
Alex mencoba membuntuti Nabila, dia berusaha menarik perhatian Nabila dengan membantu Nabila, seperti saat ini Nabila berada di perpustakaan mencoba meletakkan buku yang baru saja selesai dipinjamnya. Karena letaknya tinggi Nabila kesusahan untuk menaroknya. Alexe mengambil buku tersebut dan meletakannya.
"Apakah benar disitu tempatnya?" tanya Alex.
"Iya, benar, terima kasih, kak." ujar Nabila, dia melihat kearah Alex, Nabila baru menyadari bahwa Alex adalah orang yang akhir - akhir ini dijumpainya dan sering menolongnya.
"Eh, kakak." kaget Nabila.
"Iya, sepertinya kita sering bertemu, ya?" senyum Alex menggoda Nabila.
"Benar." ucap Nabila membalas senyuman Alex.
"Saya Alex, anak Teknik, semester lima, kamu?" Alex kembali bertanya kepada Nabila.
"Saya Nabila kak, jurusan design, semester satu." jawab Nabila.
"Sudah selesai bacanya?" tanya Alex. Beberapa pengunjung perpustakaan melihat interaksi mereka. Mereka heran kenapa Alex cowok tampan kampus mendekati si gadis kuno.
Mita, teman sekelas Nabila dan salah satu penggemar yang menyukai Alex, tidak suka jika Alex mendekati Nabila. Menurutnya apa bagusnya Nabila, gadis kuno dan culun.
__ADS_1
"Apakah kamu telah selesai di sini?" Alex ingin segera melakukan pendekatan dengan Nabila, dia telah tiga hari ini mengikuti Nabila seperti stalker saja.
"Sudah kak." Nabila membetulkan letak kaca matanya yang melorot.
"Mau kemana habis ini?
"Pulang, kak." jawab Nabila, dia mulai risih di tanya - tanya Alex, belum lagi pandangan para gadis di perpustakaan yang membuat dia tidak enak, tatapan membunuh dilayangkan para gadis tersebut kepada Nabila.
"Saya permisi, kak." Nabila berjalan ke luar perpustakaan. Alex mengikutinya, dia harus bisa mengajak Nabila untuk ngedate.
"Saya antar ya?" Alex berusaha terus, walaupun dalam hatinya jijik, jika bukan demi mobilnya, dia tidak akan mau mendekati gadis itu.
"Setudaknya kamu harus mentraktirku makan karena telah menolongmu." Alex mengedipkan matanya kepada Nabila.
"Eh..." Nabila sedikit bingung, masa cuma menolong meletakan buku dia harus mentraktir. Tapi tidak apa - apa dari pada semakin dibunuh dengan tatapan oleh para gadis yang ada di perpustakaan ini.
"Cafe Kampus aja. kalau kamu takut saya culik." kelakar Alex sambil tertawa, Nabila juga ikut tertawa. Ternyata senyum gadis ini cantik juga.
"Baiklah, kak." putus Nabila mereka menuju Cafe Kampus.
__ADS_1
"Kamu mau pesan apa?" tanya Alex, menyerahkan buku menu ke Nabila.
"Milo dingin dan ayam penyet." sahut Nabila, menyerahkan kembali buku menu kepada Alex.
"Aku pesan teh es dan ayam rica - rica saja." Alex memanggil pelayan Cafe. Pelayan mencatat pesanan mereka.
Sambil menunggu pesanan, mereka mengobrol ringan, Alex banyak bertanya tentang Nabila. Dari cerita Nabila, Alex mengetahui bahwa Nabila anak tunggal dan pernah Sekolah di SMA Bina Harapan. Setahu Alex itu adalah Sekolah elite. Apakah gadis ini selamat Sekolah di sana?
Sejak saat itu Nabila sering menbobrol dengan Alex, mereka seperti berteman, sudah seminggu mereka berteman. Alex berpikir bahwa Nabila pasti jomlo karena selama Alex perhatikan Nabila tidak pernah diantar dan dijemput cowok, hanya sesekali dia terlihat bersama temannya.
Alex telah mempersiapkan dua hari lagi dia akan menembak Nabila. Dia yakin diterima karena melihat interaksi Nabila padanya, Nabila memang tidak menunjukan penolakan. Padahal Nabila hanya bersikap ramah.
πππ
Hi sayang2 author cantik.
Semoga kalian masih betah ya buat baca karya ini. Untuk ide kisah Cakra dan Siska sudah ada, hanya saja pengembangannya belum bisa aku tuangkan dalam bentuk cerita. Aku salut dengan author yang bisa buat novel ongoing dalam satu waktu karena ternyata aku kesulitanπ
Seperti yang aku infoin sebelumnya, bahwa ini akan slow update.
__ADS_1
Bagi yang belum mampir ke karya pertamaku, Silahkan ramekan itu juga ya dan berikan dukungan kalian.