
Nabila mencoba melupakan Nathan, dia focus untuk latihan cheerleader yang akan segera tampil dalam hitungan hari. Sedangkan hubungannya dengan Evan berjalan seperti biasa. Evanpun sepertinya sudah mulai menghormati keputusan Nabila.
Final pertandingan cheerleader dan Basket antar Sekolah se-Jakarta telah dilakukan, team cheerleader dan Basket Sekolah Bina Harapan masuk ikut dalam babak grand final. Grand Final tidak menunggu sebulan dan mereka hanya diberikan waktu 2 minggu untuk latihan.
*****
Laudya memasuki kelas setelah 7 hari tidak Sekolah karena dia sakit. Nathan sering mengiriminnya pesan, menanyakan kabar Laudya namun tidak pernah dibalas, Laudya hanya membacanya, bahkan beberapa kali Nathan menelepon juga tidak pernah dianggkat Laudya.
Laudya heran melihat Nathan yang tidak mengenakan kaca mata, terus terang dia menjadi tampan. Segera dihapusnya kekaguman tersebut.
“Udah sehat?” tanya Nathan saat Laudya duduk dibangkunya yang berada dibelakang Nathan.
“Udah.” Jawab Laudya singkat. Dia sempat melihat manik mata Nathan yang berwarna abu –abu. Baru tau gue warna mata Nathan abu – abu gelap, batin Laudya.
“Gue kirimin loe pesan, ada terima?” tanya Nathan.
“Ada.” Balas Laudya singkat, dia jengah jika Nathan harus berbicara dengannya.
Cakra hanya memperhatikan mereka.
“Kenapa loe gak balas?” tanya Nathan lagi.
“Malas aja, udah ya, gue mau ke toilet dulu.” Laudya meninggalkan kelas.
Sebenarnya dia tidak ada keperluan ke toilet, hanya malas berbicara dengan Nathan saja. Bingung akhirnya Laudya ke toilet juga. Begitu di dalam toilet.
“Coba tebak tadi gue ketemu siapa?” tanya gadis yang merapikan bedaknya.
“Siapa?” balas temanya, balik nanya.
“Kak Nathan.” Antusias cewek tersebut memberitahu temannya.
“Masa?” kaget temannya sambil memakai lips tint.
“Iya, kami hampir tabrakan, dia cepat pegang pinggang gue, biar gak jatuh, dia benar – benar keren, dan tau gak ternyata warna matanya abu – abu loch, ganteng banget.” Ujar gadis itu kesenangan.
“Ih, beruntung banget sih loe.” Ucap temannya iri.
Laudya yang mendengar mereka membicarakan Nathan dalam hati berpikir, apakah gadis – gadis ini udah mulai buta? Namun dia penasaran juga.
“Maaf apakah yang kalian maksud Nathan kelas dua belas dua?” tanya Laudya memotong pembicaraan dua gadis tersebut.
“Iya, dia cowok yang disukai Nabila, cewek popoler. kakak kenal?” tanya cewek yang katanya bertabrakan dengan Nathan.
“Iya, dia teman selokal gue.” Jawab Laudya.
“Wah, asyik banget, kakak tau donk, kak Nathan suka apa?” tanya gadis itu antusias.
“Tunggu kenapa kalian membicarakannya? Apa yang menarik dari dia?” tanya Laudya bingung.
“Kakak, benaran sekelas? Masa gak tau?” tanya cewek satu lagi.
__ADS_1
“Karena gue gak masuk selama seminggu.” Jawab Laudya.
“Owh pantasan, kakak tidak tau kejadian yang menghebohkan itu.” balas si cewek.
"Kejadian yang menghebohkan?" tanya Laudya semakin bingung.
“Kak Nathan benar – benar menjadi trending topik, sejak statusnya terbongkar.”
Laudya semakin bingung dan penasaran.
“Dia ternyata anak dari pemilik NFL Company, bukan anak supir keluarga tersebut, seperti yang kita ketahui.” Beritahu gadis satu lagi.
“Apa?” Laudya tidak percaya dengan yang baru dia dengar.
“Benar, dia orang kaya, dan juga ganteng.” Ucap si gadis dengan berapi – api.
“Kalian yakin?” tanya Laudya lagi.
“ Ya, yakin lah kak, kak Nathan kan menjadi lelaki most wanted no 1, ngalahin kak Evan sekarang.” Jelas cewek itu lagi.
“Lihat aja Ignya kak Nathan. Kelihatan wajah aslinya disana.” Gadis – gadis tersebut meninggalkan Laudya.
