
Saat ini, di meja makan milik Luke sudah tertata rapi beberapa macam makanan yang baru saja dipesan oleh Luke. Isa menatap semua makanan yang sudah tertata rapi itu dengan tatapan buasnya.
Untuk makanan pembuka malam ini, Isa memiliki bruschetta. Sebagai hidangan pembuka, bruschetta sangat terkenal dan paling diminati di Italia. Terdiri dari roti panggang yang dimasak dengan bawang putih dan diberi taburan minyak zaitun, garam, serta merica. Hidangan lezat ini juga disajikan dengan tambahan tomat, sayuran, kacang-kacangan, daging ayam, dan keju.
Sedangkan untuk makanan utama, Isa memiliki chichken parmigiana. Hidangan ayam yang sering disebut “Parmi” atau “Parma” ini berasal dari daerah Parmigiana. Terdiri dari dada ayam yang dilapisi tepung roti, hidangan ini disajikan dengan saus Neapolitan yang terbuat dari tomat dan keju. Biasa disajikan dengan keripik kentang dan salad, Chicken Parmigiana punya rasa yang sangat khas.
Dan untuk makanan penutup, Isa memiliki 2 makanan, panna cotta dan tiramisu. Panna Cotta terbuat dari krim, susu, gula, dan gelatin yang dididihkan dalam keadaan dingin. Panna Cotta disajikan dengan buah-buahan seperti ceri, karamel, saus cokelat, dan buah coulis. Hidangan yang terbuat dari krim sangat manis ini tepat untuk menutup makan malammu yang sempurna. Sama seperti Panna Cotta, Tiramisu merupakan hidangan penutup yang dikenal dengan cita rasa kopinya. Tiramisu terbuat dari kue berbentuk jari yang dicelupkan dalam kopi. Selain dibuat berlapis, dicampurkan pula kuning telur, putih telur, gula, keju mascarpone, dan dibumbui dengan bubuk coklat.
Sedangkan Luke?
Luke hanya memesan spaghetti dan gelato saja.
Spaghetti dipesan Luke sebagai makanan utamanya malam ini. Terbuat dari semolina atau adonan tepung dan air, di tempat asalnya, hidangan ini konon harus berukuran panjang 50cm. Namun, umumnya spaghetti modern hanya sepanjang 25-30cm saja. Menu yang paling terkenal adalah Spaghetti alla Carbonara yang dimasak dengan bawang putih, minyak zaitun, saus tomat, dan taburan daging.
Dan untuk makanan penutupnya, Luke lebih memilih gelato. Makanan berupa es krim ini sedikit berbeda dari es krim pada umumnya. Teksturnya lebih padat dan diolah dengan proses khusus sehingga perkara rasa tak perlu diragukan lagi. Gelato biasanya disajikan dengan bahan campuran seperti biskuit, buah-buahan, dan berbagai jenis kacang.
“Kenapa kau hanya menatap makanan – makanan itu?” tanya Luke untuk memecah keheningan yang tercipta diantara mereka
“Eumh… iya” ucap Isa sambil merona malu sambil menarik sebuah piring yang diisi dengan bruschetta ke hadapannya.
“Don’t be afraid! Aku tidak akan memakan milikmu” canda Luke yang diselingi dengan sebuah kekehan.
“Eumh… bagaimana caranya mengucapkan ucapan ‘selamat makan’ dalam bahasa Italia, ya? Aish… kenapa aku bisa lupa” gerutu Isa dengan volume suaranya yang menurutnya kecil.
Luke yang mendengar gerutuan Isa tersebut langsung tersenyum kecil. Kenapa wanita di hadapannya itu selalu dipenuhi dengan berbagai kejutan?
“Buon appetito” ucap Luke sambil tersenyum tipis
“Eh?” tanya Isa binggung
“Buon appetito. Selamat makan.” Terang Luke
Blush!
Seperti pencuri yang tertangkap basah, Isa merasa sangat malu. Karena rasa malunya yang berlebihan itu, Isa merasa pipi dan punggungnya terasa sangat panas. Isa dapat memastikan bahwa saat ini, pipinya pasti sudah merona – rona.
“Bu---buon… Buon appetito, Luke” ucap Isa sambil menundukkan wajahnya agar wajahnya ,yang sudah berubah warna dari putih ke merah, itu tidak dapat dilihat oleh Luke.
__ADS_1
“Buon appetito, my little girl” ucap Luke dengan nada yang lembut.
Mendengar ucapan lembut Luke, Isa merasakan sejuta kupu – kupu berterbangan di dalam perutnya. Dengan tergesa – gesa, Isa menyuapkan bruschetta ke dalam mulutnya. Sungguh, Isa mersakan kenikmatan yang luar biasa dari bruschetta itu dalam suapan pertamanya. Namun… pada suapan berikutnya…
“Hueek!!” Isa menutup mulutnya yang ingin memuntahkan bruschetta yang baru saja dilahapnya.
