I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Kegelisahan Nathan


__ADS_3

“Nabila, kok bisa sakit ya?” tanya Siska, sambil menulis untuk bahan mading besok.


“Gue, jadi gak enak sama Nabila, karena kak Evan, kok gak mau ya, ngantar Nabila?” ucap Jenifer bersalah, dia menggunting kliping yang telah dia kumpulkan.


“Bukan salah loe juga, Jen, kan loe juga nebeng dengan kak Evan.” Maura mencoba menenangkan, dia sibuk menulis di laptop.


“Apa karena kejadian semalam ya.” Gerutu Cheryl, namun cukup didengar oleh yang lainnya. Cheryl mengambil kliping yang telah digunting Jenifer dan menempelnya di mading.


“Maksud loe, Cher?” tanya Siska mendekati Cheryl yang sedang menempel di madding.


“Iya, jadi semalam, gue gak pulang sama Nabila.” Cicit Cheryl, dia merasa bingung, apakah dengan membantu Nathan dan Nabila itu , hal yang benar dilakukannya?


Belum lagi Cakra yang juga merajuk dan tidak mau bicara dengannya, membuat Cheryl seperti makan buah simalakama.


“Terus, loe, biarkan Nanila, naik ojek online sendirian?” tanya Jenifer, membuat dia semakin merasa bersalah, dia membawa sisa kliping yang telah selesai di guntingnya dan menyerahkan kepada Cheryl.


“Ya gaklah, dia pulang diantar sama kak Nathan.” Beritahu Cheryl, masih sibuk menempel. Maura juga menyusul Cheryl.


“Kok bisa, emang loe, kenapa gak bisa antar Nabila pulang, abang loe, kan pacar Nabila sekarang.” Ucap Maura panjang lebar. Bingung juga dia dengan sikap Cakra yang mengaku pacar Nabila dan Cheryl sahabat Nabila, namun tidak bisa mengantar Nabila pulang.


"Jangan - jangan Nabila, pulang kehujanan, kemarin kan lebat banget hujannya." potong Siska.


“Mereka udah putus kemarin.” Ucap Cheryl, masih sibuk menempel di mading.


Siska kaget dengan berita yang disampaikan Cheryl, kenapa mereka pacaran cuma sehari?


“Apa?” serempak semuanya kaget.


“Kok bisa? Bukannya mereka baru jadian?”Penasaran Siska dengan info yang baru didengarnya.


Cheryl mengajak mereka duduk, agar lebih enak bercerita. Cheryl menceritakan yang sebenarnya, mulai saat dia yang ke Beefhouse di mobil Nathan, sampai kejadian Cakra yang marah karena Cheryl membantu Nathan. Padahal Cheryl membantu Nabila. Juga info dari Nathan yang memberitahu Cakra bahwa dia telah jadian dengan Nabila.


“Jadi loe, belum tau, apa yang terjadi dengan Nabila dan Kak Nathan?” tanya Siska. ada sedikit perasaan lega dihatinya mengetahui Cakra dan Nabila hanya jadian pura - pura. Namun sisi hatinya yang lain juga sedih, jika Cakra sedih. kenapa bang Cakra gak bisa lihat gue, sih? batin Siska.


“Iya, tadinya gue, mau dengar cerita lengkapnya sama Nabila, hari ini, eh tu anak pakai sakit segala.”


“Gue, kira mereka, emang udah jadian.” Ucap Maura manggut – manggut.


“Kok loe, bisa yakin?” ucap Cheryl.


“Ya dari cerita loe lah, oon.” Kesal Maura.

__ADS_1


"Iya, kak Nathan orangnya kan tegas banget kalau suka pasti bilang suka, kalau gak pasti bilang gak." tambah Jenifer.


" Betul." ucap Siska.


🍏🍏🍏


Nathan uring – uringan seminggu ini, pasalnya dia tidak bertemu dengan Nabila. Dan anehnya sahabat – sahabat Nabilapun tidak bisa dia jumpai. Nathan berkali – kali mencoban bertanya kepada Cakra, namun seperti biasa Cakra, masih mendiamkannya.


Nathan pulang ke rumah dengan wajah tidak semangat, Nadine yang melihat adiknya, yang beberapa hari ini pulang dengan wajah cemberut, sampai tidak menyadari kehadirannya, menjadi heran, apa yang terjadi dengan anak ini, biasanya tidak pernah cemberut, pikir Nadine.


