
"Siska, ini anak loe?" tunjuk Nabila kepada bayi yang di gendong Cheryl.
"Iya," balas Siska singkat.
"Tapi, loe, kok, masih di rumah sakit?" heran Nabila. Dia tahu karena Siska masih memakai pakaian rumah sakit, sama sepertinya.
"Siska baru sadar dari koma," Cheryl yang mewakili Siska untuk menjawab.
"Maksudnya?" bingung Nabila. Nathan melihat Nabila yang seperti ingin duduk. Dia langsung membantu Nabila.
"Siska setelah melahirkan mengalami pendarahan dan koma, selama sebulan," jelas Cheryl yang mengetahui cerita tersebut dari mamanya.
Nabila dan yang lain membekap mulut karena tidak menyangka jika Siska koma selama satu bulan.
"Sekarang gue udah sadar," ujar Siska agar yang lain tidak khawatir lagi.
"Bayi loe, cewek apa cowok, Nab?" tanya Maura.
"Cewek," sahut Nabila. "Gue, kangen banget, loh, sama kalian, sini peluk," lanjut Nabila merentangkan tangannya agar para sahabatnya memeluknya. Mereka berpelukan berlima.
"Ya udah, sebaiknya, kakak, keluar saja, kalian silahkan kangen-kangenan," pamit Nathan, mengerti bahwa pasti para gadis tersebut ingin saling bercerita tentang kejadian yang mereka alami.
"Kak Nathan, pengertian banget, ya," ujar Jenifer begitu Nathan tidak ada lagi di kamar Nabila. Nabila hanya tersenyum menanggapinya.
"Cher, bawa sini anak Siska, gue mau lihat," pinta Nabila. Cheryl membawa bayi Siska ke depan Nabila. Nabila meminta untuk menggendongnya. "Kok, wajahnya, kayak kenal gue?" Nabila mencoba mengingat-ingat dimana dia bertemu pria dengan wajah seperti bayi Siska.
__ADS_1
"Iya, wajahnya mirip banget sama Abang Cheryl," sahut Maura.
"Ah, iya, mirip Bang Cakra." Nabila melirik Siska. Dan Nabila bisa menebak bahwa suami Siska adalah Cakra. Namun, saat terakhir bertemu kenapa mereka seperti biasa saja. Bahkan Cakra, bukan membantu Siska saat itu. Namun, justru membantu dirinya. " Jadi, suami loe, bang Cakra?" tanya Nabila.
"Dasar, Siska, dia malahan nggak ngabarin kita jika nikah sama, Abang Cheryl. Loe juga Cher, kok, nggak bilang ke kita, sih?" sewot Jenifer.
"Orang gue juga baru tahu tadi, begitu sampai nggak dijemput, nyokap," terang Cheryl.
"Hah?" serempak mereka, sambil melihat ke arah Siska.
"Iya, gue, akan cerita sekarang," ujar Siska. Mungkin sudah waktunya bagi Siska, untuk memberitahu sahabat-sahabatnya tentang kejadian yang menimpanya.
Sebelum bercerita, Siska meminta sahabat-sahabatnya untuk jangan mengasihaninya, cukup memberi dukungan saja. Siska menceritakan semua kejadian dimulai dari perusahaan papanya yang gulung tikar, bunuh diri papanya, sampai mereka tinggal di kontrakan biasa dan Siska mulai bekerja.
Siska lanjut memberitahu tentang kematian mamanya karena menyelamatkan Siska yang akan di perkosa preman. Saat menceritakan kejadian ini Siska tidak dapat lagi membendung air matanya. Salah satu kenapa Siska tidak ingin bangun dari komanya adalah hal ini. Dia merasa menjadi yatim piatu. Ya, saat melahirkan, Siska mengingat semua kejadian yang hilang. Dia terkejut saat mendapati kilas balik, mamanya terbunuh, hal itu membuat Siska menyalahkan dirinya dan membuat dia shock sehingga mengalami pendarahan.
Jenifer memberikan tissu kepada Siska dan Maura. Mereka menangis dengan kejadian yang menimpa Siska. Cheryl yang menggendong keponakannya pun tidak dapat menahan air mata yang mengalir. Padahal Cheryl telah mendengarnya.
"Maafkan kami yang tidak berada di masa-masa sulit, loe," isak Jenifer. Dia menggenggam tangan Siska dan memberinya kekuatan.
"Bukan salah kalian, gue yang tidak ingin kalian kasihani," bela Siska.
"Seharusnya kami menyadari saat loe, datang ke pesta pernikahan Nabila," cicit Maura lagi.
"Maura benar, seharusnya kami bertanya tentang kondisi loe saat itu," ucap Jenifer.
__ADS_1
"Semua telah menjadi takdie gue, gue hanya minta agar lebih sabar dan tabah lagi saja," Siska menyeka air matanya. "Boleh, gue mibta minum?" pinta Siska.
"Tentu saja," Jenifer dengan cekatan mengambil air mineral yang ada di meja samping Nabila, membuka dan menyerahkannya kepada Siska, lengkap dengan sedotan.
"Tapi, setidaknya, loe telah menikah dengan bang Cakra," ujar Nabila.
Siska melepaskan sedotan dari mulutnya.
"Sebenarnya, kami akan bercerai, setelah anak ini lahir,"
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya besties.
Sambil nunggu author up, yuks mampir ke karya temanku dulu dan tinggalkan jejaknya ya.
...AFTER ONE NIGHT MISTAKE...
Pekanbaru
211222
21.44
__ADS_1