
Nathan dan Nabila sampai di parkiran hotel, sebelum turun, Nathan menyerahkan kalung yang sempat dia beli bersama Nadine dan mommynya.
"Apa ini kak?" tanya Nabila, tiba - tiba Nathan menyerahkan kotak kecil.
"Buat kamu, itu aku beli waktu kamu cemburu." ingat Nathan.
"Gak usah deh kak, setelah malam ini, kita kan tidak memiliki hubungan apa - apa lagi." jelas Nabila.
Deg
Nathan tidak percaya, ternyata Nabila masih keukeh ingin putus dengannya. Tapi setelah malam ini, kamu akan menjadi milikku seutuhnya dan selamanya, batin Nathan.
Nathan membuka kotak kecil tersebut dan mengeluarkan isinya. Sebuah kalung sederhana yang cantik. Nathan mendekatkan badan agar bisa memakaikan kalung tersebut dileher Nabila. Nabila hanya pasrah.
"Perfect." ujar Nathan, puas dengan pilihannya.
"Jangan dilepas, pakai saja."
Nabila hanya mengangguk.
Nathan dan Nabila memasuki ruangan prom night, prom night diadakan di hotel milik keluarga Cakra. Ruangan acara tersebut dibuat seperti semi club dengan penerangan agak gelap dan adanya lampu - lampu disco serta musik dari dj menambah meriah acara.
Nabila melemparkan pandangan kesekeliling ruangan mencari sahabat - sahabatnya. Cheryl melambaikan tangan kepada Nabila memberitahukan keberadaan mereka. Nabila menghampiri mereka bersama Nathan.
Nathan cemburu melihat kemesraan Evan dan Jenifer. Andai saja dia tidak cemburu buta, mungkin sekarang hubungannya dengan Nabila mesra seperti Evan dan Jenifer.
"Siska, mana?" tanya Nabila karena tidak melihat Siska diantara mereka.
"Belum datang, padahal abang udah dari tadi jemput dia."
🍏🍏🍏
Cakra menjemput Siska, saat acara wisuda mereka belum sempat mengobrol karena sibuk berfoto dan segala aktivitas lainnya. Siska tampil cantik, Cakra terpesona melihatnya. Kenapa akhir - akhir ini Siska kelihatan cantik ya? pikir Cakra.
__ADS_1
Siska mengenakan gaun malam panjang sampai lutut dengan lengan panjang, Siska sengaja berpenampilan agak tertutup karena dia malu dengan kejadian saat ulang tahun Nathan. Berharap Cakra melupakan kejadian tersebut.
Mereka memang belum membahas kejadian itu, karena Siska yang menghindari topik tersebut. Cakra sendiri belum bisa menanyakan keadaan Siska setelah kejadian itu.
Melihat Siska dengan tampilan menarik membuat Cakra membayangkan tubuh polos Siska yang pernah dilihatnya dan erangan Siska saat Cakra mencumbunya. Cakra segera mengenyahkan pikiran tersebut sebelum sesuatu dibawah sana bangun.
"Berangkat sekarang?" tanya Cakra.
"Iya." jawab Siska singkat dia tidak ingin menatap mata Cakra.
Cakra membukakan pintu mobil untuk Siska, Siska masuk. Cakra juga masuk ke mobil, dia melihat Siska belum memasang sabuk pengaman, Cakra mendekatkan badannya untuk memasangkan sabuk pengaman untuk Siska. Siska kaget dengan gerakan Cakra yang dekat dengannya.
"Kejadian di pesta ultah kak Nathan, anggap saja tidak pernah terjadi bang." ucap Siska reflex untuk menghilangkan gugupnya karena Cakra yang terlalu dekat dengannya.
"Maksud loe?" tanya Cakra, posisinya masih didepan Siska, Cakra melihat langsung kemata Siska, namun Siska langsung berpaling dengan mengalihkan pandangannya keluar jendela.
"Kita lupakan saja kejadian saat itu, Siska udah lupain." ucap Siska mencoba menahan debar jamtungnya.
"Yakin kamu udah lupain?" pancing Cakra, dia semakin mendekatkan wajahnya, bermaksud menggoda Siska. Cakrapun ingin melupakan kejadian tersebut agar mereka tidak canggung bertemu.
"Sebaiknya kita segera pergi bang." Siska membuyarkan gerakan Cakra yang sedikit lagi menyentuh bibir Siska.
Akhirnya Cakra melajukan mobil menuju hotel keluarganya. Sampai di hotel, Cakra dan Siska bergabung dengan rombongan mereka.
Mereka menikmati rangkaian acara, berdansa, dan lain - lainya. Danil memperhatikan kedatangan Siska, hatinya mencolos saat melihat Cakra menggandeng tangan Siska. Danil meminta Siska untuk berdansa dengannya, namun Cakra tidak memgizinkannya. Tapi Siska memaksa bahwa dia bersedia berdansa dengan Danil, dengan berat hati Cakra memberikan izin untuk Siska berdansa dengan Danil satu lagu.
Danil memeluk Siska sangat intern, membuat Cakra terbakar cemburu.
🍏🍏🍏
Setengah acara, Nathan menjalankan rencanaya, dia memasukan obat tidur kedalam minuman Ñabila. Nabila tidak sadar jika minumannya telah dicampur obat tidur. Nabila merasakan kantuk, namun masih bisa ditahannya. Semakin lama ternyata efek obatnya telah bekerja membuat Nabila tidak dapat menahan kantuknya lagi.
"Kak, Nabil gak bisa sampai selesai, Nabil ngantuk sekali, antar Nabil pulang." bisik Nabil kepada Nathan.
__ADS_1
"Oke." jawab Nathan singkat.
🍒🍒🍒
Aku update telat ya.
Sembari nunggu Nathan dan Nabila update bisa mampir ke karya teman author yang berjudul DIARI USANG karya author ANDINI PUTRI
Mengisahkan tentang seorang gadis desa bernama Raina Anastasya yang merasa�������� hidupnya dipenuhi kesialan. Dipaksa menikah di usia belasan tahun. Tak boleh mengenyam pendidikan tinggi dengan alasan perempuan tak perlu ��terpelajar karena tugas wajibnya hanya 3 yaitu (macak, masak, dan manak). Pergi ke kota orang dengan harapan bisa untuk menghilangkan nasib �������� buruknya. Namun, kenyataannya kesialan itu tetap mengikuti kemana pun kakinya melangkah.
Tak ada yang indah di dalam ��������hidupnya, begitu pun dengan perjalanan cintanya.
Lantas bagaimana Raina berdamai dengan diri sendiri dan keadaan?
Temukan jawabannya di ����� jawabannya di �����Diary Usang!
jangan lupa
LIKE
VOTE
KOMENT
and
FWVORITEkan ya
Saranghaeyo💕💕
Gomawo
__ADS_1
\= Lady_MerMaD \=