“Baru pulang, Nath?” Tegur Nadine.


“Gak, dari semalam.” Jawab Nathan asal.


“Widih, tumben loe, bisa becanda, biasanya gak pernah?” Nadine mendekat kearah Nathan dan menempelkan tangannya ke kening Nathan.


“Gak panas.” Lanjut Nadine lagi.


“Apaan, sih.” Kesal Nathan, menepiskan tangan Nadine.


“Yah kali aja loe, sakit. Gak biasanya tampang loe, jutek gitu, biasanya datar.”


Nathan mengabaikan ucapan Nadine, dia menghempaskan badannya di sofa yang berada di ruang nonton. Mencoba mencari film yang dapat mengalihkan pikirannya dari Nabila, namun tidak ada film yang menarik hatinya.


“Jangan bilang, loe, lagi jatuh cinta.” Kikik Nadine, karena dia yakin Nathan orang yang sangat cuek dan jauh dari romantisme, jadi itu pasti bullshit.


“Brisik ah.” Nathan kembali berjalan, langkahnya terhenti saat Nadine bicara tentang dia yang lagi jatuh cinta. Nathan akui dia memang lagi kasmaran dengan Nabila.


Harus diselidiki ini, dia mencurigakan, batin Nadine.


Setelah beberapa menit, Nathan kembali turun dengan baju kaos dan jelana jeans panjang. Dia memutuskan untuk ke rumah Nabila. Siapa tau dia bisa bertemu Nabila.


“Mau kemana?” kepo Nadine.


“Pengen tau aja, btw kakak, kapan pulang?” Nathan baru menyadari keberadaan Nadine di rumah hari ini.


“Udah 3 hari kali, loe aja yang gak perhatiin rumah, muka cemberut aja gue lihat.” Nadine memang telah 3 hari di Indonesia, kuliahnya sedang libur, makanya Nadine pulang.


Nadine kuliah di Oxford university, mengambil jurusan hukum. Walaupun Nino lebih suka Nadine mengambil jurusan management bisnis, agar bisa membantunya mengelola perusahaan.


“Oh.” Hanya itu suara yang keluar dari mulut Nathan. Dia melanjutkan langkah turun dengan lift menuju bagasi mobil.

__ADS_1


Nadine yang kepo dengan tingkah Nathan yang tak biasa, akhirnya membuntuti Nathan.


Nathan sampai di rumah Nabila jam 8 malam. Nathan kembali mencoba menghubungi Nabila, namun handphone Nabila tidak aktif. Dia juga telah banyak mengirim pesan kepada Nabila. Nathan menyesal kenapa tidak dari dulu dia menghubungi Nabila, atau memberikannya nomornya dulu saat Nabila memintanya.


Nathan turun dari mobil, dan menekan tombol, namun tidak ada jawaban, sepertinya rumah Nabila kosong.


Nahan mencoba menunggu selama sejam, namun pintu pagar tidak dibuka juga.


Nadine yang mengikuti Nathan semakin penasaran, rumah siapa ini?


Nathan yang tidak sabaran akhirnya, memutuskan untuk ke cafe saja untuk bekerja, siapa tau, kegelisahannya teralihkan. Begitu Nathan pergi, mobil Nabila datang, mang udin turun dari mobil dan membuka pagar.


Nadine yang tadinya menyalakan mobil, jadi terhenti dengan kedatangan mobil pemilik rumah. Saat mang Udin membuka pagar, Nabila keluar dan mencari tempat untuk muntah, mami mengusap tengkuk Nabila, setelah puas mengeluarkan isi perutnya, mami membawa Nabila kembali kedalam mobil.


Apa gadis itu yang membuat Nathan uring – uringan dan gelisah? Apa Nathan membuat gadis itu hamil?


 


🍒🍒🍒


Akhirnya baru bisa update, maaf telat ya sayang - sayang akuh. Tugas negara didunia nyata membuat akuh sibuk banget.


Semoga kalian masih setia ya menunggu kelanjutannya.


Sambil nunggu bisa mampir kekarya pertama ku "UNEXPECTED MARRIAGE" ceritanya udah tamat, jadi pecinta baca marathon pasti suka ni, epsnya juga ga panjang cuma 66 eps.



Please


LIKE


VOTE


KOMENT


and


FAVORITEkan ya.


Apalagi dikasi kopi, buat ide ngalir lancar😘

__ADS_1


Gomawo


\= Lady_MerMaD \=


__ADS_2