
“Tetap saja, aku harus membuat Cakra sadar.” Nathan melirik kebelakang lagi dan tepat saat Cakra juga menatapnya dengan tajam. Nathan kesal dengan tatapan menantang dari Cakra, tanpa berfikir Nathan menarik wajah Nabila dan mencium bibirnya sekilas, hal itu membuat Nabila memelototkan matanya, Nathan hanya memberikan senyuman mautnya. Hal itu juga membuat yang lain kaget dengan tingkah Nathan. Cakra semakin cemburu, Siska yang melihat kilat kemaran dimata Cakra, langsung memegang tangan Cakra, agar Cakra tenang, melihat tangannya disentuh oleh Siska, Cakra langsung melihat ke Siska.
Deg
Tatapan Siska yang lembut sekaligus sedih, membuat jantung dan perasaan Cakra menjadi lain. Dia berpikir kenapa Siska menatapnya seperti itu dan genggaman tangannya seperti memberi kekuatan kepada Cakra. Cakra sempat terhanyut dengan perlakuan Siska, namun dia kembali sadar dan melepaskan tangan Siska. Mereka kembali dalam ke canggungan yang hakiki.
Setelah film selesai, mereka keluar dari ruangan para gadis izin ke toilet, begitu juga Evan, Ferry dan Rangga, meninggalkan Nathan dan Cakra, dengan wajah saling bermusuhan.
“Apa maksud loe, mencium Nabila didepan umum?” kesal Cakra.
“Terserah gue, Nabilakan pacar gue.” Balas Nathan tak kalah kesal.
“Loe, jaga dia baik – baik, jika loe buat Nabila terluka, gue akan rebut Nabila dari loe, camkan itu.” Cakra menatap nyalang Nathan.
“Pasti.” Tatap Nathan tak mau kalah dari Cakra. Padahal selama ini hubungan mereka baik, namun sejak Nathan jadian dengan Nabila, Cakra tidak terlalu berbicara dengan Nathan, jika bukan hal penting.
“Gak lama kan, kak?” Nabila dan para gadis datang,. Evan, Ferry dan Ranggapun muncul.
“Kalian lapar gak?” tanya Evan, dia telah berunding dengan sahabat – sahabatnya untuk mengajak yang lain makan.
“Banget.” Jawab Jenifer sambil memegang perutnya, hal itu membuat Evan geram dan mengusap pucuk kepala Jenifer. Jenifer menjadi terdiam kaku dengan perlakuan Evan, namun dia menguatkan hati bahwa dia tidak boleh terperdaya, Evan hanya membuat Nabila cemburu, namun kenapa harus dia sih yang jadi alat Evan, batin Jenifer.
Mereka makan di salah satu restoran yang menyajikan masakan Jepang yang ada disana. Nabila memesan shabu – shabu, kebetulan Nathan juga mau itu, yang lain memesan ramen, sushi, soba dan tempura.
Selama makan Nathan dan Nabila masih memperlihatkan kemesraan yang membuat yang lain iri. Akhirnya mereka cepat – cepat menyelesaikan acara makannya.
****
Acara Festival Budaya memang diadakan setiap tahun di Sekolah Bina Harapan Internasional, acara tersebut sekaligus sebagai pesta perpisahan untuk kelas dua belas. Acara itu sendiri dilakukan setelah kelas dua belas ujian kelulusan.
Nathan dan yang lain sibuk ujian, sementara Nabila dan teman – temannya sibuk mempersiapkan Festival Budaya tersebut. Nathan dan Nabila jadi jarang bertemu, begitu juga dengan Evan, Cakra, Ferry dan Rangga.
Kelas dua belas telah selesai ujian, sementara acara Festival Budaya akan dilaksanakan tiga hari lagi, Nabila dan panitia acara benar – benar sibuk.
__ADS_1
“Jen, saran gue, loe bilang deh sama kak Evan tentang perasaan loe, bentar lagi gak ketemu lagi loch?” bisik Nabila kepada Jenifer, disela – sela kesibukan mereka mendekorasi Café Detektifnya.
