I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Berakhir


__ADS_3

Nathan keluar dari hotel menuju parkiran dia masih mencoba menghubungi Nabila, bahkan puluhan pesan yang dikirim Nathan meminta Nabila mengangkat teleponnya, meminta maaf dan pesan - pesan membujuk Nabila agar mau memaafkannya. Nathan tidak terima jika Nabila memutuskan hubungan mereka, sekalipun itu adalah salah Nathan sendiri.


Nathan melajukan mobil menuju rumah Nabila, berharap Nabila memaafkannya.


*****


Nabila memesan taxi online, dia berharap Nathan mengejarnya, namun ternyata Nathan tidak melakukannya. Sepanjang perjalanan air mata tidak berhenti mengalir, Nabila sedih dan kecewa karena Nathan tidak mempercayainya, bagi Nabila sebuah hubungan harus dilandaskan dengan kepercayaan. Jika tidak maka hubungan terdebut akan mudah goyah.


Nabila telah membulatkan tekad untuk mengakhiri hubungannya dengan Nathan, flash back kejadian yang pernah dialaminya bersama Nathan berputar dikepala Nabila seperti film dokumenter yang sedang dia tonton, kejadian demi kejadian, bahkan Nabila mempertanyakan perasaan Nathan kepadanya, apakah Nathan benar - benar mencintainya atau hanya kecewa dengan Laudya yang terlalu lama membalas perasaannya. Bisa saja Nathan jadian dengannya untuk membuat Laudya merasakan apa yang Nathan rasakan?


Mungkin sebaiknya ini harus berakhir, putus Nabila. Dari awal hanya Nabila yang mencintai Nathan. Sekalipun Nabila merasakan perasaan sayang Nathan kepadanya, namun itu tidak cukup jika Nathan tidak mempercayainya.


Sampai dirumah Nabila langsung menuju kamarnya, Mami dan papi yang sedang berada di ruang nonton heran.


"Udah pulang, Bil? tanya Miranda


"Udah, mi, Nabila ke kamar dulu mi, capek." pamit Nabila, dia sengaja tidak menghadap ke orang tuanya, takut mereka melihat wajahnya yang habis menangis, sehingga bertanya apa yang terjadi padanya.


Dikamar, Nabila langsung membaringkan tubuh diranjangnya dan kembali menangis. Nabila melihat handphonenya, begitu banyak pesan dan panggilan dari Nathan, namun Nabila tidak membuka pesan tersebut. Dia hanya membuka pesan di groupnya, sahabat - sahabatnya bertanya, apa yang terjadi kenapa Nabila meninggalkan pesta sebelum pesta berakhir dan juga memberitahunya bahwa Nathan mencarinya.


Puas menangis, Nabila memutuskan untuk mandi dan berganti pakaian yang nyaman untuk tidur.


*****


Nathan sampai di rumah Nabila, memarkirkan mobil, langsung membunyikan bel. Pintu di buka oleh Miranda, mami Nabila.


"Malam, tante, maaf menggagungu malam - malam." ujar Nathan, sungkan karena harus bertamu jam sepuluh malam lewat.


"Oh iya, gak pa - pa." ja2ab Miranda, mempersilahkan Nathan masuk.


"Nabila diatas." Miranda mengajak Nathan kelantai dua, di ruangan biasa Nabila dan sahabat - sahabatnya berkumpul.


"Silahkan duduk, Nathan mau minum apa?" tawar Miranda.


"Ga usah, tante, saya udah minum." tolak Nathan.


"Bentar, tante, panggilkan Nabila dulu ya." Miranda meninggalkan Nathan, menuju kamar Nabila yang berada disamping ruangan santai tersebut.


"Bil." panggil Miranda sambil mengetuk pintu kamar Nabila. Beberapa kali Miranda memanggil Nabila, namun belum juga dibukan oleh Nabila. Miranda membuka pintu yang tidak dikunci dan langsung masuk. Bertepatan dengan Nabila yang keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk.

__ADS_1


"Mommy, ada apa?" tanya Nabila.


"Itu, Nathan di ruang santai lantai dua, menunggu mu." beritahu Miranda.


"Hah." Kenapa kak Nathan harus datang ke rumah sih, batin Nabila.


"Nabil, pakai baju dulu mi." balas Nabila.


"Jangan lama - lama, ini udah malam." peringatan Miranda.


"Iya mi." jawab Nabila, memakai bajunya.


Miranda meninggalkan kamar Nabila dan menuju ruang tv lantai satu.


Nabila menuju ruangan santai, Nathan yang melihat Nabila datang langsung berdiri, namun dicegah Nabila dengan isyarat tetap duduk. Nabila duduk didepan Nathan.


