
Nathan dan Evan mengikuti Guru BP, dia memerintahkan Nathan dan Evan membersihkan lapangan olah raga dan mengelap kaca aula Volly. Cakra diminta menjadi pengawas pekerjaan mereka. Sebenarnya Cakra malas mengawasi mereka namun apa daya.
Guru matematika datang dan melihat keadaan Nathan. Kacamatanya telah pecah sehingga Nathan membuangnya, toh kacamata tersebut hanya sebagai penyamaran saja.
“Ya ampun Nathan, wajah mu harus segera normal, seminggu lagi kita oliampiade matematika dan kamu mencari masalah.” Cerocos guru matematika yang membimbing Nathan dalam olimpiade matematika, ibu Peny.
“Kenapalah dengan kalian ini, eh apa benar kamu putra tuan Nino?” tanya bu Peny lagi.
Nathan hanya diam saja, Cakra kemudian berbicara.
“Sebaiknya ibu pergi, nanti mereka tidak jadi membersihkan lapangan ini.” Bujuk Cakra.
Bu Peny akhirnya pergi meninggalkan mereka.
“Pastikan saja kamu tetap datang olimpiade matematika minggu depan Nathan .” ucap Peny lagi. Nathan hanya mengangguk.
Tiba – tiba gerombolan siswa perempuan datang melihat Nathan. Mereka telah mengetahui bahwa Nathan adalah anak dari pemilik NFL Company. Nathan yang tidak memakai kacamata dan luka di wajahnya tidak begitu banyak menampilkan wajah Nathan yang terlihat tampan.
Para siswa perempuan tersebut berteriak – teriak memanggil nama Nathan dibalik jala lapangan bola. Nathan hanya cuek saja, ini salah satu mengapa dia membuat penampilannya menjadi culun yaitu menghindari cewek – cewek yang melihatnya karena penampilan dan harta orang tuanya.
Mereka berteriak bilang mencintai Nathan, bahkan mereka memasuki lapangan bola, memberi minuman dan makanan kepada Nathan. Evan dan Cakra jengah melihatnya. Akhirnya para gadis itu pergi karena diusir Cakra.
“Menikmati menjadi sorotan ya.” Sindir Evan kepada Nathan.
“Bukannya loe, orang yang selalu mencari sensasi?” balas Nathan menyindir Evan.
“Gue sengaja berpenampilan kayak gini, agar tidak mencolok, gara – gara loe, semua terbongkar.” Sewot Nathan, ingin rasanya dia memukul Evan lagi.
“Salah loe sendiri membuat gue kesal.” Jawab Evan, dia sengaja menyapu dan mengarahkannya kepada Nathan yang telah menyapu lapangan.
“Sekarang team basket gue, terpaksa latihan tanpa gue, gara – gara loe ni, mau loe Sekolah kita tidak menang?” lanjut Evan lagi.
“Gara – gara loe juga, gue gak bisa bimbingan untuk olimpiade matematika.” Balas Nathan.
Hal itu membuat Nathan kesal, dan menyapukan sampah daun kering kepada Evan lagi dan terjadilah mereka saling melemparkan daun kering menggunakan sapu, sambil berdebat.
“Udah deh, jangan berdebat lagi, apa mau hukumannya gue tambah.” Jengah Cakra melihat kelakuan mereka, yang seperti bocah.
Akhirnya Nathan menyelesaikan tugasnya dan beranjak pulang.
“Loe lagi yang belum selesai, gue terlambat deh pulang gara – gara loe.” Kesal Cakra karena Evan belum menyelesainya tugasnya.
Mereka mendapatkan hukuman selama 3 hari membersihkan lapangan dan aula Volly.
*****
Nathan mengambil tas di loker, gadis – gadis yang melewatinya senyum – senyum melihat Nathan, bahkan gadis yang tempo hari menghinanya saat Nabila menyatakan perasaannya kepada Nathan berbalik dan memuji Nathan.
“Gak nyangka dia anaknya pemilik NFL, jangan – jangan Nabila tau karena dia anak pemilik NFL, makanya Nabila menyukainya.” Ucap gadis bercardigan merah.
__ADS_1
“Iya, papi Nabila kan kerja di perusahaan itu, jadi dia telah merencanakannya.” Ucap gadis dengan tas biru.
“Ya ampun, Nabila hebat banget ya, pantasan dia mau lepasin Evan, secara tangkapannya lebih baik dari Evan.” Sarkas gadis ketiga.
Kebetulan Nabila juga kesana bersama Cheryl dan mereka mendengar perkataan para gadis itu. Tidak sengaja mata Nabila dan Nathan beradu pandang. Kemudian Nabila menundukan pandangan.
