I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Nabila Minder


__ADS_3

“Kak bisa bicara.?” Tanya gadis itu malu – malu.


“Bicara aja, belum ada larangan tidak boleh bicara di Sekolahkan?” Jawab Nathan datar.


“Tapi gak disini kak.” Gadis tersebut langsung menarik tangan Nathan, agar mengikutinya, dan menjauh dari Cakra.


“Eh, mau dibawa kemana itu.” Ledek Cakra.


“Disini saja.” Ucap Nathan berhenti tidak jauh dari tempat semula.


Gadis tersebut mengeluarkan surat dan memberiakannya kepada Nathan.


“Apa ini?” tanya Nathan tidak bersahabat.


“Surat cinta kak.” Jawab gadis tersebut polos, menyerahkan sepucuk surat kepada Nathan.


“Masih ada zaman sekarang.” Sarkas Nathan, tanpa mau menerima surat tersebut.


“Saya tidak suka, bilang aja langsung inti isinya.” Perintah Nathan, mengaibaikan surat yang masih disodorkan kepadanya.


“Saya suka sama kakak dan saya bersedia jadi pacar kak Nathan.” Ucap gadis tersebut malu – malu.


Nabila yang kebetulan lewat disana memandang dan mendengar ucapan gadis tersebut yang menyatakan cinta kepada Nathan. Nabila memandang dengan perasaan sedih. Baginya Nathan bukanlah jangkauannya dan dia sadar diri karena ayahnya bekerja di perusahaan keluarga Nathan.


Nabila juga malu pernah mengancam Nathan dengan menakut – nakutinya akan melaporkan kepada keluarga NFL, agar Nathan mau mengantarnya pulang.


Nathan yang melihat Nabila memandangnya dengan sedih, merasakan perasaan lain dihatinya. Kenapa aku menjadi kasihan melihat tatapannya itu, batin Nathan.


Nabila mempercepat langkahnya karena tidak mau mendengar jawaban Nathan. Namun Cakra menghentikannya, dan mengajak Nabila jalan bersama menuju kelas. Membuat Nabila tetap mendengar jawaban Nathan.


“Maaf, aku tidak bisa, karena ada gadis yang ku sukai.” Jawab Nathan dan meninggalkan gadis itu.


Nabila semakin sedih mendengar jawaban Nathan, ternyata Nathan masih menunggu Laudya. Cakra melihat Nabila meneteskan air matanya.


“Loe gak pa – pa kan Nab?” tanya Cakra, dia memberikan tisu kepada Nabila.


Cepat – cepat Nabila mengusap matanya dengan tisu pemberian Cakra.


“Terima kasih kak, Nabila gak pa – pa.” Jawab Nabila.


*****


“Nab, asli gue masih gak percaya dengan kejadian kemarin?” ucap Maura antusias.


“Sama gue juga.” Balas Siska.


“Kalau dia seperti penampilan sekarang dan ternyata gak kalah sama kak Evan, kita setuju loe sama dia Nab.” Ucap Jenifer senang.


“Atau loe, emang udah tau, kalau kak Nathan anak pemilik NFL Company ya, secara bokap loe kan kerja disana.” Lanjut Jenifer seperti menuduh.


“Loe kok ngomong gitu Jen, sama aja loe kayak cewek – cewek lain yang menghujat Nabila kemarin.” Marah Cheryl, melotot kepada Jenifer.

__ADS_1


Nabila hanya diam, dia masih menata hati untuk mulai melupakan Nathan dan menghilangkan perasaannya kepada Nathan.


“Siapa orangnya Cher, biar gue pites tu yang punya mulut.” Geram Maura, melindungi temannya.


“Ni salah satunya depan loe.” Sindir Cheryl.


“Maaf Cher, Nab.” Tunduk Jenifer.


“Loe kok diam aja Nab, Ya ampun Nabila.” Ucap Siska yang melihat Nabila meneteskan air matanya.


Siska langsung memeluk Nabila dan membiarkannya menangis dipelukannya.


“Loe kenapa Nab, loe gak pa – pa kan? Ujar Cheryl juga merangkul Nabila yang sedang duduk.


“Gue minta maaf Nab, loe jangan nangis lagi ya.” Bujuk Jenifer, dia juga mensekati Nabila dan mengusap punggung Nabila.


Semua membiarkan Nabila menangis, agar perasaannya lebih lega. Setelah tenang.


“Gue akan mencoba melupakan kak Nathan, gue menyerah.” Ucap Nabila dengan senyum yang dipaksakan.


“Kenapa Nab?” tanya Maura.