"Bil." panggil Nathan, dia mengambil tangan Nabila dan menggenggamnya.


"Kakak, minta maaf." Nathan menatap mata Nabila, dia melihat mata Nabila yang bengkak habis menangis. Nathan benar - benar menyesal.


"Iya." jawab Nabila singkat, dia menundukan pandangan, tidak ingin menatap mata Nathan.


"Terima kasih." Nathan merasa lega, dia bagkit dan memeluk Nabila, namun segerq ditahan oleh Nabila.


Nathan kaget mendengar perkataan Nabila, dia tidak bisa menierima jika hubungannya dengan Nabila harus kandas sekarang, saat Nathan berjuang dan berharap juara umum sehingga mommynya bisa merestui hubungannya dengan Nabila.


"Tidak, aku gak bisa menerima ini, Nabil." balas Nathan.


"Lantas, kakak mau apa? sementara kakak tidak mempercayai Nabil? hubungan kita, benar - benar rapuh kak, dari awal hanya Nabila yang menyukai kakak? belum lagi, kakak lebih percaya dengan kak Laudya. Apa kakak masih menyukai kak Laudya?" cerocos Nabila tanpa jeda.


"Tidak seperti yang kamu bayangkan, Beb, aku tidak memiliki perasaan lagi terhadap Laudya, kamu yang aku sukai." ujar Nathan lembut, dia tidak ingin Nabila semakin kecewa padanya.


"Keputusan Nabil, telah bulat dan tidak bisa diganggu gugat, Nabil harap, kakak bisa menerimanya, hari telah larut sebaiknya kakak pulang." Nabila berdiri dari duduknya, dia berjalan menuju kamar, namun tangannya ditarik Nathan. Nathan memeluk Nabila dari belakang.


"Please, Bil, jangan seperti ini, aku sangat mencintaimu." lanjut Nathan, memohon agar Nabila merubah keputusannya. Nathan tau, semua salahnya, harusnya dia mempercayai Nabila, namun rasa sayang dan hanya dia yang harus memiliki Nabila membuat nafsu mengalahkan logika.


Nabilapun sebenarnya tidak tega melihat Nathan seperti ini, namun Nabila terlanjur terluka dengan sikap Nathan. Air mata mengalir dipipi Nabila, Nabila berusaha menahannya agar tidak mengalir deras.


"Tidak kak, Jika masih jodoh, pasti kita akan bersama kembali, untuk saat ini sebaiknya kita instropeksi dulu, dan memahami perasaan masing - masing." jelas Nabila.

__ADS_1


"Lepas kak, Nabila tidak mau Mami atau papi melihat kita dengan posisi seperti ini." Nabila mencoba melepaskan diri dari pelukan Nathan.


Nathan hanya bisa pasrah, namun dia bertekad akan memperjuangkan Nabila. Nathan melepaskan pelukan Nabila.


"Aku akan memperjuangkanmu." Nathan melangkah mendahului Nabila dan turun ke lantai satu.


Setelah kepergian Nathan, Nabila jongkok dan menangis, dia sedih, kisah cintanya harus berakhir, namun Nabila harus mengambil keputusan ini. Mereka harus instropeksi diri.


🍒🍒🍒


Happy Eid Mubarak


1443 H - 2022 M


Taqabbalallahu minna wa minkum


Semoga Allah menerima ( puasa dan amal ) dari kami dan ( puasa dan amal ) dari kalian


Semoga Allah azza wa jalla menerima seluruh amalan yang kita kerjakan dan mempertemukan kita kembali di ramadhan yg akan datang.


hi reader setia Nathan dan Nabila, sambil menunggu kisah mereka update silahkan mampir ke karya teman Author yang berjudul HIDDEN BABY by author TEH IJO.



Akibat dari cinta satu malam, membuat Vie harus merelakan masa mudanya. Setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Vie juga diusir oleh ayahnya sendiri karena Vie telah mencoreng nama baik keluarga. Lima tahun berlalu, kehidupan pahit Vie kini telah terobati dengan hadirnya sosok Arga, bocah kecil tampan yang sedang aktif berbicara meskipun kini tak tahu dimana keberadaan ayahnya. Namun, siapa yang menyangka jika selama ini Vie bekerja di perusahaan milik keluarga kekasihnya. Hal itu baru Vie ketahui saat kekasihnya mulai mengambil alih perusahaan. Masih adakah rasa yang tertinggal untuk sepasang kekasih di masa lalu ini? Mari kita ikuti kisahnya 😊


Please


LIKE


VOTE


KOMENT


and


FAVORITEkan ya


Saranghaeyo 💕💕

__ADS_1


Gomawo


\= Lady_MerMaD \=


__ADS_2