Sementara salah satu gadis tersebut melihat Nabila yang datang langsung menyikut temannya. Mereka meninggalkan loker. Cheryl mengajak Nabila pergi.
*****
“Baru pulang sayang.” Tegur Nayla, saat Nathan melewatinya.
Nayla memandang wajah Nathan.
“Ya, ampun Nathan, wajah kamu kenapa?” khawatir Nayla.
“Dia berkelahi di Sekolah.” Jawab Nino yang juga baru datang, tidak lama setelah Nathan masuk.
“Kok kamu tahu sayang.” Ucap Nayla menggandeng tangan suaminya.
“Ya dia berkelahi, saat aku ada kunjungan ke Sekolah itu.” Lanjut Nino.
“Iya gara – gara daddy semua tau kalau aku anak daddy.” Kesal Nathan.
“Bagaimana ini sayang, aku cemas Nathan jadi target lagi, kamu tau maksud ku.” Jelas Nayla memegang tangannya dengan erat.
“Tenanglah mom, ini berbeda, aku bukan anak kecil lagi.” Nathan menenangkan ibunya.
“Apa kamu mau pindah Sekolah?” tawar Nayla.
“Nay, Nathan udah kelas dua belas, bentar lagi tamat, tanggung kalau pindah lagi.” Jelas Nino
“Iya mom, tenang aja.” Nathan memeluk ibunya.
“Jadi besok kamu mau diantar sopir atau bawa mobil sendiri sayang. Kamu kan gak perlu bersembunyi lagi.” Ucap Nayla.
“Boleh lah mom, motor Nathan juga udah sering mogok.” Ucap Nathan.
Dia teringat saat pura – pura membuat motornya mogok waktu membawa Nabila dan itu membuat dia kena karma karena motornya setelah itu benar – benar sering mogok.
“Emang Nathan udah punya SIM Nay?” tanya Nino.
“Ya ampun sayang, anak sendiri gak tau, ya iya lah.” Jawab Nayla.
“Nathan, ke kamar dulu mom.” Pamit Nathan.
“Perlu mommy panggil dokter sayang?” tanya Nayla.
“Gak usah moms, suruh bibi antar batu es untuk kompres wajah Nathan aja.” Balas Nathan.
__ADS_1
*****
Nathan ke Sekolah dengan penampilan biasa, bukan dengan tampang culun karena memang kacamatanya pecah saat berkelahi dengan Evan kemarin. Apa gue harus memakai soflens hitam biar warna mata gue gak kelihatan mencolok, tapi gue gak punya soflens, batin Nathan.
Dia ke garasi mobil dan motor, mencari motor apa yang bisa dia gunakan, motor butut, tidak bisa digunakan pula pagi ini. Sementara Nathan bangun kesiangan karena kecapekan membersihkan lapangan yang begitu luas.
Akhirnya dia menggunakan motor gede yang tidak terlalu mencolok, alias yag paling murah diantara koleksi ayahnya. Mobil ama motor kok gak ada yang biasa sih, kesal Nathan.
Nathan ke Sekolah dengan motor sport kawasaki ninja 300, di parkiran Nathan menjadi pusat perhatian. Begitu Nathan parkir, Cakra datang setelahnya.
“Wah udah gak butut lagi tu motor, sama kayak orangnya udah berubah coy.” Cindir Cakra.
“Brisik.” Jawab Nathan malas meladeni Cakra.
“Santai bro, gue gak iri kok, malahan gue senang loe berubah.” Tulus Cakra.
Nathan hanya cuek saja dan meninggalkan Cakra. Cakra menyusul Nathan dan memeluk pundaknya.
“Loe, gak pilih – pilih teman kan Nat?” tanya Cakra.
“Ya enggaklah.” Jawab Nathan datar, penampilan telah berubah namun sifat masih sama, dingin dan kaku.
Tiba – tiba datang seorang gadis.
“Kak bisa bicara.?” Tanya gadis itu malu – malu.
“Bicara aja., belum ada larangan tidak boleh bicara di Sekolahkan?” Jawab Nathan datar.
“Tapi gak disini kak.” Gadis tersebut langsung menarik tangan Nathan, agar mengikutinya dan menjauh dari Cakra.
“Eh, mau dibawa kemana itu.” Ledek Cakra.
♥️♥️♥️♥️♥️
Maaf ya sayang2 akuh, kemarin ga bisa update.
Hari ini aku double up ya.
Please
LIKE
KOMENT
VOTE
and
FAVORITEkan
__ADS_1
Gomawo
\= Lady_MerMaD \=