
Laudya panas dingin saat Nathan memutar video tersebut, dia tau, salah satu suara dari dua cewek yang ada di video adalah suaranya. Hanya Nathan yang melihat video tersebut, sedangkan yang lainnya hanya mendengar dan penasaran video apa yang diperlihatkan oleh Cakra.
"Itu tidak benar, ini pasti akal - akalan Cakra dan Nabila. Loe, menjebak gue kan Cak, loe udah rencanakan ini sejak lama sama Nabilakan?" Laudya mencoba membela diri.
"Gue? Untuk apa gue merencanakan itu, dan ngapain gue harus menyerahkan Nabika kepada Nathan, jika Nabila menyukai gue."
Nathan menyesal telah mencurigai Nabila, tidak penting baginya Cakra maupun Laudya. Nathan menyerahkan handphone Cakra.
"Gue minta, loe, jangan pernah muncul dihadapan gue lagi?" tegas Nathan kepada Laudya.
"Dan loe, gue kasih kesempatan untuk jujur." tunjuk Nathan kepada Riska.
"Maaf, maafin gue, gue cuma disuruh Laudya." Riska akhirnya jujur, takut dia melihat kilat kemarahan dimata Nathan.
"Loe salah Nath, gue cuma kesal karena Nabila bertanya kepada gue saat itu, makanya gue mengatakan hal seperti itu." Laudya masih mencoba membela diri.
"Jangan mencari alasan lagi, loe harus menjauh dari gue dan Nabila." Nathan meninggalkan kamar, tujuannya hanya satu menyusul Nabila.
Nathan menuju tempat dimana sahabat - sahabat Nabila berkumpul, namun Nathan tidak melihat keberadaan Nabila disana.
"Nabila mana, Cher?" tanya Nathan kepada Cheryl.
"Eh, Nabila mana ya?" Cheryl baru menyadari Nabila tidak bersama mereka.
"Tadi dia ambil makanan." jawab Siska.
Nathan berkeliling mencari Nabila, sambil menghubungi Nabila melalui handphonenya. Nathan tidak melihat Nabila.
"Kak." panggil Cheryl.
"Ya." jawab Nathan masih mencoba menghubungi Nabila.
"Nabila, udah pulang kak, tadi dia kirim pesan di group." beritahu Cheryl.
"Terima kasih." ucap Nathan dia langsung meninggalkan Cheryl dengan heran, padahal ini pesta ulang tahun Nathan. Namun Nathan meninggalkan pestanya tanpa peduli dengan teman - temannya yang hadir.
Cheryl bergabung kembali dengan sahabat - sahabatnya.
"Ada apa Cher?" tanya Maura, begitu Cheryl mendudukan pantatnya di kursi.
"Gak tau, gue cuma, bilang ke kak Nathan, kalau Nabila udah pulang." jawab Cheryl.
"Aneh, Nabila kok tiba - tiba pulang ya?" tanya Jenifer.
"Iya juga, mana kak Nathan nyariin dia lagi, mereka bertengkar?" Siska menambahkan.
"Gak tau juga." jawab Cheryl sambil mengedikan bahunya.
__ADS_1
Handphone Siska berbunyi.
"Ya bang." jawab Siska, ternyata yang menghubunginya adalah Cakra.
"Cheryl ada disitu?" tanya Cakra.
"Cheryl a.." belum sempat Siska membalas Cheryl menginjak kaki Siska, agar Siska jangan memberitahu keberadaannya kepada Cakra, Cheryl tau, pasti abangnya ingin minta bantuan. Cheryl memberi kode kepada Siska bahwa dia swdang ditoilet.
"a.. ada di toilet bang." Siska terpaksa melanjutkan kata - katanyq seperti itu.
"Loe, bisa bantu gue, Sis, tolong ke kamar seribu satu, sekarang, urgent." ucap Cakra akhirnya.
"Oke bang, Siska, langsung kesana." Siska menutup teleponnya.
"Ngapain abang gue, Sis?" tanya Cheryl.
"Gak tau, dia hanya nyuruh gue ke kamar seribu satu." Siska langsung meninggalkan sahabat - sahabatnya.
*****
Kamar seribu satu, setelah Nathan meninggalkan kamar tersebut untuk mencari Nabila.
"Pakaian gue, mana? balikin." ujar Cakra kepada Laudya.
"Bodo amat." Laudya dan Riska meninggalkan kamar.
"Sial." umpat Cakra.