Laudya langsung mencari ig Nathan yang dimaksud, dan ternyata disana terpajang foto – foto Nathan tanpa kaca mata, hanya ada foto – foto keren Nathan. Saat dia dan keluarga liburan.
Orang – orang tidak pernah mencari ig Nathan karena merasa Nathan bukan siapa – siapa, namun sejak terbongkarnya identitas Nathan, semuanya mencaritahu tentang Nathan.
Jadi ternyata benar Nathan anak pemilik NFL, kalau dipikir – pikir, bisa jadi berita itu bukan hoax, Laudya senang, gue harus balas perasaan Nathan secepatnya. Sebelum didahuluin yang lain.
*****
Nabila berdiri dan membawa buku yang ditumpuk tinggi dengan kedua tangannya.
“Yakin loe bisa sendiri Nab?” tanya Cheryl.
“Bisa, udah gue jalan dulu.” Nabila mengikuti bu Amel yang telah jauh meninggalkannya.
Nabila membawa buku dengan hati – hati karena pandangannya tidak leluasa, Nabila tidak begitu memperhatikan jalan, tiba – tiba seseorang berlari, Nabila menghindarinya, namun naas dia justru bertabrakan dengan seorang pria.
Tumpukan buku berserakan dilantai, Nabila masih tidak memperhatikan siapa yang ditabraknya.
“Aduh maaf.” Ucap Nabila sambil mengumpulkan buku – buku tersebut.
“Gak pa – pa.” jawab si pria.
Deg
Nabila sangat mengenal suara tersebut, itu adalah suara Nathan, lelaki yang susah payah untuk Nabila hindari dan lupakan.
“Sekali lagi maaf kak.” Nabila mengangkat kepalanya dan memandang Nathan.
Ada kilatan kesedihan yang Nathan lihat dari cara Nabila memandangnya, Nathan pun merasa bahwa Nabila menghindarinya, biasanya gadis itu tiap hari menemuinya, namun sejak kejadian identitas Nathan terbongkar, Nabila tidak pernah lagi mengganggunya. Terus terang Nathan merasa kehilangan Nabila.
__ADS_1
“Terima kasih.” Ucap Nabila begitu buku terakhir diberikan Nathan. Nabila langsung buru – buru meninggalkan Nathan.
Selesai mengantar buku Nabila kembali menuju kelasnya, namun sial dia kembali melihat Nathan dan Cakra lagi, Nabila mengambil jalan memutar agar tidak berpapasan dengan Nathan. Hal tersebut tidak lepas dari pengamatan Nathan. Kenapa dengan gadis itu.
“Nab.” Panggil Cakra yang melihat Nabila membalikan badannya.
“Eh bang, Nabila mau kesana dulu.” Jawab Nabila menunjuk sembarang arah. Cepat – cepat dia meninggalkan Cakra dan Nathan.
Nathan hanya bisa memandang Nabila yang semakin menjauh.
“Tenang aja, Nabila gak bakalan ganggu loe lagi kok.” Beritahu Cakra.
“Kenapa?” tanya Nathan penasaran, terus terang dia juga merasa kehilangan perhatian Nabila.
Dan tatapan Nabila yang sedih setiap memandangnya membuat hati Nathan juga menjadi sedih.
“Mungkin dia ingin move on.” Jawab Cakra asal.
“Andai gue orang yang disukai Nabila, gua akan buat dia bahagia.” Lanjut Cakra lagi menghayal.
“Maksud loe?” tanya Nathan lagi.
“Iya, sayangnya, loe cowok yang disukai Nabila, tapi adek gue bilang Nabila mencoba melupakan loe. alias move on”
“Kenapa?” tanya Nathan lagi.
“Ya karena loe gak selevel dengan dia lah, kasta loe udah jauh dari Nabila.” Ingat Cakra kepada Nathan.
“Loe yang culun aja gak tertarik dengan Nabila, apa lagi loe yang sekarang, belum lagi saingan Nabila banyak dan lebih kaya dari Nabila.” Tambah Cakra
“Gue kan gak pernah lihat orang dari materi.” Balas Nathan.
“Gue yakin sebentar lagi, cewek yang loe suka pasti, mau nerima loe dan membalas perasaan loe.” Ucap Cakra misterius.
“Au ah.” Jawab Nathan.
Karena dia memang bingung dengan perasaannya sekarang. Apa lagi Laudya masih bersikap dingin dengannya saat masuk pasca sakit.
♥️♥️♥️♥️
Please
LIKE
KOMENT
VOTE
and
FAVORITEkan
__ADS_1
Gomawo
- Lady_MerMaD -