
Di rumah Nathan.
“Kok baru pulang Nath?” tegur Nayla. Mereka sekeluarga sedang berkumpul di ruang nonton, kecuali Nathan.
“Loe, hujan – hujanan, masa kecil kurang bahagia ya?” ledek Nadine.
“Ya, ampun Nathan.” Teriak Nayla, mendekati putranya, dia baru menyadari jika Nathan pulang dalam keadaan basah kuyup.
“Bukannya kamu bawa mobil?” ucap Nino menimpali.
“Iya, Cuma pengen main hujan aja.” Jawab Nathan asal. Dia langsung menuju kamar.
****
Nathan berusaha bangun dari tidurnya, namun dia merasa kepalanya pusing dan badannya panas. Nathan kembali merebahkan badan, dan tertidur kembali.
“Nad, coba kamu lihat adik mu, kok belum turun sarapan juga, jangan – jangan dia ketiduran.” Perintah Nayla kepada Nadine.
Dengan malas Nadine ke kamar Nathan, kebiasaan Nadine masuk tanpa permisi. Dia melihat Nathan masik meringkuk diatas Kasur dengan selimut yag hampir menugupi semua tububnya..
“Woi, Nath, bangun udah jam 6.30 ini.” Nadine menggoyang tubuh Nathan agar bangun.
Nadine merasa heran karena tubuh Nathan gemetaran, Nadine menarik selimut Nathan, dia memeriksa kening Nathan, panas.
“Loe, sakit Nath.” Kaget Nadine dengan kondisi, adiknya.
“Bilangin sama mommy, izinin gue gak masuk sekolah.” Ucap Nathan.
Nadine keluar kamar Nathan dan memberitahu mommynya, Nayla langsung menghubungi pihak sekolah dan memberitahu Nathan sakit.
Nayla ke kamar Nathan, memeriksa kondisi putranya, dia menghubungi dokter keluarga mereka. Tidak lama dokter datang dan memeriksa Nathan.
“Kok, bisa sih, den, jadi demam gini?” tanya dokter.
“Kemarin, dia hujan – hujanan dok.” Jawab Nadine.
“Pantasan, suhu tubuhnya cukup tinggi, tapi gak pa – pa kok, minum obat dan istirahat, nanti juga sembuh.” Ucap dokter.
Dokter memberikan resep kemudian meninggalkan kediaman Lathif.
“Sok loe, hujan – hujanan, jadi sakitkan.” Sewot Nadine.
🍏🍏🍏
Nabila sampai di parliran Sekolah, dia melihat sekeliling, berharap bertemu Nathan.
“Udah sehat, Nab?” sapa Cheryl yang baru turun dari mobil.
“Udah, kalau belum, pasti gue belum masuk.” Jawab Nabila.
“Ayo, ke kelas, loe, banyak ketinggalan pelajaran kan?” Cheryl merangkul bahu Nabila dan mengajaknya menuju kelas.
__ADS_1
Dikelas Maura, Jenifer dan Siska sudah datang.
“Loe, oke kan Nab?” tanya Jenifer.
“Iya, gue, udah sembuh kok.” Balas Nabila.
Nabila ingin mengetahui kejadian kemarin, namun bel masuk telah berbunyi dan guru telah masuk.
***
Istirahat Nabila langsung keluar kelas.
“Kemana, Nab?” tanya siska, yang melihat Nabila langsung berdiri dan menuju pintu.
“Mau nyari kak Nathan.” Jawab Nabila menghentikan langkahnya.
“Ngapain sih, Nab, loe nyariin cowok play boy itu.” sewot Maura.
“Eh, apa maksudnya kalian bilang, kak Nathan play boy?” tanya Cheryl bingung.
“Iya.” Timpal Jenifer.
“Jangan sembarang nuduh Jen, Ra.” ucap Siska menambahkan.
“Beneran loh, kita lihat sendiri, kemarin dia jalan ama cewek, padahal kan, Nabila lagi sakit.” Maura tidak terima dibilang memfitnah.
“Kita ada buktinya kok, ayo kita ambil handphone di loker.” Lanjut Jenifer.
“Eh, iya, dasar kak Nathan, gak bisa dipercaya, nyesal gue bantuin dia.” Emosi Cheryl.
“Ya, udah, gue pergi dulu ya.” Pamit Nabila.
“Kemana Nab?” tanya Maura.
“Nyari kak Nathan.” Jawab Nabila.
“Ngapain?” sewot Jenifer.
“Ya, mau nanya tu cewek siapa, kan gue, harus selesaikan masalah.” Tambah Nabila.
“Nabila, benar, ya udah, pergi sana Nab, tanya siapa itu cewek, tapi loe jangan mau dikadalin dia ya.” Ucap Siska bijaksana.
Nabila meninggalkan teman – temannya dan menuju kelas Nathan. Nabila menyapukan pandangan ke sekeliling, namun dia tidak melihat Nathan. Laudya yang melihat Nabila, ngapain lagi sih ni cewek ke sini?
“Nyari siapa loe?” tanya Laudya jutek, dia belum mengetahui bahwa kebohongannya telah diketahui Nabila dan Nabila telah jadian dengan Nathan.
“Nyari kak Nathan.” Ucap Nabila datar.
“Gak tau malu loe, ya, Nathan itu cowok gue, jangan ke ganjenan deh loe.” Laudya mencoba mengintiminasi Nabila, agar tidak dekat - dekat Nathan lagi.
“Gak salah ngomong, aku udah tau kok, kalau kakak sama kak Nathan gak jadian, jangan bohong deh.” Nabila balas menatap Laudya.
__ADS_1
Kok Nabila tau gue bohongin dia, batin Laudya. Pasti itu hanya akal - akalan Nabila.
“Gue, gak bohong, loe tanya aja sama Nathan?”
“Udah deh kak, gak usah ngaku – ngaku, Nabila, udah jadian sama kak Nathan seminggu yang lalu.” Nabila meninggalkan Laudya.
Apa?
Saat Nabila membalikan badan, ternyata Cakra telah berada di belakangnya.
“Eh bang.” Ucap Nabila kikuk, dia masih merasa bersalah kepada Cakra. Nabila ingat belum menjelaskan dan meminta maaf kepada Cakra.
“Kayaknya loe, masih berhutang sesuatu sama gue deh, Nab.” Sindir Cakra.
“Eh, iya bang.” Nabila merasa bersalah.
“Ikut, gue.” Cakra berjalan, diikuti Nabila.
Laudya yang masih disana, kepo dan diam – diam mengikuti mereka.
Tidak jauh dari kelas Cakra mengehentikan langkahnya. Nabila ikut berhenti.
“Sebelumnya, Nabila, minta maaf bang.” Ucap Nabila, dia benar – benar merasa tidak enak dengan Cakra.
“Sebenarnya, apa yang terjadi, Nab?” Cakra hanya perlu penjelasan dari Nabila.
“Apa yang diinfoin Nathan, benar? kalian udah jadian?” tanya Cakra, dia menatap mata Nabila tajam, masih berharap yang dibilang Nathan hanya kebohongan.
🍒🍒🍒
Aku double up ya, semoga kalian suka ♥️♥️
Mampir kuga kekarya pertamaku "UNEXPECTED MARRIAGE" ceritanya udah tamat dan hanya 66 eps. Bagi pecinta marathon, cocok banget ini👍
Follow ig ku juga : Lady_Mermad
Please
LIKE
VOTE
KOMENT
and
FAVORITEkañ
Gomawo
\= Lady_MerMaD \=
__ADS_1