
Nathan menghajar teman Alex, kemudian segera menghajar Alex yang akan membuka paksa selimut Nabila. Alex yang takut handphonenya jatuh dan rusak akhirnya kabur bersama temannya. Menurutnya foto dan video yang mereka ambil telah cukup.
Nathan mengunci kamar. dia harus menenangkan Nabila dulu, baru melapor kepada security hotel. Nabila ketakutan dan menangis.
"Beb, it's okey, mereka sudah pergi." bujuk Nathan mendekati Nabila dan memeluknya.
"Apa kamu terluka?" lanjut Nathan lagi, dia mencoba mengangkat wajah Nabila.
"Nabil, gak pa - pa kak. kenapa kak Alex bisa ada di sini? Apa yang dia inginkan?" tanya Nabila disela isak tangisnya.
"Aku juga gak tau, beb, aku akan melapor ke kepala keamanan hotel." Nathan kemudian menghubungi kepala keamanan dan menceritakan kejadian yang baru menimpanya.
Ternyata Alex telah check out, namun kepala keamanan akan melaporkan ini kepada pihak yang berwajib.
***
Alex pulang ke rumahnya, dia langsung menyebarkan foto - foto dan video Nabila di group kampus.
Paginya foto dan video Nabila bersama Nathan telah tersebar dan dilihat para mahasiswa kampus. Pihak kampuspun menjadi tidak senang dengan scandal ini.
Nabila yang baru datang ke kampus diantar Nathan, heran dengan pandangan mahasiswa terhadapnya. Ada yang terang - terangan memaki Nabila dengan sebutan wanita murahan dan wanita munafik.
"Gaya kuno untuk menutupi profesinya yang wanita panggilan ya?" ucap seseorang.
"Harusnya dia di keluarkan dari Kampus."
Siska langsung memeluk Nabila mengantarnya ke kelas. Siska juga mendapatkan foto dan video Nabila, makanya dia ingin menanyakan hal tersebut. Belum sempat mereka masuk kelas, salah satu petugas tata usaha kampus memanggil Nabila untuk ke kantor Dekan. Nabila hanya mengikuti saja, di temani Siska.
__ADS_1
Sepanjang jalan menuju kantor Dekan air mata Nabila tidak berhenti keluar, dia masih bingung dengan apa yang terjadi?
Di depan ruang Dekan telah ramai mahasiswa kelas Nabila, termasuk Mita. Dia menatap Nabila dengan sinis.
"Dasar murahan." ucap Mita sambil meludah ke lantai, seolah - olah jijik dengan Nabila.
"Keluarkan dari kampus wanita murahan ini." teriak salah satu pria.
"Iya, kami tidak ingin kampus menjadi kotor dan dia telah mencoreng nama kampus." ujar yang lain.
Berbagai macam cacian dan makian mereka layangkan kepada Nabila.
"Kalian tidak tahu apa - apa." teriak Siska membela Nabila.
"Loe, gak usah membela, atau jangan - jangan, loe sama ya? wanita simpanan atau wanita panggilan?" sindir salah satunya kepada Siska.
Nabila menggengam tangan Siska, agar Siska tidak menghajar teman sekelas Nabila tersebut.
"Udah, Sis, kita selesaikan dulu ini?" Nabila memang telah memiliki feeling, ini pasti ada kaitannya dengan Alex yang menggrebek masuk ke kamarnya semalam.
Pihak keamanan kampus terpaksa dikerahkan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Nabila dan Siska masuk ke ruang Dekan, disana telah ada Dekan dan pejabat Kampus.
Mereka memperlihatkan Video dan foto - foto Nabila. Sudah jadi rahasia umum jika beberapa mahasiswi berprofesi sebagai wanita panggilan atau simpanan, bahkan mahasiswa juga ada yang menjadi gigolo simpanan tante - tante, namun pihak Kampus tidak dapat berbuat banyak. Beda dengan kasus Nabila, foto dan videonya tersebar dan menjadi viral, tentu pihak kampus harus bertindak dan tidak bisa diam serta menutup mata. Para mahasiswa pasti akan melakukan demo seperti pagi ini. Membuat kegiatan belajar mengajar terkendala.
"Apa kamu, bisa jelaskan ini?" tanya pegawai humas kampus, bernama Burhan.
__ADS_1
"Sebelumnya saya minta maaf, Pak." ucap Nabila terbata - bata.
"Semua ini tidak akan selesai hanya dengan meminta maaf." lanjut Burhan.
"Apa kamu salah satu ayam kampus? dan penampilan kamu ini hanya untuk menutupi profesi terselubung kamu?"
"Tidak, Pak." jawab Nabila.
"Bapak jangan sembarangan menuduh." kesal Siska, membela Nabila.
"Dan kamu siapa?" tanya Burhan kepada Siska.
"Saya, sahabat Nabila, Pak. dan semua tuduhan itu tidak benar." ucap Siska dengan geram.
"Jadi kamu, ingin mengatakan bahwa bukan Nabila yang berada di foto dan video itu?" tanya Burhan lagi, menyudutkan Nabila dan Siska.
"Bukan gitu, Pak.. Bapak harus mendengarkan penjelasan Nabila dulu."
"Silahkan kamu bicara Nabila." perintah Dekan kepada Nabila.
"Yang di foto dan Video itu memang benar saya, Pak." ucap Nabila.
🍒🍒🍒
Demi kalian yang menunggu, aku up lagi ya sayang - sayang akuh. Kebetulan para bocil sibuk main games, jadi author gak di rempongin dengan pertanyaan atau cerita mereka yang menurut author unfuedah.
yang masih punya bunga. kasih buat Nathan dan Nabila ya.
__ADS_1