I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Menasehati


__ADS_3

“Nab.” Panggil seseorang, yang ternyata Maura.


Ya,tanpa Nabila sadari ternyata Maura ada diperpustakaan, dia hanya memperhatikan kejadian tersebut dari rak buku satu lagi. Dia langsung merengkuh bahu Nabila dan membawanya pergi dari sana.


*****


Flash Back On


“Kemana Ra.” Tanya Siska, saat Maura berdiri, meninggalkan kursi yang didudukinya.


“Perpus.” Jawab Maura enteng.


“Ngapain?” tanya Cheryl.


“Nyari Nabila, gak enak perasaan gue.” Balas Maura.


“Eh, kapan Nabila keluar, kok gue gak sadar.” Kaget  Jenifer yang baru menyadari Nabila tidak di sekre madding lagi.


“Feeling gue dia pasti nyari Nathan, gue takut kejadian kayak kemarin terjadi lagi.”


“Ya udah loe susul Nabila deh Ra.” Perintah Siska.


Akhirnya Maura ke Perpustakaan, dia mencari Nabila diantara rak buku. Maura melihat Nabila berbicara dengan Nathan, namun Maura tidak mau mencampuri pembicaraan mereka, Maura hanya memperhatikan dari rak buku sisi lain. Maura juga melihat seoarang gadis lagi dengan name tag Laudya, apakah dia gadis yang dibilang Nabila?


Maura hanya mendengarkan pembicaraan mereka, Maura sakit hati mendengar perkataan Nathan. Ingin rasanya maura memukul Nathan. Maura mengepalkan tangan saat Nathan menghina pertemanan mereka.


Kemudian Nathan pergi meninggalkan Nabila. Sekarang Maura mendengar pembicaraan Nabila kepada Laudya. Dasar gadis ular, batin Maura.


Kemudian Maura melihat Nathan datang lagi saat Laudya bilang Tidak keberatan. Terjadi lagi perdebatan antara Nabila, Nathan dan Laudya. Maura kaget saat Laudya, si gadis ular memfitnah Nabila. Namun Maura tidak mau menambah kekacauan yang akan membuat Nabila semakin dipermalukan.


Saat Nabila meninggalkan Nathan dan Laudya, Maura mengikutinya dari belakang.


Flash Back off


“Nab.” Panggil Maura. Dia merengkuh bahu Nabila dan membawanya pergi dari sana.


Sesampai di sekre, sahabat - sahabat yang melihat Nabila menangis, mereka langsung memeluk Nabila. Menenangkan Nabila. Cheryl memberikan minuman kepada Nabila.


“Kenapa Nabila, Ra.” Tanya Siska saat  melihat Nabila telah mulai tenang.


“Gue benar – benar kesal deh sama loe Nab.” Maura sudah tidak tahan dengan unek – uneknya, bukannya membalas pertanyaan Siska, Maura malahan sedikit membentak Nabila.


“Ini kenapa sih?” tanya Cheryl dan Jenifer yang masih bingung.


Akhirnya Maura menceritakan kejadian tadi, membuat yang lain juga menjadi kesal, mereka menyesalkan sikap Nabila yang lemah.


“Dasar gadis ular.” Cerocos Jenifer begitu mendengar cerita dari Maura.


“Siapa?” Cheryl bingung dengan ucapan Jenifer.


“Siapa lagi kalau bukan teman sekelas Kak Nathan yang bernama Laudya itu.” Jawab Maura.

__ADS_1


“Licik sekali dia.” Ucap Cheryl.


Semuanya memandang Nabila dengan tatapan kesal dan menghakimi.


“Kenapa?” kikuk Nabila dengan pandangan sahabat – sahabatnya yang seperti memojokannnya.


“Loe masih bertanya kenapa Nab?” kesal Jenifer semakin menatap tajam Nabila.


Nabila semakin salah tingkah, dia yang sedih kenapa sahabat – sahabatnya yang seperti habis kebakaran jenggot.


“Kalau kejadiannya kayak gini, gak Maura aja Nab yang kesal, kita semua.” Ucap Siska yang juga mulai kesal dengan pikiran Nabila yang masih saja terima diperlakukan seperti sampah oleh Nathan.


Tidak biasanya Siska seperti ini, biasaya dia adalah yang paling stabil emosinya. Namun melihat salah satu sahabatnya diperlakukan seperti itu, tentu saja dia tidak terima.


“Loe gak dengar dia bilang apa?” Jenifer menambahkan.


“Jangan – jangan loe kena santet Nab?” ucap Cheryl.


“Kok kalian percaya hal – hal seperti itu.” Kesal Nabila dengan argument sahabat – sahabatnya yang diluar konteks.


“Gak mungkin lah di santet kak Nathan, wong kak Nathan aja gak suka sama Nabila.” Ceplos Jenifer, dan baru menyadari perkataannya, lansgung membekap mulutnya.


