I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Mengancam


__ADS_3

“Ternyata cowok yang disukai Nabila adalah Nathan.” Akhirnya Ferry memberitahu sahabat – sahabatnya.


Evan dan Rangga benar – benar dibuat kaget dengan berita tersebut, terutama Evan yang merasa dikalahkan oleh pria seperti Nathan.


“Apa loe yakin?” tanya Rangga.


“Kalau kalian tidak percaya, gue punya videonya.” Mengambil handphone, memperlihatkan video yang baru direkamnya kepada Evan.


Evan dan Rangga menonton video tersebut dari awal saat Nabila bilang ingin bicara dengan Nathan, Evan geram dengan gaya sok cool Nathan. Dia benar – benar terhina dikalahkan oleh Nathan si cupu dan culun.


Seakan – akan  kelelakiannya dihina oleh Nathan yang tak seberapa, bahkan setitikpun tidak ada apa –apanya dengan Evan. Terbakar cemburu, pasti, itu yang dirasakan seorang Evan, cowok no 1 di Sekolah Bina Harapan, dikalahkan oleh Nathan.


Melihat Evan yang diam dan terlihat menahan amarah, sahabat – sahabatnya mencoba menenangkannya.


“Are you okey, bro.” Rangga memegang pundak Evan, mencoba memberi ketenangan kepadanya.


Ferry pun ikut memegang pundak Evan satu lagi.


“Gue gak oke.” Sahut Evan melepaskan tangan sahabat – sahabatnya. Berjalan keluar kelas.


“Jadi loe mau kita ngapain?” tanya Ferry berjalan menigikuti  Evan.


“Gue mau kasih anak itu pelajaran.” Sahut Evan, berjalan dengan emosi.


“Siapa Nabila atau Nathan?” tanya Rangga yang masih bengong, kemudian berlari mengikuti Evan dan Ferry.


“Ya Nathan lah, gak mungkin Nabila.” Sewot Evan.


Evan yang emosi langsung menuju kelas Nathan yang berada dua kelas setelah kelasnya, diikuti Ferry dan Rangga dari belakang, mereka seperti orang yang akan pergi perang saja.


Begitu sampai kelas Nathan Evan melihat Nathan sedang mengerjakan tugas. Beruntung guru yang menhgajar di kelas Nathan juga tidak ada, sedang dipanggil ke ruang kepala Sekolah.


“Hei, culun.” Teriak Evan menendang kursi Nathan. Dengan sigap Nathan langsung berdiri.


Semua siswa yang ada dikelas dibuat kaget dengan kedatangan Evan dan ganknya yang tiba – tiba dan membuat keributan dengan Nathan, yang mereka tau Nathan tidak pernah membuat masalah dengan siapapun, bahkan Nathan seperti tidak terlihat.


Bagi mereka Nathan seperti tidak pernah ada. Mereka tau Nathan lebih memilih memnyendiri dan tidak terlalu berinteraksi dengan mereka jika tidak penting.


“ Apa?” tanya Nathan datar, dia merasa sakit hati dengan Evan yang tiba – tiba menendang kursinya, Nathan berdiri dihadapan Evan.


“Loe tau maksud gue, jangan pura – pura bloon.” Balas Evan kesal dengan kepura – puraan Nathan.


“Terserah.” Nathan kembali duduk dan tidak menghiraukan Evan lagi. Dia kembali melanjutkan mengerjakan tugas dan itu membuat Evan semakin geram dan kesal.


“Loe apa – apaan kesini main tendang kursi orang.” Ucap cakra yang kesal dengan tingkah Evan yang sok preman.


“Loe gak usah ikut campur.” Ferry yang membalas ucapan Cakra.

__ADS_1


“Ya urusan gue lah, ini kan kelas gue.” Jawab Cakra berdiri dari duduknya.


“Handphonenya Fer.” Mengangkat tangan meminta hanphone kepada Ferry, tanpa menghiraukan Cakra.


Ferry yang berada dibelakang Evan mengelurakan handphone dan memberikannya kepada Evan.


Rangga yang juga berdiri dibelakang Evan juga hanya memperhatikan dan menunggu apa yang akan dilakukan Evan. Evan memperlihatkan video penembakan Nabila kepda Nathan.


“Lihat.” Evan menyodorkan handphone dengan video Nabila yang menyatakan perasaannya kepada Nathan. Nathan melihat video tersebut sampai selesai.


Laudya yang duduk dibelakang Nathan dan Cakra yang disamping Nathan juga ikut melihat video tersebut.


Jangan sampai yang lain tau bahwa gadis yang dimaksud Nathan adalah gue, mau ditarok dimana muka gue, batin Laudya.


Tapi Nabila aneh banget, masa seleranya Nathan, gue yang bukan gadis populer saja ogah melihat Nathan, apa lagi menyukainya, kalau bukan karena dia pintar, mana mungkin gue mau berinteraksi dengan dia, batin Laudya lagi meremehkan Nabila.


Cakra yang melihat video tersebut juga shock dan tidak percaya ternyata cowok yang disukai Nabila adalah Nathan, kesal dengan Nathan, tentu saja.