“Isa, ada apa?” tanya Luke yang binggung dengan tingkah Isa.
“Aku ingin muntah. Huekk!!”
Dengan secepat kilat, Isa berlari ke arah wastafel yang berada di kitchen area apartemen Luke. Sesampainya di wastafel tersebut, Isa memuntahkan seluruh isi perutnya.
Mendengar suara muntahan Isa, ingin rasanya Luke berlari ke arah Isa dan memberikan pijatan – pijatan lembut di punggung Isa untuk menenangkan Isa, namun nyatanya… Luke tidak melakukan hal itu. Bagaimanapun, dia adalah manusia normal yang sedang makan dengan lahap dan pastinya, Luke akan merasa jijik saat melihat Isa dan kehilangan nafsu makannya. Andaikan Luke sedang tidak menyantap makan malamnya…
Saat Isa sudah memuntahkan seluruh isi perutnya, Isa langsung membersihkan mulutnya. Isa merasa sedikit bersyukur karena Luke tidak datang untuk melihatnya dalam kondisi paling menjijikan. Meskipun di dalam novel – novel roman, seorang pria akan terlihat keren saat membantu seorang wanita yang sedang muntah, tapi pemikiran Isa berbeda. Isa yakin, meskipun seorang penulis menggambarkan pria itu terlihat keren, namun di kehidupan nyata, pasti ada rasa jijik di dalam diri pria itu. Terkadang, para penulis novel – novel roman memiliki tingkat imajinasi yang terlalu tinggi dan berhasil membuat pembaca mereka terhanyut dalam dunia yang para penulis ciptakan. Sehingga, banyak para pembaca yang menginginkan kehidupan seperti itu, namun faktanya…. Aish sudahlah! Kenapa kita jadi membahas ini?
“Apa kau baik – baik saja?” tanya Luke saat melihat Isa sudah kembali duduk di kursinya dengan wajahnya yang pucat
“Aku baik – baik saja” ucap Isa sambil tersenyum dan meneguk air dalam gelas yang berada di hadapannya
“Apa makanannya beracun?” tanya Luke khawatir
“Tidak! Mana mungkin!” ucap Isa ditengah – tengah tawanya
“So… kenapa kau muntah – muntah?” tanya Luke binggung sambil mengangkat satu alisnya saat menatap wajah Isa
“Eumh… mungkin karena aku sering begadang dalam beberapa hari ini” tebak Isa sambil mendelikkan bahunya
“Kenapa kau begadang?”
“Karena aku harus melakukan pekerjaanku” ucap Isa sambil menyingkirkan segala piring berisi makanan yang dihadapannya
“Kalau begitu, lebih baik kau berhenti bekerja” jawab Luke enteng sambil memasukkan suapan spaghetti terakhirnya ke dalam mulutnya
“What? Kalau aku berhenti bekerja, bagaimana adikku akan berkuliah” ucap Isa
“Tapi---
__ADS_1
“Lagipula, aku menyukai pekerjaanku. Kau tidak berhak untuk melarangku” ucap Isa sambil tersenyum misterius.
Luke terkekeh melihat senyum misterius Isa yang terlihat sangat lucu di matanya.
Setelah puas memandangi wajah Isa, pandangan Luke kini terahlihkan ke piring – piring yang berisi makanan milik Isa yang tidak tersentuh dan berada jauh dari hadapan Isa.
“Kenapa kau tidak memakan makananmu?” tanya Luke binggung
“Aku tidak selera” ucap Isa sambil menampilkan wajah cemberutnya
“Lho? Kenapa kau tidak selera? Bukannya kau sendiri yang memesan makanan – makanan itu?” tanya Luke heran
“Tadinya aku begitu berselera. Aku bahkan hampir mengeluarkan air liurku saat membayangkan makanan – makanan itu akan masuk ke mulutku, tapi… saat aku menghirup aromanya, semua rasa seleraku hilang dan berganti dengan rasa mual” jelas Isa sambil mengerucutkan bibirnya dengan kesal
“Lalu… kau akan makan apa malam ini?”
“Biasanya, kalau aku sudah merasa mual, aku akan langsung tidur”
“Tidur? Dengan perut kosong seperti itu?” tanya Luke terkejut
“Iya… Hanya dengan begitu, rasa mualku akan berkurang” jawab Isa dengan ceria
Mendengar perkataan Isa tersebut, Luke menggelengkan kepalanya dengan pelan.
.
.
.
.
.
**Terimakasih sudah menyempatkan diri dan waktu kalian untuk baca cerita absurd ini. Jangan lupa untuk like\, komen dan share cerita ini. Luv u guys**
__ADS_1