Cakra mondar mandir didalam kamar menunggu Siska datang, Cakra baru sadar, seharusnya dia meminta Siska langsung membelikan pakaian di butik bawah saja. Cakra menghubungi Siska kembali.
"Hallo, bang." Siska mengangkat handphonenya.
"Sis, loe belikan gue pakaiaan aja di butik bawah, satu stell lengkap ukuran M." perintah Cakra. Siska yang menerima isntruksi itu bingung.
"Siska gak bawa dompet bang." beritahu Siska.
"Ya udah, loe, langsung ke kamar aja." balas Cakra.
Tidak lama Siska membunyikan bel, Cakra membukakan pintu. Dia menarik tangan Siska masuk, Cakra takut ada yang melihat.
Siska kaget tiba - tiba ditarik Cakra. Cakra memperhatikan sekitar, takut ada teman sekelasnya melihat dia bersama Siska dikamar. Siska heran melihat Cakra hanya memakai jubah handuk. Ada apa dengan bang Cakra, batin Siska.
"Nih, bawa dompet gue, terus beliin baju satu stel." perintah Cakra, memberikan dompetnya kepada Siska. Terus mendorong Siska keluar kamar, Siska dengan terpaksa membelikan pakaian untuk Cakra.
Siska kembali dengan membawa pakaian untuk Cakra. Siska tidak menyadari bahwa Laudya melihat dia memasuki kamar. Laudya yang sedang kesal karena Cakra, membongkar kebusukannya, kemudian berniat membuat Cakra juga malu.
Dia meminta pelayan hotel untuk memberikan minuman kepada Siska yang telah dia campur dengan obat perangsang. Siska yang menunggu Cakra untuk berganti pakaiaan, membukakan pintu saat ada yang membunyikan bel. Dia bingung karena pelayan datang membawakan minuman untuknya.
__ADS_1
"Maaf mba, saya tidak pesan minuman." beritahu Siska.
"Ini free mba, untuk setiap kamar." informasi dari pelayan hotel.
Siska menerima minuman tersebut, dalam pikirannya lumayan gratis, Siska kemudian meminum, minuman tersebut sampai habis dan menyerahkan kembali gelasnya kepada pelayan. Pelayan memang diperintahkan untuk memastikan Siska meminum minuman tersebut. Pelayan meninggalkan Siska. Siska kembali menutup pintu dan menuju ranjang untuk duduk.
Tiba - tiba Siska merasa panas, dia melihat suhu Ac dan ternyata pada suhu terendah. Siska membuka setengah kancing dressnya. Cakra keluar kamar mandi sambil memasang kancing kemejanya, melihat hal tersebut membuat Siska kagum. Reflex Siska mendekati Cakra dan mengelus dada Cakra. Cakra yang kaget bingung dengan tingkah Siska.
Siska yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi, yang jelas dalam pikirannya sepertinya dia ingin mengelus dada tersebut.
"Ada apa?" tanya Cakra yang bingung dengan tingkah Siska, dia memegang tangan Siska, hal itu justru membuat Siska semakin ingin disentuh oleh Cakra.
Siska mencium bibir Cakra dengan kaku, Cakra yang awalnya kaget, entah kenapa akhirnya membalas ciuman tersebut.
🍒🍒🍒
Maafkan jarang update, author lagi banyak masalah yang membuat gak fokus untuk update.
Sambil nunggu I Wanna You, My Cold Boy up, bisa mampir ke karya teman author OKTAVIA HAMDA ZAKIA dwngan judul DUDA CASANOVA TERJERAT CINTA GADIS BAR - BAR.
Blurb :
Apa jadinya seorang pria dengan julukan duda casanova terjerat cinta pada seorang gadis bar-bar dengan potongan rambut ala mulet mampu menggetarkan hatinya yang membeku.
Tak lupa Rolando sang putra yang selama ini begitu merindukan kasih sayang tiba-tiba tersenyum ketika di dekat gadis tersebut.
Banyak misteri yang mulai terungkap tentang jadi diri dari gadis bar-bar yang berhasil menjerat seorang duda casanova.
Dapatkah duda casanova itu mampu menaklukkan gadi itu? Misteri apa yang disembunyikan olehnya?
Ikuti kisah perjalanan mereka ....
Seperti biasa jejaknya ya.
LIKE
VOTE
KOMENT
and
FAVORITEkan ya.
Saranghaeyo 💕💕
__ADS_1
Gomawo
\= Lady_Mermad \=