
Selesai nonton, Nathan mengajak Nabila makan malam di pusat perbelanjaan tersebut. Mereka menikmati hari pernikahan dengan bahagia. Setelah makan, mereka pulang ke rumah Nabila.
"Nabil mandi dulu ya kak." ucap Nabila, langsung menuju kamar mandi.
Nathan memgambil susuatu didalam saku celananya, alat kontrasepsi cowok yang tadi sempat dibelinya saat Nabila sibuk memilih - milih kosmetik.
Nathan tersenyum, dengan begini setidaknya, mereka bisa melakukan malam pertama tanpa khawatir Nabila hamil.
Nabila keluar kamar mandi dengan pakaian tidur hadiah dari Nadine. Sebenarnya Nabila tidak ingin memakainya, tapi Nadine memaksa. Gaun tidur tersebut benar - benar membuat lelaki tidak tahan. Nathan mengalihkan pandangan dari Nabila, kemudian langsung menuju kamar mandi. Nathan mandi dengan cepat.
Hanya malam ini dia bisa tidur dengan Nabila, besok pagi dia harus kembali tinggal bersama orang tuanya.
Nathan keluar dengan handuk yang hanya melilit dipinggangnya. Nabila sedang memakai lotion, Nathan mendekati Nabila yang asik di depan meja rias. Nathan mencium pucuk kepala Nabila. Nabila memperhatikan Nathan yang tampan setelah mandi, apa lagi bentuk tubuhnya yang porposional, membuat Nabila salah tingkah. Baru kali ini Nabila memperhatikan Nathan dengan inten.
Nathan menggendong Nabila ala bridal, Nabila seperti terhipnotis dan membiarkan Nathan menggendongnya. Nathan membaringkan tubuh Nabila di ranjang. Mulai mencium bibir Nabila, awalnya lembut kemudian hasrat mereka mulai terpancing. Nathan memanjakan Nabila dan memperlakukannya dengan lembut.
"Aku akan melakukannya dengan pelan, karena ini sama pertama kalinya bagi kita." ucap Nathan disela cumbuannya.
"Maksud kakak?" heran Nabila, bukankah ini kali kedua mereka, sekalipun yang pertama Nabila tidak ingat. Nabila menatap Nathan.
"Ti..dak ada" hanya itu jawaban Nathan.
Nabila tidak puas dengan jawaban tersebut. Dia duduk dan menghentikan gerakan tangan Nathan yang bergerilya di bukit kembarnya.
"Kakak menyembunyikan sesuatu?" tebak Nabila. Dia melihat Nathan gugup dan seperti ada yang dia sembunyikan.
"G.. gak ada." Nathan mencoba membuat Nabila telentang lagi dan menindihnya.
"Pasti ada sesuatu, kalau kakak gak mau jujur, gak usah diteruskan, kakak juga udah janji gak akan nyentuh Nabil, jika Nabil belum siapkan?" Nabila memelototi Nathan.
"Oke baik, aku akan ceritakan, tapi kamu janji gak marah dan gak akan membatalkan pernikahan kita?"
Nabila menimbang, hal apa sih yang akan diceritakan Nathan sehingga Nabila akan membatalkan pernikahan mereka?
"Malam itu, saat prom night, kita tidak melakukan apa - apa." mulai Nathan dengan ceritanya.
"Tidak melakukan apa - apa, maksud kakak?" Nabila semakin bingung.
__ADS_1
"Iya, kamu masih perawan Nabil sayang, aku hanya mencumbumu untuk memberi tanda seolah - olah kita melakukan hubungan suami istri, aku juga tidak akan tega melakukan itu saat kamu tidur, aku ingin melakukannya saat kita benar - benar terjaga dan saling menikmati." jelas Nathan.
"Lalu darah di atas kasur?" tanya Nabila lagi.
"Itu hanya obat merah, agar kamu percaya kita benar - benar telah menyatu." lanjut Nathan lagi, dia kembali mencoba mencium Nabila, namun Nabila menolaknya.
Nabila kaget dengan kejujuran Nathan, bagaimana Nathan tega membohonginya?
"Kenapa kakak membohongiku?" Nabila kembali bangkit dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang telah setengah telanjang.
"Karena aku mencintaimu, Bil, aku gak mau kehilangan kamu, sementara kamu bersikeras untuk tetap putus. Jadi tidak ada cara lain selain dengan cara itu, agar kita terikat selamanya" Nathan mencoba merangkul Nabila lagi, menenangkannya dan berharap Nabila mengerti dirinya.
"Jangan sentuh, Nabil." ucap Nabila menepis tangan Nathan. Nabila tidak menyangka Nathan membohonginya, antara kecewa karena menikah muda, namun sekaligus lega karena mereka belum sampai sejauh itu dan Nabila masih menjaga kepercayaan maminya untuk menyerahkan diri hanya kepada suaminya kelak.