“Gue gak berani Nab.” Jawab Jenifer dengan berbisik juga, takut yang lain tau. Bagi Jenifer menyatakan perasaan itu sangat memalukan, itu lah alasannya Jenifer tidak mau mengatakannya.
“Gak nyesal, lagian kenapa mesti malu sih Jen?” tanya Nabila lagi.
“Gue takut seperti yang loe alami, Nab.” Jawab Jenifer terus terang karena hal yang membuat dia tidak berani menyatakan perasaannya kepada Evan, adalah kejadian Nabila, selain juga takut ditolak.
“Kalian lagi ngomongin apa sih, bisik – bisik.” Kepo Cheryl, sontak Maura dan Siska juga memperhatikan mereka.
“Gak ada.” Gugup Nabila.
“Parah loe berdua ni, main rahasia – rahasian dengan kami.” Ucap Maura ngambek.
“Bukan..” Jenifer menimbang memberitahu sahabat – sahabatnya atau tidak.
“Nanti aja lah, ntar kalau gue udah yakin, baru gue cerita sama kalian.” Putus Jenifer.
“Jadi tambah penasaran ini.” Ucap Siska.
“Be brave, sekalipun gue malu dulu, tapi sekarang gue berhasil dapatin kak Nathan. Jangan sampe nyesal loch.” Nabila mengedipkan matanya kepada Jenifer.
Jenifer menimbang – nimbang saran dari Nabila. Emang gue bisa kayak Nabila yang tegar, saat jadi bulan – bulanan? Apa gue sanggup dengar kata tidak dari kak Evan? Tapi kalau gak bilang gue takut nyesal, batin Jenifer dan masih banyak lagi perdebatan dalam dirinya.
“Jen, loe bantu pasang kertas krep dunk.” Ujar Siska.
“Oke.” Jenifer langsung naik tangga buat memasang kertas krep yang sudah mereka design menjadi renda – renda untuk mempercantik Café Detektif.
Pemasangan terakhir, Jenifer turun, namun karena pikirannya masih menimbang saran dari Nabila, keseimbangan Jenifer tidak stabil, Jenifer jatuh, namun bukan ke lantai karena Evan yang baru datang melihat, jika Jenifer akan jatuh, langsung menyambutnya. Pandangan mereka beradu.
“Aku menyukai kakak.” Tanpa Jenifer sadari kata – kata tersebut meluncur begitu saja dari mulutnya, dan dia mengucapkannya cukup kencang, sehingga yang lain kaget mendengarnya, termasuk Maura, Cheryl dan Siska. Ya ampun kok aku mendadak ngomomg begitu, batin Jenifer, wajahnya memerah dan reflex menutup mulut.
“Kamu, suka aku yang benar saja.” Ucap Evan kesal.
__ADS_1
🍒🍒🍒
Nah loch, Evan kesal gimana ini reader? apa yang harus dilakukan Jenifer, mana malu lagi, hadeh. Jeni Jeni mengulang kisah Nabil ini, mudah - mudahan gak viral.
Sekolah yang benar dulu deh, gak usah pacar - pacaran, nasehat author😅
Silahkan komen kenapa Evan kesal, alamat bakal ditolak ini?
🍒🍒🍒
Hi sayang - sayang akuh, aku mau promosiin karya temanku Black Rose dengan THE UGLY DUCKLING
Blurb :
Seorang gadis dengan tubuh yang gendut, jelek, dan hitam sedang berusaha merubah takdirnya menjadi cantik dan menarik. Saat dia berada di titik terendah dalam hidupnya, masih ada orang baik yang mau mengangkat derajatnya dan menjadikannya seorang wanita yang cantik. Pertemuannya ini membuatnya terpaksa menikahi orang yang tidak dia cintai, untuk siapakah si cantik akan melabuhkan cintanya?
Cus langsung mampir aja ya.
Jangan lupa :
LIKE
VOTE
KOMENT
and
FAVORITEkan ya
apa lagi kalau kalau dikasih kopi sambil duduk di kursi pijat di taman bunga, suka banget authornya😘😘
__ADS_1
Gomawo
\= Lady_MerMaD \=