
“Debbie! Apa maksudmu? Jangan bercanda denganku!” ucap Isa marah sambil menjauhkan sepotong gaun yang diberikan oleh Debbie kepada Isa.
“Aku tidak sedang bercanda Isa. Kumohon, satu kali ini saja! Ini semua demi Lythe” ucap Debbie dengan pandangan memelas sambil meremas pelan tangan Isa.
Saat ini, Isa dan Debbie sedang berada di salah satu ruang ganti yang dipersiapkan khusus untuk para model peragaan busana Summer Lythe.
Saat mendengar kabar bahwa salah satu super model mereka tidak bisa datang untuk menghadiri peragaan busana, Debbie dan Isa memutar otak mereka untuk mencari pengganti. Mereka juga sudah menghubungi beberapa agensi model, namun agensi – agensi model tersebut menolak tawaran mereka karena tawaran yang mereka tawarkan terkesan terburu – buru.
Setelah ditolak di lebih dari satu agensi model, Debbie dan Isa sempat putus asa. Debbie juga sempat menyarankan kepada para model untuk memakai gaun yang lebih, namun para model tersebut menolak karena hal tersebut tidak tertulis di kontrak. Sungguh merepotkan!
Akhirnya, Debbie meminta Isa untuk mengisi tempat super model yang tidak dapat hadir tersebut. Tentunya Isa menolak mati – matian permintaan Debbie tersebut. Selain karena tidak Isa tidak suka tubuhnya di pertontonkan di depan umum, Isa juga tidak memiliki sedikitpun pengalaman dalam dunia modeling.
“Tolong, Isa! Ini semua demi Lythe” ucap Debbie dengan matanya yang berkaca – kaca.
Sepertinya Debbie akan menangis jika Isa tidak menerima permintaan Isa. Isa sungguh memaklumi sifat kekanak – kanakan Debbie tersebut.
Isa menghela napasnya.
Isa sungguh mengetahui fakta bahwa peragaan busana Summer mereka tidak akan bisa berjalan jika keadaan tetap seperti ini. Isa juga dapat memastikan bahwa dia akan merasa kecewa dan sedih jika peragaan busana Summer ini tidak dapat dijalankan seperti yang sudah direncanakan.
Bagaimanapun, Isa sudah mendesain 5 gaun utama untuk peragaan busana Summer ini. Akan sulit rasanya, jika Isa tidak melihat kelima gaun yang sudah dirancangnya mati – matian dalam beberapa minggu belakangan ini tidak ditampilkan di atas cat walk.
“Baiklah. Aku akan menggantikannya” tandas Isa sambil menutup matanya sejenak.
“Are you serious?” tanya Debbie sambil menatap Isa dengan tatapan terkejutnya.
“Ya. Aku serius” ucap Isa sambil menggangukkan kepalanya.
“Benarkah?” tanya Debbie yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh mulut Isa.
“Aku akan berubah pikiran jika kau menanyakan hal yang sama” ancam Isa sambil mengembungkan pipinya.
“Thank you so much” ucap Debbie sambil memeluk tubuh Isa dan mencium pipi Isa.
“Kalian, cepat dandani Isa” perintah Debbie kepada 3 orang make up artist yang berada di ruangan yang sama dengan yang mereka tempati saat ini.
“Baik, nona” ucap ke 3 make up artist tersebut dengan patuh
“Aku akan mengecek persiapan yang lainnya” pamit Debbie pada Isa sambil tersenyum senang
“Eumh” gumam Isa sambil tersenyum tipis pada Debbie.
Kemudian Debbie berjalan meninggalkan Isa dan ke 3 make up artist.
“Apakah anda siap untuk sebuah perubahan, miss?” tanya salah seorang make up artist itu kepada Isa
“Of course” jawab Isa mantap sambil tersenyum kecil.
Tak perlu waktu lama, ke 3 make up artist itu langsung membedah wajah dan rambut Isa. Mereka sungguh professional, sehingga Isa tidak pernah merasa bahwa dirinya akan mendapatkan kenyamanan seperti ini saat sedang di make over.
