
"Gak nyangka ya Cher, abang loe, suaranya keren banget." ujar Jenifer dengan kagum. Evan yang melihat Jenifer kagum dengan Cakra, menjadi waspada, dia kemudian menutup telinga Jenifer, agar tidak mendengar Cakra bernyanyi.
"Kakak, kenapa telinga aku ditutup?" ujar Jenifer sambil melepaskan tangan Evan dari telinganya.
"Agar, kamu gak dengar suara Cakra." Evan kembali menutup telinga Jenifer.
"Kakak.. cemburu ya?" tanya Jenifer dengan santai dia memeluk Evan sekilas.
"Siapa yang cemburu." wajah Evan merona merah. Dia memalingkan muka menutupi malu.
"Ngaku aja, aku senang kok." Jenifer menatap Evan dengan senyum manisnya. Evan menutup wajah Jenifer dengan tangannya.
Siska hanya menatap Cakra dengan sedih, kesempatannya benar - benar hilang karena lagu yang dibawakan Cakra adalah gambaran isi hatinya. Siska mengukai Cakra, saat dia memberikan sambutan dan meresmikan MOS saat itu, dia terlihat keren dan membuat Siska tak berkedip.
Siska sangat senang dapat kenal Cakra lebih dekat karena Cakra saudara laki - laki teman baru yang sekelas dengannya. Siska sangat senang jika berkunjung ke rumah Cheryl yang artinya dia akan bisa lebih lama bertemu Cakra, apa lagi Cakra selalu bergabung dengan mereka saat gadis - gadis tersebut kumpul di rumah Cheryl. Hanya saja Siska tidak mengetahui jika Cakra sering ikit kumpul karena ada Nabila.
Siska baru mengetahui jika Cakra menyukai Nabila saat Nabila didekatin Evan, ditambah saat Nabila jadian dengan Nathan, Cakra semakin memperlihatka bahwa dia menyukai Nabila.
Nabila memperhatikan pandangan Siska saat melihat Cakra, Nabila merasakan tatapan sedih dari Siska kepada Cakra. Kenapa Siska menatap bang Cakra seperti itu, batin Nabila.
Tepuk tangan dari penonton, setelah penampilan Cakra, membuyarkan lamunan Siska. Dia kembali berbaur dengan sahabat - sahabatnya.
Pemenang yang mendapatkan tiket pertama menjadi pangeran dari Cafe detektif adalah Rangga, dia meminta Cheryl menjadi pelayanannya sampai acara Festival Budaya selesai. Jadi tugas Cheryl hanya melayani Rangga, jangan kalian pikir Cheryl senang, dia justru lebih baik melayani seluruh siswa - siswi Sekolah Bina Harapan International ketimbang hanya melayani Rangga.
Begitu acara kembang api dimulai, entah bagaimana semua telah memghilang, menyisakan Cakra dan Siska.
"Eh, yang lain kemana ya bang?" Siska memberikan cofee late untuk Cakra, dia baru menyadari jika sahabat - sahabatnya telah menghilang, wajar jika Nabila dan Nathan, Evan dan Jenifer, sedangkan Cheryl dan Rangga karena permintaan Rangga yang memenangkan tiket pertama menjadi pangeran menurut Siska juga wajar, namun Maura dan Ferry?
"Tadi pada pergi semua, gak tau juga kemana?" balas Cakra sambik menyeruput cofee late pesanannya.
"Tega banget mereka ninggalin, gue." gerutu Siska, lebih kepada diri sendiri, hanya saja tetap terdengar oleh Cakra.
"Gak mungkin juga kamu, ikut mereka, emang mau jadi kambing congek kamu disana?" tanya Cakra, dia memain - mainkan ponselnya.
"Yah, ga mau juga sih bang." jawab Siska, dia melirik jam ditangannya, pukul sembilan lebih tiga puluh menit, sebentar lagi Festival Budaya berakhir.
"Cheryl, kenapa jadi ikut sama Rangga?" tanya Cakra, sambil memainkan ponselnya tanpa melihat kearah Siska.
Cafe Detektif, mereka design seperti mini bar bagi pengunjung yang ingin duduk langsung dekat pemesanan dan ada beberapa kursi juga untuk pengunjung yang ingin lebih privasi.
__ADS_1
"Kan Rangga, pemenang hadiah misteri dari Cafe Detektif, bang." balas Siska. Dia melirik Cakra yang masih sibuk dengan ponselnya.
