I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Kompromi


__ADS_3

"Dasar brengsek!" maki Mila. Dia bersiap menampar Danil lagi. Akan tetapi, Danil dengan sigap memegang tangan Mila.


"Apakah dengan menamparku, kamu akan merasa senang dan semua yang terjadi bisa kembali?" ucap Danil.


Mila menurunkan tangannya, dia kembali menaiki ranjang dan menangis.


"Aku telah hancur!" histerisnya memukul-mukul kasur.


"Maaf, Mil. Aku akan bertanggung jawab, aku akan menikahimu, kalau perlu hari ini juga," bujuk Danil, dia mengusap-usap rambut Mila dan mencium puncak kepalanya.


Ah sial, maki Danil saat asetnya mengeras hanya karena dia menyentuh Mila. Apa yang terjadi dengannya?


Danil bukanlah pria yang gampang tersulut gairah. Sebelumnya dia masih baik-baik saja. Bahkan di depan Siska, si cinta pertamapun, dia biasa saja. Ini kenapa dengan Mila, dia jadi seperti ini. Danil bukan perjaka, dia telah mencoba beberapa wanita. Apa karena Mila perawan dan dia mendapat karma?


Mila berpikir, semua telah terjadi dan tidak bisa kembali lagi. Dia harus berkompromi dengan perasaannya yang telah hancur. Berkeraspun tidak ada gunanya, perawannya tidak akan bisa dikembalikan. Satu-satunya cara adalah memang Danil harus bertanggung jawab dan menikahinya. Enak saja Danil telah menikmati tubuhnya kemudian hidup melajang dan tenang. Tidak akan, Mila membiarkannya.


"Tasku, di mana tasku?" tanya Mila. Dia ingat bahwa dia tidak pulang dan itu akan membuat adik-adiknya cemas.


Danil ingat saat dia membekap Mila, tas tersebut jatuh di depan pintu masuk apartment. Danil ke luar dan mengambilnya, kemudian kembali dengan tas Mila.


"Ini," tunjuk Danil kepada tas Mila. Mila mengambilnya dan mengeluarkan ponselnya menghubungi salah satu adiknya.


"Mbak, kenapa tidak pulang?" cemas Mia, adik kembar Mila yang perempuan.


"Mbak, lembur dan pekerjaan sangat banyak, maaf Mbak, lupa mengabari kalian. Kamu dan Malik, bisa pergi Sekolah naik ojek aja, ya," suruh Mila.


"Bisa, Mbak, kalau begitu kami berangkat dulu," pamit Mia, menutup telepon.


"Sudah jam enam lewat lima belas, aku harus segera bekerja," ucap Mila. Dia kembali turun dari ranjang dengan tergesa-gesa. Danil hanya menatap tingkah Mila yang menurutnya sangat lucu.


"Ah, sakit." Mila membungkukkan tubuhnya karena merasa sakit di bagian bawahnya. Danil dengan sigap memegang Mila.


"Apa perlu aku panggilkan, dokter?" tawar Danil.


"Tidak usah," tolak Mila. Yang benar saja, dokter harus memeriksanya hanya karena perawannya telah terenggut. Hal itu akan justru membuatnya malu dan membuka aib sendiri.

__ADS_1


"Kalau begitu makan sarapannya dulu," bujuk Danil.


"Tidak aku telah terlambat, aku akan mandi, mana pakaiaanku?" tanya Mila, dia mencari pakaiannya. "Kenapa? Pakaiaanku menghilang?" heran Mila.


"Maaf kemejamu.telah robek," sesal Danil. "Sebaiknya kamu tidak.masuk kerja mengingat kondisimu," bujuk Danil.


Mila baru menyadari bahwa memang tidak mungkin di pergi kerja karena dia pasti harus mengganti baju ke rumah, sementara dia telah terlambat.


Akhirnya Mila mengirim pesan kepada Adelia, supervisornya, bahwa dia tiba-tiba sakit pagi ini dan tidak masuk kerja.


"Aku akan mandi, berikan handuk." Mila beranjak dari ranjang. Dia mengulurkan tangan agar Danil memberikan handuk padanya.


Danil membuka lemari dan mengambil handuk bersih untuk Mila. Mila mengambilnya dengan kasar dan menuju kamar mandi.


Danil mencaritahu toko pakaiaan wanita yang bisa delivery. Setelah mencari tahu, akhirnya Danil menemukannya, dia melihat etalase yang ditampilkan. Memilih pakaian yang cocok untuk Mila. Saat memilih ukuran, Danil bingung sendiri, dia mengambil pakaian kotor Mila.


