I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Kehilangan


__ADS_3

Nathan masih memikirkan, apa yang terjadi dengan hatinya, kenapa hatinya sakit melihat Nabila menangis? Dan tatapan Nabila yang sedih saat memandangnya selalu terbayang oleh Nathan.


“Hi, bro bengong aja.” Tegur Cakra, menepuk pundak Nathan.


“Dicariin bu Peny tu, tanyain bukunya.” Lanjut Cakra memberitahu Nathan.


“Ya ampun, gue lupa ngasihin ni buku.” Sambil menunjukan buku yang dimaksud kepada Cakra.


“Gue, antarin dulu bukunya.” Nathan langsung ngacir meninggalkan Cakra yang bengong.


*****


“Nabila, tolong antar absen ini ke kantor.” Perintah bu Amel kepada Nabila.


Aish gue lagi, mudah – mudahan gak ketemu kak Nathan, batin Nabila.


“Baik bu.” Nabila mengambil absen tersebut dan membawanya ke kantor guru.


Jarak 5 meter menuju pintu kantor guru, Nabila melihat Nathan yang keluar dari sana. Refleks Nabila membalikan badan, menghindar bertemu Nathan, namun terlambat karena Nathan juga telah melihatnya. Nathan berlari menghampiri Nabila, dan meraih tangan Nabila, Nabila terpaksa berhenti.


“Kamu kenapa?” tanya Nathan, menatap tajam Nabila. Nabila hanya menunduk.


“G-gak kenapa – kenapa kok kak.” Balas Nabila gugup, detak jantungnya semakin kencang.


“Lalu kenapa kamu seperti menghindari ku?” Tanya Nathan lagi, masih memegang tangan Nabila dengan erat.


“I-itu, bukan, Nabil hanya melupakan sesuatu.” Jawab Nabila masih gugup dan bedebar - debar.


“Sakit kak.” Desis Nabila, dia mencoba melepaskan tangannya dari Nathan.


“Maaf.” Ucap Nathan melepaskan tangan Nabila.


Nabila mengusap pergelangan tangannya yang memerah akibat terlalu kuat dipegang Nathan. Reflek Nathan juga mengusap tangan Nabila dengan lembut.


“Masih sakit?” tanya Nathan yang masih mengusap pergelangan tangan Nabila.


“Udah enggak kak.” Sesaat Nabila terlena dengan perlakuan Nathan yang lembut dan perhatian kepadanya.


Nabila merasa aneh dengan perlakuan Nathan yang perhatian padanya. Jangan memperlakukan Nabil seperti ini kak, Nabil takut menjadi berharap, batin Nabila.


“Maaf kak, Nabila harus menyerahkan ini.” Tunjuk Nabila, memperlihatkan kertas yang dipegangnya kepada Nathan.


Nabila langsung ngacir tanpa melihat kebelakang lagi. Nathan hanya bisa memandang kepergian Nabila. Dia merasa sakit didadanya saat Nabila mencoba menghindarinya.


*****


Seminggu ini Nathan uring – uringan karena Nabila terus – terusan menghindarinya. Nathan merasa kehilangan Nabila. Banyak gadis Sekolah mencoba mendekati Nathan, tak kecuali Laudya yang bersikap perhatian kepadanya. Namun Nathan telah menyadari semua itu palsu. Mereka tidak melihat Nathan seperti apa dirinya melainkan karena keluarganya.


Nathan malahan mencoba mengorek informasi tentang kegiatan Nabila dari Cakra.


“Hari ini adek loe latihan cheerleader Cak?” tanya Nathan.


“Latihan, beberapa hari lagi kan grand final.” Balas Cakra.


“Tumben loe nanya.” Ucap Cakra menyelediki.


Mereka sekarang di kantin untuk makan siang.

__ADS_1


“Gue boleh duduk disini kan Nat?” tanya Laudya yang tiba – tiba datang dan langsung duduk disamping Nathan yang memang kosong, tanpa menunggu izin Nathan.


Nabila dan sahabat – sahabatnya, masuk ke kantin, Nabila tidak menyadari bahwa Nathan ada disana juga, seingatnya Nathan akan makan saat waktu istirahat akan habis, artinya saat siswa lain telah selesai makan.


Nathan yang melihat kehadiran Nabila membuat senyum disudut bibirnya. Wajah Nathan seketika cerah melihat kehadiran Nabila, hal tersebut terlihat oleh Laudya dan dia merasa cemburu, apakah Nathan sekarang menyukai Nabila? Pikirnya.


“Cher, sini.” Panggil Cakra kepada Cheryl, agar mereka duduk dengannya.


Nabila belum memperhatikan bahwa ada Nathan di samping Cakra, dan Laudya disamping Nathan. Dia fokus bicara dengan Siska. Saat telah sampai dan mereka meletakan makanan, baru Nabila menyadari bahwa ada Nathan dimeja tersebut dan juga Laudya tentunya. Semakin memperkuat pikiran Nabila bahwa mereka telah bahagia.


“Aduh, maaf gue permisi dulu, kebelet.” Ujar Nabila, berdiri kembali.