"Lagian, kalian bikin program ada - ada saja." sungut Cakra.
"Itukan hasil kesepakatan bersama, bang." Siska mulai membereskan Cafer Detektif, dibantu yang lain juga.
Kembang api telah dinyalakan Siska dan Cakra menyaksikan dari Cafe Detektif. Teman sekelas Siska yang lain telah pamit duluan untuk pulang, karena rangkaian acara juga telah selesai.
Waktu menunjukan jam sepuluh lewat tiga puluh menit. Nabila dan yang lain belum juga muncul, Siska mengirim pesan ke group mereka.
- Kalian dimana?- Siska
-Sis, kalau mau pulang, duluan aja, gue diantar kak Evan - Jenifer
- Gue, udah jalan pulang, diantar kak Nathan - Nabila.
- Gue juga, diantar kk Ferry - Maura.
- Gue, juga uda jalan diantar kak Rangga, bilangin sama abang, gue, udah pulang, tadi Wa dia belum dibaca - Cheryl.
Dasar, ga bilang dari tadi kek, jadi gue, kan gaj perlu nunggu mereka, batin Siska, mana gue belum minta dijemput lagi.
"Bang, Cheryl, udah pulang sama kak Rangga." beritahu Siska kepada Cakra.
"Dia bilang udah Wa, abang, coba aja cek Wanya." lanjut Siska.
Cakra mencheck chat Wa dari Cheryl dan memang ada Cheryl menginformasikan bahwa dia pulang diantar Rangga.
"Yuks, bang." ajak Siska, Cakra beranjak dari kursi dan keluar bersama Siska. Siska mencoba menghubungi sopir untuk menjemputnya, Sekolah telah mulai sepi.
Mereka berjalan menuju parkiran. Cakra mengambil motornya, saat menghidupkan motor, Cakra melirik Siska yang sedang sibuk menghubungi seseorang.
"Gue, duluan ya, Sis." pamit Cakra, Siska hanya menganggukqn kepala.
Cakra meninggalkan Siska dan keluar gerbang Sekolah. Yah, si abang tega benar ninggalin gue sendirian, batin Siska. Karena tidak berhasil menghubungi sopirnya, Siska mencoba berjalan ke depan.
"Ayo naik." perintah Cakra, yang ternyata kembali lagi, dia melihat Siska yang sibuk menghubungi seseorang akhirnya tidak tega dan memutuskan untuk mengantar Siska pulang.
"Eh.." heran Siska.
__ADS_1
Cakra langsung nemakaikan helm kepada Siska. Siska naik motor Cakra. Jangan GR Siska, ini hanya demi kemanusian.
πππ
Hadeh kenapa la Si Cakra dan Siska mesti terjebak ya, kasihan Siska baperkan. Kemungkinan kisah Cakra dan Siska gak author buat mereka jadian disini, mungkin author akan buat karya baru tentang mereka. Giman
Selamat menjalankan ibadah puasa ya sayang - sayang author yang cantik.
Promosi hari ini karya INDAH WU dengan judul AKU MAFIA BUKAN BIDADARI. dari judulnya aja udah bikin penasarankan ya.
Sinopsis
Velia Selkova pergi ke negara lain untuk memulai kehidupan baru setelah dikhianati suaminya. Tak pernah disangka setelah tiba di negara tersebut dia mendapat musibah yang membuatnya menjadi seorang ketua mafia.
Terjun ke dunia gelap selama beberapa tahun membuatnya menemukan fakta yang mengejutkan tentang masa lalunya. Velia memutuskan kembali ke negaranya untuk mengungkap kebenarannya.
Deon Alexander yang terkenal sangat perfectsionis dan gila kerja memiliki saingan di yang tidak bisa dikalahkannya dengan mudah karena memiliki klan mafia yang cukup kuat. Pertemuannya dengan Velia Selkova membuat Deon Alexander ingin membuat kesepakatan.
cus langsung meluncur ya, dijamin seru, pasti kepo la kan, judulnya aja uda bikin gregetan.
seperti biasa aku mau tips dan hadiahnya ya, biar semangat updateπ
Please
LIKE
VOTE
KOMENT
and
FAVORITEkan ya.
juga follow akun ini dan ig ku ya : lady_mermad
saranghaeyo.
__ADS_1
gomawo
\= Lady_Mermad \=