Ternyata S, pantasan dia kecil sekali?


Danil memilih beberapa potong pakaiaan dan pakaiaan dalam. Setelah itu dia memberikan note agar diantar cepat.


Mila menggeleng-gelengkan kepalanya, itu tidak mungkin, orang yang hidup sederhana sepertinya tidak akan menang melawan Danil. Jadi memang menikahi Danil jalan satu-satunya yang harus dia tempuh.


Semoga asetnya tidak akan pernah bangun kecuali denganku, agar dia tidak sembarangan menodai gadis lain maupun bermain dengan wanita lain! Mila mengutuk Danil.


Dia tidak boleh menyerah. Danil salah berurusan dengannya. Mila mengulang mandinya, entah itu mandi yang keberapa, dia pun tidak tahu lagi. Mila melirik bathtube, mungkin dia harus berendam agar sedikit rileks. Mila pindah dan mulai berendam. Lelah berpikir, dia tertidur di dalam bathtube.


Danil heran karena Mila terlalu lama mandi. Namun, Danil tidak mau pula untuk mengetuk pintu kamar mandi. Dia sadar pasti Mila merasa sangat kotor. Danil benar-benar kesal dengan teman-temannya.


Danil membuka spreinya dan melihat noda darah di sana. Dia semakin merasa bersalah. Petugas pembersih rumahnya datang. Wanita berusia sekitar empat puluh lima tahun itu heran saat melihat Danil masih ada di kamarnya. Biasanya jam segini Danil tidak ada di apartment lagi.


"Tuan, tidak ke kantor?" tanyanya ramah.


"Tidak, cepat pasang sprei baru," perintah Danil. Petugas sedikit heran karena spreinya sudah tidak ada lagi.


Dia mengerjakannya dengan cepat. Setelah bersih dan mengambil pakaian kotor. Danil menyuruhnya untuk segera pergi saja. Biasanya petugas akan membersihkan semuanya. Meskipun heran. Akan tetapi, petugas tersebut tidak punya keberaniaan. Jadi, dia hanya menuruti perintah tuannya. Keluar dari apartment Danil.

__ADS_1


Petugas pengantar pakaiaan Mila membunyikan bel, saat petugas pembersih ke luar. Danil membuka pintu dan mengambil pesanannya. Tidak lupa. Danil memberi tips kepada petugas tersebut. Danil membawa kantong belanjaan ke kamar. Ini telah berlalu lebih dari dua jam. Danil khawatir, dia harus melihat apa yang dilakukan Mila. Jangan sampai Mila bunuh diri di kamar mandinya?


"Mil!" panggil Danil. Dia mencoba memanggil dan mengetuk pintu kamar mandi beberapa kali. Namun, tidak ada respon dari dalam, hal itu semakin membuat Danil menjadi cemas.


Danil mencoba mengetuk lagi kali ini sedikit keras. Namun, masih belum ada sahutan dari dalam. "Mil, Mila!" panggil Danil entah yang keberapa.


Danil mencoba membuka pintu, bersyukur tidak terkunci. Danil mengintip sedikit, memastikan bahwa Mila baik-baik saja.


"Mila!" teriak Danil saat melihat tubuh Mila terendam di bathtube. Danil langsung berlari menuju sana. Dia mengambil handuk dan membuang air bathtube kemudian membungkus tubuh bugil Mila. Danil menggendong tubuh mungil itu ke kamar dan membaringkannya di ranjang.


Danil memeriksa nafas Mila, syukurlah dia masih bernafas. Danil mengambil selimut baru di dalam lemari dan menyelimutkannya, agar Mila tetap hangat. Danil menggosok-gosok tangan Mila, menyalurkan hangat tubuhnya.


Danil melihat Mila semakin menggigil, tidak ada cara lain, Danil harus memeluknya, agar Mila tetap hangat.


"Bangunlah, apa aku harus memanggil dokter?" tawar Danil. Dia berbisik di telinga Mila.


πŸ’πŸ’πŸ’


Ini kejadian sehari setelah Siska siuman ya,.


Dah sampai situ saja kisah Mila dan Danil🀭


Lanjut Siska dan Cakra, karena akhir bulan ini mau di tamatkan paling lambat awal bulan dink.


Jangan lupa nyawer ya besties. Ntar kalo sempat aku up lagi satu bab.


Sambil nunggu cus mampir ke karya trman author ya, wajib πŸ”ͺπŸ”ͺ


...I AM NOT A FLOOZY...



Pekanbaru,


291222

__ADS_1


15.11


__ADS_2