
“Gue juga hormati keputusan loe, tapi jangan menyesal jika suatu hari cewek yang loe suka bukan gadis yang baik dan loe baru sadar bahwa Nabila yang terbaik buat loe, namun saat itu tiba dan Nabila telah menyukai orang lain, maka, loe jangan menyesal. Gue akan perjuangkan Nabila.” Tutup Cakra panjang lebar. Meninggalkan Nathan yang masih diam terpaku dengan kata – kata Cakra.
Nathan merasakan dadanya sesak mendengar perkataan Cakra, kenapa kata – kata cakra mempengaruhinya. Dia menarik nafas dan berucap dalam hati, gue tidak peduli, batinnya.
Nathan meninggalkan kelas dan menuju parkiran. Dia heran sepanjang jalan para siswa berbisik – bisik dan memperhatikannya dengan tatapan jijik. Nathan tidak menyadari bahwa video durasi pendek yang diambil siswa di perpustakaan telah viral.
Begitu sampai di tempat loker, Nathan kaget dengan lokernya yang dicoret dengan tulisan.
JAUHI DIA, DASAR COWOK CULUN GAK TAU DIRI.
Nathan hanya tersenyum, dasar kekanak – kanakan, pikirnya dan Nathan yakin ini ulah Evan dan genknya.
Dia meletakan buku dan kembali mengunci loker. Nathan bersiap - siap menuju parkiran, tiba – tiba seseorang melemparnya dengan balon yang berisi air, tepat mengenai pinggangnya.
Nathan memperhatikan sekeliling, namun dia tidak melihat si pelempar. Hanya ada beberapa gadis yang memperhatikan Nathan.
“Selera Nabila aneh banget.” Ucap gadis dengan cardigan merah.
“Iya, gue juga baru tau, gue aja gak selera lihatnya.” Ucap teman gadis itu, yang menyandang tas warna biru.
“Emang cowoknya siapa sih, di video kan gak terlalu jelas wajahnya karena membelakangi kamera.” Timpal gadis lainnya.
“Itu tuh orangnya.” Jawab gadis dengan cardigan merah sambil menujuk Nathan yang masih berdiri di lokernya. Nathan geram dengan perkataan gadis - gadis tersebut.
“Hah, dia?” tanya gadis tersebut tidak percaya.
“Loe, yakin itu cowoknya, gue aja gak selera lihat dia.” Lanjut gadis itu.
“Sama, gue juga gak.” Ucap gadis dengan tas biru, memandang Nathan dengan jijik dan meremehkan.
Nathan melihat dan mendengar perkataan pedas para gadis tersebut, dalam hatinya, ternyata Nabila benar – benar orang yang tulus.
“ Yakinlah, kan gue ada disana saat kejadian dan gue termasuk yang merekam kejadian tersebut.” Lanjut gadis bercardigan merah.
“Lihat aja penampilannya, gak banget, Nabila emang aneh, membuang berlian demi kerikil parit.” Sahut gadis tas biru.
“Dan kalian tau gak, dia ke Sekolah dengan motor butut.” Lanjut gadis ber tas biru.
“Hah.” Kaget teman – temannya.
“Ya ampun gak banget, amit – amit, jangan sampai gue dapat cowok kayak dia.” Ujar gadis ketiga, mengoyang – goyangkan bahunya tanda jijik.
“Benar, malu – maluin aja, gue yakin pasti gak akan ada yang mau naik motor dia.” Ucap gadis bertas biru lagi.
“Benar – benar mempermalukan Sekolah.” Balas gadis ketiga.
“Gue juga dapat info, kalau dia anak supir, ayahnya supir di keluarga NFL.” Beritahu gadis bercardigan merah kepada teman – temannya.
__ADS_1
“Kok bisa ya dia Sekolah disini?” tanya gadis ketiga.
“Sepertinya, majikan ayahnya yang mebiayai Sekolah dia.” Ujar gadis bercardigan merah.
“Owh, pantasan, kok bisa dia Sekolah disini.” Ucap temannya serempak.
"Iya secara yang Sekolah disinikan gak sembarangan orang." lanjut gadis bertas biru.
Mereka meninggalkan Nathan, Nathan kesal dengan yang terjadi hari ini, jika mereka laki – laki mungkin Nathan telah berkelahi dengannya.
Nathan menghempaskan pintu loker dengan kasar, melampiaskan emosinya.