Memang, Isa sangat jarang melakukan make over di salon. Isa hanya mengandalkan dirinya sendiri, perlengkapan make up sederhana dan tutorial dari Youtube saat Isa diharuskan melakukan make over. Perlu kalian tau, terakhir kali Isa melakukan make over di salon yaitu saat pesta ulang tahun Isa yang ke 17 atau sweet seventeen Isa, dan hal itu sudah lama sekali, sudah bertahun – tahun yang lalu.
“Too beautiful! Isa, kau sudah bisa membuka matamu sekarang” ucap salah satu make up artist tersebut.
Selama Isa di make over. Isa memang menutup matanya. Alasannya simple, karena Isa takut menatap wajahnya yang mungkin akan terlihat aneh. Isa yakin, penggunaan make up di wajahnya akan membuat wajahnya yang tidak rupawan menjadi buruk rupa.
“Apa aku benar – benar bisa membukanya?” tanya Isa masih dengan kondisi mata tertutup
“Tentu saja” ucap salah satu make up artist tersebut sambil tertawa renyah mendengar pertanyaan ambigu milik Isa.
Dengan perlahan, Isa membuka kedua matanya dan menatap pantulan wajahnya di cermin.
“Apa ini benar – benar aku?” tanya Isa lamat – lamat sambil memegang pipinya.
Isa merasa bahwa saat ini dia sedang menatap orang lain di cermin.
“Itu benar – benar kau, Isa”
Isa berdecak kagum melihat hasil make over yang diberikan oleh ketiga make up artist tersebut kepada Isa.
Saat ini, mata Isa diberikan eyeliner dengan tipe Cleopatra, eyeliner yang berbentuk wing yang panjang dan tebal sehingga memberikan kesan tajam pada kedua bola mata hazel milik Isa. Selain itu, pemberian blush on berwarna orange menambah kesan Summer yang unik pada wajah Isa.
“Surprise, huh?” tanya salah satu make up artist sambil menatap geli ke arah Isa.
“You are the best!” puji Isa sambil mengancungkan dua jempolnya dan tersenyum lebar
“Baiklah, kita tidak punya banyak waktu. Sekarang kita harus menyiapkan busanamu” ucap salah satu make up artist sambil mengambil sebuah busana yang masih tersimpan dengan rapi di dalam bungkusan plastik
__ADS_1
“Oh… oke”
“Buka bajumu”
“Hah?” tanya Isa terkejut sambil menatap ketiga make up artist yang berada di dekatnya itu secara bergantian
Tanpa menjawab pertanyaan Isa, ketiga make up artist tersebut langsung menghampiri Isa dan membuka kimono putih yang sedang dipakai oleh Isa.
“Apa yang kalian lakukan!!” ucap Isa panik sambil menahan kimono yang sedang dipakaianya dengan kuat
“Tentu saja kami akan membantumu memakai busana”
“Hah? Aku bisa sendiri” tolak Isa dengan wajah terkejutnya
Isa memang tidak pernah merasa percaya diri saat harus menampilkan bentuk tubunya kepada khalayak umum. Hal itu bukan karena Isa memiliki bentuk tubuh yang jelek, malahan… Isa memiliki proporsi tubuh yang sangat bagus, seperti para model pada umumnya.
“Jangan malu seperti itu! Kami masih straight!” canda salah satu make up artist tersebut kepada Isa.
Perlu kalian tau, ketiga make up artist tersebut berjenis kelamin wanita. Namun, tetap saja Isa merasa tidak percaya diri saat harus menampilkan tubuhnya kepada mereka.
“Aku bisa sendiri” tolak Isa
“Apa kau yakin bisa memakai busana yang ribet seperti ini?” tanya salah satu make up artist tersebut
“Tentu saja aku bisa! Aku yang sudah merancang busana itu” ucap Isa sambil tersenyum kikuk.
Ketiga make up artist tersebut kemudian saling berpandangangan. Dan salah satu dari mereka nampak menghela napasnya dengan kasar.
“Baiklah, kami akan keluar” tandas salah satu make up artist tersebut
“Terima kasih sudah memaklumi ku” ucap Isa sambil tersenyum semanis mungkin
“Kami ada di luar. Kau bisa memanggil kami saat kau merasa kesusahan” saran salah satu make up artist tersebut.
