I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Bertemu Mila


__ADS_3

"Hah, pertanyaan loe, kok gitu?" bingung Mila. Dia menatap Siska. "Loe, nggak habis kesambet karena lama menghilangkan? Baru juga satu bulan kita nggak ketemu, masa loe udah lupa sama gue?" cecar Mila. Dia melihat barang belanjaan Siska. "Ini barang belanjaan, loe semua?" Mila memeriksa barang-barang tersebut dan melihat harganya.


"Ya, Ampun, Sis, ini barang-barang satu saja, harganya bisa buat makan gue satu bulan, loe, dapat uang dari mana?" curiga Mila.


"Hmm, Mil, bisa kita cari tempat untuk bicara dulu?" cegat Siska, sebelum Mila kembali mencecarnya dengan berbagai pertanyaan.


"Ya, udah, ayo," ajak Mila.


Siska membawa Mila ke sebuah restoran bagus, yang mungkin jika dalam keadan sadar Siska tidak akan masuk ke dalam restoran tersebut.


"Kita makan di sini aja, ya, sambil ngobrol," tawar Siska, saat mereka di depan pintu restoran Jepang.


"Loe, yakin, makan di sini? Di sini mahal, loh, Sis," tolak Mila.


"Nggak pa-pa, gue, yang traktir," bujuk Siska.


Dapat Siska rasakan bahwa Mila adalah gadus yang baik. Dari pesannya kepada Siska yang mencemaskan keadaan Siska dan saat mereka bertemu sekarang. Siska memutuskan untuk percaya kepada Mila.


Mereka memasuki restoran, pelayan mengantarkan daftar menu. Mila melihat menu-menu tersebut. Akan tetapi, dia tidak tahu makanan apa ini?


"Loe, aja, deh, yang pilih, nggak ngerti gue ini makanan apa, yang penting enak aja, Sis," ujar Mila menyerahkan pesanannya.

__ADS_1


"Emang, dari foto, loe nggak ada yang tertarik?" tanya Siska.


"Kalau dilihat dari foto, kayaknya enak semua. Tapi mending loe aja, deh yang pilih," terang Mila.


Siska memesan makanan untuk mereka berdua.


"Jadi, kenapa loe, nggak masuk kerja? Loe benaran hamil dan dipecat?" todong Mila.


"Hmm, gimana, ya, cara jelasinnya?" Siska menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Loe, banyak belanja barang branded, apa loe--nggak jadi simpanan om-om, 'kan?" tuduh Mila.


"Enggaklah, jadi sebenarnya gue tuh udah nikah," ungkap Siska.


"Gue mau cerita tapi, Loe, dengarin dulu, ya, jangan dipotong," nego Siska.


"Oke," balas Mila.


"Jadi gini, satu bulan yang lalu. Gue mengalami kecelakaan, mama gue meninggal dan gue tidak ingat kejadian tiga tahun belakangan ini dan terus terang gue, nggak kenal siapa loe dan mbak Vera, gue juga nggak tahu kalau gue pernah bekerja di I-shine," ungkap Siska.


"Apa, mama loe, udah meninggal?" Mila tidak percaya, jadi sekarang Siska hidup sebatang kara?

__ADS_1


"Iya. Bisa, loe ceritakan tentang gue selama tiga tahun ini?" pinta Siska.


"Loe, bener nggak ingat gue?" selidik Mila, Jangan-jangan Siska lagi ngeprank dia.


"Serius, gue nggak ingat, gue nggak bohong," yakin Siska.


"Kalau tiga tahun yang lalu, gue, sih nggak tahu, karena kita belum kenal. Tapi, kalau untuk dua tahun yang lalu gue bisa infoin ke loe. Loe mulai kerja sebagai House keeper di I-Shine hotel sekitar dua tahun yang lalu. Dan loe karyawan teladan terus, loh," bangga Mila.


"House keeper?" Siska tidak menyangka jika, dia menjadi pembersih di hotel, padahal dulu dia memiliki banyak pembantu yang membersihkan rumah. Dulu, hidup Siska, bak, putri raja.


🍒🍒🍒


Kira-kira siapa ya?


Sambil nunggu author up, silahkan mampir ke karya temanku ya !


...JANDA KEMBANG PILIHAN CEO...



Pekanbaru

__ADS_1


121222


13.59


__ADS_2