I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Terbongkar


__ADS_3

“Kak, Nabila mau bicara.” Ucap Nabila begitu telah dekat dengan Nathan.


Nathan hanya diam saja dan sibuk memilih – milih buku yang dia cari. Nabila memegang tangan Nathan, agar Nathan mengalihkan perhatiannya kepada Nabila.


Maura bersembunyi di rak buku sisi lain, mendengarkan pembicaraan Nabila, namun dia tidak bisa melihat siapa lawan bicara Nabila.


“Apaan sih.” Ucap Nathan kesal dan menghempaskan tangan Nabila.


Maura merasa pernah mendengar suara tersebut, tapi siapa. Mencoba bertahan tidak keluar dari persembunyian, walaupun sangat penasaran, apakah pria tersebut cowok yang disukai Nabila. Maura berusaha mengintip, namun tetap tidak melihat wajah si pria.


“Please kak, dengarkan Nabila.” Mengatupkan tangannya agar Nathan melembut.


“Aku harap yang kamu bicarakan adalah hal yang penting, aku gak suka waktu ku terbuang sia – sia.” Ucap Nathan dingin, menatap Nabila. Membuat Nabila kikuk, keberaniannya menghilang.


“Kenapa diam, kalau tidak penting, silahkan pergi.” Lanjut Nathan.


“Tunggu kak, Nabila mau mengumpulkan keberanian dulu.”


Nathan menunggu Nabila mengatakan hal penting menurutnya, namun belum tentu menurut Nathan. Nabila mencoba merangkai kata – kata, walaupun tadi dia telah merangkainya, begitu melihat Nathan semuanya buyar.


“Masih lama?” ucap Nathan tidak sabar.


“Nabila suka sama kakak.” Akhirnya Nabila mengatakan juga, walaupun Nabila telah biasa mengatakan hal tersebut kepada Nathan, namun kali ini adalah special. Nabila bertekad untuk mendapatkan jawaban Nathan dan sesuai saran Cheryl agar dia bisa move on.


“Owh, bukannya udah biasa kamu katakan.” Balas Nathan sinis dengan pernyataan Nabila. Tidak heran baginya karena sebelumnya Nabila sudah pernah mengucapkannya.


“Nabila mau jadi pacar kakak.” Lanjut Nabila lagi, meremas tangannya, untuk menghilangkan gugup.


Nathan hanya cuek saja dan berjalan keluar dari lorong lemari. Nabila mengikutinya dengan setengah berlari karena Nathan yang tinggi dan langkahnya yang lebar. Maura juga mengikuti mereka dari balik lemari sisi kanan. Berusaha melihat sosok pria tersebut.


“Kak, Nabila butuh jawaban.” Tambah Nabila.


“Maaf, ada gadis lain yang saya sukai, saya masih menunggu jawabannya dan saya tidak mau dia salah paham.” Akhirnya Nathan menjelaskan, mungkin dengan ini, Nabila berhenti mengganggunya.


Nabila yang mendengar jawaban Nathan tidak puas, dia merasa itu hanya alasan Nathan saja.


“Siapa gadis itu?” tanya Nabila, apakah dia kakak kelas yang sering Nabila lihat bersama Nathan? Batin Nabila.


“Kamu tidak perlu tau.” Ucap Nathan datar kembali. Dan melanjutkan langkahnya.


“Tapi Nabila tetap suka kakak, bisakah beri Nabila waktu?” teriak Nabila, dia tidak menyadari mereka telah berada di luar rak buku, semua mata memperhatikan mereka.


Maura keluar dari rak buku sebelah kanan dan Ferry dari rak buku sebelah kiri.


“Saya tidak bisa menjanjikan kamu apa – apa.” Nathan meninggalkan Nabila.


Beberapa siswa yang menyaksikan kejadian tersebut sempat memvideokan kejadian itu dan menyebarkannya ke group whatsapp.


Ferry juga sempat merekam Video, begitu dia mengetahui Nabila berbicara dengan seseorang dan dia melihat pria yang sedang berbicara dengan Nabila adalah Nathan. Membuat dia yakin penglihatannya waktu itu bahwa pria yang disukai Nabila adalah Nathan terjawab sudah.

__ADS_1


Video tersebut sebagai bukti untuk dia perlihatkan kepada Evan.


Jika yang lain hanya sempat merekam video saat Nathan menjawab tidak bisa menjanjikan apa – apa, berbeda dengan Ferry, dia merekam dari awal.


Maura kaget serengah mati, bahwa sosok pria misterius adalah Nathan. Namun cepat – cepat dia menetralisir diri dan fokus kepada Nabila yang ditinggalkan sendiri dalam keadaan bingung dan malu.