Kemudian, ketiga make up artist tersebut keluar dari ruang ganti.
Isa menghela napasnya dan memegang kepalanya yang terasa sangat pening, mungkin hal itu karena efek dari penggunaan hair spray yang berlebihan di rambutnya.
Isa menatap bungkusan plastik yang tergeletak di atas meja rias. Dengan gerakan lambat, Isa mengambil bungkusan plastik tersebut dan membukanya.
“Aku tidak pernah berpikir kalau aku akan jadi orang pertama yang memakai busana rancanganku sendiri” ucap Isa sambil tersenyum kecil saat melihat sepotong gaun yang berada di dalam bungkusan plastik tersebut.
Setelah memakai gaun tersebut, Isa mematut dirinya di depan sebuah cermin besar yang memang di khususkan untuk para model. Isa memutar tubuhnya, untuk menatap bagian punggungnya yang terekspos dan hanya ditutupi oleh beberapa tali tipis yang melilit ketat punggungnya tersebut.
“Isa!!!” panggil salah satu make up artist dari luar ruangan sambil mengetuk pintu ruang ganti tersebut
“Ya!” jawab Isa sambil berjalan cepat ke arah pintu untuk membukakan pintu
“Apa kau tidak kesusahan memakainya?” tanya salah satu make up artist tersebut sambil menatap gaun yang sudah melekat dengan sempurnanya di tubuh Isa.
“Tidak! Sudah kukatakan, aku yang merancang busana ini. Akan terdengar keterlaluan jika aku tidak bisa mengaplikasikannya pada diriku sendiri” ucap Isa sambil tersenyum
Ketiga make up artist tersebut tertawa mendengar ucapan Isa. Sedangkan Isa hanya bisa tersenyum kikuk dan berpikir apakah baru saja dia melontarkan sebuah guyonan? Apa selera humor mereka yang rendah atau selera humor Isa yang terlalu tinggi?
“Isa?” panggil Debbie
“Ya?” tanya Isa sambil mengahlihkan pandangannya kea rah Debbie yang sedang berlari ke arah Isa.
“Kita harus bersiap – siap. Sebentar lagi acaranya akan dimulai” ucap Debbie
“Eh? Aku bahkan belum melatih cara berjalanku di cat walk!” protes Isa sambil mengernyitkan dahinya
“Kita tidak memiliki banyak waktu lagi” ucap Debbie tergesa – gesa sambil menarik tangan Isa agar Isa mengikutinya.
“Tapi… apa yang harus kulakukan nanti?” tanya Isa terkejut sambil mempercepat jalannya agar dia bisa berjalan beriringan dengan Debbie.
“Kau hanya perlu berjalan di atas cat walk”
“Hah? Apa sesimpel itu?” tanya Isa heran sambil memincingkan matanya
“Ya. Sesimpel itu!” ucap Debbie sambil tersenyum.
Isa memutar bola matanya dengan kesal, Debbie pasti tidak akan pernah membiarkan hidupnya tenang.
“Fighting!” ucap Debbie sambil mendorong tubuh Isa untuk ikut berbaris di barisan para model yang akan menghiasi lantai cat walk.
Isa tidak menjawab ucapan Debbie, dia terlalu gugup untuk menjawab ucapan semangat milik Debbie tersebut. Isa merasa bahwa ucapan semangat dari Debbie itu tidak membuat dirinya menjadi bersemangat, namun sebaliknya.
__ADS_1
Isa merasa tangannya sangat dingin dan jantungnya mulai berdetak dengan tidak normal. Isa sangat takut tentang apa yang akan dihadapinya sebentar lagi.
“Nona Isa, sebentar lagi adalah giliran anda” ucap staff koordinator para model kepada Isa.
Isa yang sedari tadi menutup matanya dan menggosok kedua telapak tangannya langsung membuka matanya dan menatap ke arah staff koordinator tersebut.
“Baiklah” ucap Isa sambil tersenyum kecil.
Isa menatap model – model yang sedang berbaris di depannya. Kini, tersisa 5 model lagi sebelum Isa. Isa tidak bisa menyembunyikan kegugupan dan rasa paniknya.
