I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Kepo


__ADS_3

Nadine menceritakan hasil temuannya kepada Nayla, juga kondisi Nabila. Dimana prasangka Nadine Nabila sedang hamil.


“Apa, hamil?” Nayla membekap mulutnya, kaget mendengar informasi yang disampaikan oleh Nadine. Dia tidak menyangka putranya bisa melakukan hal seperti itu.


“Mom, jangan keras – keras, nanti Nathan dengar.” Meletakan jari telunjuknya dimulut, tanda meminta Nayla diam.


“Apa yang tidak boleh aku dengar?” Nathan telah berdiri dibelakang Nadine.


“Eh, Nath, apa? Kamu ngomong apa?” gugup Nadine, takut Nathan curiga jika dia membuntutinya semalam. Nadine membalikan badan menghadap Nathan, memasang senyum garing.


“Itu, bagian yang  gue, gak boleh dengar.” Ulang Nathan, melirik Nadine dan Nayla.


“Oh, itu, gue, sama mommy, mau belanja perhiasan habis ini, loe pasti komplen, kalau kita bilang mau kesana.” Elak Nadine.


“Benar, hanya itu.” tatap Nathan curiga, dia memang kurang suka jika harus ke Mall lama – lama.


“Iya, emang loe, pikir apa?” Nadine pura – pura sewot.


“Ya, gak tau.” Ucap Nathan mengedikan bahunya.


“Tumben kamu lihat – lihat juga Nath, mau beliin buat siapa?” pancing Nayla kepada putranya.


Nathan kaget dengan pertanyaan Nayla, namun dia langsung  menenangkan diri kembali.


“Ada deh, buat seseorang yang special.” Jujur Nathan.


“Hah.” Serempak Nayla dan Nadine, mereka kaget, Nathan bilang seperti itu, dalam pikiran mereka Nathan akan mengelak.


“Kamu, punya pacar?” tanya Nayla, dia menatap Nathan.


“Ada, kepo deh, mom.” Ucap Nathan cuek, meninggalkan mereka dan kembali melihat – lihat pakaian bagus untuk Nabila.


Nayla dan Nadine bengong, Nathan diluar prediksi mereka. Nayla mengikuti Nathan yang juga diikuti Nadine.


“Mau mommy , bantu pilihkan.?” Tanya Nayla.


“Iya, Nath, pilihan kita, pasti gak mengecewakan.” Bujuk Nadine, siapa tau bisa mengorek informasi tentang pacar Nathan, apakah gadis tersebut benar hamil dan itu anak Nathan?


“Oh, ya udah.” Nathan membiarkan ibu dan kakaknya membantu dia memilihkan baju untuk Nabila.


Nathan dan Nadine sibuk memilih baju untuk Nabila, sementara Nayla menemani Nino. Nadine dibuat pusing karena Nathan tidak mengetahui ukuran Nabila.


“Kak Nathan.” Tegur Maura dan Jenifer yang kebetulan juga berada di toko baju tersebut. Mereka saling lirik, siapa wanita disamping Nathan, katanya baru jadian dengan Nabila, kok ini lagi belanja dengan cewek lain?


“Eh, Maura, Jenifer.” Tegur Nathan. Nadine yang melihat dua cewek yang dikenal Nathan, jadi curiga apa dua cewek ini juga pacar Nathan? Kemana adiknya yang dulu sedingin es? Kenapa sekarang jadi play boy?


“Kalian berdua aja?” tanya Nathan basa – basi.

__ADS_1


“Iya kak, kakak..” belum selesai  kata – kata Jenifer, seorang pelayan telah memanggilnya.


“Mba, nomor yang mba minta telah ada, silahkan dicoba.” Ucap pelayan ramah kepada Jenifer.


“Kami kesana dulu ya kak.” Ucap Maura, mereka mengikuti pelayan tersebut. Walaupun mereka penasaran dengan cewek yang bersama Nathan.


Kelihatan lebih tua dari mereka tapi sangat cantik dan modis, belum lagi keakraban mereka yang siapa saja melihat, pasti akan menyangka bahwa itu pacar Nathan.


Selesai mencoba pakaian Maura dan Jenifer tidak melihat lagi Nathan dan cewek itu.


“Apa itu pacar kak Nathan?” curiga Maura.


“Iya, soalnya mereka romantis banget.” Balas Jenifer.


“Walaupun si cewek kayaknya lebih tua dari kak Nathan sih.” Lanjut Jenifer.


“Gak bisa dibiarkan ini, ayo, kita kasih tau Nabila.” Kesal Maura, mereka mengira Nathan seorang play boy.