"Nabil, aku minta maaf." ucap Nathan, akhirnya dia berdiri membiarkan Nabila merenungkan apa yang terjadi. Menahan hasrat yang bergejok, namun Nathan bukan pria yang egois sehingga harus memaksa Nabila memyerahkan diri padanya.
Nathan memasuki kamar mandi, mandi air dingin agar bisa menurunkan gairahnya. Setelah dirasa bukti gairahnya telah padam Nathan keluar dan mengambil pakaiannya kemudian masuk kembali ke kamar mandi. Nabila heran dengan tingkah Nathan, biasanya Nathan akan menggodanya.
"Aku akan pulang sekarang, aku gak mau khilaf." ucap Nathan sambil menyemprotkan farfum ke tubuhnya, tanpa melihat kearah Nabila.
"Iya." jawab Nathan singkat, dia memasang jam tangannya, mengambil dompet dan kunci mobil.
"Besok aku akan ke sini lagi. Kamu mau kemana, enam hari ini, kita akan berkencan terus, sebelum aku ke Inggris." Nathan masih tidak melihat ke Nabila, dia sengaja tidak memandang Nabila agar sesuatu dibawah sana tidak bangkit kembali. Nathan tersiksa harus menahan hasratnya kembali.
Nabila seperti tidak terima Nathan bersikap tidak peduli padanya. Nabila yang masih menutupi tubuhnya dengan selimut, akhirnya turun dari ranjang dengan setengah telanjang, Nabila mendekat kearah Nathan. Nathan kaget melihat Nabila yang setengah bugil berjalan mendekatinya, pantulan tubuh Nabila di cermin terpampang jelas. Nathan mencoba mengalihkan pandangannya kesisi lain asal tidak menatap indah tubuh Nabila.
Melihat Nathan mengalihkan pandangan dan tidak menatapnya Nabila menjadi sedih karena merasa diabaikan. Nabila kemudian memeluk Nathan dari belakang.
"Nabil, milik kakak seutuhnya." bisik Nabila sensual ditelinga Nathan, membuat Nathan merinding. Nathan membalikan badannya, menghadap Nabila kemudian mendorong Nabila hingga tersandar di meja rias.
"Kamu yakin? karena setelah aku memulainya, kita tidak akan berhenti sampai selesai dan terpuaskan." Nathan membelai bibir Nabila dengan jempolnya, menelusuri bentuknya. Nabila menutup mata bersiap menerima ciuman Nathan.
Mata Nabila terbuka, sayu dengan gairah. Nabila telah siap menyerahkan diri seutuhnya kepada Nathan sang suami. Nabila tidak lagi memikirkan apakah nanti dia hamil atau tidak, yang penting sekarang hasrat mereka terpenuhi.
Mereka menikmati malam dengan bahagia dan sama - sama terpuaskan.
Tadinya Nathan ingin melakukan lebih dari sekali, namun dia tidak tega melihat Nabila yang kelelahan dan masih merasa sakit. Nathan berbaring sambil memeluk Nabila.
__ADS_1
Semoga aku sanggup jauh darimu, batin Nathan.
πππ
Maaf baru update setelah sekian purnama #modelebay dan ini bab terakhir ya. Author punya masalah di real life yang membuat rencana author porak - poranda. Membuat gairah dan hasrat menulis hilang. Tadinya akan ada beberapa bab lagi sebelum end, namun author tidak mau membuat kalian lebih lama lagi menunggu.
Semoga kalian suka, jika menurut kalian endnya tidak sesuai ekpektasi kalian, silahkan komen dikolom komentar, nanti aku akam revisi dan tambahkan extra partnya. Namun jika menurut kalian sudah cukup maka hanya sampai disini ya.
Ingat author pecinta novel yang ga banyak bab, maka karya author tidak akan banyak bab, namun jika nanti kalian menemukan lebih dari seratus bab, biasanya author akan buat beberapa kisah dari beberapa orang. misal 150 bab, dan itu dengan dua kisah pasangan.
Seperti biasa jangan lupa
LIKE
VOTE
KOMENT
GIFT
TIPS
and
FAVORITEkan ya.
Buat yang belum Mampir ke karya pertama author, silahkan mampir dan tinggalkan jejak. Ceritanya gak kalah seru kok.
Folow akun ini dan ig : lady_mermad
Sementara aku akan hiatus buat karya baru dulu, mungkin sebulan iniπ untuk mempersiapkan karya yang lebih matang tanpa absen buat update. Do'akan rencana author berkalan lancar ya.
Saranghaeyo ππ
Gomawo
\= Lady_MerMaD \=
__ADS_1