“Hei, semuanya akan baik – baik saja”
Saat mendengar seseorang berbicara kepadanya, Isa langsung mengedarkan pandangannya untuk mendapatkan si pemilik suara halus nan lembut itu.
“Aku disini. Di belakangmu” ucap wanita itu sambil memegang lembut pundak Isa.
Isa langsung membalikkan badannya dan mendapati seorang wanita feminim yang tengah tersenyum padanya.
“Ah… maaf” ucap Isa sambil tersenyum kikuk.
“Untuk apa kau meminta maaf? Seharusnya aku yang meminta maaf, aku sudah membuatmu binggung” ucap wanita tersebut sambil tersenyum
Saat melihat wanita tersebut tersenyum, Isa merasa sangat iri dengan kecantikan wanita itu.
Wanita itu memiliki wajah yang keibuan, tutur kata yang lembut, bentuk tubuh yang sempurna dan selera fashion yang elegan.
“Semuanya akan baik – baik saja. Percayalah padaku. Aku juga dulu sepertimu”
“Isa, bersiaplah! Sebentar lagi giliranmu!” ucap staff koordinator para model pada Isa.
Fokus Isa untuk berbicara dengan wanita itu langsung menghilang saat mendengar ucapan staff koordinator para model yang kembali membuat dirinya menjadi panas – dingin.
“Saat kau berada di atas cat walk nanti, anggap saja para penonton adalah fans yang sangat mengidam – idamkanmu” saran wanita itu sambil tersenyum lembut kepada Isa.
“Huh?”
“Terapkan pemikiran itu di otak dan hatimu sekarang juga. Hal itu akan sangat berguna untukmu. Aku bisa menjaminnya” ucap wanita itu sambil tersenyum kepada Isa.
“Isabelle Rose!” panggil staff koordinator para model
“Aku pergi dulu… eumh? Siapa namamu?” tanya Isa sambil berjalan maju dengan tatapan yang masih tertuju pada wanita tadi.
“Aurora” ucap wanita tersebut, Aurora, sambil tersenyum sumringah pada Isa.
“Naiklah!” perintah staff koordinator para model kepada Isa.
Isa menghirup dan menghembuskan napasnya dengan lamat – lamat.
“Kau pasti bisa Isa! Mereka semua adalah fansmu!” ucap Isa pada dirinya sendiri sambil menaiki tangga back stage yang langsung menuju ke panggung cat walk
“Go, girl!” ucap salah satu pemandu model yang sudah berada di back stage kepada Isa.
Isa tersenyum kecil kepada pemandu model tersebut.
Saat tirai terbuka, Isa menampilkan wajah datarnya yang berhasil memanipulasi semua orang. Dengan kepercayaan diri yang tinggi, Isa melangkahkan kaki jenjangnya ke atas lantai cat walk yang megah itu.
Saat berjalan, Isa memperhatikan sekilas umpan balik dari para tamu. Dan Isa bisa merasa tenang saat dia tidak mendengar salah satupun ucapan mengejek yang dilontarkan oleh para tamu tersebut.
Isa terus berjalan dengan professional, sampai pandangannya tidak sengaja bertabrakan dengan pandangan seorang pria yang tidak asing lagi.
Itu Luke!
Untuk apa dia berada disini?
Isa menelan ludahnya dengan kasar saat menyadari bahwa Luke menatapnya dengan tatapan yang dingin dan tak berperasaan. Isa tidak dapat menemukan kehangatan dalam kedua bola mata Luke.
Mereka beradu tatapan dalam seperkian detik, sampai akhirnya Isa mengahlihkan pandangannya dari Luke. Isa sadar, jika dia terus – menerus menatap Luke, kemungkinan besar Isa akan gagal dalam peragaan busana ini. Luke selalu saja berbahaya untuknya.
.
.
.
Halohaaa >_< ada yang sudah mendapatkan pencerahan tentang seseorang setelah baca part ini??? Kalau ada komen ya. Btw\, kalian suka Isa dan Luke yang mode romantis on\, mode intim on atau mode marah - marah on ^_^
**Like dan komen adalah vitamin cerita ini. Terimakasih sudah mau meluangkan waktu kalian untuk Isa dan Luke**
__ADS_1