
Pindah ke sebelah ya ( cerita di pisah silahkan cek KORBAN CINTA PERTAMA )
"Ibu tahu ke mana mereka pergi?" ulang Cakra karena tidak mendapat jawaban dari pemilik rumah.
"Mana saya tahu mereka pergi kemana ... yang penting mereka tidak menyusahkan orang lain," sewot pemilik rumah.
"Kamu siapa mereka?" pemilik rumah menilai penampilan Cakra.
"Siska istri saya!" Cakra tidak tahu kenapa dia mengucapkan kata-kata tersebut?
"Dilihat dari penampilanmu, sepertinya kamu orang kaya, lalu kenapa ... jika dia istrimu ... kenapa mereka tinggal di sini?" curiga pemilik rumah.
"Saya permisi dulu." Cakra meninggalkan pemilik rumah, tidak tahan dengan tuduhannya.
Cakra melajukan mobil dengan santai. Dia memperhatikan jalanan siapa tahu, dia bisa berjumpa Siska. Cakra khawatir jika terjadi apa-apa dengan Siska dan ibunya. Apalagi saat ini Siska tengah hamil.
Hujan turun membasahi bumi, semakin lama semakin lebat. Jarak pandang Cakra terbatas. Dia semakin mencemaskan keadaan Siska dan ibunya. Di mana mereka akan tinggal dan bermalam? Cakra yakin pasti telah terjadi sesuatu dengan Siska. Kalau tidak pasti dia telah membayar sewa rumahnya.
__ADS_1
Cakra tidak habis pikir kenapa Siska tidak memberitahunya? Atau Nabila, sahabatnya yang ada di Indonesia karena Cheryl dan yang lainnya kuliah di luar negeri. Hampir satu jam Cakra berputar di sekitaran lingkungan rumah sewa Siska. Namun, dia belum melihat keberadaan Siska.
Tiba-tiba Cakra seperti melihat dua orang wanita dengan perbedaan usia yang jauh. Cakra menghentikan mobilnya. Keluar menghampiri dua orang wanita tersebut.
"Siska!" panggil Cakra, namun, dia harus menelan kecewa karena dua wanita tersebut bukan Siska dan ibunya.
Cakra kembali ke mobil dengan baju yang sedikit basah. Cakra berpikir, kira-kira kemana Siska akan pergi membawa ibunya? Cakra melewati ruko-ruko yang telah kosong. Dia kembali melihat dua orang wanita dan tujuh pria yang sedang mencoba melecehkan wanita muda. Wanita tua mencoba menghalanginya. Salah satu pria memukul wanita tua.
Cakra segera menghubungi polisi dan memberitahukan kejadian dan lokasinya. Setelah itu Cakra keluar dari mobil dan menolong para wanita tersebut.
"Abang?" Cakra tahu itu adalah suara Siska. Siska mencoba melepaskan diri dari pegangan dua pria. Namun, tenaganya kalah kuat.
Cakra berkelahi dengan empat orang pria. Dua pria tersebut membawa Siska dan menidurkannya di sebuah meja kayu yang ada di sana. Satu pria mencoba melepaskan celana jeans yang dipakai Siska. Ibu Siska yang tidak ingin putrinya diperkosa memukul si pria yang mencoba melepaskan celana jeans Siska dengan kayu.
Si pria yang dipukul dan mengeluarkan darah kalap membuat Widia ketakutan.
"Dasar wanita tua." Si pria mengambil kayu yang dipegang Widia. Dia memukulkannya kepada Widia dengan bertubi-tubi.
__ADS_1
Widia terjatuh dan tubuhnya terjerembab ke besi runcing, sehingga mengenai perut Widia.
"Cukup, jangan pukul, Mama," mohon Siska, dia semakin memberontak. Namun, dia juga dipukuli oleh dua pria tersebut.
Bertepatan polisi datang, para pria yang mencoba melukai Siska mencoba kabur. Namun, mereka tidak sempat. Polisi menangkap mereka.
🍒🍒🍒
Pindah ke sebelah ya ( cerita di pisah silahkan cek KORBAN CINTA PERTAMA )
Jangan lupa vote, kembang, kopi dan nonton iklan ya.
Pekanbaru
081222
07.59
__ADS_1