“Terus.” Jawab Nathan setelah melihat video tersebut. Inilah yang tidak dia sukai dan kenapa dia menghindari gadis seperti Nabila.


“Jauhi dia.” Ancam Evan, sambal menarik kerah baju Nathan.


“Sepertinya itu bukan urusan loe.” Balas Nathan menepis tangan Evan dari kerah bajunya.


Evan yang semakin dibuat emosi, akan memukul Nathan, namun Guru telah masuk kelas.


“Evan, Ferry dan Rangga kenapa kalian ada di kelas ini?” tegur Guru kepada Evan dan ganknya yang berada di kelas yang bukan kelas mereka.


“Hanya ada perlu dengan Nathan bu, kami permisi.”


Evan meninggalkan kelas Nathan. Masih dengan perasaan kesal. Apa lagi melihat gaya Nathan yang sok cool.


 


*****


Begitu bel pulang Sekolah berbunyi dan Guru meninggalkan kelas. Cakra yang masih menahan penasarannya dengan video yang diperlihatkan Evan, langsung menodong Nathan.


“Apa maksud video itu.” Cakra memegang bahu Nathan, agar Nathan tidak keluar dari kelas.


“Seperti yang loe lihat.” Ucap Nathan dengan malas, menyingkirkan tangan Cakra yang memegang  bahunya.


“Jadi loe, cowok yang disukai Nabila?” tanya Cakra, masih tidak yakin dengan video  yang dilihatnya.


“Ya.” Jawab Nathan datar.


Siswa yang lain telah keluar kelas untuk pulang, sehingga menyisakan Cakra dan Nathan yang sekarang berdebat tentang video tersebut.

__ADS_1


Demi apa coba, kenapa Nabila bisa suka dengan cowok kutub utara ini, alias pria es, batin Cakra.


“Dan loe nolak Nabila?” ucap Cakra kesal, dia merasa sama seperti Evan, tidak percaya dengan sosok pria yang disukai Nabila.


“Kenapa emangnya.?” Balas Nathan jengah, dia harus segera ke café untuk bekerja, dia tidak mau terlambat dan membuat yang lain kerepotan.


“Loe, bodoh ya ? atau loe gak punya mata? Seorang Nabila loe tolak, loe tau kan dia cewek no 1 yang diinginkan cowok di Sekolah?” Cakra kesal dengan Nathan, ingin dia memukul muka Nathan tersebut.


“Gue gak peduli, mau dia cewek yang kalian inginkan atau bukan, bukan urusan gue.” Ketus Nathan, dia malas meladeni Cakra.


“Emang brengsek loe ya, songong banget loe.” Cakra ingin memukul wajah sok suci Nathan, namun dia justru memukul  meja, meluapkan kekesalan.


“Loe tau gue suka sama Nabila?.” Lanjut Cakra mencoba menenangkan diri dan merendahkan suaranya.


“Gue gak tau, loe gak pernah bilang.” Balas Nathan, capek berdiri dia kembali duduk.


“Gue udah lama suka dengan Nabila, dia gadis yang baik, penyayang dan tidak tegaan, makanya gue suka sama dia, dia juga tidak sombong.” Ucap Cakra, membayangkan interaksi dia bersama Nabila.


Deg, jantung Nathan berdegup saat Cakra memberitahu kebaikan Nabila dan Nathan memang mengakuinya karena dia pernah menyaksikan sendiri. Namun dia berusahan menyingkirkan perasaan itu, sebagai seorang lelaki dia harus tegas dengan cewek mana yang disukainya.


“Nabila orang yang tulus, dia tidak mudah terpengaruhi, jika dia suka sama loe, berarti dia memang suka, buktinya dia nolak Evan cowok no 1 di Sekolah, gak gampang dapat cewek kayak Nabila yang tulus suka sama loe.” Lanjut Cakra.


Nathan hanya terdiam dengan perkataan Cakra. Ada perasaan menyesal juga yang dirasakannya, tapi segera disingkirkannya perasaan tersebut.


“Seperti yang loe lihat dari video, gue juga punya seseorang yang gue sukai dan gue masih menunggu jawabannya.” Akhirnya Nathan menyampaikan pendapatnya.


“Gue harap loe gak salah pilih.” Cakra memberikan nasehatnya.


“Sekalipun gue suka sama Nabila, namun gue tetap menghormati keputusannya. Loe yakin tetap nolak Nabila?” Cakra memastikan lagi.


“Ya.” Balas Nathan antara yakin dan tidak.


“Gue juga hormati keputusan loe, tapi jangan menyesal jika suatu hari cewek yang loe suka bukan gadis yang baik dan loe baru sadar bahwa Nabila yang terbaik buat loe, namun saat itu tiba dan Nabila telah menyukai orang lain, maka loe jangan menyesal. Gue akan perjuangkan Nabila.” Tutup Cakra panjang lebar.


♥️♥️♥️♥️♥️


Please


LIKE


KOMENT


VOTE


and


FAVORITE

__ADS_1


Gomawo


\= Lady_MerMaD \=


__ADS_2