
"Maaf." hanya itu yang bisa diucapkan Nathan. Nabila juga bingung karena tidak munafik, dia pun menikmati sentuhan Nathan tersebut.
"Iya." balas Nabila, mereka berada dalam kecanggungan yang hakiki.
"Nabil, mami pulang." teriak Melinda dari bawah, dia baru saja kembali bersama suaminya.
Deg
Nabila dan Nathan saling berpandangan dengan jantung yang berdegup kenjang, apalagi Nabila, dia ketakutan. Takut mami dan papinya marah. Sementara Nathan telah kembali tenang.
“Bagaimana ini kak.” Gugup Nabila, dia mondar – mandir cemas, apa alasan yang akan dia berikan jika maminya masuk kamar dan melihat Nathan di kamar Nabila.
“Kakak sembunyi di lemari deh.” Nabila mendorong tubuh Nathan, agar masuk ke dalam lemarinya. Nathan hanya bergeming tak bergerak.
“Tenang, Bil. Kita kan tidak melakukan hal yang jauh.” Nathan mencoba menenangkan Nabila yang panik.
“Tapi, kita telah berciuman dan..” Nabila tidak meneruskan kalimatnya karena dia sangat malu.
Nathan hanya tersenyum dengan kepanikan Nabila. Nathan mengusap kepala Nabila untuk menenangkannya.
“Tenanglah. Lagian jika aku bersembunyi, mami dan papi kamu kan melihat mobil ku terparkir di luar.” Bujuk Nathan, agar dia tidak melakukan hal aneh, seperti pinta Nabila. Nabila menggaruk – garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Tidak apa – apa.” Ucap Nathan. Nabila terus mendorong Nathan, agar bersembunyi. Nathan membalikan badannya, membuat Nabila tidak seimbang dan hampir jatuh namun Nabila menarik baju Nathan, sedangkan Nathan dengan cepat merangkul pinggang Nabila agar tidak jatuh.
“Nabila, Nathan.” Teriak Melinda, yang justru salah paham dengan posisi mereka.
Nabila segera melepaskan diri dari Nathan, jantungnya semakin kencang berdetak, Nabila merasa seperti habis di kejar anjing.
“Ini tidak seperti yang terlihat, mi.” bela Nabila.
“Jangan bohong, kenapa Nathan berada di kamar kamu? Di rumah hanya kalian, wajar mami menjadi curiga, ingat Nabila kamu masih SMA.” Nasehat Melinda, dia tidak mau masa depan anaknya rusak karena pergaulan bebas. Dia tau, ini pertama kalinya Nabila berpacaran.
“Tante, saya hanya mengusir kecoa.” Nathan berbohong agar Nabila tidak dihakimi oleh maminya.
“Lalu, kenapa kalian saling berpelukan?” tatap Melinda curiga.
“Itu karena, Nabil kaget mam dan kak Nathan membantu agar Nabila tidak jatuh.” Nabila tidak sepenuhnya berbohong, hanya saja penyebab kecoanya, hanya sebagai alasan. Kasihan kecoa menjadi kambing hitam mereka.
“Benar kalian tidak melakukan hal yang tidak pantas? Alias kegiatan orang dewasa?” selidik Melinda, dia menatap Nabila, kemudian berpindah kepada Nathan.
“Kami hanya berciuman, tante, tidak lebih.” Ucap Nathan, maksud hati untuk meyakinkan Melinda bahwa mereka tidak melakukan lebih seperti yang ditakutkan Melinda. Tidak untuk dicontoh karena di dunia nyata tidak ada cowok yang mau mengaku, nasehat author.
“Apa?” Melinda lemas, dia merasa gagal mendidik putrinya.
“Mami.” Nabila mencoba memegang Melinda, agar tidak jatuh.
“Maaf tante, saya akan menikahi Nabila, jika tante tidak keberatan?” tawar Nathan.
“Tidak, kalian masih Sekolah.” Melinda mencoba menenangkan hatinya, melihat remaja yang kasmaran ini.
“Sebaiknya kamu pulang Nathan, ini juga sudah malam.” Akhirnya Melinda menyuruh Nathan pulang.
__ADS_1
“Tapi, tante, tidak menyuruh Nabila untuk putus dengan saya kan?” tanya Nathan memastikan bahwa Melinda tidak akan memisahkannya dengan Nabila.
“Pulanglah, atau tante, akan menyuruh mu putus dengan Nabila.” Ancam Melinda.
Dengan berat hati Nathan keluar dari kamar Nabila dan pulang ke rumahnya.