“Makanannya Nab.” Tegur Maura.


“Nanti aja, gue masih kenyang kok.” Jawab Nabila, langsung ngacir, meninggalkan mereka yang bengong dengan kepergian Nabila yang terburu – buru.


“Kenapa Nabila?” tanya Cakra heran.9


Sahabat – sahabat Nabila juga baru menyadari apa yang membuat Nabila pergi, tentu saja pasangan yang baru jadian. Nabila memang telah menceritakan kejadian di perpustakaan kepada sahabat – sahabatnya dan mereka berjanji akan membantu Nabila melupakan Nathan.


“Eneg lihat makananya mungkin.” Sarkas Jenifer, melirik tajam kepada Nathan.


Nathan bingung dengan tatapan tidak suka Jenifer kepadanya.


Kejadian Nabila yang menghindari Nathan, juga terlihat oleh Evan, dia menyunggingkan senyum.


Sedangkan Laudya juga tersenyum karena Nabila sadar diri dan langsung pergi.


*****


Nabila turun dari mobil, berjalan menuju kelas, dia melihat Nathan yang berdiri di area parkir motor, seperti menunggu, namun Nabila tidak tahu siapa yang ditunggu Nathan.


Nabila refleks membalikan badannya dan bertabrakan dengan Evan.


“Maaf.” Ucap Nabila tanpa melihat siapa yang ditabraknya.


“Loe gak pa – pa Nab?” tanya Evan lembut.


“Kak Evan, iya Nabila gak pa – pa kak.” Balas Nabila.


“Mau kemana Nab?” tanya Evan lagi.


“Ke kelas kak.” Jawab Nabila.


“Bukankah kelas arah sana.” Tunjuk Evan kearah depan.


Apakah Nabila menghindari Nathan? Batin Evan.


“Eh, iya.” Nabila langsung berjalan kedepan.


Dia sempat melihat Nathan dan Laudya yang baru datang dan berbicara dengan Nathan. Nabila melewati mereka dengan cepat. Kenapa hati gue masih belum rela lihat kak Nathan dengan kak Laudya ya, batin Nabila.


*****


Nathan memarkirkan motornya, dia melihat Nabila turun dari mobilnya. Nathan sengaja menunggu Nabila, agar dia bisa menuju kelas bersama Nabila. Namun dia melihat Nabila berbalik dan menabrak Evan.


Nathan berjalan ingin menghampiri mereka.

__ADS_1


“Nat.” panggil Laudya yang juga baru datang.


“Ya.” Balas Nathan datar, dia masih memperhatikan Nabila.


“Ayo, kita ada diskusi kelompok pagi ini, jadi harus cepat – cepat.” Laudya mengingatkan Nathan. Padahal kita sengaja, agar mengalihkan pandangan Nathan dari Nabila.


Nabila melewati Nathan dan Laudya, Nathan melihat Nabila menunduk saat dia melihat Nathan dengan Laudya, apakah dia salah paham? Batin Nathan.


Akhirnya Nathan dan Laudya berjalan menuju kelas mereka.


*****


Hari ini adalah hari terakhir Nabila dan team latihan cheerleader, team Basket juga hari ini latihan terakhir, mereka akan bertanding 2 hari lagi, sengaja memberi jeda agar mereka bisa tampil maksimal.


Nabila dan team melakukan gerakan terbaik, mereka berharap bisa memenangkan lomba, setidaknya bisa 3 besar.


Nathan dan Cakra datang untuk melihat mereka latihan. Mata Nathan tidak lepas memandang Nabila, ternyata dia sangat cantik dan imut, batin Nathan. Nabila tidak menyadari kehadiran Nathan dan Cakra, dia focus dengan gerakannya.


“Tumben loe ngajak gue lihat team cheerleader latihan, biasanya diajak aja gak mau.” Sindir Cakra.


Mereka duduk lesehan melihat team cheerleader latihan, juga sesekali pandangan mereka melihat kearah Evan dan team basket. Pandangan Nathan dan Evan saling menatap. Terlihat mereka sama – sama tidak menyukai satu sama lainnya.


“Dan apa ini, tumben loe beli banyak cemilan, mentang – mentang gak nyamar lagi.” Sindir Cakra lagi.


“Brisik.” Jawab Nathan dengan datar, membuat Cakra langsung terdiam.


Begitu Nabila dan team cheerleadernya selesai latihan.


“Hi semua.” Panggil Cakra kepada mereka, sambil mengarahkan mereka menghampiri dirinya.


Nabila yang melihat ada Nathan, mencoba jalan pelan - pelan, sambil berbisik kepada sahabat – sahabatnya.


“Kalian nanti bantu gue duduk agak jauh dari kak Nathan ya.” Pinta Nabila kepada sahabat – sahabatnya.


“Sip tenang aja.” Jawab mereka pelan.


♥️♥️♥️♥️♥️


Hi, sayang2 akuh, masih setia kan..??


Sesuai janji aku double update hr ini..


Please


LIKE


VOTE


KOMENT


and


FAVORITEkan ya !!


Gomawo


- Lady_MerMaD -

__ADS_1


__ADS_2