****


Nathan dan Nadine gagal memilih pakaian untuk Nabila karena Nathan tidak mengetahui ukuran Nabila. Sekarang mereka berada di toko perhiasan. Nathan melihat sebuah kalung sederhana namun cantik, tapi tidak dengan harganya.


“Gue, mau kasih, dia kalung ini deh.” Ucap Nathan pelan.


“Mba, saya, mau lihat kalung ini.” Nathan menunjuk kalung yang dimaksud. Penjaga toko mengambil dan memberikannya kepada Nathan.


“Biar gue, coba, kalau sama gue cocok, berarti cocok juga buat cewek loe.”


Nathan memasangkan kalung tersebut keleher Nadine, saat itu Maura dan Jenifer melihat adegan tersebut, dia langsung memfoto Nathan, sebagai bukti untuk diperlihatkan kepada Nabila. Mereka tidak mau Nabila tersakiti lagi. Apa lagi jika Nathan mempermainkan Nabila.


Selesai membeli kalung, Nathan meninggalkan keluarganya.


“Kemana Nath?” tanya Nayla yang melihat Nathan akan pergi setelah membayar.


“Mau ngasih ini.” Cuek Nathan.


“Terus, loe ninggalin, gue?” kesal Nadine.


“Bareng Mommy, daddy aja, loe kak.” Nathan melampaikan tangannya dan meninggalkan mereka dengan bengong melihat tingkah Nathan.


***


Nathan membawa mobil menuju rumah Nabila, sebelumnya dia sempat ke toko roti untuk membawakan Nabila roti. Nathan memarkirkan mobil, mengambil roti dan memasukan kotak perhiasan disakunya. Nathan membunyikan bel, pagar dibuka oleh mang Udin.


“Oh, mas yang tadi pagi, tunggu ya mas, saya tanya neng Nabila dulu, bisa terima tamu atau tidak.” Mang udin menutup kembali pagar dan menuju ke dalam rumah.


“Neng, ada, mas – mas yang tadi pagi.” Beritahu mang Udin kepada Nabila. Nabila seperti habis menangis.

__ADS_1


“Neng, gak pa – pa? ada yang sakit? Mau mang Udin panggilkan ibu?” tanya mang Udin, dia khawatir jika sakit Nabila semakin parah.


“Gak mang, Nabil gak pa – pa, mang Udin bilang siapa yang datang?” Nabila mencoba menenangkan hatinya.


“Itu neng, ada mas – mas yang tadi pagi datang lagi.” Ulang mang Udin.


“Bilang saya lagi tidur aja mang, saya lemes banget, mau istirahat.” Ucap Nabila, dia menutup pintu, agar mang Udin segera pergi.


Mang Udin turun ke bawah menjumpai Nathan, Nathan yang melihat mang Udin membuka pagar lagi, sangat senang.


“Maaf Mas, neng Nabilanya, sedang tidur, sepertinya lemes banget, maklum habis minum obat.” Ucap mang Udin, memberi alasan, dia sendiri heran, tidak biasanya Nabila menolak tamu.


“Gak pa – pa, mang, saya bisa nunggu didalam?” Bagi Nathan, dia tidak perduli jika harus menunggu Nabila tidur lagi, yang penting dia bisa melihat gadis pujaannya.


“Maaf mas, sepertinya neng Nabila, tidak bisa diganggu.” Mang Udin masih mencoba mengusir Nathan.


“Saya janji, mang, saya gak ganggu, saya nunggu disini juga gak pa- pa.” keukeh Nathan. Mang Udin menjadi serba salah.


“Sekali lagi maaf mas, saya tidak tau ada masalah apa masnya, dengan neng Nabila, hanya saja neng Nabila gak mau ketemu mas.” Akhirnya mang Udin jujur karena bingung harus memberikan alasan apa lagi.


Deg


Nathan merasa tidak enak dengan informasi yang disampaikan mang Udin, kenapa Nabila tiba – tiba tidak mau bertemu dengannya? Bukankah tadi pagi mereka baik – baik saja?


🍒🍒🍒


Terima kasih buat kalian yang setia ngikutin cerita Nabila dan Nathan ya.


Sembari nunggu ini update bisa mampir ke cerita aku lainnya "UNEXPECTED MARRIAGE" kisah Viona dan Viona, cerita ini udah tamat ya.


folow juga ig aku ya : Lady_Mermad


Please


LIKE


VOTE


KOMENT


and


FAVORITEkan ya


Gomawo


\= Lady_MerMaD \=

__ADS_1


__ADS_2