merasa bahwa dirinya saat ini sama saja dengan seorang remaja yang baru saja mengalami cinta monyet.
Cup!
Isa mengecup singkat bibir Luke.
Double kill!
Luke merasa jantungnya hendak copot saat ini. Kedua matanya secara otomatis langsung membola saat menerima serangan mendadak itu.
Melihat keterkejutan Luke, Isa tertawa.
“Apakah kau tidak mencintaiku juga?”
.
.
.
.
.
Sekali - sekali buat Luke ambyar, nggak apa apa lah yahh :D
__ADS_1
Happy 50 part readers tersayang....tanpa kalian, cerita ini mungkin gak bisa menyentuh angka ini... Luv u all