I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Kemarahan Cakra


__ADS_3

“Udahlah bang, ayo kita pulang.” Ucap Cheryl yang juga keluar dan berusaha menarik tangan Cakra, namun ditepis oleh Cakra.


“Cheryl, ada apa?” tanya Nabila bingung, dengan kedatangan Cheryl dan Cakra, bukankah mereka akan ke rumah sakit?


Flash back on


Saat diparkiran Beefhouse.


“Ya pi, apa, ke rumah sakit, oke kami kesana sekarang.” Jawab Cheryl ditelepon.


“Bang, kita harus ke rumah sakit, nanti aja gue jelaskan.” Jelas Cheryl.


“Nab, gue harus buru – buru, loe pulang bareng kak Nathan aja ya.” Putus Cheryl, langsung menarik tangan Cakra ke mobil mereka dan meninggalkan Nabila yang masih bingung.


Cakra melajukan mobil dengan buru – buru karena khawatir saat Cheryl bilang ke rumah sakit, dalam pikirannya, apakah papi atau mamanya sedang sakit.


“Rumah sakit mana Cher?” tanya Cakra saat telah meninggalkan Beefhouse.


“Rumah sakit Pondok Indah bang.” Jawab Cheryl.


“Emang papi bilang siapa yang sakit?” tanya Cakra lagi.


“Gak ada yang sakit.” Cuek Cheryl, dia hanya membuat agar dia meninggalkan Nabila dan Nathan.


“Maksud loe?” Cakra bingung, jika tidak ada yang sakit, kenapa mereka harus ke rumah sakit?


“Terus, kita ke rumah sakit ngapain?” tanya Cakra lagi.


“Pulang.”


Cakra semakin bingung dengan tingkah Cheryl yang tak biasa.


“Bukan ke rumah sakit?” ulang Cakra.


“Kan rumah kita lewat rumah sakit itu bang.” Membuat Cakra semakin kesal karena merasa dipermainkan.


Reflex Cakra membelokan mobil untuk menuju Beefhouse kembali untuk menjeput Nabila, perasaannya tidak enak, dia takut Nabila dan Nathan jadian. Terus terang Cakra tidak rela, dia telah memantapkan hati untuk menjadikan Nabila pacarnya, sekalipun sekarang hanya pura-pura, dia berharap akhirnya Nabila bisa menyukainya.


“Kok putar balik bang.” Cakra mengabaikan pertanyaan Cheryl, dia kesal.


Di Beefhouse Cakra lihat mobil Nathan sudah tidak ada lagi, Cakra memukul stir dengan kesal. Cakra keluar dari Beefhouse menuju jalan besar. Kemudian menghentikan mobil di pinggir jalan, menatap Cheryl dengan kesal, Cakra merasa dipermainkan.


“Kok berenti bang?” tanya Cheryl, bingung dengan tingkah Cakra.


“Gue, butuh penjelasan loe?” dia membalikan bahu Cheryl agar menghadap padanya.

__ADS_1


“Penjelasan apa?” polos Cheryl.


“Kenapa loe, ninggalin Nabila sama Nathan, dan tadi saat loe terima telepon dari papi, itu apa?”


“Gak ada papi telepon.” Jawab Cheryl dengan cuek, karena memang tidak ada yang meneleponnya itu hanya modusnya, agar Nabila dan Nathan bisa berduaan.


“Jadi loe, bohoingin gue dan Nabila?” emosi Cakra.


“Iya, biarlah mereka selesaikan masalah mereka bang, gue juga gak mau Nabila lebih menderita lagi.” Cheryl menjelaskan kepada Cakra, agar Cakra mengerti.


“Jadi mulai besok, abang gak usah jadi pacar pura – pura Nabila lagi.” Lanjutnya, tanpa memperdulikan Cakra yang emosi dan menahan amarahnya.


“Loe, adek gue bukan sih.”


“Loe, tau kalo gue suka sama Nabila, kenapa loe gak mau bantuin gue sih.” Cakra mengacak – acak rambutnya dengan kesal.


“Mereka saling mencintai bang, harus ada yang dikorbankan, lebih baik satu hati yang dikorbankan daripada 2 hati.” Jelas Cheryl dengan bijak.


“Jadi loe, ngorbankan hati gue?” Cakra semakin kesal, gak habis pikir dengan pola pikir adiknya. Saudara dia, gue apa Nathan sih, gerutu Cakra.


Cakra melajukan mobil kerumah Nabila. Cheryl masih membujuk Cakra agar mereka pulang saja, namun Cakra tetap keras kepala. Jadilah mereka menunggu Nabila di depan pagar rumah Nabila, sambil masih berdebat.


Flash back Off


“Gak pa – pa, Nab, abang hanya kesal aja.” Cheryl berusaha menenangkan Cakra.


