
"Apa yang loe, rencanakan?" tatap Cakra dengan tajam kepada Laudya, ingin dia mendekati Laudya dan mengintiminasinya, namun dia tidak bisa melepaskan tangan dari handle pintu, takut Siska keluar dan melihat para pria - pria ini.
"Maksud loe apa? Cak?" Laudya masih mengelak.
Cakra tidak ingin berdebat.
"Aku minta kalian keluar dari kamar ini segera." perintah Cakra dengan nada yang lebih tinggi. Dia merasakan kalau Siska mencoba keluar.
"Bang, buka pintunya." teriak Siska lagi.
"Kenapa loe, kunci cewek loe, Cak"
Siska mendengar kalau teman Cakra bilang bahwa dia pacar Cakra, apa kak Cakra juga menyukai gue?
"Bukan urusan kalian, gue minta kalian keluar sekarang." ucap Cakra dengan nada tegas, membuat teman - temannya dengan terpaksa harus keluar. Melihat teman - teman sekelasnya tidak bereaksi dan justru keluar kamar membuat Laudya kesal, dengan terpaksa dia ikut keluar, secepatnya Cakra mengunci pintu, hal tersebut menjadi kesempatan bagi Siska untuk keluar dari kamar mandi, hanya menggunakan handuk, entah kapan gadis ini menanggalkan pakaiannya.
Cakra secepatnya menuju kamar mandi untuk kembali memegang handle pintu, namun Cakra kaget karena Siska telah berada di kamar dan bersiap - siap membuka handuk yang dia kenakan, menampilkan tubuhnya yang polos, membuat Cakra menelan salivanya, keindahan tubuh gadis itu membuat Cakra tidak bisa berpaling dan sesuatu dibawah sana menjadi mengeras.
Susah payah Cakra, menahan hasratnya, namun Siska semakin mendekat dan memeluk Cakra, mencium bibir Cakra dengan brutal. Cakra masih mencoba menahan agar Siska tidak melakukan lebih jauh. Cakra menggendong Siska seperti sekarung beras dan membawanya ke ranjang. Cakra menyelimuti tubuh polos Siska. Tidak ada cara lain, Cakra harus memuaskan Siska tanpa merusak kegadisannya.
Cakra mencumbu Siska dengan lembut, dia tau harus membuat Siska puas tanpa merusak Siska. Cakra melakukan semua yang dia bisa. Siska mendesah nikmat dengan perlakuan Cakra, tidak tinggal diam, insting Siskapun melakukan hal yang harus dilakukan, dia memegang inti Cakra, Cakra yang tadi asik dibukit kembar, kaget, segera menepis tangan Siska yang nakal pada asetnya.
Cakra langsung mencumbu inti Siska, membuat Siska mendesah nikmat, bahkan Siska menekan kepala Cakra agar lebih dalam mencumbunya. Akhirnya Siska terpuaskan dan langsung tertidur karena lemas. Cakra menyelimuti tubuh polos Siska.
Sekarang giliran Cakra yang dibuat bingung, karena tidak bisa menyalurkan hasratnya yang telah membara, dengan terpaksa Cakra menuju kamar mandi untuk bermain solo.
Selesai Cakra melihat Siska masih tetidur dwngan pulas, dia melihat handphone Siska yang berbunyi, dan notifikasi pesan dari groupnya menanyakan Siska dimana, ternyata sahabat - sahabat Siska akan pulang. Tiba - tiba telepon berdering dan itu dari Cheryl, Cakra mengabaikannya, namun telepon tidak berhenti berbunyi. Cakra mencari alasan yang tepat untuk dia berikan kepada Cheryl dan mengangkat telepon tersebut.
"Ya Cher." jawab Cakra.
"Kok, abang yang angkat handphone Siska?" tanya Cheryl judes. Dia memang tau kalau Siska menemui abangnya.
"Siska lagi di toilet, mau apa? nanti abang sampein." ujar Cakra, agar Cheryl tidak curiga.
"Kami mau pulang, Siska pulang bareng ķami atau gimana?" tanya Cheryl lagi.
__ADS_1
"Biar abang yang antar aja nanti, kalian pulang saja duluan." balas Cakra, tidak mungkin Siska pulang dengan mereka dalam keadaaan seperti ini, mana pakaian Siska basah lagi.
ngomong - ngomong soal pakaian, berarti Cakra harus kebawah membelikan pakaian untuk Siska.
"Tas Siska, gimana ?" tanya Cheryl kembali.
"Bawa aja, besok dijemput Siska." balas Cakra.