Meninggalkan loker dan menuju parkiran, kekesalan Nathan semakin menjadi – jadi saat dia melihat ban motornya kempes dan dia yakin ini adalah kerjaan orang yang tidak menyukai bahwa dia adalah pria yang di sukai Nabila.
Nathan yakin jika ini kerjaannya Evan dan gangnya. Nathan mendorong motor keluar gerbang, Sekolah telah mulai sepi, bahkan mungkin hanya dia siswa yang tersisa. Nathan mengirimkan pesan ke Manager café bahwa dia tidak bisa masuk hari ini.
“Kenapa motornya, mas?” tanya pak Memet, satpam Sekolah.
“Baru kali ini, motornya mas bocor.” Lanjut pak Memet.
“Iya, pak, ada yang jahil ini.” Jawab Nathan datar.
“Diseberang sekolah ada itu mas bengkel terdekat.” Beritahu pak Memet kepada Nathan, dia kasihan dengan keadaan Nathan yang basah.
“Baju mas Nathan juga basah, kenapa?” penasaran dia dari tadi dengan keadaan Nathan yang menyedihkan. Menurut Pak Memet ini adalah hari tersial bagi Nathan.
“Seberang sekolah ya Pak?” Nathan memastikan informasi dari Pak Memet.
“Iya mas.”
“Terima kasih, Saya pamit Pak, takut kemalaman.” Jawab Nathan kembali ramah.
*****
Nabila sampai di rumah dengan perasaan sedih, dia mengguyur tubuhnya dibawah shower, meluapkan sedih hati dengan menangis, malu dan kecewa yang dia rasakan. Percuma punya wajah cantik dan populer, tidak menjamin bisa mendapatkan pria mana saja, batinnya.
Nabila merasa iri dengan gadis yang disukai Nathan, dia membayangkan seperti apa gadis tersebut, apakah dia gadis yang sering terlihat bersama Nathan? Nabila merasa gadis tersebut sangat beruntung karena disukai oleh Nathan. Hanya saja Nabila merasa heran kenapa gaids tersebut menolak Nathan?
Please deh Nabila, hanya kamu loh yang menyukai Nathan, cewek lain mana mau, suara author.
Nabila telah selesai mandi dan melihat ignya, semua isinya tentang penembakan Nabila kepada Nathan. Mereka mentag akun Nabila pada video pendek tersebut. Wajah Nabila terlihat jelas di video namun Nathan membelakangi kamera.
Dasar netizen, mulutnya pedas amat melebihi rawit setan, batin Nabila.
- Gue baru tau selera Nabila kayak gitu – tulis akun lina
- Gue aja gak selera loh, sama cowok culun itu, masa seorang Nabila, ah sudahlah – tulis akun Reni yang mentag ig Nabila.
__ADS_1
- Gak jaminan ya,cewek popular dan cantik bakalan bisa dapatkan cowok mana aja – tulis akun lain
- Malu banget itu Nabila, ditolak cowok culun –
- Benar, mau di kemanain tu muka -
- Kemaren ditembak cowok keren no 1 sekolah, nolak –
- Karma tu buat dia –
- Membuang berlian, demi batu parit -
- Untung dia tolak Evan, jadi Evan bisa buat gue –
- Gr loe –
- Kalian tidak tau apa – apa, jangan seenaknya menghujat orang – balas Maura
- Nabila orang yang tulus, dia gak kayak kalian – tulis Cheryl
- Kalian tidak mengenal Nabila dengan baik, maka jangn sok tau – balas Siska.
- Jangan sombong – tulis jenifer
Masih panjang lagi perdebatan di ig tersebut, Nabila senang sahabat – sahabatnya membela dan masih mempercayai Nabila. Bagaimana dengan kak Nathan ya? Batin Nabila, masih mencemaskan Nathan.
Dia ingin menghubungi Nathan namun dia belum memiliki nomor handphone Nathan. Nabila mencoba melihat mana tau ada ig Nathan di tag, ternyata tidak ada, sepertinya Nathan tidak memiliki ig, pikir Nabila.
Tiba – tiba masuk wa dari seseorang.
- Gue bisa bantu loe, biar gak malu di Sekolah -
♥️♥️♥️♥️♥️
Please
LIKE
KOMENT
VOTE
and
FAVORITE
Gomawo
__ADS_1
\= Lady_MerMaD \=