“Eh.” Nabila bingung harus menjawab apa.


“Gue, habis ngajak Nabila ke suatu tempat, kenapa emangnya.” Tantang Nathan.


“Loe tau Nabila pacar gue sekarang, apa loe gak mikirin perasaan gue?” emosi Cakra.


“Gue, baru jadian dengan Nabila dan gue minta loe putusin Nabila.” Ucap Nathan yang berusaha tenang.


Nabila yang mendengar hal tersebut langsung membekap mulutnya, tadinya dia mau bilang ke Cakra dengan baik – baik, bahwa sandiwara mereka cukup sampai besok. Namun Nathan telah duluan memberitahu Cakra. Sedangkan Cheryl hanya biasa saja mendengar hal tersebut.


Flash back on


Saat Cheryl di mobil Nathan menuju Beefhouse. Mereka hanya diam, bingung memulai percakapan, namun akhirnya Cheryl memulai bicara karena tidak enak juga sepanjang jalan mereka diam.


“Selamat ya kak.” Ucap Cheryl memulai percakapan.


“Buat apa? Bukannya harusnya kalian yang aku beri selamat karena menang dalam kompetisi.” Balas Nathan bingung, dia melirik Cheryl sekilas.


“Ya, karena kakak udah jadian dengan gadis yang kakak sukai.” Lanjut Cheryl, sebenarnya dia malas membahas itu, namun dia bingung harus bicara tentang apa, jadilah dia bertanya tentang hubungan Nathan dan Laudya, sekalian Cheryl, ingin tau alasan Nathan yang seperti mendekati Nabila?

__ADS_1


“Cheryl, gak tau ya kak, kenapa kakak seperti mendekati Nabila, padahal kakak telah pacaran dengan kak Laudya.”


“Nabila sedang mencoba menerima kalau kalian memang tidak ditakdirkan untuk bersama.” Lanjut Cheryl lagi.


“Tunggu, jangan lanjutkan.” Potong Nathan saat melihat Cheryl akan berbicara lagi. Jadi Nabila memang berpikiran bahwa dia dan Laudya telah berpacaran?


“Aku gak pacaran dengan Laudya.” Jelas Nathan, Cheryl merasa bingung.


“Tapi Nabila, melihat dan mendengar senidri bahwa kak Laudya membalas perasaan kakak, jadi Cheryl mohon kakak jangan membuat Nabila bingung, Nabila adalah orang yang tulus, seperti janjinya, jika gadis yang kakak sukai telah membalas perasaan kakak, dia akan melepaskan kakak.” Jelas Cheryl memandang Nathan yang masih menyetir.


“Sepertinya, ada kesalah pahaman, Laudya memamng membalas perasaan ku, tapi Nabila tidak mendengar jawaban ku dan dia kabur begitu saja.”


“Ya, iyalah kak, gak mungkin Nabila tetap berada disana, secara kakak terang- terangan membenci Nabila dan merasa terganggu dengan kehadiran Nabila.” Sarkas Cheryl, kesal juga dia dengan Nathan yang tidak peka.


“Aku tidak membenci Nabila, aku menyukainya.” Terang Nathan mengakui perasaannya terhadap Nabila.


“Apa? Aku gak salah dengarkan kak?” Cheryl memastikan pendengarannya.


“Tidak, kamu tidak salah dengar, awalnya aku memang merasa terganggu dengan perhatian Nabila, Namun aku akui saat Nabila menghindar, aku merasa kehilangannya, perasaanku semakin yakin saat Laudya membalas perasaan ku setahun yang lalu dan aku menyadari bahwa ternyata dia sama dengan gadis lain yang hanya melihat ku karena keluarga ku, tapi tidak dengan Nabila. Aku menolak Laudya saat itu dan langsung mengejar Nabila, untuk menjelaskan perasaan ku padanya, namun waktunya gak tepat.” Jelas Nathan panjang lebar kepada Cheryl.


Cheryl kaget mendengar hal tersebut, dia mencoba mencari kebohongan dimata Nathan, namun sepertinya Nathan jujur dengan ucapannya.


“Aku juga bilang sama Evan dan Cakra, bahwa aku akan berjuang mendapatkan Nabila, makanya aku tantang Evan main basket, dan minta dia menjauhi Nabila, mati – matian aku mencoba dekatin Nabila untuk menjelaskan padanya, tapi selalu ada saja halangannya.” Jelas Evan berharap Cheryl percaya dengan apa yang diucapkannya.


🍒🍒🍒


Mampir ke karya pertama ku ya "UNEXPECTED MARRIAGE " sudah tamat ya



Please


LIKE


VOTE


KOMENT


and


FAVORITEkan ya


apalagi kalau dikasih hadiah kopi, enak bgt ni😘😘


Gomawo

__ADS_1


\= Lady_MerMaD \=


__ADS_2