
Tidak terasa, semester dua telah berlalu. Liburan semester dua Nabila ke Oxford, Nathan menjemputnya di Bandara, biasanya Nadine juga ikut. Namun, sekarang tidak lagi, Nadine telah lulus dan kembali ke Indonesia.
"Beb," panggil Nathan, melambaikan tangan kepada Nabila.
Nabila berlari mengejar Nathan dan memeluk Nathan dengan erat. Nathan tidak peduli jika mereka sedang di tempat umum, tetap saja dia mencium Nabila dengan geram.
Mereka menuju Apartment Nathan, Nathan tidak sabaran, begitu masuk Apartment dia langsung membekap bibir Nabila dengan bibirnya.
"Aku kangen kamu, beb." ucap Nathan, menggendong Nabila ke kamar.
"Kak, ada yang mau Nabil, omongin." Nabila menahan kegiatan Nathan.
"Nanti saja." kembali mencium Nabila. Nabila duduk.
"Gak, kita harus ngomong dulu." keukeh Nabila. Akhirnya Nathan ikut duduk di depan Nabila.
"Oke, kamu mau ngomong apa?" Nathan menatap mata Nabila dan mengenggam tangannya.
"Nabil, mau punya anak, kak." ucap Nabila. Nathan kaget dengan keinginan tiba - tiba Nabila.
"Kamu yakin, beb?" Nathan memastikan kembali kepada Nabila.
"Iya."
"Apa gak mengganggu kuliah kamu?" bagi Nathan sejak dia ingin menikahi Nabila memang dia menginginkan anak, namun dia tetap menghormati keputusan Nabila.
"Gak kak, Nabil yakin bisa, senior Nabil ada juga yang lagi hamil, dia menikah muda juga, dan masih aman dengan kandungannya yang sudah membesar. Nabil salut sama dia, makanya Nabil yakin juga bisa." jelas Nabila.
"Ya udah, jika kamu yakin kita bisa mulai program memiliki bayinya sekarang." Nathan kembali melanjutkan aksinya yang tertunda.
__ADS_1
Mereka menghabiskan waktu dengan program bayi mereka, Nabila berharap bisa langsung berhasil. Dia telah menghentikan alat kontrasepsinya sebelum berangkat ke Oxford.
***
Dua tahun kemudian
"Selamat ya, Nab" ucap Cheryl mencium pipi kiri dan kanan Nabila serta memeluk Nabila.
Mereka memang jarang bertemu setelah tearkhir kali Jenifer menjadi model Nabila diacara perlombaan kampus Nabila dua tahun lalu.
"Do'akan semoga kami juga menyusul." ucap Rangga yang telah berhasil menjadikan Cheryl kekasihnya.
"Ya udah, segera aja, emang kalian mau nunggu apa?" tanya Nathan yang berda di samping Nabila.
Hari ini adalah resepsi pernikahan mereka, namun sahabat Nabila kecuali Siska, mereka tahunya kalau Nabila baru menikah sekarang. Padahal Nabila dan Nathan telah menikah selama 4 tahun.
"Nunggu, nona, ini siap, alasannya belum mau nikah terus." jawab Rangga sambil melirik Cheryl.
"Lah, Nabilakan juga belum lulus kuliah." sindir Rangga lagi.
"Aku dan Nabila beda, aku mau kuliah dulu, terus kerja, baru nikah." jelas Cheryl.
"Kalau kakak, gak bisa nunggu, ya silahkan cari yang lain.. yang mau diajak nikah segera." kesal Cheryl.
"Iya, aku nunggu kamu." Rangga merangkul Cheryl agar tidak merajuk.
Nabila dan Nathan memperhatikan interaksi mereka, kelihatannya Rangga telah banyak berubah. Jika dulu Cheryl sering dikerjai justru sekarang Cheryl seperti disayang dan dijagain. Kelihatan sekali jika Rangga bucin dengan Cheryl.
Atau jangan-jangan Rangga sering, mengerjai Cheryl, agar, perhatian Cheryl teralihkan kepadanya?
__ADS_1
"Ya, udah ayok kita gabung bersama yang lain. udah mulai antri yang mau nyalami pengantin" ajak Rangga.
Mereka menuju meja, dimana disana telah ada Evan, Jenifer, Maura dan Ferry. Sebulan lagi Maura dan Ferry akan bertunangan. Sedangkan Evan dan Jenifer telah bertunangan dua bulan yang lalu. Mereka berencana menikah enam bulan lagi. Jenifer begitu ingin cepat menikah juga melihat Nabila menikah. Evan dengan senang hati menerima ajakan tersebut, hanya saja dia menyayangkan kenapa baru sekarang, Jenifer menerima, saat Evan telah selesai kuliah dan kembali ke Indonesia meneruskan usaha keluarga. Jadi dia harus LDR dengan Jenifer setidaknya enam bulan pernikahan mereka.
Siska datang terlambat, dia menyalami Nabila dan Nathan. Penampilan Siska berubah, pakaian yang dia kenakan adalah pakaian sederhana bahkan terkesan sangat sederhana, namun Siska tetap cantik.
Nabila memang di kampus yang sama dengan Siska, namun hampir setahun dia tidak bertemu Siska karena Siska sibuk. Paling Nabila bertemu Siska hanya saat dia curhat karena belum memiliki anak. Juga tentang kerinduan Nabila untuk hamil. Bahkan Nabila pernah berbicara dengan Siska, apakah ini hukuman dia dan Nathan yang sempat menunda selama dua tahun? Siska memberikan nasehat, mungkin belum rezeki mereka untuk punya anak, jika waktunya tiba mereka akan segera memiliki bayi.
Siska bergabung dengan sahabat - sahabatnya. Mereka mempertanyakan, penampilan Siska yang berubah, mereka tau bahwa pakaian yang dikenakan Siska bukanlah barang branded, namun merk yang tidak dikenal. Mereka bertanya - tanya, apa yang terjadi dengan Siska?
Cakra datang saat pesta sudah hampir berakhir. Cakra datang dalam keadaan wajah yang kusut kurang tidur. Sepertinya dia masih tidak terima Nabila akhirnya menikah dengan Nathan. Andai Cakra tahu bahwa Nabila telah menikah dengan Nathan selama 4 tahun?
Setelah mengucapkan selamat kepada Nabila dan Nathan. Cakra meninggalkan resepsi pernikahan tersebut. Tanpa melihat sekelilingnya, bahkan adeknya, Cherylpun diabaikannya.
Siska hanya melihat dari jauh, saat kedatangan Cakra, sampai Cakra meninggalkan ruangan pesta pernikahan Nathan dan Nabika. Dalam hati. ternyata Cakra masih belum bisa melupakan Nabila. Cakra bahkan tidak melirik sedikitpun kepada Siska. Ada perih yang dirasakan Siska.
Cheryl memperhatikan Siska yang menatap Cakra dengan sedih dan terluka, namun dia tidak bisa berbuat apa - apa. Cheryl masih ingat seminggu yang lalu, saat dia memberitahu Cakra tentang pernikahan Nabila dan Nathan. Cakra frustasi, selama seminggu dia tidak pulang ke rumah. Cheryl baru bertemu lagi dengan Cakra hari ini.
πππ
Hi I'm back, maafkan lama menunggu. Dua bab final end, hari ini saya update.
Semoga puas ya dengan endingnya dan author mau fokus ke karya baru.
Mampir juga ke karya pertama author "UnExpected Marriage" gak kalah seru.
Yang masih punya Vote please give meππ
Buat yang belum Follow akun NT ini
__ADS_1
Ig : lady_mermad
tik tok : lady_mermad