"Ya udah." Cheryl menutup telepon. Cakra bernafas lega.
Dia mencheck Siska kembali, siapa tau Siska telah bangun, namun ternyata belum. Cakra memutuskan untuk ke bawah membelikan pakaian untuk Siska. Sebelumnya Cakra memastikan ukuran pakaian dalamnya yang berserakan di kamar mandi serta dress Siska. Cakra mengunci kamar, khawatir jika ada yang masuk dan memanfaatkan situasi Siska.
Tidak butuh waktu lama bagi Cakra untuk memilih karena dia meminta pelayan untuk mencarikannya sesuai ukuran yang Cakra berikan. Cakra kembali dengan membawa pakaian baru untuk Siska. Siska masih tertidur dengan pulas. Cakra meletakan pakaian di meja samping.
Karena lelah, akhirnya Cakra ikut tidur disamping Siska, memandang wajah Siska, cantik, pikir Cakra. Entah setan apa yang membuat Cakra khilaf, tiba - tiba saat memandang bibir Siska, Cakra tergoda untuk menciumnya, merasakan sesuatu yang kenyal dibibirnya Siska sedikit bergerak. Cakra langsung menghentikan kegiatannya. Membalikan badan, memunggungi Siska, kemudian terlelap disamping Siska.
Siska terbangun jam 6 pagi, dia tidak sadar jika tidur dalam keadaan polos, duduk sehingga membuat selimut yang menyelimuti tubuhnya merosot hingga pinggang, mata Siska melotot merasakan hawa dingin ditubuhnya dan pemandangan yang dia saksikan. Siska kembali mengangkat selimut hingga batas menutupi ***********.
Siska melirik kesamping dan melihat Cakra tertidur disampingnya. Siska mengingat - ingat kejadian semalam, alangkah malunya Siska saat potongan kejadian semalam terlintas didalam pikirannya. Siska ingat dia merayu Cakra, namun Siska tidak ingat apakah dia melakukan hubungan itu dengan Cakra?
Takut Cakra bangun, Siska melihat box pakaian dan meneliti ternyata itu adalah pakaian perempuan. Tanpa bertanya Siska langsung membawa pakaian tersebut ke kamar mandi. Siska yakin bahwa itu memang dibelikan buat dirinya oleh Cakra.
Tanpa membangunkan Cakra, Siska keluar hotel dan memesan taxi online. Sepanjang perjalanan, Siska melihat handphone dan mencari tau tentang tanda - tanda gadis setelah melakukan malam pertama. Siska mencheck satu persatu info di internet dari darah perawan sampai perasaan sakit saat berjalan.
Sesampai dirumah Siska langsung memastikan kondisi tubuhnya seperti informasi di internet. Siska bersyukur tidak menemukan hal tersebut pada kondisi fisiknya. Sehingga Siska yakin dia masih perawan. Hanya saja Siska sangat malu untuk bertrmu dengan Cakra lagi.
Siska mandi dan membersihkan dirinya, berpikir bagaimana jika Cakra bertanya atau Cheryl dan sahabat - sahabatnya bertanya tentang kejadian semalam?
🍒🍒🍒
Untuk kisah Nabila dan Nathan sabar ya, biarkan mereka berpisah dulu siapa tau dapat jodoh baru😁
Mampir ke karya teman author yang berjudul "JODOHKU DIDEPAN MATA" karya author "MPHOON"
__ADS_1
Blurb :
Eldren dan Aldrich adalah saudara kandung yang dibuang oleh keluarganya di suatu tempat.
Kemudian mereka ditemukan oleh sepasang suami istri yang rela menolong nya lalu menjadikan mereka sebagai anak adopsi yang sah.
Al dan El memiliki kisah cinta yang sangat berbeda, walaupun sikap Al terbilang lebih dingin.
Tetapi mereka tetap saling menyayangin satu sama lain, meskipun caranya memang terlihat sangat unik.
Bagaimana kehidupan El dan Al selanjutnya ?
Apakah mereka bisa menemukan cintanya dengan benar ? ataukah mereka salah orang.
Lalu balas budi apa yang mereka berikan pada keluarga adopsinya ?
Akankah El dan Al adalah tipe pria seperti kacang yang lupa pada kulitnya.
Mari kita simak cerita selengkapnya di bab berikutnya.
Seperti biasa jangan lupa ya
LIKE
VOTE
KOMENT
and
FAVORITEkan ya.
Mumpung hari senin, please VOTEnya ya, biar author semangka😘😘
Saranghaeyo💕💕
__ADS_1
Gomawo
\= Lady_MerMaD \=