“Nabil, mami sangat kecewa dengan yang kalian lakukan hari ini, mami percaya kamu bisa menjaga diri, jangan pernah menyerahkan diri mu kepada pria selain suami mu kelak.” Nasehat Melinda. Nabila memeluk ibunya.
“Maaf, maafkan Nabil, mi.” Nabila menangis dipelukan Melinda.
“Kali ini mami akan memaafkan mu, jangan lakukan lagi ya.” Melinda mengusap kepala putrinya.
Nabila hanya menganggukan kepalanya.
“Tidurlah.” Melinda meninggalkan kamar Nabila dan menutup pintunya.
Nabila merenungkan dirinya, dia berjanji akan menjaga diri, secinta apapun dia dengan Nathan jangan sampai dia menyerahkan diri sebelum menikah dengan Nathan.
****
Nathan memasuki rumah, dia mencemaskan Nabila dan takut Melinda menyuruhnya putus dengan Nabila.
“Kenapa lama pulangnya Nath.” Tegur Nayla, begitu melihat Nathan masuk rumah.
“Jika hanya mengantar seharusnya kamu telah kembali dari tadi, ingat kamu masih sakit.”
“Mom, Nathan baik – baik saja, Nathan capek, mau istirahat.” Ucap Nathan dia melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.
“Apa maksud mommy?” Nathan tidak terima dengan perintah Nayla.
“Nabila, hanya memberi pengaruh buruk untuk mu.” Lanjut Nayla.
“Tidak, Nathan tidak mau putus dengan Nabila.” Tegas Nathan.
“Bagian mananya? Nabila memberi pengaruh buruk buat Nathan?” tantang Nathan.
“Jangan kamu pikir mommy tidak tau jika kamu sering dihukum di Sekolah adalah karena Nabila.” Nayla balik menantang Nathan.
“Itu bukan salah Nabila, mom. Aku akan buktikan sama mommy, Nabila bukan pengaruh buruk, aku akan juara umum dan mommy tidak boleh menyuruh ku putus dengan Nabila.”
“Baik, jika kamu gagal, maka kamu harus putus dengannya.”
“Jika aku berhasil, aku mau mommy menuruti keinginan ku.”
“Apa?” tanya Nayla.
“Jika berhasil, aku akan beritahu.” Nathan meninggalkan Nayla.
Nayla tidak meragukan kemampuan Nathan, dia masih berpikir bagaimana agar Nathan tidak berhubungan dengan Nabila. Nayla ke kamar, bersamaan dengan Nino yang baru keluar dari ruang kerjanya.
“Kenapa Nay?” tanya Nino yang melihat wajah Nayla kusut.
__ADS_1
“Aku gak suka Nathan berpacaran dengan Nabila.” Jujur Nayla
“Kenapa? Apa kamu merasa, Nathan tidak menyayangi mu lagi?” Nino tau jika Nayla adalah ibu yang posesif, apa lagi kejadian penculikan yang menimpa Nathan, membuat dia membatasi pergaulan putranya. Makanya Nayla sangat senang saat Nathan tidak mau mencolok.
“Bukan begitu, aku hanya tidak ingin kosentrasi Nathan terpecah, dia kelas dua belas, sebentar lagi dia kuliah, jadi kita harus mempersiapkannya untuk meneruskan perusahaan.” Elak Nayla.
“Tenanglah sayang, ini hanya cinta remaja, perjalanan mereka masih panjang, biar mereka putus dengan alami, bukankah itu yang terjadi pada dunia remaja, pacaran putus kemudian menemukan yang baru, sampai mereka telah dewasa dan memilih pasangan yang menurut mereka cocok.” Jelas Nino.
“Jadi jangan khawatir.” Lanjut Nino.
“Kamu benar, mungkin aku terlalu khawatir, ini hanya cinta pertama, dan biasanya cinta pertama tidak pernha berhasil.” Pikiran Nayla mulai tenang.
🍒🍒🍒
Hi sayang - sayang akuh !!
Aku berencana membuat cerita lain, nah kalian ingin kisah siapa yang aku buat :
♥️Cakra dan Siska
♥️Evan dan Jenifer
♥️Rangga dan Cheryl
♥️ Ferry dan Maura
♥️ Nadine dan ...
tulis dikomentar ya, terus kalian mau ceritanya seperti apa..??
Seperti biasa jangan lupa :
LIKE
VOTE
KOMENT
and
FAVORITEkan
Yang masih punya VOTE berikan kepada Nathan dan Nabila ya.
Minum kopi ditaman bunga juga boleh😘
Terima kasih buat "KURNIATI YETTI" yang menjadi Top fans minggu ini maupun bulanan. Love u sekebon atas dukungannya 😘
Gomawo
\= Lady_MerMaD \=
__ADS_1