I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Terakhir Kali


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Nayla begitu mereka sampai di ruang nonton. Nathan menutup pintu memastikan Nabila tidak mendengar pembicaraannya dengan Nayla.


Melihat Nathan yang seperti tidak menginginkan pembicaraan mereka terdengar oleh Nabila, membuat Nayla heran, apa sih yang ingin dibicarakan anak ini?


"Apa sih Nath, yang ingin kamu bicarakan sama mommy?" tanya Nayla tidak sabaran.


"Janji mommy kabulkan ya?" balas Nathan yang justru bertanya kembali kepada Nayla.


"Ya, apa dulu, enak saja mommy janji tidak tau apa yang harus mommy janjikan, siapa tau kamu menjebak mommy." jawab Nayla.


"Nathan, mau menikahi Nabila." akhirnya Nathan menywmpaikan keinginannya.


"Apa?? Gila kamu?" kaget Nayla dengan keinginan putranya yang tidak biasa. Disaat semua anak muda yang setelah menghamili pacarnya bakalan kabur ini putranya? Tunggu dulu, apa putranya sekarang benar - benar menghamili Nabila? Tapi tidak mungkin Nabila sendiri bilang mereka telah putus, jika Nabila hamil, tentu akan minta pertanggung jawaban Nathan.


"Kalau mommy pikir Nabila hamil? segera singkirkan pikiran tersebut karena Nabila tidak hamil. Nathan hanya ingin mengikat Nabila, agar Nabila hanya menjadi milik Nathan." jelas Nathan.


"Tapi tidak dengan menikahinya sekarang juga.. atau maksud kamu, kamu ingin menikahinya nanti setelah kalian dewasa? Mommy lega mendengarnya." Nayla menarik nafas lega.


"Nathan, ingin menikahi Nabila setelah acara prom night mom." bujuk Nathan lagi.


"Prom night? Nabila masih kelas dua belas Nath, apa kamu mau merusak masa depannya? lalu bagaimana denganmu? kuliah mu dan kamu adalah penerus daddy." Nayla mencoba memberikan pengertian kepada Nathan, atas keinginannya yang salah menurut Nayla.


"Nathan bisa melakukan semuanya dengan tetap menikahi Nabila, mom." Nathan tidak kalah membujuk ibunya.


"Nathan, tidak bisa seperti itu, kamu hanya jatuh cinta seaaat dan kalian masih remaja, itu hanya gairah mudamu, yang penasaran, kamu belum melihat gadis - gadis lain." bujuk Nayla lagi, dia semakin bingung untuk mencari cara agar Nathan mengerti dengan maksudnya.


"Tidak mom, perasaan Nathan tidak main - main dan Nathan telah banyak mengenal gadis lain, sehingga Nathan memutuskan nikah muda. Lagian mommy telah berjanji, jika Nathan juara umum, mommy akan mengabulkan keinginan Nathan, dan keinginan Nathan adalah menikahi Nabila."


"Tapi pengumuman kelulusan baru besok sayang, jika kamu gak juara umum, mommy minta kamu tidak berhubungan dengan Nabila lagi, benar - benar lost contact." ujar Nayla terang - terangan tanpa harus membujuk Nathan lagi.


"Baik." Nathan menjabat tangan ibunya, sekalipun sedikit bimbang, namun Nathan yakin usaha yang dia lakukan saat sebelum ujian membuahkan hasil.


"Nathan minta, mommy tidak melakukan hal curang." ujar Nathan lagi. Nayla hanya menganguk, mengerti maksud Nathan, tadi memang sempat terlintas dalam pikiran Nayla, untuk memanipulasi nilai Nathan jika dia juara umum.


Nathan meninggalkan Nayla, menuju ke ruang tamu memjumpai Nabila. Nabila duduk di sofa sambil memainkan handphonenya.


"Bil." panggil Nathan berjalan mendekati Nabila. Nabila menoleh kearah suara Nathan.


"Kakak, ini perhiasannya, Nabil tidak bisa terima." ujar Nabila kepada Nathan sambil mendorong kotak perhiasan yang berada di meja kearah Nathan.


"Aku gak mau, kamu kembalikan hadiah itu." ujar Nathan datar, dia ingin membuat negoisasi kepada Nabila dan membujuk Nabila kembali padanya, entah itu dengan cara halus atau pemaksaan.


"Ya udah terserah kakak, yang penting, Nabil udah kembalikan." ucap Nabila, Dia melangkahkan kaki keluar dari ruang tamu keluarga NFL.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?" Nathan menarik tangan Nabila, membuat Nabila berhenti.