Maura memeluk Nabila dan mengajaknya pergi dari perpustakaan. Kebetulan bel istirahat berbunyi, menanda waktu istirahat habis dan semua siswa yang ada saat itu bubar ke kelas masing – masing dengan bergosip ria.


*****


Pulang Sekolah Nabila langsung menuju parkiran, mang Udin telah menunggunya. Nabila belum sanggup untuk menceritakan kepada sahabat – sahabatnya. Bersyukur mereka memahami keadaan Nabila.


Jenifer dan Siska yang tidak sabar mendengar cerita lengkap, kejadian tersebut. Karena video tersebut beredar walaupun hanya bagian Nathan menolak Nabila.


Masih di kelas.


“Jadi orang yang disukai Nabila kak Nathan?” tanya Jenifer masih tidak yakin.


“Iya, gue juga tidak menyangka.” Jawab Maura, membereskan buku – bukunya.


“Kok bisa, selera Nabila kak Nathan, ketimbang kak Evan?” lanjut Jenifer lagi tidak habis pikir dengan selera sahabatnya.


“Mungkin menurut Nabila kak Nathan lebih baik.” Siska menengahi dengan bijak.


“Loe, kok diam aja Cher?” tanya Maura.


“Iya juga sih, Nabila kan tegas, jika suka dia akan suka, sekalipun kita paksakan dia buat nerima kak Evan, dia gak bakalan mau.” Jelas Siska.


“Loe tau sesuatu ya Cher?” tanya Maura menyelidiki Cheryl.


“Yah, gue tau, tapi sebaiknya Nabila yang cerita ke kalian.” ucap Chery bijaksana.


“Eh, jadi loe beran tau?” Ujar Siska meyakinkan diri.


“Gimana kalau Nabila gak mau cerita?” tanya Jenifer.


“Iya, gue tau.” Balas Cheryl


“Jika dalam 2 hari Nabila gak cerita, gue akan cerita sama kalian.” Lanjut Cheryl.


“Yuks pulang.” Ajak Cheryl, agar sahabat – sahabatnya tidak membahas lagi.


****


Ditempat lain, setelah kejadian perpustakaan.


“Gila, benar – benar gila.” Ucap Ferry ngos – ngosan habis berlarian dari perpustakaan. Beruntung Guru yang mengajar pada jam tersebut tidak masuk dan hanya memberikan tugas kepada ketua kelas untuk dikerjakan siswa.


“Santai bro.” ucap Rangga yang kaget dengan kedatangan Ferry.

__ADS_1


“Gue habis dari perpustaakaan, dan kalian tau gak kejadian yang barusan gue alami ?” ujar Ferry masih menenangkan jantungnya yang derdetak kencang karena berlari, untuk memberitahukan info tersebut.


“Mana kami tau.” Ucap Evan dengan malas.


“Lagian, tumben loe ke perpustakaan?” tanya Rangga yang heran karena tidak biasanya Ferry kesana.


“Kalian kan tau, gara – gara gue gak ngumpulin tugas, gue kan dihukum, buat karya ilmiah, makanya gue ke perpus.” Jelas Ferry.


“Owh.” Ucap Evan dan Rangga tanpa minat.


“Kalian pasti gak nyangka dan gak percaya.” Ucap Ferry lagi.


“Apaan sih, cepat aja bilang, gak usah pake tebak – tebakan deh.” Evan sudah tidak sabar dengan info yang dimaksud Ferry.


“Iya cepatan aja, gak usah banyak bacot.” Tambah Rangga yang juga geram dengan Ferry.


“Kalian tau, siapa cowok yang disukai Nabila?”


“Cakra?” tebak Evan.


“Bukan, ini diluar prediksi kalian semua.” Jawab Ferry.


“Udah deh cepat aja.” Emosi Evan sudah tidak sabar.


“Cowok ini adalah orang paling tidak dikenal.” Lanjut Ferry masih main teka – teki. Membuat Evan dan Rangga benar – benar emosi jiwa.


“Apaan sih Fer, langsung ngomong aja kenapa, gak usah mutar - mutar?” teriak Evan yang tidak sabar karena ini menyangkut Nabila.


“Iya, langsung ngomomg aja lah.” Perintah Rangga.


“Ternyata cowok yang disukai Nabila adalah Nathan.” Akhirnya Ferry memberitahu sahabat – sahabatnya.


♥️♥️♥️♥️♥️


Please


LIKE


KOMENT


VOTE


and


FAVORITE


Gomawo


\= Lady_MerMaD \=

__ADS_1


__ADS_2