“Sorry Nab.” Lanjut Jenifer. Nabila hanya pasrah, karena dia tau sahabat – sahabatnya benar.


“Hiperbola Nab, karena loe tenang- tenang dan bahagia aja saat kak Nathan menghina loe” potong Siska, agar Nabila tidak tersinggung dengan perkataan Jenifer.


“Ralat, dia nangis kok tadi.” Balas Maura.


“Iya tapi sekarang pasti dia gak bisa membenci kak Nathan.” Jenifer menimpali.


“Move on aja Nab, kita akan bantu loe lupain dia.” Bujuk Cheryl.


Mereka mencoba memberi nasehat kepada Nabila.


“Tapi gue gak rela kak Nathan sama cewek itu, seperti yang dibilang Jeni, gadis ular.” Sahut Nabila.


Perasaannya juga tidak bisa dia abaikan begitu saja, Nabila tulus menyukai Nathan dan tidak ingin Nathan tersakiti.


“Siapa juga yang sama cewek itu Nab, loe kan dengar sendiri tu cewek gak suka sama kak Nathan,  dia hanya memanfaatkan kak Nathan saja.” Sembur Maura.


“Iya jadi gak mungkin dia mau jadi pacar kak Nathan.” Lanjut Cheryl.


 


*****


Flash back on


Saat kejadian di perpustakaan.


Seorang pria memasuki perpustakaan untuk mencari buku yang disuruh guru, sebenarnya dia kesal di suruh ke perpustakaan karena memang tidak hobby membaca. Berkelilinglah dia mencari buku yang disuruh guru dengan menggerutu. Pria tersebut melihat tulisan diatas rak buku dengan tulisan Science,  saat dia ingin memasuki lorong rak buku tersebut, langkahnya terhenti karena dia melihat Nabila ada disana bersama Nathan dan Laudya, dia mengurungkan niatnya.

__ADS_1


Dia melewati mereka dan mengamati dari sisi Rak buku lain, sambil mendengar apa yang mereka bicarakan.


Walaupun si pria, merasa kesal dan kecewa namun ditahannya. Dia melihat Nathan meninggalkan Nabila dan Laudya. Dia ingin keluar dari persembunyian dan menenangkan Nabila, namun langkahnya terhenti saat Nabila meminta berbicara dengan Laudya.


Diam – diam si pria memvideokan pembicaraan Nabila dengan Laudya, di balik buku –buku. Si pria tidak menyangka jika Laudya cewek yang disangkanya lembut ternyata sangat licik.


Si pria melihat kedatangan Nathan yang membela Laudya, ingin dia keluar dan membela Nabila. Namun hatinya melarang, mungkin setelah ini Nabila bisa Move on dan melupakan Nathan, pikirnya.


Juga gue bisa mendekati Nabila, mengobati hatinya yang terluka, senyum si pria.


Dia melihat Maura membawa membawa Nabila Pergi.


“Loe, gak pa – pa kan?” Tanya Nathan kepada Laudya, menyentuh lengan Laudya. Dia mencemaskan gadis pujaannya disakiti Nabila, walaupun Nathan tidak yakin Nabila bisa menyakiti orang.


“Iya, gue gak pa – pa.” jawab Laudya jengah, mudah – mudahan gak ada yang lihat Nathan memberi perhatian sama gue, batin Laudya.


Namun do’anya tidak terkabul, salah satu pria yang menjadi targetnya melihat adegan tersebut, membuat Laudya salah tingkah.


Cepat – cepat Laudya menyingkirkan tangan Nathan yang menyentuh lengannya. Meninggalkan Nathan dengan tergesa – gesa.


Nathan hanya bengong melihat kepergian Laudya. Kemudian mengikutinya.


Si pria ikut keluar dari perpustakaan, dalam hatinya berkata, kok mereka gak kapok membuat sensasi di perpustakaan sih, tapi untung cuma gue dan Maura yang melihat kejadian ini.


 


*****


Nathan menuju kantin untuk makan, dia mengantri bersama yang lainnya. Setelah mendapatkan makan siangnya, Nathan mencari tempat duduk, kebetulan ada satu meja panjang yang kosong.


Nabila datang bersama sahabat – sahabatnya ke kantin untuk makan siang juga, dia melihat sekeliling dan ternyata ada Nathan, dalam hati Nabila senang  karena jarang sekali dia bisa bertemu Nathan saat di kantin. Selesai mengambil makanan, Nabila menghampiri Nathan.


♥️♥️♥️♥️♥️


Ayo tebak - tebakan,


Siapa kira2 cowok yang merekam Nabila dan Laudya?


Pulsa 20K buat 2 orang yang beruntung ya. wajib follow aku yah.


Please


LIKE


KOMENT


VOTE


and


FAVORITEkan ya.

__ADS_1


Gomawo


\=Lady_ MerMaD \=


__ADS_2