“Kalian lihat sendiri, kak Nathan bukan tandingan gue, dia terlalu jauh dari jangkauan gue, saat dia yang kita kira hanya pria berpenampilan biasa dan anak seorang supir saja, dia tidak menyukai gue, apalagi sekarang, dan saingan gue banyak banget.” Jelas Nabila lagi.


“Iya juga ya.” Ucap Cheryl.


“Eh, bisa aja Nab, dia bukan anak pemilik NFL Company, siapa tau tuan Nino hanya membantunya.” Ucap Siska menenangkan hati Nabila.


“Betul Nab, kita kan belum menyelidikinya.” Tambah Maura.


Nabila kemudian menceritakan pembicaraannya dengan ayahnya.


Flash back on


Saat makan malam di rumah Nabila.


“Kenapa, bil, kok kayak gak semangat gitu makannya?” tanya Miranda, mami Nabila.


“Bil.” Panggil Miranda lagi. Karena merasa putrinya melamun.


“Nabil, ada apa.?” Kali ini papi Nabila yang bertanya.


“Eh, ya, kenapa mi, pi?” ucap Nabila, kikuk.


“Papi tau anak keluarga NFL?” tanya Nabila tiba – tiba, membuat papinya bingung, namun dicuekannya saja.


“Ya tau lah Bil, kan papi kerja disana, pak Nino, orang yang baik dan atasan yang tegas, pantasan dia membuat perusahaan berkembang pesat. Mereka memiliki dua anak, yang pertama bernama Nadine Felisha Lathif, yang kedua Nathan Fernando Lathif. Nathan Sekolah ditempat yang sama dengan kamu loch sayang.” Jelas Teguh, papi Nabila.


“Kenapa kamu bertanya tentang keluarga tempat papi bekerja Bil?” tanya Miranda lagi.


“Gak ada mi, Tadi Tuan Nino ke Sekolah, jadi Nabil penasaran aja.” Elak Nabila.

__ADS_1


“Tapi keluarga itu sempat mengalami kesedihan saat Nathan kelas 4 SD, dia pernah diculik, makanya anak – anak keluarga NFL tidak pernah terpublish, demi menjaga mereka dari orang – orang yang berniat jahat terhadap mereka.” Tambahan Teguh.


Apa karena itu kak Nathan menyembunyikan identitasnya?


Flash back off


Nabila mengakhiri ceritanya.


“Ya gak pa – pa lah Nab, jadi yang kemarin ngeremehin loe yang suka ama kak Nathan, bisa lihat bahwa pilihan loe gak salah.” Ucap Maura.


"Iya, sekarang mereka tuh yang sibuk ngejar- ngejar kak Nathan, dasar." sewot Cheryl.


“Loe gak ingat Ra, kak Nathan pernah bilang agar gue bergaul dengan yang selevel gue, itu artinya dia menganggap gue bukan level dia, emang kemarin gue nyangka dia merasa gak selevel dengan kita, tapi sekarang.” Nabila menggantung ucapannya, namun sahabat – sahabatnya mengerti maksud Nabila.


“Jadi loe minder Nab?” tanya Cheryl.


“Iya.” Balas Nabila singkat.


“Terus, rencana loe sekarang apa Nab?” tanya Siska.


“Ya gak ada, gue coba menjauh dan mulai melupakan perasaan gue buat kak Nathan aja.” Nabila memaksakan diri untuk tersenyum.


“Kok loe nyerah gitu aja Nab, bukannya kemarin loe mau perjuangkan kak Nathan selama cewek itu belum menjadi pacar kak Nathan.” Bujuk Maura.


“Sekarang keadaannya berbeda Ra.” Jelas Nabila.


“Tetap aja ini perasaan Nab.” Balas Jenifer.


“Jeni benar Nab, ini perasaan loe, gak ada hubungannya dengan kekayaan kak Nathan, lagian, kami tau persaan loe sama dia tulus Nab.” Nasehat Siska.


“Betul Nab, loe lihat aja, cewek yang akhir – akhir ini ngagumin kak Nathan, gak tulus, kemarin kemana saat kak Nathan dengan penampilan culun dan hanya anak seorang supir.” Tambahan Cheryl.


“Terus gue bisa apa, kalian tau sendiri, emang kak Nathannya juga gak suka sama gue. Please kalian dukung dan bantu gue lagi buat move on.” Ucap Nabila memohon pengertian dari sahabat – sahabatnya.


“Ya udah deh Nab, kita menghormati keputusan loe kok.” Ucap Siska lagi.


Mereka kasihan dengan Nabila, namun tidak bisa berbuat apapun untuk menolongnya karena Nabila sendiri yang menyerah dan merasa minder.


♥️♥️♥️♥️


Please


LIKE


KOMENT


VOTE


and


FAVORITEkan ya.

__ADS_1


Gomawo


\= Lady_MerMaD \=


__ADS_2