I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Bertemu Danil


__ADS_3

"Loe, sekolah di SMA Bina Harapan Internasional dulu. Sis?" penasaran Mila. Dia saat Danil memberitahu tentang SMA Bina Harapan Internasional langsung penasaran.


Mila tahu bahwa itu adalah salah satu sekolah elite yang ada di Jakarta.


"Iya, kenapa memangnya?" heran Siska.


"Loe, anak orang kaya?" tebak Mila.


"Itulah Mil, gue lupa, yang gue ingat keluarga gue cukup berada. Namun, suami gue bilang papa, gue udah bangkrut. Dan mungkin saja karena papa bangkrut, makanya gue bekerja sebagai house keeper di I-Shine," terang Siska. Setelah dia kait-kaitkan tentang benang merah kenapa dia bekerja, hanya itu alasan yang tepat bagi Siska.


"Gue, nggak tahu juga, karena loe, nggak pernah cerita, sih. Loe hanya bilang kerja demi membiayai hidup loe dan mama loe," ungkap Mila.


"Iya, dan sekarang gue, hidup sebatang kara," sedih Siska, mengingat orang tuanya yang telah tiada dan parahnya Siska tidak ingat dengan kematian ornag tuanya tersebut.


"Setidaknya loe, udah punya suami," ujar Mila.


"Loe, benar," sahut Siska.


"Ngomong-ngomong, Kakak tadi nyebut-nyebut nama Cakra, bukan CEO kita, 'kan?" canda Mila sambil tertawa.


"Ha." Siska hanya tersenyum.


"Tapi, loe, dulu, 'kan, pernah dipanggil sama pak Cakra, jangan-jangan loe, beneran kenal lagi?" terka Mila.


"Apaan, sih," tolak Siska, dia tidak menjawab pertanyaan Mila.

__ADS_1


"Ya udah, gue bentar lagi mau berangkat kerja. Loe, bawa motor sendiri, 'kan?" tanya Mila.


"Motor?" Seingat Siska dia tidak bisa membawa motor.


"Iya motor bebek yang loe, yang selalu, loe bawa ke hotel," ujar Mila.


"Oh, gue, nggak bawa, gue pake mobil online, aja," sahut Siska.


"Oke, gue cabut dulu. Selamat atas kehamilan dan pernikahan, loe," pamit Mila. Mereka melakukan ritual untuk berpisah, yaitu cium pipi kanan dan kiri.


Mila meninggalkan Siska sambil melambaikan tangan kepada Siska. Siska membalas lambaian tangannya.


Siska memesan mobil online untuk kembali ke apartment Cakra.


Siska masih memikirkan tentang kejadian yang menimpanya. Siska memasuki apartment. Mengganti pakaian dengan pakaian nyaman yang tadi dia beli.


"Baik-baik di dalam, ya, Sayang, hanya kamu milik mama," gumam Siska di perutnya.


Setelah lelah, Siska memutuskan untuk beristirahat. Pukul enam sore, Siska bersiap-siap untuk ke kampus. Dia telah rapi dan menunggu Cakra untuk mengantarnya ke kampus.


Tidak lama Cakra masuk ke dalam apartment.


"Sis!" panggil Cakra.


"Ya, Bang, Siska udah selesai." Siska keluar dari kamarnya.

__ADS_1


"Abang, mandi dulu, ya," ucap Cakra. Dia kemudian menuju kamarnya.


Cakra langsung menuju kamar mandi, Siska mengikuti Cakra ke dalam kamar, untuk menyiapkan pakaian bersih Cakra.


"Bang, masih ingat sama kak Danil? Teman sekelas Abang waktu SMA, bareng kak Nathan?" mulai Siska bercerita.


Cakra yang sedang menyiram tubuhnya menjadi terhenti. Cakra ingat, Danil yang dulu naksir dengan Siska zaman Sekolah. ( bagi yang lupa, bisa cek bab wisuda )


Cakra mempercepat mandinya. Apa Siska izin keluar tadi karena ingin bertemu Danil. Awas saja, jika Siska berbuat macam-macam.


Cakra keluar dari kamar mandi dan langsung membalikan tubuh Siska yang sedang menata pakaian Cakra diatas kasur.


"Kamu janjian bertemu Danil?" tuduh Cakra.


🍒🍒🍒


Sambil nunggu aku update, yuks mampir ke karya teman author ya!


...SUAMI KEDUA...


...( TRADISI KELUARGA SUAMIKU )...



Pekanbaru

__ADS_1


121222


17.42


__ADS_2