
“Sebenarnya, apa yang terjadi, Nab?” Cakra hanya perlu penjelasan dari Nabila.
“Apa yang diinfoin Nathan, benar? kalian udah jadian?” tanya Cakra, dia menatap mata Nabila tajam, masih berharap yang dibilang Nathan hanya kebohongan.
“Sekali lagi, Nabil, minta maaf, bang. Nabila menyukai kak Nathan dan benar kami telah jadian, jadi sandiwara kita pura – pura pacaran tidak diteuskan lagi.” Nabila memberanikan diri untuk mengatakan kepada Cakra.
Jadi Nabila dan Nathan benar – benar telah jadian, batin Laudya yang mencuri dengar pembicaraan Nabila dan Cakra.
“Semoga kamu bahagia, namun jika Nathan menyakiti mu, aku akan berjuang untuk mendapatkan mu” Ucap Cakra mencoba menerima, namun masih setengah hati.
Jadi benar, bang Cakra, menyukai gue, batin Nabila. Tiba – tiba seorang cowok berlari dan menabrak Nabila membuat Nabila memeluk Cakra. Moment itu langsung dimanfaatkan oleh Laudya, dia mengambil foto saat Nabila memeluk Cakra.
Ternyata gue, masih punya kesempatan untuk memisahkan Nabila dan Nathan, senyum Laudya licik. Dia pergi meninggalkan mereka.
“Maaf bang.” Nabila menjauhkan diri dari Cakra.
“It’s okey, loe, gak pa – pa kan?” tanya Cakra.
"Iya, Nabila gak pa - pa, bang." jawab Nabila.
Nabila pamit kembali ke ke kelas.
Kenapa gue, gak tanya bang Cakra aja ya? Nabila menoyor kepalanya sendiri, ya udah deh, kirim pesan ke kak Nathan aja.
Nabila memforwardkan foto – foto yang dikirim Maura kepada Nathan, dan bertanya siapa cewek ini kak?
***
Nathan bangun dari tidurnya karena mendengar pesan masuk, notifikasi pesan hanya berbunyi jika itu dari keluarganya atau Nabila. Nathan langsung terduduk begitu melihat Nabila mengirim foto – foto dia bersama Nadine, apa karena ini Nabila tidak mau bertemu dengannya kemarin? Nathan sudah bisa menebak bahwa Maura atau Jenifer yang mengirimkan ini kepada Nabila.
Nathan memaksakan bangun, menuju kamar Nadine, tanpa permisi dia membuka kamar Nadine, Nadine yang tengah sibuk dengan handphonenya, mencuekan kehadiran Nathan.
“Gara – gara loe ni, kak.” Serang Nathan.
“Maksud loe? Tiba – tiba nuduh gue, apa? Udahlah gak ketok pintu, marah – marah lagi. Emang udah sembuh?” tanya Nadine.
Nathan memberikan handphonenya kepada Nadine dan Nadine melihat foto – foto mereka.
“Terus, apa yang salah dari foto kita.” Cuek Nadine, melanjutkan membaca Noveltoon dari handphonenya.
“Pacar gue, jadi salah paham.” Kesal Nathan.
__ADS_1
“Ya udah, sini, gue teleponin cewek loe.” Nadine mengambil handphone Nathan.
Dia mencoba menghubungi Nabila, namun tidak diangkat.
“Gak diangkat.” Beritahu Nadine.
“Mungkin udah masuk kelas lagi.”
“ Ya, udah loe ke Sekolah gue deh, jelasin ke Nabila.” Perintah Nathan.
“Sekarang?” tanya Nadine polos.
“Gak, tahun depan, ya iyalah, jadi pas loe nyampe, anak – anak udah pulang.”
Dengan terpaksa Nadine bersiap – siap ke Sekolah Nathan untuk menjelaskan kepada Nabila.
****
Nadine telah sampai di Sekolah Nathan, dia menunggu Nabila, untung gue masih ingat wajah ceweknya, batin Nadine. Tidak lama bel pulang berbunyi, Nadine keluar dari mobil dan memperhatikan satu persatu siswa perempuan. Nama pacar Nathan siapa ya? Nadine menghubungi Nathan.
“Gila loe ya, nyuruh ke sekolah nyari cewek loe, namanya aja gue gak tau.” Cerocos Nadine begitu telepon diangkat Nathan.
“Nabila, namanya Nabila.” Telepon langsung terputus, Nathan heran, emang dia tau wajah Nabila? Nathan mengirimkan foto profil Nabila kepada Nadine, namun belum dibaca.
“Nabila.” Tegur Nadine ramah.
Maura dan Jenifer yang mengenali si cewek adalah cewek yang bersama Nathan kemarin langsung memelototin Nadine, dalam pikiran mereka, apa Nabila akan diserang?
Nabila juga ingat wajah cewek didepannya ini adalah cewek yang fotonya dikirimkan Maura. Nabila mencoba bersikap tenang.
“Ya.” Jawab Nabila, mereka menghentikan langkah.
“Bisa kita bicara sebentar?” tanya Nadine.
“Mau bicara apa?” sewot Maura, gayanya udah seperti akan melabrak Nadine.
Nadine hanya tersenyum, dia ingat ini adalah cewek yang menyapa Nathan kemarin.
“Ada yang harus, saya jelaskan kepada Nabila.” Nadine berusaha menahan senyum melihat tingkah remaja ini.
“Oh, maaf, saya lupa memperkenalkan diri, saya Nadine, kakak Nathan.” Nadine mengulurkan tangan kepada Nabila. Nabila membalasnya, wajah Nabila langsung memerah karena malu, begitu juga Maura dan Jenifer.
__ADS_1
“Benar, kakak, saudara kak Nathan?” tanya Jenifer.
“Iya.”
Nabila ingat nama yang diberitahukan papinya tentang nama anak - anak keluarga NFL dan Nathan memang memiliki saudara perempuan.
“Oh, maaf kak.” Ucap Nabila merasa tidak enak.
“Jadi, kedatangan gue kesini, karena terpaksa.” Mulai Nadine, dia tidak bicara formal lagi. Hal itu membuat Nabila risih, dia tau arah pembicaraan Nadine.
“Jadi, ada gadis, yang membuat adik gue, maksa – maksa gue, kesini buat jelaskan kesalah pahaman.” Lanjut Nadine lagi.
“Iya kak, Nabil paham, gak usah diterusin. Nanti kalau ketemu kak Nathan, Nabil jelasin.” Nabila masih menyangka, jika Nathan masuk Sekolah hari ini dan belum keluar kelas.
“Ya udah, loe ikut, gue ke rumah ya.” Nadine langsung menarik tangan Nabila, mengajaknya pergi.
“Eh, kenapa ke rumah kak?” bingung Nabila.
“Iya, Nathan lagi sakit, jadi gak Sekolah.” Beritahu Nadine.
Sahabat – sahabat Nabila, hanya pasrah Nabila dibawa.
🍒🍒🍒
Follow ig ku ya : Lady_Mermad
serta akun Noveltoon ini.
Mampir juga kecerita ku yang lain "UNEXPECTED MARRIAGE " udah tamat dan hanya 66 bab.
Please
LIKE
VOTE
KOMENT
and
FAVORITEkan ya.
__ADS_1
Gomawo
\= Lady_MerMaD \=