
Nathan membuka pintu kamar Nabila yang kebetulan tidak terkunci, Nabila yang sedang menanggalkan kebaya, menjadi kaget dan kembali menarik kebaya yang telah terbuka sampai pinggang.
"Kakak, kenapa ikut naik? kesal Nabila. menarik kebaya kembali keatas agar menutupi tubuhnya.
"Kakak, mau ganti baju nyaman juga, Bil." ujar Nathan, Dia mendekati Nabila, memeluknya dari belakang dan menciumi tengkuk leher belakang Nabila, membuat Nabila geli.
"Apaan sih kak, lepasin ah." Nabila mencoba menjauhi Nathan, terus terang kejadian prom night masih membuatnya trauma sekalipun Nabila tidak ingat bahkan tidak tau apa yang terjadi.
"Jangan pergi, biarkan seperti ini dulu, seminggu lagi aku ke Inggris." mohon Nathan, hal itu sontak membuat Nabila sedih, akhirnya dia memeluk Nathan, membuat bagian belakang kebaya kembali melorot, Nathan mengelus punggung polos Nabila, membuat Nabila menjadi kaku.
"Nabila mau mandi dulu kak." putus Nabila melepaskan pelukan Nathan, dia takut semakin tergoda, biar hanya sekali kesalahan yang terjadi, tidak boleh lagi. Nathanpun melepaskan pelukan Nabila dan membiarkannya mandi.
"Kak." panggil Nabila mengintip keluar, namun hanya kepalanya yang nongol.
"Kenapa, Bil?" tanya Nathan mendekat ke kamar mandi.
"Nabil, lupa bawa baju." beritahu Nabila dengan senyum malu - malu. Nathan yang berdiri didepan pintu hanya tersenyum, bukannya mengambilkan pakaian Nabila dia justru menundukan kepala dan mencium bibir Nabila sekilas.
"Kakak." teriak Nabila, dia menutup pintu kamar mandi.
"Bil." panggil Nathan, mengetuk kamar mandi. Dia telah mengambilkan baju untuk Nabila. Nabila mengintip keluar, ternyata Nathan telah membawakan pakaian untuk Nabila.
Nabila keluar kamar mandi dengan pakaian santai, dia memakai dress pendek selutut, berbahan sutra, berwarna tosca. Nabila memperhatikan Nathan mencari sesuatu.
"Cari apa kak?" tanya Nabila.mengikuti arah pandang Nathan.
"Koper yang dibawakan kak Nadine dimana yah?" akhirnya Nathan bertanya juga karena tidak melihat keberadaan koper yang berisi beberapa pakaian.
"Owh itu, udah Nabil tarok bajunya dilemari, kopernya juga udah disimpan." Nabila berjalan menuju lemari pakaiannya dan mengambilkan satu stel celana panjang hitam dan baju kemeja berwarna tosca. pakaian tersebut dibelikan oleh Nadine saat dia liburan di Paris. Itupun karena paksaan dari Nathan.
Sebenarnya Nadine kesal karena Nathan menikah duluan daripada dia. Nathan membujuk Nadine dengan salah satu mobil sport yang dia miliki, hadiah ulang tahun maupun hadiah dia menang lomba olimpiade matematika dan Nadine memilih Porsche Carrera GT.
Nathan masuk kamar mandi, selesai mandi, Nathan keluar dengan tubuh hanya memakai handuk, yang hanya menutupi tubuhnya dari pinggang sampai lutut. Nabila yang sedang berdandan kaget dan menahan salivanya melihat body Nathan yang atletis dan kekar.
"Kakak, kenapa gak ganti baju didalam sih?" sewot Nabila, dia melangkah mengambil pakaian Nathan yang tadi diletakkan di ranjang.
Nathan membuka handuk dan berencana memakai baju didepan Nabila. Nabila yang melihat Nathan akan membuka handuk langsung menugup mata.
"Kakak, pakai di kamar mandilah." ujar Nabila, masih menutup mata.
__ADS_1
"Apa kamu gak mau lihat, Bil?" goda Nathan.
"Gak." balas Nabila singkat.
"Masa, kamu gak mau lihat, gak rugi? aku kan udah pernah lihat kamu." Nathan semakin gencar menggoda Nabila.
"Ish, kakak mesum." Nabila meninggalkan kamarnya. Sebaiknya dia langsung bergabung dengan keluarga yang masih menunggu mereka.