"Kakak.. apaan sih." Nabila menarik tangannya kembali.


"Jika kamu gak mau terima hadiah itu, minimal kamu harus menemani ku ke acara prom night besok dan menghadiri acara kelulusan ku, please, ini untuk terakhir kalinya Bil." Nathan membujuk Nabila dengan lembut.


Saat Nathan mengucapkan kata untuk terakhir kalinya, ada perasaan sedih menyelimuti hati Nabila, apakah kisah cintanya akan benar - benar berakhir?


"Lebih kurang sebulan lagi aku akan ke Inggris, Aku akan kuliah disana, ditempat kak Nadine kuliah, Oxford." jelas Nathan.


Nabila menatap Nathan, dia baru tau jika Nathan akan kuliah di luar negeri. Nathan tidak pernah membahasnya bersama Nabila, apakah dia hanya sebagai persinggahan buat Nathan? Bukan untuk masa depan? seperti yang pernah Nathan kataka padanya.


"Kakak, akan kuliah di luar negeri?" ulang Nabila dengan informasi yang Nathan berikan.


"Ya." jawab Nathan singkat, dia berharap Nabila mengabulkan permintaannya, sehingga memuluskan rencananya.


"Jadi kita tidak akan bertemu lagi setelah kakak pindah kesana?" tanya Nabila polos.


"Selama kita pacaran, kita pasti bisa bertemu lagi." ucap Nathan, melihat reaksi Nabila.


"Maksud kakak?" Nabila merasa Nathan menjebaknya.


"Ya, jika kamu masih kekasihku, tentu kita akan tetap bertemu, namun jika tidak, untuk apa bertemu lagi." ujar Nathan. Dia telah memikirkan segalanya. Nathan bahkan kuliah dengan beasiswa, antisipasi, jika Nabila tidak mendapatkan beasiswa ditempat Nathan kuliah, maka Nathan akan meminta ayahnya untuk membayarkan kuliah Nabila.


"Oke." ucap Nathan datar. Sepertinya Nabila tidak mudah dibujuk, maka dia harus menjalankan plan B.


"Kalau gitu, Nabil, pulang dulu." Nabila sedih dengan cara Nathan memperlakukannya. Ingin menangis tapi ditahan, dia tidak mau memperlihatkan sisi rapuhnya kepada Nathan.


"Aku antar." ujar Nathan.


"Tidak usah, mang Udin masih menunggu Nabil di luar." ucap Nabila.


"Suruh mang Udin balik, karena kita akan ke butik, untuk fitting gaun yang akan kamu gunakan Nanti." paksa Nathan.


"Tapi.."


"Aku gak mau dibantah, Bil." tegas Nathan.


Akhirnya Nabila memgalah, dan memberitahu mang Udin, jika dia ada keperluan dengan Nathan dan akan pulang diantar Nathan.


"Ikut aku." Nathan menarik tangan Nabila, membuat Nabila melangkah dengan cepat seperti tergesa - gesa.


"Kemana?" tanyq Nabila bingung.

__ADS_1


"Ngambil handphone dan dompet di kamar." ujar Nathan cuek. Mereka memasuki lift menuju kamar Nathan. Begitu lift berhenti, Nabila tidak ingin keluar, dia takut khilaf jika berada di kamar Nathan.


"Kenapa berhenti?" tanya Nathan.


"Mau, kakak gendong." lanjut Nathan lagi. Reflex Nabila keluar dan mengikutinya.


Nathan memasukan sandi pintu kamarnya dan memberitahukan kepada Nabila.


"Ingat, itu sandinya, jadi kalau kamu ke rumah langsung saja ke kamar." beritahu Nathan.


"Kenapa Nabil, harus mengetahuinya, kita kan masih pacaran cuma sampai besok." kesal Nabila.


Dasar kepala batu, batin Nathan, tapi lihat saja besok. Aku pastikan kamu tidak akan bisa menolak, senyum Nathan misterius.


🍒🍒🍒


Apa ya kira - kira rencana Nathan, yang membuat Nabila tidak bisa menolak keputusan Nathan?


Ikuti terus ya kisah mereka ya.


Mampir juga ke karya teman author cantik ya dengan judul PERNIKAHAN KONTRAK SANG CEO karya author MOMI IDA



Seperti biasa ya


LIKE


VOTE


KOMENT


and


FAVORITEkan ya


Dikasih hadiap dan tips author senang banget 😘


Follow akun noveltoon author ini ya dan iq author : Lady_Mermad


Saranghaeyo 💕💕


Gomawo

__ADS_1


\= Lady_MerMaD \=


__ADS_2