I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Gosip


__ADS_3

Sesampai di rumah sakit, perawat langsung membawa Siska dengan brangkar menuju ruangan IGD.


"Apa yang terjadi, Bu?" tanya perawat kepada Adelia, sambil mendorong brangkar.


"Saya juga tidak tahu, dia habis bertengkar dengan salah satu rekannya dan tiba-tiba pingsan, saya lihat darah mengalir dari kakinya," jelas Adelia.


"Apa dia hamil?" tanya perawat lagi.


"Saya tidak tahu," sahut Adelia.


Begitu sampai di ruangan IGD, perawat membersihkan darah yang mengalir di kaki Siska dan dokter langsung memeriksa Siska.


"Sebaiknya dibawa ke dokter kandungan," perintah dokter yang menangani Siska.


Siska dibawa ke ruangan dokter obgyn. Dokter kandungan memeriksa Siska. Dia melakukan USG dan memberikan infus kepada Siska.


"Bersyukur bayinya masih selamat," ucap dokter kandungan yang memeriksa Siska.


"Jadi, dia benar hamil, Dok?" tanya Adelia. Dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Benar, dan menurut pemeriksaan saya kandungannya berusia lima minggu,"


"Apa?" Adelia masih tidak percaya, setahu dia Siska belum menikah.


"Dia tidak perlu dirawat, setelah siuman boleh pulang. Saya akan memberikan vitamin buat penguat janinnya," lanjut dokter.


"Ini silahkan, Ibu tebus resepnya." Dokter memberikan resep kepada Adelia.


Adelia menerima resep tersebut dan menebusnya. Dia menyuruh house keeper pria yang menolong Siska untuk kembali bekerja. Adelia yang akan menunggui Siska.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" Siska terbangun dan menatap langit kamar yang serba putih. Dan merasakan tangannya diberi infus.


"Kamu telah sadar, Sis?" Adelia mendekati Siska yang telah bangun.


Siska mengingat kejadian sebelum dia di sini.


"Ibu, maaf," pinta Siska. Pasti Adelia telah mengetahui kehamilannya.


"Tidak perlu dibahas sekarang ... bayi kamu baik-baik saja ... karena kamu telah sadar, saya akan panggil perawat dulu." Adelia memanggil perawat. Dan mengurus biaya berobat Siska.


Mereka menuju parkiran. Adelia mengantar Siska pulang.


"Istirahat saja dulu, jika besok kamu sudah merasa baikan, silahkan datang ke hotel," tawar Adelia.


"Sekali lagi, maaf telah merepotkan Ibu. Saya ... " Siska merasa bersalah dan tidak bisa meneruskan kalimatnya.


"Jika kamu belum siap menceritakannya. Nanti saja kamu jelaskan saat kembali bekerja." Adelia belum bisa memberikan keputusan terhadap kasus yang menimpa Siska.


"Jadi kamu telah menikah secara siri? Dan suamimu?" tanya Adelia untuk memastikan ucapan Siska.


"Benar, Bu ... namun saya dan suami terpaksa tidak tinggal bersama," jelas Siska.


"Apakah suamimu bekerja di luar kota?" tanya Adelia lagi.


"Tidak, Bu, hanya saja pernikahan kami di rahasiakan?" jelas Siska lagi.


"Siska ... Siska ... kamu tidak usah membohongi saya, jika kamu telah menikah ya sudah, saya tidak perlu tahu rumah tanggamu seperti apa ... saya belum bisa mengambil keputusan ... sebaiknya kamu istirahat saja dulu." Pikir Adelia mungkin Siska punya permasalahan sendiri yang tidak bisa dia ceritakan.


"Terima kasih, ibu memahaminya." Siska keluar saat Adelia telah berhenti di depan rumah Siska.

__ADS_1


Adelia meninggalkan Siska.


"Sis, kok udah pulang?" tanya Widia, saat melihat Siska turun dari mobil.


"Mama!" Siska bingung bagaimana menjelaskan tentang keadaan dirinya. Apakah Siska harus memberitahu Widia sekarang atau nanti saja? Saat kehamilannya tidak bisa ditutupi lagi.


"Sis!" panggil Widia lagi karena melihat Siska hanya berdiri dan melamun.


"Siska tadi tidak enak badan, Ma, makanya pulang diantar bu Adelia," sahut Siska.


"Kamu masih ... masuk angin?" tanya Widia lagi.


"Sepertinya, Ma ... Mama sendiri sedang apa?" Siska berusaha mengalihkan pikiran Widia dari sakitnya.


"Mama, hanya merapikan kebun kecil kita ini." Widia memang sedang membersihkan kebun kecil yang ada di rumah kontrakannya.


"Tapi ini tidak penting, yang penting kesehatanmu ... sebaiknya kita masuk ... Mama akan membuatkan teh dan menyiapkan makanan untukmu." Widia mendekati Siska.


"Terima kasih, Ma," ucap Siska.


"Sis, ada darah di betismu?" Beritahu Widia, saat melihat darah di betis Siska.


🍒🍒🍒


Apakah Widia akan tahu jika Siska hamil?


Bagaimana reaksi widia?


Pekanbaru

__ADS_1


061222


17.38


__ADS_2