"Nathan, dimana Nab?" tanya Nayla saat Nabila telah bergabung bersama mereka.
"Lagi ganti baju, tan." jawab Nabila.
"Kok tan? Mommy donk." sahut Nayla mengoreksi.
"Eh, iya, mom." balas Nabila, dia duduk disamping Siska.
"Hayo, ngapain aja tadi?" bisik Siska ditelinga Nabila.
"Apaan sih." balas Nabila
"Sayangnya, loe mesti kecewa." bisik Nabila.
"Ayo Nath." ajak Nayla, memberikan instruksi agar Nathan ikut pulang bersama mereka.
"Nathan, juga pulang?" tanya Nathan bingung sambil menunjuk wajahnya.
"Iyalah, kalian boleh menikah, tapi tidak boleh tinggal berdua, apa lagi sekamar, bahaya." jelas Nayla. Nadine hanya teraenyum sambil menyindir Nathan.
"Duh kasihannya yang udah nikah tapi gak bisa malam pertama." sindir Nadine sambil menahan tawa.
"Please mom, mi, Nabil gak akan hamil, banyak cara untuk menunda kehamilan." bujuk Nathan lagi.
Wajah Nabila langsung memerah mendengar perkataan Nathan, Nabila juga bersyukur kejadian prom night sepertinya tidak membuat dia hamil karena seminggu sebelum pernikahan, Nabila kedatangan tamu bulanannya. Pada hal sejak kejadian tersebut, Nabila bolak balik mencek kedatangan tamu bulanannya dan saat itu datang Nabila merasa lega.
"Oke, sesuai yang Nathan bilang, Nathan gak akan nyentuh Nabil, jika Nabil gak siap." tawar Nathan lagi. Sekarang semua orang melihat Nabila, membuat Nabila menjadi salah tingkah.
"Udahlah Nay, biarkan saja Nathan tidur malam ini bersama Nabila, kayak kita gak pernah muda aja." bela Nino, Dia mengerti dengan perasaan Nathan.
"Ya udah, kamu boleh tidur disini malam ini." putus Teguh. Melinda memelototinya. Namun, Teguh hanya mengedipkan mata.
__ADS_1
"Seminggulah dad, pi, sampai Nathan ke Inggris, bakalan lama ini pisah sama Nabila." bujuk Nathan lagi.
"Malam ini aja atau tidak sama sekali." kali ini yang menjawab adalah Melinda dengan tegas.
"Ya udah deh gak pa - pa." balas Nathan, kecewa, namun lebih baik daripada tidak sama sekali.
"Lagian, selama seminggu ini, kamu kan bebas bertemu Nabila." celetuk Nadine.
Keluarga NFL pulang tanpa Nathan. Nathan pun pamit kepada mertuanya untuk mengajak Nabila nonton.
Mereka nonton film action, sama seperti pasangan remaja lainnya. Nathan meminta Nabila duduk sementara dia antri memesan cemilan dan minuman. Saat didalam bioskop, Nathan meminta Nabila untuk menyandarkan kepalanya kebahu Nathan. Nabila pasrah saja sambil menikmatinya.
Parahnya di sekeliling mereka adalah pasangan semua. Bahkan ada yang tengah berciuman membuat Nathan yang berstatus suami menjadi geram. Nathanpun mencium Nabila secara mendadak bahkan mencoba memasukan tanganya kedalam dress Nabila, namun titepis Nabila.
"Jangan mesum, ini tempat umum." Nabila memperingatkan Nathan.
"Kamu lihat aja kiri kanan, muka belakang kita." setelah melepaskan ciumannya. Nabila melihat sekeliling yang ternyata penonton biokop sedang berciuman. Wajah Nabila memerah menyaksikannya. Nathan gemas dan merangkul kepala Nabila, menyandarkannya dibahunya sambil tangan mereka bertautan.
🍒🍒🍒
Aku hanya bisa update malam, nunggu bocil bobok, biar gak ganggu author yang lagi nulis.
Seperti biasa beri author semangat ya, dengan duduk santai sambil minum kopi di kebun bunga, you know lah maksudnya 😘😘
Please, Jangan malas buat pencet ini ya.
LIKE
VOTE
KOMENT
GIFT
TIPS
Saranghaeyo 💕💕
Gomawo
__ADS_1
\= Lady_MerMaD \=