I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Extra Part 3


__ADS_3

Hari yang ditunggu akhirnya datang, Alex akan menembak Nabila. Felix dan teman - teman Alex yang lain juga telah berada di Cafe yang sama duduk di meja yang tidak jauh dari meja yang dipesan Alex, sehingga mereka bisa mendengar jawaban Nabila nantinya. Mereka menunggu, apakah Alex berhasil menjadikan Nabila, si gadis kuno sebagai pacarnya.


Selesai pelajaran terakhir, Nabils menuju Cafe, dia telah menerima pesan dari Alex, bahwa ada yang ingin Alex katakan.


Alex melambaikan tangan kepada Nabila, memberitahu bahwa dia telah berada di Cafe. Nabila mendekati Alex dan duduk di depan Alex. Posisi Nabila membelakangi pintu masuk Cafe.


Mereka memesan makanan, Alex telah menyiapkan bunga untuk memuluskan rencananya menembak Nabila. Mereka makan dan mengobrol ringan.


Tiba - tiba seseorang memegang pundak Nabila dan mengecup pipi Nabila. Nabila kaget, Alexpun kaget dan segera bersiap memukul orang tersebut, namun di tangkis oleh si pria, hampir saja terjadi baku hantam jika Nabila tidak memegang si pria.


"Kakak? Kapan datang? kok gak kasih kabar?" pertanyaan beruntun dari Nabila membuat Alex heran, kenapa Nabila mengenal pria tampan yang tidak sopan tersebut.


Pengunjung juga heran kenapa ada pria tampan yang mencium si gadis kuno? Apa itu saudaranya, tapi tidak mungkin? Pacar apalagi?


"Kak Alex, tenang, ini kak Nathan, kak kenalkan, kak Alex, senior yang sering bantuin aku." Nabila memperkenalkan mereka.


"Nathan, su..." Nabila langsung menyikut Nathan, agar tidak melanjutkan kata - katanya.


"Pacar Nabila." lanjut Nathan. Alex merasa salah dengar, tidak mungkin Nabila memiliki pacar setampan ini. Melayang sudah mobilnya. Alex melirik Felix yang tersenyum karena sudah dapat dipastikan bahwa dia akan kehilangan mobilnya. Tidak akan mungkin dia menang melawan Nathan.

__ADS_1


"Jadi, kamu telah punya pacar? Sia - sia aku menolongmu, menghabiskan waktu ku saja, dan kau apa bagusnya gadis kuno ini." ucap Alex dengan pedas.


Nathan tidak terima Alex menghina istrinya, bersiap melayangkan tinju, namun ditahan oleh Nabila.


"Tidak usah dilayani kak." Nabila juga sakit hati, tapi dia tidak mau Nathan sampai berkelahi, hanya akan menambah masalah. Nabila hanya ingin tenang kuliah.


"Silahkan bayar pesanan ini. Tidak sudi aku membayarnya." Alex, melangkan meninggalkan Cafe. Diikuti oleh Felix dan teman - temannya yang lain.


"Dasar kere." gerutu Nathan.


Pengunjung melihat drama tersebut, mereka juga heran dan tidak percaya jika pria tampan adalah pacar si gadis kuno?


Nathan kembali duduk di samping Nabila.


"Kangen kamu, beb." bisik Nathan.


"Kok kakak gak bilang kalau ke Indonesia?" sewot Nabila.


"Aku hanya ingin memberimu kejutan. tapi justru aku yang dibuat terkejut, kenapa masih ada cowok yang mau dekatin kamu?" heran Nathan. Padahal dia telah mengamankan Nabila dari pria yang bakalan mendekatinya karena kecantikan Nabila.

__ADS_1


"Nabil, juga tidak percaya jika kak Alex berniat jelek." jawab Nabila.


"Apa sebaiknya kamu aku bawa ke Oxford aja?"


"Jangan aneh - aneh, kita sudah sering membahasnya." bibir Nabila cemberut.


"Jangan gitu, nanti aku gak tahan." bisik Nathan lagi melihat bibir Nabila yang cemberut.


"Eh. kak Nathan, kapan sampai?" tanya Siska yang baru memasuki Cafe dan langsung duduk di depan mereka.


"Sekitar satu jam yang lalu dan langsung ke sini." balas Nathan.


"Baru selesai, Sis?" tanya Nabila.


"Iya." Siska memanggil pelayan dan memesan makanan mereka.


Selesai makan Nathan langsung membayar semua pesanan. Mereka menuju parkir. Nabila menawarkan untuk mengantar Siska pulang.


πŸ’πŸ’πŸ’

__ADS_1


Dasar Alex, gak tau apa kalau Nabila cewek populer saat SMA. juga semua pengunjung, Nabila lebih cantik dan modis loh daripada kalian🀭 ya kan?


__ADS_2